Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Zayn mengajak Qilla untuk pulang , ia takut keluarga nya akan khawatir karena sudah terlalu lama pergi.


"Zayn, apa Mom dan Daddy tau kita pergi?" tanya Qilla


"Tau sayang, tadi aku sudah kabari Daddy mu" jawab Zayn tersenyum.


"Terimakasih untuk semua nya, aku harap kau akan selalu begini dan tak akan berubah" ucap Qilla menatap wajah tampan Zayn.


"Kau tahu? Aku tidak akan berubah walau sebenar nya kau memang bukan dari keluarga kaya, karena apa? Karena aku pun dulu bukan apa-apa sebelum sukses" balas Zayn dengan lembut.


"Apakah Nana dan Abang mu dekat?" tanya Qilla penasaran.


"Mungkin sebentar lagi Abangku akan melamar Nana, hehe" jawab Zayn dengan terkekeh.


Qilla melototkan mata nya karena tak percaya, sedangkan Zayn hanya tertawa kecil melihat exspresi lucu dari Qilla.


"Apa benar?" tanya Qilla tak percaya.


"Abang ku sudah ingin menikahi nya, tetapi Nana menolak karena ia akan memantaskan diri nya dulu bersama mu agar kelak dia tidak akan menjadi bahan gunjingan bagi keluarga kita" jawab Zayn mengusap lembut kepala Qilla.


"Terus bagaimana tanggapan Abang?" tanya Qilla kembali.


"Abang sih hanya bisa menurut, tetapi Nana tidak menolak saat akan di lamar oleh nya.

__ADS_1


Awalnya Nana juga menolak karena mereka berbeda kasta sangat jauh, tetapi Abang meyakinkan nya dengan bicara bersama Mommy" jawab Zayn kembali.


"Nana itu orang baik, Zayn. Dia di tinggalkan orang tua nya karena kecelakaan dan dia menghidupi diri nya sendiri. Aku kagum padanya, karena dia begitu mandiri dan juga sangat kuat, tegar dan tangguh" ucap Qilla dengan menghela nafas.


"Aku ingin dia jadi Asisten ku agar kelak dia bisa membungkam mulut orang lain dengan semua kemampuan dan kedudukannya, Zayn" jelas Qilla.


"Aku tahu dan aku juga sudah memberitahu Abang ku. Kamu tenang saja, sayang" ucap Zayn lembut.


Qilla hanya tersenyum dengan wajah memerah karena malu, ia belum terbiasa dengan panggilan sayang dari Zayn.


"Kapan kau akan mulai masuk kuliah, sayang?" tanya Zayn melirik sekilas pada Qilla.


"Mungkin 3 hari lagi, setelah itu aku akan menemui guru pembimbing dan akan menyelesaikan skripsi serta kuliah ku" jawab Qilla


"Besok aku sudah mulai bekerja dan jika aku kuliah semua akan di bantu Daddy dulu" jawab Qilla tersenyum.


Zayn manggut-manggut saja, lalu mereka berbincang kembali dengan hangat.


Bahkan selama perjalanan, baik Qilla maupun Zayn mereka selalu saja membuat suasana semakin menjadi hidup.


***


Qilla dan Zayn tiba di mansion saat sudah menjelang makan malam, dan disana hanya ada keluarga Tama saja.

__ADS_1


Yang lainnya sudah pulang karena memang mereka sangat sibuk.


"Nak" panggil Mom Ayu tersenyum.


Qilla membalas senyuman sang Mommy dan memeluk Mommy nya sebentar.


"Yang habis jalan-jalan gak ajak aku" ucap Adel dengan menggendong Baby Jen.


"Gak mau ahh, kalau Kakak ikut akan ganggu" olok Qilla yang masih memeluk Mommy nya.


"Ck, jangan liburan kesana kalau libur" ucap Adel mendudukan bokong nya di sofa.


"Gak papa, aku akan jalan-jalan bersama Zayn, wleee" balas Qilla dengan menjulurkan lidah nya pada Kakak ipar nya.


Kafka tersenyum melihat bagaimana sang Adik yang sedang tertawa dengan bahagia.


Ia belum sempat bertanya tentang lelaki yang bersama Qilla.


Sedangkan Zayn, dia hanya menggelengkan kepala dengan tersenyum kecil pada Qilla.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2