
Seminggu telah berlalu sejak sidang yang diadakan atas kasus yang dilakukan oleh Shiro.
Hari ini adalah hari dimana Shiro akan dieksekusi mati.
Pengeksekusian dilakukan di Markas Pusat Asosiasi Pahlawan di Kota A.
Shiro dibawa dari penjara Akademi Beta menuju Kota A.
Dari saat keluar dari penjara, banyak siswa yang mencemooh Shiro atas perbuatannya. Wajar saja, kasus Shiro sudah menyebar luas di kalangan para siswa.
"Dasar pembunuh."
"Tidak beradab."
"Miskin tidak tahu diri."
"Dasar anak tidak tahu berhutang budi."
Segala macam cemoohan dilayangkan oleh para siswa Akademi kepada Shiro. Termasuk temannya yang berasal dari Kota yang sama dengannya. Mereka melihat Shiro dengan pandangan jijik.
Namun Shiro tidak memperdulikannya, ia tetap berjalan mengikuti arahan petugas yang bertanggung jawab mengantarnya.
Shiro sudah mengharapkan hal ini terjadi, ia sudah mengira pasti ia akan dikucilkan. Namun saat dipenjara sebelumnya, ia tidak menyangka bahwa ada satu orang yang datang kepadanya dan berpihak kepadanya.
Orang tersebut adalah Ume Kasumi.
Setelah mendengar Shiro dipenjara dan dinyatakan bersalah, Ume sering datang menjenguk Shiro. Ia tidak percaya Shiro melakukan semua itu. Bahkan ia mencoba untuk membantu Shiro melalui koneksi keluarganya.
Namun Shiro menolaknya, bahkan Shiro tidak berani menatap Ume Kasumi terlalu lama. Hal ini disebabkan karena Wajah Ume Kasumi saat ini hampir mirip dengan wajah Istrinya waktu kuda di kehidupannya sebelumnya.
Shiro pun tidak menyangka bahwa teman sebangkunya di Akademi akan memiliki penampilan yang sama dengan istrinya setelah beberapa tahun.
Mendengar penolakan Shiro, Ume Kasumi pergi dengan perasaan marah. Namun Shiro tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya memandangi kepergian Ume dengan senyuman.
Setelah sampai di Kota A, Shiro langsung dibawa ke Asosiasi Pahlawan, lebih tepatnya ke Aula Eksekusi.
Eksekusi Mati dilakukan dengan format Semi-tertutup, yang berarti ada beberapa pihak yang diperbolehkan untuk menyaksikan proses hukuman mati tersebut.
Hal ini dibuat untuk menghindari kecurigaan kepada Asosiasi Pahlawan atas tindakan curang atau lainnya.
Memasuki Aula Eksekusi Mati, Shiro dapat melihat sudah banyak pihak yang datang.
` flash~`
__ADS_1
` flash~`
Kamera wartawan langsung memotret Shiro ketika ia memasuki Aula Eksekusi.
Selain wartawan, Shiro dapat melihat senyuman dari pihak Keluarga Yuki.
Jijik adalah perasaan yang Shiro dapatkan ketika melihat hal itu, ingin sekali Shiro menghajar semua anggota Keluarga Yuki yang hadir saat ini.
Selain itu, pihak Akademi Beta, Asosiasi Pahlawan dan Walikota ataupun perwakilan dari berbagai kota hadir ditempat ini.
Shiro dapat melihat Asisten Walikota Kota N yaitu Anna yang datang mewakili Eric Santos. Shiro juga dapat melihat anggota Keluarga dari Denshu dan Brendy yang datang menghadiri acara Eksekusi Mati dirinya.
Shiro ditempatkan ditengah Aula, dan menunggu acara inti yaitu Eksekusi Mati dilaksanakan.
Tak menunggu lama, akhirnya Eksekusi Mati atas kasus Shiro dilaksanakan.
Mulanya, Hakim menjelaskan perkara Shiro terlebih dahulu. "Atas kejahatan yang dilakukan oleh ananda Shiro kepada Keluarga Yuki. Pembunuhan yang dilakukan tanpa alasan. Pihak Asosiasi sepakat menjatuhkan Shiro Hukuman Mati yang yang dilaksanakan hari ini. Apakah ada pihak yang keberatan?"
Mendengar ucapan Hakim, para Audience menggelengkan kepalanya.
Namun sebelum Hakim melanjutkan kata-katanya, ada sebuah tangan Audience yang terangkat.
"Silahkan Tuan, apakah ada yang ingin ada sampaikan." Hakim memberi izin untuk berbicara kepada Audience tersebut.
"Halo, saya selaku Orang Tua dari Denshu, ingin mengucapkan terimakasih kepada Nak Shiro. Karena ia telah menjaga anakku Denshu selama ini. Walaupun kami tahu bahwa nak Shiro melakukan Kejahatan untuk melindungi anak kami, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dari itu, kami mengucapkan terimakasih kepada nak Shiro."
Shiro hanya bisa mengangguk dan tersenyum atas ucapan terimakasih tersebut.
Orang Tua Denshu memang terkenal baik, ia terkadang serasa dianggap sebagai anak sendiri oleh mereka.
Tak hanya orang Tua Denshu, orang tua Brendy juga sama baiknya. Tapi sepertinya orang tua Brendy tidak ada yang perlu diucapkan kepada Shiro. Mereka hanya menyaksikan proses hukuman Shiro dari kejauhan.
Kata-kata Hakim kembali berlanjut, "Gas permintaan Pelaku yaitu Shiro, ia meminta agar ia meninggal sebagai seorang Pahlawan. Maka dari itu, kami mengabulkan permintaannya dan ia saat ini akan menjadi pahlawan."
Permintaan tersebut membuat gempar para Audience.
"Tentu saja, setelah kematiannya, lisensi pahlawanannya akan dicabut kembali." tambah Hakim.
Para Audience merasa lega mendengar pernyataan lanjutan dari Hakim.
"Tanpa menunggu lama lagi, Hukuman Mati untuk Shiro akan dimulai. Untuk Shiro, hukuman mati apa yang kau inginkan ?" tanya Hakim.
"Sebagai seorang Pahlawan, aku ingin menyatu dengan Alam. Selain itu, aku tidak ingin melihat proses hukuman mati diriku, dan mohon bungkam mulutku agar aku tidak berteriak." pinta Shiro.
__ADS_1
Lalu Hakim mengangguk mendengar permintaan Shiro, " Shiro akan dibakar hidup-hidup. Mata dan mulutnya akan ditutup selama Eksekusi berlangsung atas permintaannya. Ada yang keberatan ?"
Namun tidak ada tanggapan dari para Audience yang menandakan bahwa tidak ada pihak yang keberatan.
"Kalau begitu, silahkan mulai Eksekusi matinya ! " perintah Hakim.
Mendengar perintah Hakim, pihak Asosiasi segera menyiapkan tempat. Banyak penyihir api dibawa masuk sebagai eksekutor. Ada 5 penyihir yang siap mengeksekusi Shiro. Kelimanya berada diarah yang berbeda.
Tak lupa, mata Shiro ditutup oleh kain hitam. Mulutnya diisolasi agar tidak bicara.
Para penyihir mulai membacakan mantra, api besar mulai tercipta didepan kelima penyihir tersebut. Suhu tinggi dirasakan para Audience di dalam ruangan.
Sebelum pelepasan sihir oleh kelima penyihir api. Dipasangkan barier diantara platform Eksekusi dan para Audience, agar para Audience tidak terluka.
Kelima penyihir api juga dilapisi oleh pelindung dan mantra tahan panas, agar mereka tidak terkena imbang serangan tersebut.
Api mulai membesar, para penyihir siap melepaskan mantra mereka.
"Lakukan !" perintah Hakim.
Setelah mendapat perintah dari Hakim. Kelima penyihir api langsung mengarahkan serangan mereka kepada Shiro.
` bang~`
Api besar menyelimuti platform Eksekusi diikuti oleh suara ledakan yang cukup besar.
Serangan dari segala arah yang sudah bisa dipastikan bahwa Shiro tidak akan bisa kabur kemana-mana.
Para Audience bisa melihat proses ini dari kejauhan, mereka bisa melihat dahsyatnya serangan yang dilontarkan kelima penyihir api.
Mereka juga bisa melihat tubuh Pelaku yang menggeliat kesakitan. Tubuh pelaku gosong dan perlahan terbakar menjadi Abu.
Sebuah pemandangan yang mengerikan, sekaligus sebagai pelajaran bagi mereka semua untuk tidak berbuat kesalahan yang sama.
Barrier dilepaskan, hanya sisa sedikit tulang-belulang gosong yang berada di lantai. Bekas terbakar juga menghitami platform Eksekusi.
Setelah proses Eksekusi dilaksanakan, para Audience perlahan bubar. Para Audience sudah bisa memastikan bahwa Shiro sudah mati. Keluarga Yuki dapat pergi dengan penuh senyuman.
Berita kematian dan hukuman mati Shiro menyebar ke penjuru dunia. Hukuman yang ekstrim dan menakutkan menjadi pembelajaran bagi semua orang untuk tidak bertindak keji dan sembrono.
...****************...
Di suatu ruangan yang gelap.
__ADS_1
Ada seseorang yang berpakaian hitam compang Camping dengan tudung dikepalanya, wajahnya tidak kelihatan sedikit pun. Ia masuk dan tersenyum lebar.
"Rencana hampir berhasil, siapkan tahap selanjutnya "