Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Nana sudah di buat heboh dengan kelakuan Qilla yang akan pergi mengantarkan Zayn ke bandara. Bahkan Nana di buat bangun jam 4 gegara Qilla yang terus saja mendesak nya.


"Ayo Na, lelet banget sihhhh" gemas Qilla.


Lalu mereka berdua langsung meluncur ke bandara, padahal jarak dari mansion ke bandara tidak cukup jauh, tetapi Qilla terus saja merengek.


Mom Ayu di buat geleng-geleng dengan kelakuan sang Putri, ia hanya bisa memberi semangat saja pada Nana.


"Bar-bar nya sama seperti mu, sayang" ceplos Dad Elga.


"Biarinnn , gitu-gitu juga kamu cinta banget sama aku" olok Mom Ayu dengan berlalu ke dapur.


"Dasar kau ini" gumam Dad Elga dengan terkekeh.


***


Sedangkan di bandara, Qilla langsung saja menuju ke ruang tunggu dimana Zayn dan Rega berada.


Bruk.


"Sayang" kaget Zayn yang melihat Qilla datang dengan nafas tak beraturan.


Qilla langsung saja memeluk Zayn tanpa membalas sapaan dari nya terlebih dulu.


Zayn membalas pelukan Qilla dengan hangat, ia mengecup pucuk kepala Qilla berulang kali.


"Hati-hati" bisik Qilla dengan lirih.


"Iyaa, jangan bandel ya" balas Zayn dengan tersenyum.

__ADS_1


Cup


Zayn mengecup kening Qilla dengan lembut dan lama, hingga terdengar lah panggilan dari anak buah nya bahwa pesawat pribadi nya sudah siap.


"Aku pergi dulu ya, sukses untuk hari ini" ucap Zayn dengan lembut.


Qilla tak membalas nya, hanya menganggukan kepala dengan wajah di penuhi senyuman.


Lalu Qilla menyalami Zayn sebelum dia pergi.


"Cepat kembali" lirih Qilla yang masih terdengar oleh Zayn.


Zayn dan Rega langsung saja pergi dan masuk ke dalam pesawat pribadi nya.


Sedangkan Qilla, dia menatap nya dengan sendu. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang hilang.


"Hemmmm, ayo. Kau yang nyetir" balas Qilla dengan memberikan kunci mobil nya pada Nana.


"Uhh untung sayang, kalau enggak gue timpuk lu" gerutu Nana .


Nana dan Qilla lalu masuk ke dalam mobil, Nana melajukan mobil nya dengan kecepatan agak tinggi karena sudah mau jam 06 pagi, sedangkan acara nya akan di mulai jam 07 pagi.


***


Opa, Kafka , Adel dan Milsi tak lupa Rendi dan kedua Baby yang sangat menggemaskan pun sudah hadir di mansion.


Mereka akan berkumpul dengan membuka identitas Shaqilla.


"Kenapa mereka lama sekali" gerutu Kafka dengan kesal.

__ADS_1


"Dad dad" celoteh Baby Jen yang di gendongannya.


"Iya sayang, kedua Aunty mu membuat Daddy kesal" sahut Kafka dengan mengecup seluruh inci wajah Baby Jen.


Baby Jen langsung saja tertawa dengan nyaring, ia sangat kegirangan saat sang Daddy yang mengecup nya berulang kali.


Hingga manik mata Kafka melihat mobil Qilla yang memasuki pekarangan mansion.


Nana dan Qilla langsung saja berlari masuk tanpa menyapa Kafka yang ada di teras depan.


"Ya ampun mereka ini" gerutu Kafka dengan berjalan masuk ke dalam.


"Momm" panggil Kafka saat melihat sang Istri.


Adel membalikan badannya dan tersenyum saat melihat Putri dan Suami nya.


"Kenapa Dad?" tanya Adel tersenyum.


"Nih, aku mau ke kamar Qilla dulu" ucap Kafka sambil memberikan Baby Jen pada Adel.


Dengan segera Adel menggendong Putri nya dan membawa ke ruang keluarga yang sudah banyak orang berkumpul.


Sedangkan Kafka langsung saja ke lantai 2 dimana kamar Qilla berada.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2