Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
98. Ekstrak Kemampuan


__ADS_3

Shiro kemudian menyuntikkan Auranya kedalam Orb tersebut.


Orb tersebut mulai bersinar, Shiro dan Kakek Tingkas menantikan apa yang didapatlan Shiro.


Tak lama kemudian Shiro mendapatkan gambaran dengan apa yang didapatkannya. Beserta dengan pengingat sistem yang telah lama tidak muncul.


[Ding! 'Tuan Rumah' berhasil mengekstraksi Roh Monster berjenis Harimau Putih dari Orb.]


[Apakah ingin melakukan Ekstraksi ke Jiwa 'Tuan Rumah' ?]


[Ya / Tidak]


[Pengingat: Setiap manusia hanya bisa memperoleh satu Roh Jiwa. Tuan Rumah Perlu memikirkan Roh Jiwa yang sesuai dengan Tuan Rumah, karena Roh Jiwa hanya bisa diekstraksi sekali.]


Mendengar penjelasan panjang lebar sistem, Shiro agak bingung. Sebab, Ia belum pernah mendapatkan pesan sistem ketika menggunkan Orb, baik ketika Ia mendapatkan Soul Weapon ataupun Frost Wing.


Ini adalah kali pertama baginya mengetahui fungsi baru dari sistem.


Namun Shiro tidak segera mengkonfirmasi permintaan sistem. Ia memandang Kakek Tingkas lalu berkata, "Terimakasih Kek, atas hadiahnya."


"Baguslah kalo begitu. Ngomong-ngomong, apa yang kau dapatkan nak ?"


"Emm... Kakek tahu tentang Roh Monster ?"


Kakek Tingkas mengangguk, "Tahu, itu seperti monster atau hewan pada umumnya. Namun bisa bertarung dan bisa berubah menjadi keadaan fisik ataupun Roh. Selain itu, itu dapat diam-diam melindungimu jika ada keadaan mendesak."


Kemudian di belakang Kakek Tingkas ada sesosok Harimau Sumatera setinggi 5 meter yang memandangi Shiro dengan ganas.


Harimau Sumatera tersebut dalam kondisi Jiwa, tidak ada bentuk fisik, bagaikan sebuah proyeksi sederhana.


Kemudian, Roh Harimau Sumatera di belakang Kakek Tingkas menghilang, masuk ke dalam tubuh Kakek Tingkas.


Shiro paham bahwa proyeksi Roh tersebut adah Roh Monster. Penampilannya lebih mirip dengan Battle Pet, namun bedanya Battle Pet tidak bisa berubah dalam bentuk Roh.


"Terimakasih Kek, atas informasinya." Shiro menunduk hormat, lalu kemudian Ia pamit pergi dan meninggalkan Desa Suku Cindaku.


Shiro pergi dari Desa Suku Cindaku diantar oleh Kakek Tingkas sampai pintu masuk Desa. Dari kejauhan, Ia bisa melihat samar ke arah Desa dan melihat Lidya yang sedang mengintip kearahnya. Namun Shiro mengabaikannya.


Setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan. Dan tak semua orang tahan akan perpisahan tersebut. Semakin lama pertemuan, akan semakin menyakitkan pula perpisahannya.


Tanpa menoleh ke belakang, Shiro terus melangkah. Memantapkan tujuannya untuk terus mengembara, berpetualang di dunia yang luas ini.


Setelah jauh meninggalkan Desa Suku Cindaku, Shiro mulai bertanya kepada sistem di benaknya.


"Sistem, apa yang terjadi dengan Roh Monster tersebut jika aku menolak ?"


Tanpa menunggu lama, Jawaban sistem langsung terdengar.


[Roh Monster tersebut akan menghilang, dan Tuan Rumah akan kehilangan hadiah Tuan Rumah.]

__ADS_1


"Apakah tidak ada kompensasi ?"


[Tidak]


"Apakah Roh Monster bisa dikeluarkan untuk dijual ?"


[Tidak]


Shiro menunduk lemah, sepertinya Ia tidak bisa mendapatkan keuntungan dari hal ini. Ia hanya memiliki satu kesempatan untuk mengekstraksi Roh Monster. Walaupun Roh Macan Putih tidak terdengar kuat, namun Ia lebih memilih menggunakan Roh Monster yang lebih kuat lainnya.


Pikiran Shiro saat ini sedang bingung, ingin mengekstraksinya atau membuangnya begitu saja.


Jika Shiro mengekstraksinya, Ia tidak akan dapat memperoleh dan mengekstrak Roh Monster lainnya.


Namun jika dibuang begitu saja, itu terasa percuma saja. Kesempatan mendapatkan Roh Monster tergolong rendah. Ini membuatnya dilema.


"Huh.. apa yang harus aku pilih ?" gumam Shiro.


"Sistem, Apakah ada alternatif lain ?" tanya Shiro kembali kepada sistem.


[Ada]


Mata Shiro menjadi berbinar, cahaya harapan kembali terlintas di benaknya ketika mendengar jawaban dari sistem.


"Benarkah?"


"Apa itu ?" tanya Shiro penasaran.


[Tuan Rumah bisa mengekstraksinya ke senjata atau peralatan yang dimiliki Tuan Rumah]


Mata Shiro bersinar lebih cerah, jika hal ini memungkinkan, kekuatannya bisa bertambah. Namun Ia masih memikirkan beberapa hal penting yang perlu ditanyakan kepada Sistem.


"Sistem, apa yang terjadi pada senjataku jika aku mengekstrak Roh Monster tersebut ke dalam senjata tersebut ?"


[Jika itu berhasil, senjata tersebut tidak akan berubah, namun memiliki beberapa fungsi baru mirip dengan Soul Weapon]


Shiro awalnya sangat bahagia, namun Ia memiliki kejanggalan dalam deskripsi sistem.


"Apa maksudmu 'Jika berhasil' ? apakah ada peluang kegagalan?"


[Ya, peluang Ekstraksi Roh Monster ke dalam senjata, tergantung tingkas kecocokan antara senjata dan Roh Monster itu sendiri.]


Memikirkan jawaban sistem, Shiro memikirkan beberapa senjata dan equipment yang berada ditubuhnya sebagai target ekstraksi.


Setelah mengingat-ingat, hanya satu senjata yang sepertinya cocok, yaitu Twin White Tiger.


Sepasang kerambitnya memiliki nama yang sama dengan Roh Monster. Senjata ini juga terinspirasi dari cakar Harimau. Tentu saja senjata ini memiliki tingkat kecocokan yang cukup besar.


Namun masih ada satu permasalahan di benak Shiro. Yaitu masalah bahan utama pembuatan Twin White Tiger. Material utamanya tidak ada hubungannya dengan Harimau Putih, namun terbuat dari Taring Two-headed Hydra.

__ADS_1


"Sistem, apa konsekuensi kegagalan Ekstraksi Roh Monster ke dalam senjata?"


[Senjata tidak akan ada pengaruh apa-apa jika gagal. Namun Roh Monster mungkin akan menghilang atau mengamuk. Jika Roh Monster sudah mengamuk, Tuan Rumah harus bersiap untuk menghadapinya.]


Resiko yang dijelaskan sistem hanya kerugian pada Roh Monster, untuk senjatanya tidak berefek apa-apa. Shiro langsung membuat keputusan ditempat.


"Sistem, lakukan ekstraksi Roh Monster tersebut ke dalam senjata Twin White Tiger!"


[Ding! Permintaan dipenuhi]


[Roh Monster berjenis Harimau Putih akan diekstraksi kedalam senjata Twin White Tiger]


[Ekstraksi sedang berlangsung]


[1%]


Melihat serangkain pesan petunjuk dari sistem, Shiro merasa nostalgia. Sudah bertahun-tahun lamanya Ia tidak melihat pesan-pesan ini.


Namun tiba-tiba, ekspresi Shiro tiba-tiba berubah. Ia tiba-tiba teringat peristiwa menakutkan yang membuatnya memiliki trauma psikologis.


"Sial, aku lupa mengenai rasa sakit ketika ekstraksi berlangsung."


Ya, ketika integrasi dan ekstraksi keterampilan sebelumnya. Shiro merasakan rasa sakit dari sistem yang teramat sangat.


Kali ini ia benar-benal lupa akan hal tersebut. Shiro hanya bisa menggertakkan giginya dan bersiap untuk menghadapi rasa sakit yang ditimbulkan dari proses ekstraksi.


1 menit berlalu.


5 menit berlalu.


30 menit berlalu.


Shiro tidak menerima rasa sakit seperti yang Ia harapkan. Ia sedikit bingung, apakah ada yang salah dengan sistemnya kali ini ? Ataukah ekstraksinya gagal? Ia lalu melihat serangkaian pesan dari sistem.


[Ekstraksi sedang berlangsung, harap tunggu sebentar]


[89%]


Melihat pesan dari sistem mengenai proses ekstraksi, Shiro tahu, bahwa ekstraksi masih terus berjalan dan hampir selesai. Dan Ia bernapas lega karena ekstraksi masih berjalan dengan lancar.


Tiba-tiba Ia memikirkan sebuah kemungkinan, karena target ekstraksi adalah senjatanya dan bukan dirinya, mungkin Ia tidak menerima rasa sakit dari proses ekstraksi tersebut.


Tak menunggu lama, pesan-pesan dari sistem menunjukkan bahwa proses ekstraksi telah selesai.


[Kemajuan Proses Ekstraksi 100%]


[Ekstraksi Berhasil]


[Selamat Kepada Tuan Rumah, Anda memiliki kemampuan baru, silahkan cek sendiri.]

__ADS_1


__ADS_2