Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
159. Selesai


__ADS_3

Menghadapi permintaan dari pemimpin ras Lizardman, Shiro berpikir sejenak.


Setelah itu, Shiro berpikir kalau permintaan dari pemimpin Lizardman tidak memberatkannya sedikitpun. Jadi Ia berniat menyetujuinya.


Melihat Shiro mengangguk, pemimpin Lizardman akhirnya bisa bernapas lega. Setidaknya permintaan terakhirnya bisa dikabulkan.


"Terimakasih Tuan, kalo begitu aku akan mengumpulkan para rakyatku dulu."


Pemimpin Lizardman itu bersujud berkali-kali dan mengucapkan terimakasih dengan air mata yang sedikit mengalir.


"Tunggu!"


Setelah itu, ia berniat berniat pergi. Namun sebelum ia sempat pergi, Shiro menghentikannya. Pemimpin Lizardman berbalik dan masih memandang Shiro dengan hormat.


"Ada apa, Tuan?" tanya Pemimpin Lizardman.


"Apakah kalian memiliki Orb?" tanya Shiro sambil menunjukkan Orb yang ia dapat dari Ras Orc.


Melihat Orb di tangan Shiro, pemimpin Lizardman tidak menyembunyikan apapun. Ia mengangguk dan berkata: "Ya, kami punya. Apakah Tuan menginginkannya?"


Mendengar pemimpin Lizardman memilikinya, Shiro bernapas lega. Ia mengangguk menyatakan keinginannya kepada pemimpin Lizardman.


"Tunggu sebentar, Tuan. Aku akan mengambilnya."


Pemimpin Lizardman berbalik dengan hormat lalu mengambil sesuatu di kamarnya.


"Ini Tuan."


Pemimpin Lizardman menyerahkan Orb yang ia miliki kepada Shiro dengan penuh hormat tanpa rasa segan sedikitpun. Shiropun mengambilnya dengan senang hati.


"Oke, terimakasih. Silahkan kumpulkan Ras kalian yang lain. Jangan sampai ada satupun yang terlupakan."


"Iya, Tuan."


Mendengar perintah Shiro, Pemimpin Lizardman langsung pergi keluar dari rumahnya dan mulai mengumpulkan para Lizardman yang lain.


Shiro juga keluar sambil membawa kedua Lizardman yang ia buat pingsan. Setelah menyimpan Orb tersebut, Ia bersiap untuk menepati janjinya kepada pemimpin Lizardman.


Tak berselang lama, hanya beberapa menit berlalu. Semua Lizardman telah berkumpul di satu titik berdasarkan instruksi Pemimpin Lizardman.


Walaupun Lizardman lain tampak bingung dengan perintah pemimpin mereka, namun kesetian mereka tidak mempertanyakan keputusan pemimpin Lizardman.


"Apakah kalian semua ada disini?" tanya Pemimpin Lizardman.


"Ya." Para Lizardman menjawab serempak.

__ADS_1


"Bagus, tapi aku akan mengecek kehadiran kalian semua."


Setelah itu, pemimpin Lizardman mulai mengabsen para Lizardman satu persatu. Ia memanggil semua Lizardman tanpa melewatkan satupun.


Pemimpin Lizardman bernapas lega karena semuanya telah berkumpul tanpa ada yang melanggar perintahnya.


"Pemimpin, kenapa kita harus berkumpul disini?" tanya seorang Lizardman.


Pemimpin Lizardman tidak menjawab, ia hanya tersenyum menghadapi pertanyaan itu. Setelah itu ia berkata: "Kau bisa mulai."


Para Lizardman tidak mengerti maksud pemimpin mereka. Mereka saling memandang dan bertanya kepada rekan mereka, namun tidak ada dari mereka yang tahu maksud dari pemimpin Lizardman.


Sebelum kemudian, rasa kantuk mulai datang kepada mereka semua. Mereka semua bingung dan berusaha melawan rasa kantuk yang datang kepada mereka.


"Sial, apa yang terjadi."


Mereka berusaha melawan rasa kantuk, namun gagal. Akhirnya mereka kalah dan mereka semua tertidur serempak.


Pemimpin Lizardman juga merasakan kantuk yang sangat berat. Sebelum tertidur, ia melihat sosok berjubah putih yang muncul di hadapannya.


"Terimakasih!" ucap pemimpin Lizardman sebelum kesadarannya tertidur sepenuhnya.


Pemimpin Lizardman itu tertidur dengan penuh senyuman, karena sosok berjubah putih itu bersedia menepati janjinya.


Pemimpin Lizardman memiliki permohonan kepada Shiro untuk menyelamatkan bangsanya dari penderitaan. Ia meminta kepada Shiro untuk membunuh seluruh anggota Ras Lizardman tanpa memberikan rasa sakit kepada mereka.


Tentu saja ini hal yang mudah bagi Shiro, sehingga ia menyetujuinya. Selain itu, dengan membuat mereka berkumpul, Shiro dapat dengan mudah membunuh mereka semua tanpa perlu repot-repot membunuh mereka satu persatu.


"Huh~ Sungguh disayangkan."


Shiro mendesah pelan, menyayangkan nasib Ras Lizardman ini. Mereka terlihat baik-baik saja, namun Shiro tahu, mereka tidak akan mengalami hidup yang lebih baik ke depannya.


Kematian tanpa rasa sakit seperti ini adalah nasib terbaik untuk mereka saat ini.


Slasshhh~


Pertama-tama, Shiro memotong leher pemimpin Lizardman. Setelah itu, Shiro memperhatikan Aura pemimpin Lizardman yang mulai melemah sepenuhnya.


Sudah dipastikan pemimpin Lizardman sudah mati sepenuhnya. Ia bisa saja membiarkan yang lainnya selamat. Namun Shiro sangat menghormati janji.


Ia mulai memenggal semua Lizardman lain yang sedang tertidur dengan penuh senyuman. Sungguh ironi, namun beginilah hidup.


Tak lama, Shiro berakhir membunuh semua Lizardman yang ada. Ia juga memeriksa wilayah pemukiman Lizardman ini, namun tidak ada Lizardman lain yang ditemukan.


Setelah ini, Shiro sangat mengagumi Ras Lizardman ini. Kesetiaan yang sangat tinggi dan pemimpin yang memiliki kharisma. Sangat sulit mendapatkan rakyat dan pemimpin seperti itu.

__ADS_1


Setelah mengambil Inti Kristal di tubuh mereka, Shiro tidak mengacak-acak tubuh mereka. Ia tidak melakukan itu karena ia menghormati para Lizardman ini.


Selain Inti Kristal, Shiro hanya mengambil Trisula yang dipegang Pemimpin Lizardman. Kekerasan Trisula ini cukup keras, ini pasti bernilai uang jika dilelang.


Setelah itu, memberi penghormatan terakhir kepada para Lizardman. Shiro menumpuk kayu bakar dan meletakkan mayat-mayat Lizardman di atas tumpukan kayu bakar tersebut.


Shiro lalu membakar mayat-mayat Lizardman sesuai tradisi mereka.


"Selamat tinggal para pejuang pemberani."


Shiro pergi meninggalkan mereka. Namun Shiro belum keluar dari Gate. Ia berniat mencari monster lain yang ada di dalam Gate.


Mungkin karena kekhasan Gate ini, Shiro kebanyakan bertemu dengan Kodok dan Ular yang memiliki atribut racun.


Shiropun tidak menyia-nyiakannya. Racun adalah suatu komoditas berbahaya namun sangat dibutuhkan.


Terkadang dalam menghadapi musuh yang sangat sulit dihadapi dengan fisik ataupun sihir. Racun adalah cara terbaik untuk mengalahkannya. Sehingga Racun memiliki harga yang cukup tinggi dan memiliki aturan dalam penggunaannya.


Tentu saja aturan ini digunakan untuk menghindari tindakan yang membahayakan warga dalam menggunakan racun.


Setelah hampir setengah hari berkeliling lingkungan di dalam Gate. Shiro sudah banyak menemukan material beracun. Panennya kali ini cukup tinggi. Setidaknya Ia tidak perlu khawatir masalah keuangan di masa depan.


"Sepertinya sudah cukup. Saatnya keluar."


Setelah itu, Shiro keluar dari Gate. Ia berniat menghampiri Unseen, melihat kemajuan tugas yang ia berikan.


Namun ketika keluar dari Gate, ternyata Unseen sudah menunggu di luar. Melihat ini, Shiro senang. Itu berarti Unseen sudah menyelesaikan tugas yang ia berikan.


"Kerja bagus." ucap Shiro sambil menepuk kepala Unseen.


Unseen pun senang mendengar pujian Shiro. Ia juga mulai menceritakan caranya menyelesaikan Gate tersebut.


Dalam ceritanya, Unseen membeberkan kalau ia tidak membunuh semua pasukan semut. Ia awalnya hanya membunuh Ratu Semut. Karena dari pengintainnya, Ratu Semut yang membuat semut-semut hitam itu bermutasi.


Mendengarkan penjelasan Unseen, Shiro mengangguk setuju dengan pendekatan Unseen. Kemudian Unseen melanjutkan ceritanya.


Ia menceritakan kalau ia tidak akan sanggup menyelesaikan semuanya sendirian dalam waktu dekat. Jadi Ia membunuh para semut hitam yang tampak elit dan yang bermutasi.


Setelah itu, untuk mencegah mereka keluar dan terus berkembang biak. Unseen menghancurkan tambang tempat mereka tinggal. Setelah itu, ia pergi dari sana.


Mendengar semua penjelasan Unseen, Shiro tersenyum.


"Oke, terimakasih atas kerja kerasmu. Ayo pergi."


Kemudian keduanya terus bercerita dan melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


__ADS_2