
Pagi hari nya, Nana dan Qilla sudah siap untuk berangkat ke perusahaan.
"Wihhh Ibu CEO" goda Rendi dengan tersenyum kecil.
"Iyaa dong, mana calon Istri CEO hebat lagi" balas Qilla dengan santai.
Tak.
Kafka langsung saja menjitak kepala Qilla karena merasa sangat gemas kepada Adik nya tersebut.
"Kakak sakittttt" kesal Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
"Omongan nya di jaga dong" balas Kafka.
"Ish memang kenyataannya begitu" gerutu Qilla dengan pergi ke ruang makan.
Adel langsung saja memegang tangan Suami nya saat akan membalas perkataan Qilla.
Ia heran, mereka selalu saja berantem saat bertemu tetapi saling merindukan jika berjauhan.
Lalu mereka sarapan bersama disana, hari ini Keluarga Kafka dan Rendi akan kembali pulang karena pekerjaan sudah menunggu nya
Qilla langsung saja memeluk Kakak dan Kakak ipar nya, setelah berpamitan pada mereka semua, Qilla dan Nana langsung saja berangkat ke perusahaan.
Setelah Qilla pergi, Kafka dan yang lainnya pun ikut berpamitan untuk pulang.
"Hati-hati ya" ucap Mom Ayu lembut.
__ADS_1
"Adel tunggu Mommy disana" ucap Adel dengan tersenyum.
"Setelah Adik mu menikah, baru Mom akan kesana" balas Mom Ayu dengan terkekeh.
Adel hanya tersenyum saja, lalu ia pergi bersama dengan yang lainnya.
**
Qilla berjalan masuk ke dalam perusahaan dengan wajah datar nan dinginnya, bahkan ia hanya membalas sapaan mereka semua dengan anggukan kepala saja.
Di loby, Dewi sudah menunggu kedatangan mereka berdua dengan beberapa para petinggi perusahaan.
"Selamat pagi, Nona" sapa Dewi dengan ramah.
"Selamat pagi, Nona" sapa para petinggi dengan sopan.
Qilla hanya menganggukan kepala saja dan menyuruh mereka langsung bekerja saja.
"Hihhhhh" gumam Qilla dengan kasar.
"Fppttt" Nana dan Dewi langsung menahan senyum nya karena melihat wajah kesal Qilla.
"Ck, diam kalian ya" ucap Qilla dengan kesal.
"Maaf Nyonya" balas Nana dan Dewi barengan.
Qilla memutar bola mata nya dengan malas, bahkan ia mendelik ke arah Nana.
__ADS_1
"Ampunnn" goda Nana dengan terkekeh.
"Mbak salut sekali dengan kalian, kalian bisa menjadi ancaman bagi orang-orang yang ingin berkhianat. Karena wajah dan aura kalian sangat tegas dan menyeramkan. Apalagi Qilla, dia sudah seperti Kakek dan Daddy nya saja" ucap Dewi dengan bangga.
"Pertahankan lah" ucap nya lagi dengan mengulas senyum di wajah menua nya.
Qilla dan Nana hanya menganggukan kepala saja, lalu mereka keluar dari dalam lift.
"Ini semua jadwal Qilla yang akan di lakukan beberapa hari ke depan. Lalu kamu cuti untuk tunangan dan akan di gantikan oleh Varel terlebih dulu" jelas Dewi.
"Varel" panggil Dewi.
Seorang pria langsung menghampiri Dewi dengan sangat sopan.
"Nah dia adalah Varel, Putra tangan kanan Daddy nya Qilla. Dia akan menjadi sekertaris sekaligus Asisten bayangan kalian" jelas Dewi dengan pelan.
"Hmm, aku mengerti" balas Qilla dengan cepat.
Lali Varel kembali bekerja , sedangkan mereka langsung saja ke meja masing-masing untuk bekerja.
Dewi dan Nana keluar dari ruangan Qilla, mereka akan berada di meja tepat depan ruangan Qilla.
"Huhhh, ayo kita mulai" gumam Qilla dengan tersenyum kecil.
Lalu dia mengambil berkas yang ada di depan nya, ia membaca dan mempelajari semuanya dengan seksama dan teliti.
.
__ADS_1
.
.