
Cahaya Orb mulai menerangi tenda Shiro. Ia mulai mendapatkan gambaran mengenai apa yang ia dapatkan dari Orb tersebut.
Merasakan apa yang didapatkan, Shiro mengangguk dengan oenuh senyuman. "Lumayan."
Bukan Skill ataupun material. Melainkan hanya Buff permanen tambahan yang didapatkan Shiro. Apa yang didapatkan Shiro hanyalah sebuah Buff tubuh yang sangat bermanfaat bagi Shiro.
Walaupun bukan skill, tapi Buff ini langsung terintegrasi dengan tubuh Shiro, bagaikan sebuah skill pasif. Tentu saja Shiro senang menerimanya.
Nama Skill itu adalah Anti-dote
Antidote adalah hormon khusus yang diproduksi oleh tubuh Shiro yang memiliki fungsi untuk menangkal dan mendeteksi racun.
Ketika Shiro terkena racun secara tidak sengaja, tubuhnya akan mulai berkeringat dengan aroma khusus yang menandakan ada racun yang telah memasuki tubuhnya. Selain itu, tubuhnya juga dapat mendeteksi racun diudara, tidak hanya racun yang masuk ke tubuh Shiro. Tapi harus dirasakan oleh tubuh Shiro terlebih dahulu.
Jadi jika hanya racun yang berada di kejauhan, Shiro tidak bisa mendeteksinya sebelum terhirup sedikit atau racun itu mengenai tubuhnya.
Walaupun Antidote hanya bisa mendeteksi racun jika terkena kontak langsung dengan tubuh, namun itu sudah cukup bagi Shiro.
Selain itu, Antidote bisa juga mendetoks racun yang masuk sebagai penawar racun. Walaupun tidak semua racun bisa didetokfisasi seperti racun Hydra, namun Shiro sudah cukup lega.
Tidak banyak racun hebat yang bisa digunakan manusia. Selain itu, monster juga jika menyerang dengan racun, pasti mempunyai penawarnya juga. Jadi meskipun racun itu berbahaya, namun Antidote ditambah teknik pernapasan, dapat membuat perkembangan racun terhambat.
Ini sudah cukup bagi Shiro untuk membunuh musuh dan mencari penawarnya.
Setelah menggunakan Orb dan mendapatkan sesuatu yang memuaskannya. Akhirnya Shiro bisa tidur dengan nyenyak.
......................
Shiro bangun keesokan harinya dengan perasaan bahagia. Setelah sarapan dan beres-beres, ia melanjutkan perjalanannya.
Perjalanan Shiro berlangsung selama beberapa hari.
Entah beruntung atau sial, selama beberapa hari ini Shiro tidak menemukan satu Gate pun. Mungkin bagi sebagian atau bahkan keseluruhan pahlawan, ini mungkin beruntung.
Namun bagi Shiro yang berpetualang dengan niatan membasmi Gate yang ada di alam bebas, untuk menghilangkan bahaya tersembunyi. Tidak ada Gate yang ditemukan merupakan sial bagi Shiro. Atau beruntung bagi Gate dan Monster yang ada di dalam Gate itu sendiri.
__ADS_1
Apalagi belakangan ini ia telah menemukan banyak Gate dengan interval waktu yang singkat. Tidak menemukan Gate selama beberapa hari, membuat Shiro merasa ada yang hilang dari jiwanya.
Apa yang terjadi kepada Shiro berlangsung selama seminggu penuh. Tanpa bertemu Gate, Shiro seakan kehilangan motivasi. Mungkin kalo ia sedang berada di Kota, dirinya mungkin sudah mendapatkan Job dari Asosiasi Pahlawan untuk membersihkan Gate.
Berulang kali ia mencoba untuk menghubungi Asosiasi Pahlawan, minta dijemput. Namun berulang kali juga Shiro mengurungkan niatnya dengan menekankan kepada dirinya sendiri kalo ini bukan waktunya.
"Huh~ Seminggu lagi. Beri aku kesempatan seminggu lagi. Jika masih tidak menemukan apa-apa. Aku akan melakukan."
Shiro bergumam sembari menyimpan kembali alat komunikasinya.
"Shiro, coba lihat apa yang aku temukan."
Sebuah suara terdengar dibenak Shiro yang tengah beristirahat. Suara itu berasal dari Unseen yang sedang menjelajah terlebih dahulu di depan.
Shiro lalu berdiri dan bertanya kepada Unseen yang telah datang menghampirinya: "Ada apa? Apa yang kau temukan?"
Unseen tidak langsung menjawab, ia malah berkata kepada Shiro: "Sebaiknya kau ikuti aku dan lihat sendiri."
Shiro lalu mengikuti Unseen untuk mendaki ke puncak pohon. Dari puncak pohon, akhirnya Shiro tahu apa yang ditunjukkan Unseen kepadanya. Shiro menggosok-gosok matanya beberapa kali, seperti tak percaya. Namun mau Shiro mengucek matanya sampai berdarah, pemandangan didepannya tidak berubah sedikitpun.
Tembok-tembok inilah yang dapat digunakan sebagai sarana pertahanan pertama ketika sebuah Kota mengalami Serangan Binatang Buas yang mengamuk.
"Jadi Shiro, akankah kita ke Kota itu, atau melanjutkan petualangan?" tanya Unseen.
Dari pertanyaan Unseen, Shiro terdiam sebentar, mempertimbangkan pertanyaan Unseen.
Unseen juga ingin tahu dengan jawaban dari Shiro. Apakah akan melanjutkan perjalanan? atau pergi beristirahat untuk beberapa hari di Kota.
Tentu saja alasan sebenarnya Unseen adalah karena ia bosan dengan makanan yang hampir mirip setiap harinya. Selain makan makanan kaleng dan daging bakar, tidak banyak varian makanan yang Shiro buat.
Meskipun ada, itu tidak terlalu enak. Ia merindukan makanan enak yang dijajakan di Kota-kota besar. Sehingga dengan pertanyaan ini, ia berniat membujuk Shiro untuk beristirahat di Kota yang ada di depannya.
Sebenarnya Shiro juga sama, ia agak bosan dengan makanannya selama ini. Selain itu, Shiro beranggapan mungkin inilah alasan kenapa selama beberapa hari ini ia tidak menemukan satupun Gate.
"Oke, mari kita beristirahat sebentar disana selama beberapa hari."
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Shrio, Unseen melompat bahagia.
"AAAAUUUMMMMM~"
Sebelum ia berteriak kegirangan, merayakan keputusan Shiro. Keduanya mendengar raungan Binatang buas yang sangat kencang.
Shiro dan Unseen saling memandang dan mengangguk. Mereka mengerti apa yang ada dipikiran mereka. Mereka mulai mengecek situasi terkini di dekat mereka.
Tebakan keduanya benar, raungan Binatang buas tersebut adalah kerusuhan akibat Kekacauan Aura yang disebabkan oleh kemunculan Gate. Binatang buas yang berada disekitar Gate merasakan Aura besar yang muncul tiba-tiba yang membuat mereka Gila.
Shiro terbang diudara, dan mencari lokasi Gate yang telah muncul. Hanya beberapa detik, Shiro akhirnya menemukan lokasi Gate tersebut.
Shiro dan Unseen sama-sama mendatangi Gate tersebut, namun mereka tidak segera masuk.
Karena lokasi Gate yang tidak jauh dari Kota, mungkin Pahlawan di Kota terdekat sudah mendengar situasi kerusuhan Binatang buas. Mereka bisa menebak kalau ada Gate yang terbentuk di dekat Kota mereka.
Dan sudah tugas Pahlawan setempat untuk membersihkan Gate yang berada di dekat Kota mereka. Mereka pasti tidak akan melepaskan kesempatan ini.
Meskipun Shiro memiliki izin Khusus dari Asosiasi Pahlawan, jika ia masuk begitu saja. Mungkin akan ada konflik kepentingan diantara kedua belah pihak nantinya.
Jadi Shiro berniat menghubungi Asosiasi Pahlawan atau tepatnya Ketua Asosiasi untuk menanyakan masalah ini.
Kemudian ia mulai menghubungi Ketua Asosiasi.
Sekali, dua kali ia menghubungi Ketua Asosiasi, ia tidak mendapatkan respon. Namun Shiro tidak menyerah. Ia tahu Ketua Asosiasi mungkin sedang sibuk, namun ia yakin Ketua Asosiasi tidak sesibuk sebelumnya.
Benar saja, setelah belasan kali mencoba. Akhirnya panggilannya tersambung.
"Hoammm~ Hei nak, apa yang terjadi? Ada apa?"
Shiro mendengar suara menguap dari Ketua Asosiasi yang membuatnya mengerutkan kening. Ternyata alasan ia terlambat menjawab panggilannya karena ia sedang tidur siang.
Namun ia tidak ingin mempermasalahkannya untuk saat ini. Ia kemudian memberitahu Ketua Asosiasi maksud ia menghubunginya.
"Ketua, jadi begini yang terjadi..."
__ADS_1