
Malam semakin larut.
Ketika para pahlawan lainnya tidur, Shiro masih terjaga. Ia bersiap untuk menjalankan misi rahasia.
Merasa suda masuk waktu yang pas, Shiro berganti setelan pakaian. Ia menggunakan pakaian Assasin yang diberikan pihak Asosiasi Pahlawan. Gak mungkin Shiro menggunakan setelan kepala kotak kan ?
Shiro berjalan mengendap-endap, ia pun menggunakan skill Stealth agar tidak ketahuan ketika pergi.
Dengan mudah, Shiro berhasil keluar dari kawasan tenda pekerja dan saat ini sedang menuju ke luar Kota U.
Saat hendak keluar, ternyata masih ada beberapa Pahlawan tempur yang berjaga-jaga. Mereka meronda mencoba menjaga Kota U agar tidak ada serangan monster fase kedua.
Dengan Skill Stealthnya, Shiro dapat dengan mudah mengendap-endap keluar dari Kota U menghindari ketahuan oleh Pahlawan penjaga.
` jentik~`
` jentik~`
Biar lebih cepat, Shiro menggunakan skill Switch untuk bergerak lebih cepat. Selama pencariannya hari ini, Shiro beberapa kali melepaskan beberapa benda yang memiliki Aura sebagai penuntut jalan. Singkatnya agar ia tidak nyasar.
Kecepatan Shiro mencapai Gate menjadi lebih cepat, hal ini ia tujukan karena ia tidak tahu kondisi di dalam Gate. Sebelum Fajar datang, ia harus sudah keluar dari Gate.
Hanya beberapa menit, Shiro akhirnya tiba di depan Gate yang ia temui hari ini. Tak menunggu lama, ia langsung masuk ke dalam Gate tersebut.
Di dalam Gate, sebuah riak terbentuk, Shiro lah yang keluar dari Riak tersebut.
Setelah Shiro masuk ke dalam Gate, Riak tersebut tetap ada di tempatnya, karena Riak tersebut merupakan jalan keluar dari Gate. Tentu saja, monster di dalam Gate juga bisa keluar Gate melalui riak tersebut.
Shiro melihat sekeliling. Ia ingin melihat pemandangan di Gate kali ini.
Ia saat ini berada di pinggir tebing, tepatnya disebuah Tanjung suatu pulau. Ia memandangi lautan yang berada di depannya.
"Unseen keluar, kau akan berjaga disini, jangan sampai ada monster yang mendekat." perintah Shiro.
Unseen menuruti, ia bersembunyi di balik bayangan batu di dekat riak tersebut. Shiro tidak lupa memberi sebuah Suar kepada Unseen sebagai sinyal jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Shiro berbalik, dan berlari menuju hutan. Ia percaya dengan kemampuan Unseen.
__ADS_1
Baru masuk ke dalam hutan, Shiro langsung bertemu dengan monster.
Ia bertemu dengan Black Serpent. Sebuah ular hitam raksasa. Ntah nasib apa yang mengikuti Shiro, setiap masuk Gate, musuh pertama yang ia hadapi pasti seekor ular.
Dilihat dari ukuran Black Serpent tersebut cukup besar, lebih besar dari Snake Ice Cyber-Tooth.
Berkat jubah Assasin yang dapat mengurangi hawa keberadaan ditambah skill Stealth, Shiro dapat mendekati ular tersebut dengan mudah.
Seringai muncul di wajah Shiro ketika melihat kondisi ular tersebut. Bukan karena sudah mati, namun Ular tersebut dalam kondisi kekenyangan.
Sepertinya Black Serpent baru selesai berburu dan menangkap mangsa. Hal ini dilihat dari perutnya yang menonjol seperti habis menelan hewan lain bulat-bulat.
Black Serpent tidak bergerak, namun nafasnya yang ringan menandakan bahwa ia sedang tertidur, berusaha mencerna makanan hasil buruannya.
Ini kesempatan bagi Shiro untuk membunuhnya dalam sekali serang.
Walaupun tugasnya hanya investigasi, namun ia tidak dilarang untuk berburu. Yang penting hasil dari investigasinya.
Shiro mengeluarkan Soul Weapon miliknya dan menyuntikkan Aura kedalamnya.
Ketika Shiro menyuntikkan Aura, tubuh Black Serpent tersebut bergetar. Sepertinya ia merasakan suatu bahaya yang mendekat.
` sheeeesshhhh~`
Shiro menarik nafas dalam-dalam. Terlihat otot lengan Shiro membengkak. Lalu Shiro mengayunkan Soul Weapon berbentuk Katana tersebut ke bagian belakang kepala dari Black Serpent.
` slasshhh~`
Sekali tebasan, kepala Black Serpent terpisah dari tubuhnya. Darah menyembur deras, Shiro sudah mundur menjauh takut terkena percikan darah dari Black Serpent tersebut.
Shiro menghindari terkena muncratan darah Black Serpent bukan karena jijik atau takut kotor. Namun karena ia mengantisipasi jika Darah dari Black Serpent mengandung racun.
Setelah darah dari Black Serpent berhenti mengalir dan ia merasa aman. Shiro mulai mendekati mayat Black Serpent.
Shiro lalu membelah bada Blacm Serpent dan menyimpan beberapa bagian penting dari Black Serpent untuk dijual.
Di perut Black Serpent, Shiro menemukan seonggok daging yang mulai tercerna oleh Black Serpent. Daging terebut merupakan seekor Monster berbentuk Rusa, Shiro dapat mengenalinya sekilas. Namun ia tidak bisa menentukan jenis spesifiknya karena bentukannya yang mulai tak jelas.
__ADS_1
` wooo wooo~`
Sebuah Auman Serigala terdengar mendekati arahnya. Shiro langsung membuang sisa-sisa monster rusa tersebut karena tidak ada yang bisa dimanfaatkan.
Shiro mengintai cukup jauh dari pepohonan, tak lama segerombolan Serigala datang menghampiri area Shiro berada sebelumnya.
Dari tanda bulan sabit di dahi Serigala tersebut, Shiro dapat mengenali kalo Serigala tersebut merupakan Moon Wolf.
Moon Wolf adalah Sejenis Serigala yang biasa berburu di malam hari. Kemampuan utama mereka berada di kecepatan dan Buff di segala aspek pada saat bulan muncul.
Dari kejauhan, Shiro melihat para Moon Wolf yang memangsa sisa-sisa daging Rusa yang sudah dicerna dari Black Serpent.
Setelah cukup memakannya, Para Moon Wolf membawa sedikit sisa dari daging Rusa tersebut. Sepertinya ia berniat membawakan sisa daging tersebut ke kawanan mereka.
Diam-diam, Shiro mengikuti kawanan Serigala tersebut. Ia berfikir mungkin boss Gate ini adalah pemimpin dari Moon Wolf.
Setelah cukup jauh mengikuti, akhirnya Shiro menemukan sekelompok Moon Wolf. Namun Shiro kecewa, dilihat dari ukuran dan total kawanan Moon Wolf yang sedikit, tidak mungkin Gate ini merupakan kawasan mereka.
Shiro menyerah mengintai Moon Wolf, ia kembali menyisiri hutan.
Selama penyisiran, Shiro menemukan berbagai monster. Namun Shiro kecewa karena monster yang ia temui sangatlah lemah. Ia tidak membunuh Monster tersebut, membunuh mereka semua hanyalah buang-buang waktu.
Beberapa jam berlalu, Shiro berhasil menyusuri seluruh area hutan, atau lebih tepatnya seluruh area pulau.
Ternyata, luas Pulau ini tak begitu luas, hanyalah seluas sebuah kota kecil kira-kira seukuran dibawah 500 m².
Selama beberapa jam, Shiro menyisiri area hutan, namun ia tidak mendapatkan hasil.
Shiro kembali ke tempat Unseen berada, sepertinya Unseen menjaga riak Gate dengan baik.
Shiro berniat keluar dari Gate, sudah terlalu lama ia didalam Gate. Takutnya para Pahlawan lainnya menjadi khawatir karena mereka tidak melihat Shiro pada tempatnya. Hal ini akan menimbulkan kecantikan jika benar-benar terjadi.
Maka dari itu, ia berniat menyerah melakukan investigasi hari ini. Toh masih beberapa hari lagi misinya dilakukan di Kota U. Masih ada kesempatan untuk melanjutkan misi.
Dari spekulasinya, Shiro beranggapan bahwa boss monster dari Gate ini kemungkinan berada di bawah tanah atau berada di lautan.
Namun saat hendak keluar dari Gate, sebuah senandung terdengar dari telinganya. Sebuah nyanyian terdengar diterima Shiro yang membuatnya menghentikan langkah.
__ADS_1
Ia memandang lautan di depannya.
"Lullaby ?..."