
Keluarga Zayn pun berangkat menuju ke Vila X.
Mommy dan Galih hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat kedua Tuan muda Hisami yang sedang di mabuk cinta.
"Galih, kemana sifat dan sikap dingin mereka menghilang nya?" tanya Mommy dengan terkekeh.
"Saya juga tidak tahu, Nyonya" jawab Galih dengan menahan tawa nya.
Sedangkan Zayn dan Dio, mereka sudah menatap Galih dengan sengit. Galih hanya cuek dan tetap fokus melajukan mobil nya.
"Abang, bukannya Abang akan ngajar di Universitas X?" tanya Zayn dengan serius.
"Iyaa, Abang di pindahkan kesana, kenapa memang nya?" tanya balik Dio.
"Nana dan Qilla mahasiswi disana tetapi semester akhir" jawab Zayn dengan tersenyum.
Dio langsung berbinar bahagia, dia berpikir ini adalah takdir cinta nya.
""Wah berarti ada kesempatan buat deketin tuh, Bang" ucap Mommy dengan tersenyum kecil.
"Ahh iyaa Mom, semoga saja aku yang akan menjadi guru pembimbing skripsi mereka" balas Dio dengan bahagia.
"Seharusnya mereka masih lama di sana, tetapi Tuan Elga sudah meminta Shaqilla untuk mengurus perusahaan Tuan Antoni jadi mereka berdua mempercepat study nya" jelas Zayn yang memang sudah di beritahu oleh Elga.
"Sebentar, kamu tahu dari mana bahwa keluarga Qilla akan berlibur di Vila X?" tanya Mommy dengan penasaran.
__ADS_1
"Ahh iyaa benar" timpal Dio.
Zayn hanya memasang wajah polos dan tersenyum saja.
"Dari calon mertua" celetuk Zayn dengan bangga.
Mommy, Dio dan Galih melongo hebat saat Zayn menyebutkan kata calon mertua.
"Tuan Elga sudah memberi lampu hijau untuk aku mendekati Putri nya" ucap Zayn kembali.
Mommy El tersenyum melihat raut wajah bahagia dari Putra bungsu nya.
***
Sedangkan di Vila X, Qilla dan Nana sudah bersiap dengan pakaian renang mereka yang sungguh menggugah air liur lelaki.
"Apa kalian akan langsung bermain di Pantai?" tanya Mom Ayu.
"Iyaa Mom, aku akan bermain jatsky bersama dengan Nana" jawab Qilla dengan berbinar.
"Kalau begitu hati-hati, Mom dan Daddy akan melihat kalian di pinggir" ucap Mom Ayu.
"Oke Mom" jawab Nana dan Qilla
Lalu mereka bersiap dengan di bantu para pengawal sang Daddy, Nana dan Qilla memang sering berlibur ke Pantai yang dekat dengan kampus mereka.
__ADS_1
Nana dan Qilla langsung saja bermain jatsky di Pantai dengan perasaan senang dan bahagia nya, mereka meliukan jatsky tersebut.
Daddy Elga tersenyum melihat tingkah Putri nya yang memang seperti Pria saja, bahkan kelakuannya melebihi sang Kakak, Kafka.
Mom Ayu juga terlihat sangat menikmati pemandangan disana dan juga melihat betapa hebat nya Putri nya.
"Dadd, kenapa Qilla bertingkah dan memiliki hobby seperti lelaki ya?" tanya Mom Ayu dengan terkekeh.
"Tidak sadar ya, dia begitu seperti dirimu sayang" jawab Dadd Elga dengan merangkul pundak Istri nya.
Sedangkan Qilla dan Nana masih asyik dengan permainan mereka, bahkan mereka berlomba untuk ke tengah dan kembali lagi ke pinggir Pantai.
"Hahahha kau kalah kembali, Na" ucap Qilla saat mereka sudah di tepi Pantai.
Lalu Nana dan Qilla turun dari permainan tersebut dan duduk di bibir Pantai.
"Ck, aku tidak sejago diri-mu, Qill" balas Nana mendengus.
Qilla hanya terkekeh dan mengajak Nana untuk berenang saja, mereka melepaskan penat mereka dengan sangat bebas.
Qilla dan Nana tidak menyadari bahwa sejak tadi mereka menjadi pusat perhatian 3 orang yang ada di gazebo pinggir Pantai.
Bahkan mereka menatap Nana dan Qilla dengan sangat takjub.
.
__ADS_1
.
.