
"Ini ujian kalian, akan senpai tekanan sekali lagi, kalian bebas melakukan segala macam cara, yang penting ketiga Giant Polar Bear tersebut terbunuh. Kalian bebas mau 1 lawan 1, 2 lawan 1, 3 lawan 1, pokoknya bebas."
"Ingat, kalian harus menang, kalah berarti kematian bagi kalian. Untuk menjadi pahlawan, kalian harus berkorban dan harus menang, tidak ada kesempatan kedua, tidak ada yang bisa menolong kalian. Kalian harus berjuang sendirian melawan musuh-musuh yang licik dan tak terhitung jumlahnya."
Shiryuu-senpai mengulang kembali detail ujian dan menjelaskan kepada Shiro dan yang lainnya tentang kepahlawanan.
Shiro dan yang lainnya tak bisa berkata apa-apa, mereka memikirkan kata-kaat dari Shiryuu-senpai. Semangat juang mereka pun terpengaruh.
Tidak ada yang bisa mereka keluhkan lagi, mereka harus bisa beradaptasi dengan segala macam keadaan.
Shiro saat ini mengesampingkan segala kewaspadaannya, ia fokus kepada target ujian kali ini. Toh, sudah ada tindakan pencegahan yang ia lakukan dan ada Unseen yang bisa mengingatkannya jika ada suatu permasalahan.
"Kalo kalian sudah mengerti, Kalahkan mereka !" ucap Shiryuu-senpai menunjuk ke arah ruangan gelap yang berisi Giant Polar Bear.
Shiro dan yang lainnya langsung bergerak menuju dekat pintu masuk ruangan tersebut. Mereka berniat membuat strategi terlebih dahulu.
"Aku punya rencana." ucap Shiro.
Shiro memberitahu Denshu dan Brendy mengenai rencana yang ia pikirkan.
Denshu dan Brendy mengangguk, mereka berdua mencerna rencana Shiro dan tampak mengerti. "Baiklah, kami mengerti."
"Brendy, bagaimana denganmu ? Tubuhmu belum pulih seutuhnya, bisakah kau mengatasinya ?" Shiro bertanya agak khawatir kepada Brendy.
"Aku sebenarnya agak ragu dengan tubuhku, tapi akan ku usahakan." ucap Brendy mencoba menyemangati yang lainnya.
"Kalo tidak ada kendala, mari kita mulai." ucap Shiro.
"Ya."
Shiro dan yang lainnya segera masuk ke dalam ruangan besar tersebut, mereka melaksanakan formasi dan taktik yang sudah Shiro susun. Mereka bersiap menyerang ketiga Giant Polar Bear.
Ketiganya sudah ada diposisi masing-masing. Shiro dan Brendy berada di dekat masing-masing Giant Polar Bear yang sedang tertidur. Sedangkan Denshu berdiri agak jauh.
Sebelumnya, Brendy dan Shiro sudah diberi mantra Night Vision oleh Denshu, sehingga mereka bisa melihat dalam gelap.
Shiro dan Brendy saling mengagnguk dan mulai menyerang Giant Polar Bear yang berada di samping mereka.
Shiro dan Brendy mengalirkan Aura ke senjata yang mereka pegang untuk menambah efek Penetrasi.
Keduanya langsung menebas leher Giant Polar Bear secara bersamaan. Shiro menyerang yang paling kecil, dan Brendy yang agak besar.
` swiiingg~`
Giant Polar Bear yang ditebas Shiro, lehernya kini terputus, ia tak bereaksi sedikitpun ketika Shiro tebas.
Namun Brendy tidak seberuntung itu, ketika ia menyalurkan Aura ke senjatanya, telinga Giant Polar Bear yang menjadi targetnya sedikit bergetar.
Giant Polar Bear sedikit terbangun, dan merasakan ada bahaya di sampingnya. Meskipun Brendy masih sempat menebas leher Giant Polar Bear, namun luka yang disebabkan tidak membuat Giant Polar Bear mati.
"AAAAAAA~"
Giant Polar Bear berteriak kesakitan ketika menerima tebasan dari Brendy. Membuat Giant Polar Bear terbesar yang berada tak jauh disampingnya terbangun.
Shiro yang merasakan bahwa rencananya tidak berjalan lancar, ia langsung mengambil alih komando. "Brendy mundur, lanjut Rencana B."
"Tcih, baiklah" Brendy mundur agak kecewa.
Denshu yang dari jauh mendengar perintah Shiro, langsung menjalankan tugasnya.
"Fire Ball"
"Fire Ball"
"Fire Ball"
Denshu melemparkan serangan Fire Ball miliknya ke setiap sudut ruangan. Tugas pertamanya untuk Rencana B yaitu menerangi ruangan.
__ADS_1
Karena Rencana B adalah Serangan Frontal.
Shiro dan Brendy mundur ke arah Denshu. Mereka berkumpul kembali.
"Maaf, aku gagal." ucap Brendy dengan penuh kekecewaan.
"Santai, Giant Polar Bear yang menjadi targetmu cukup besa, armornya pasti tebal juga. Jadi tak usah dipikirkan." Shiro mencoba menghibur Brendy.
Brendy mengangguk, walaupun masih ada jejak kekecewaan diwajahnya. Namun ia tidak bisa murung, karena yang mereka hadapi adalah dua ekor Giant Polar Bear.
Shiro dan yang lainnya menatap dua Giant Polar Bear yang telah terbangun.
"AAAAAA~"
"AAAAAA~"
Kedua Giant Polar Bear berteriak kearah Shiro dan yang lainnya. Mereka berlari ke arah Shiro.
"Aku dan Denshu yang akan menghadapi Giant Polar Bear terbesar. Brendy menghadapi yang terluka. Bisa ?" Shiro memberi perintah.
"Bisa."
Bredny dan Shiro langsung maju. Shiro menghadapi yang terbesar, sedangkan Brendy mencoba mengalihkan perhatian Giant Polar Bear yang sudah terluka oleh serangannya sebelumnya.
Rencana mereka berhasil, Shiro berhasil menahan serangan Giant Polar Bear terbesar. Dan Brendy berhasil membawa jauh Giant Polar Bear yang terluka.
Selama serangan tidak menumpuk, Shiro bisa menahannya. Ia berharap Brendy bisa cepat mengalahkan Giant Polar Bear yang terluka.
...****************...
"Aku tidak akan gagal kali ini." ucap Brendy.
"ARRRRGGGHHHH"
Giant Polar Bear yang terluka mencoba menyerang Brendy. Namun Brendy dengan mudah menghindarinya.
Walaupun Giant Polar Bear memiliki kecepatan yang lumayan cepat, namun Brendy lebih cepat dari itu.
` swiiingg~`
`swiiingg~`
Brendy menyerang beberapa kali, namun Daya Tahan Giant Polar Bear cukup ulet.
Battle Pet milik Brendy berubah menjadi Gorilla Saju dan membantu dalam menyerang Giant Polar Bear.
Setelah beberapa putaran, sudah banyak luka di tubuh Giant Polar Bear tersebut. Akhirnya, Giant Polar Bear yang dihadapi Brendy, tumbang.
Pertarungan dimenangkan oleh Brendy.
...****************...
"ARRRRGHHHH~"
Giant Polar Bear yang dihadapi Shiro dan Denshu mengamuk ketika pasangannya diserang oleh Brendy.
Ia mencoba membantu, namun dihadang oleh Shiro.
"Mau kemana, kami lawanmu." ucap Shiro.
` whusssh~`
Cakar Giant Polar Bear menyerang kearah Shiro. Namun Shiro berhasil menghindarinya.
Cakar Giant Polar Bear menyebabkan asap dan debu di area tersebut naik.
` bang~`
__ADS_1
Bola Api yang cukup besar mengenai Giant Polar Bear.
"Berhasil kah ? " gumam Denshu.
"Seranganmu sudah efektif, namun belum cukup untuk menumbangkannya." ucap Shiro dari kejauhan.
Asap dan Debu sudah mulai menghilang, Giant Polar Bear terlihat gosong di beberapa tempat. Bnayak bulunya yang terbakar akibat serangan Denshu.
"AAARRGGGGHHHH~" Giant Polar Bear terlihat marah, matanya memerah, sepertinya ia memasuki kondisi mengamuk.
Melihat hal ibu, Shiro emmberi perintah kepada Denshu, "Aku akan membatasi gerakannya, kau serang dari jauh."
"Ya." Denshu menyanggupi dan ia mulai menyiapkan serangan miliknya.
Shiro pun tak tinggal diam, ia langsung bergegas menyerang Giant Polar Bear yang memasuki kondisi mengamuk.
Sebelum Shiro sempat menyerang, cakaran Giant Polar Bear tersebut mengarah kepadanya. Cakar tersebut mengarah kepadanya dengan sangat cepat.
Dengan kecepatannya, Shiro tidak akan sempat menghindar. Shiro menangkis serangan tersebut dengan tangannya.
Tanah dibawah kaki Shiro retak ketika mennagkis serangan tersebut, debu-debu pun bertebaran.
"Sepertinya semua stat mu meningkat ." cibir Shiro.
"AARRGGGHH~"
Giant Polar Bear ingin menggigit Shiro. Namun dapat dengan mudah Shiro hindari.
Shiro meninju pipi Giant Polar Bear dan seteguk darah dimuntahkan oleh Giant Polar Bear.
"Pertahanan mu cukup tebal ya."
Shiro merasakan kekerasan pertahanan Giant Polar Bear ketika meninjunya. Namun pertahanan Giant Polar Bear tidak sebesar pertahanan Snake Ice Cyber-Tooth yang dihadapi Shiro sebelumnya.
"ARRRGGHHH~"
Giant Polar Bear menjadi semakin marah, kini ia menyerang Shiro dengan membabi buta.
Serangan Giant Polar Bear semakin kuat dan semakin cepat, namun pola serangannya menjadi lebih simpel.
Shiro berhasil menghindari serangan Giant Polar Bear dengan seringai diwajahnya.
Setelah beberapa putaran, Shiro melihat kondisi Giant Polar Bear yang semakin melemah. ia juga merasakan kalau Denshu sudah siap menyerang kapan saja.
Shiro juga sempat melirik kearah Brendy yang sudah memenangkan pertarungan. "Sepertinya cukup sampai disini saja main-mainnya."
Shiro memberi isyarat kepada Denshu, dan Denshu langsung mengerti.
"Terima ini !" Denshu langsung melemparkan Giant Fire Ball yang sudah ia tahan dari tadi ke arah Shiro.
Shiro pun tak tinggal diam. Ia meningkatkan kondisi fisiknya lalu menangkap salah satu serangan Giant Polar Bear. Ia mengangkat Giant Polar Bear dan melemparkannya ke arah serangan Denshu.
Serangan tersebut mengenai Giant Polar Bear secara telak.
` BAAANNGGGG~`Ledakan besar pun terdengar.
Asap hitam menyelimuti area tersebut. Perlahan-lahan asap hitam mulai menghilang. Dan terlihat Giant Polat Bear yang gosong sepenuhnya, dan ambruk ke tanah.
"Kita berhasil kan ?" tanya Denshu.
"Sepertinya begitu " kata Shiro.
"HOREEE !" Denshu berteriak kegirangan merayakan keberhasilannya.
Brendy pun mendekati Shiro dan Denshu. "Sepertinya kalian bisa mengalahkannya tanpa aku."
"Apa kau bilang ? Ini semua kerja sama tim." ucap Denshu sambil merangkul Shiro dan Brendy.
__ADS_1
Shiro tersenyum dan merangkul balik. Namun senyumannya tiba-tiba membeku, karena ia mendapatkan berita dari Unseen.
"Shiro, cepat kabur, disini sangat berbahaya, kita sudah terkepung..."