Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
117. Menemukannya


__ADS_3

Memasuki Gate yang tampak normal, Shiro tidak gegabah. Karena dari penjelasan Brewthern ketika di perjalanan, ia menjelaskan bahwa saat memasuki Gate, Scout dan Tim Raid sudah melihat musuh.


Maka dari itu, Shiro langsung memasuki keadaan tak terlihat, agar kedatangannya tidak diketahui oleh musuh.


Saat memasuki Gate, Shiro merasa Deja Vu, karena pemandangan di dalam Gate saat ini terasa sama persis dengan kondisi Gate Merah para Dark Elf.


Walaupun begitu, keduanya memiliki perbedaan.


Gate saat ini walaupun terlihat seperti Hutan Kematian, dengan udara dingin, hutan yang penuh Kabut, tanah yang hitam dan pohon-pohon yang terlihat layu. Namun suasana mencekam lebih terasa di bandingkan Gate Merah Dark Elf.


Di Red Gate Dark Elf, suasana dan pemandangan tampak normal, namun terasa seperti pemandangan kehancuran. Di dalam Gate ini, walaupun pemandangannya hampir sama, namun perasaan hancur itu tidak ada, lebih ke suasana horor.


Jika ada orang yang penakut, mungkin mereka akan langsung pingsan dan kecing di celana ketika melihat pemandangan ini.


Namun satu hal yang membuat Shiro heran adalah karena ia tidak menemukan jejak musuh ataupun jejak pertempuran sedikitpun yang ada di dalam Gate tersebut. Semuanya terlihat bersih seperti tidak terjadi apa-apa.


Shiro tidak lengah, Ia kemudian mulai bergerak mencari bekas-bekas pertempuran.


Tak jauh dari pintu masuk Gate, Shiro melihat sebuah pohon layu tersebut tumbang, dan ada bekas goresan pedang pada pohon tersebut.


Shiro yakin, bahwa pernah ada pertempuran disekitar sini. Ia pun terus mencari di sekitar, mencoba mencari arah para Tim Raid bertempur. Agar Ia bisa menemukan mereka dengan cepat.


Tak jauh dari saja, Shiro menemukan bekas-bekas anak panah. Entah punya siapa anak panah tersebut, namun Shiro menggunkan anak panah bekas tersebut sebagai media penarik kesimpulan dalam menentukan arah.


Shiro mengambil garis lurus antara Pohon layu yang tumbang dan bekas anak panah. Ia pun bergerak mengikuti arah garis lurus tersebut.


Walaupun mungkin Tim Raid bisa saja berganti arah, namun kemungkinan perbedaan arah tidak terlalu signifikan. Shiro pasti masih bisa menemukan mereka.


Namun mengingat sudah hampir 2 hari mereka melakukan Raid di dalam Gate, itu berarti cukup jauh pergerakan Tim Raid. Namun tidak akan terlalu jauh, karena mereka juga pasti melakukan pertempuran yang membuat perjalanan mereka agak lambat.


"Aku yakin mereka ke arah sini."


Shiro lalu bergegas menuju ke arah tersebut. Setelah hampir 1 jam berlari, Shiro mengerutkan kening. Karena selama perjalanannya, ia tidak menemukan satu makhlukpun.


Hal ini membuat Shiro curiga dan sedikit kecewa, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain terus berlari. Perjalanan yang bisa menempuh waktu beberapa jam, bisa Shiro persingkat kurang dari 1 jam, merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.

__ADS_1


Tak lama, Shiro melihat kawasan pegunungan yang dipenuhi Kabut. Dari jejak-jejak pertempuran yang Shiro temukan selama perjalanan, Ia dapat yakin kalau Tim Raid pasti menuju pegunungan yang ada di depannya saat ini.


Tanpa banyak berpikir, Shiro langsung bergegas masuk ke wilayah pegunungan yang ada di depannya.


Kabut yang tebal dan pemandangan yang terlihat sama semua, membuat Shiro sering kali hampir tersesat. Tanpa pengingat Unseen, Shiro mungkin telah tersesat jauh dari arah perjalanannya.


Selama perjalanan, Shiro akhirnya mengerti kenapa Tim Raid ingin menyelesaikan Gate ini secepatnya mungkin. Karena tidak ada sumber daya apapun yang dapat di konsumsi di dalam Gate ini, termasuk sumber air dan sumber makanan.


"Sungguh kasihan," gerutu Shiro.


Shiro dapat yakin, Tim Raid pasti banyak mengkonsumsi perbekalannya sendiri karena tidak ada sumber makanan atau sumber air sedikitpun disini.


Semakin tinggi Shiro melangkah, Kabut semakin tebal. Jarak pandang Shiro mulai terbatas. Persepsinya hanya bisa menampilkan Aura bukan lingkungan sekitar.


Hal ini membuat Shiro cukup berhati-hati dalam melangkah. Untung saja Unseen akrab dengan suasana gelap berkabut seperti ini. Shiro pun menugaskan Unseen untuk memimpin jalan di depannya kali ini.


Walaupun perjalanan akan menjadi lebih lambat dari sebelumnya, tapi itu tidak masalah. Selama perjalanan berjalan mulus, itu bukan masalah berarti bagi Shiro.


"Shiro, 200 meter di depan ada sebuah lembah yang cukup besar dan curam. Berhati-hatilah."


Pengingat Unseen terdengar di benaknya, membuat Shiro cukup waspada.


Alasan Shiro ingin melihat situasi di lembah, karena ia menemukan sesuatu yang berada di dalam lembah tersebut dari persepsinya.


Shiro dapat menebak bahwa Aura yang cukup banyak di lembah sana, kemungkinan Aura para Tim Raid. Jika pun salah, mungkin banyak monster yang berada di sana.


"Unseen, coba cari jalan memutar menuju ke bawah lembah."


Mendengar perintah Shiro, Unseen mengangguk menyanggupi. Ia lalu memimpin Shiro untuk mencari tempat aman menuju ke bawah sana. Walaupun Ia bisa terbang dengan sayapnya, namun Ia ingin melihat kondisi di bawah terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.


Shiro tidak ingin keputusannya malah membuat suatu kesalahan yang akan merepotkannya nantinya.


Swoosh~


Dari tengah lembah, sebuah angin yang cukup kencang bertiup. Angin tersebut membuat Shiro dan Unseen melirik ke arah tengah lembah.

__ADS_1


Angin kencang tersebut ternyata membubarkan Kabut tebal di lembah tersebut. Walaupun itu hanya sementara. Kabut yang semula berhamburan karena Angin kencang tersebut, kini mulai kembali lagi.


Namun beberapa detik tersebut, membuat Shiro dapat melihat kondisi di tengah lembah.


Sekitar 20 orang pahlawan pria dan wanita terlihat yang sedang di kepung oleh sekelompok Kerangka yang mungkin berjumlah ribuan.


Dan angin kencang sebelumnya berasal dari salah satu pahlawan wanita kekar yang menggunakan kipas besar seukuran 2 meter sebagai senjata.


Angin kencang tersebut tidak hanya membubarkan Kabut, tapi juga menghempaskan para Kerangka dan membukakan jalan untuk pelarian para pahlawan Raid.


"Menemukannya."


Akhirnya Shiro dapat menemukan keberadaan pahlawan yang berpartisipasi dalam Raid.


Keputusannya benar, untung saja Ia tidak sembarang terbang. Jika ia sebelumnya masih nekad untuk terbang, mungkin saja Ia juga akan terkena serangan tersebut.


"Shiro, apakah kita akan langsung turun ke bawah?" tanya Unseen.


"Tidak, tunggu dulu. Mari kita mengelilingi lembah ini sebentar. Mungkin saja ada sesuatu tak terduga di sekitar sini."


Unseen hanya bisa menuruti kata-kata Shiro. Sebenarnya kata-kata Shiro bukan tak ada dasarnya, bukan juga karena keegoisannya, melainkan karena pemahamannya.


Jika tebakannya sebelumnya kalau Kerangka ini dikendalikan oleh Lich. Kemungkinan lokasi para Lich ini tidak akan jauh dari lokasi pertempuran.


Tak lama kemudian, Shiro tersenyum. Karena Ia menemukan Aura seseorang yang berdiri di pinggiran lembah tak jauh dari dirinya.


Shiro kemudian menghampiri Unseen yang tak jauh di depannya dan menyuruhnya untuk diam dan bergerak perlahan.


Unseen percaya-percaya saja pada Shiro. Selama beberapa tahun bersama, Ia tahu kalau Shiro melakukan sesuatu, pasti ada sebabnya.


Kemudian Shiro perlahan-lahan mengendap-endap ke arah sesosok yang berada di pinggiran lembah.


Semakin dekat, Shiro akhirnya bisa melihat penampakan sesosok tersebut.


Dengan jubah hitam compang-camping, memegang sebuah tongkat.

__ADS_1


Ketika melihat sosok tersebut, Shiro tak bisa tidak tersenyum. Dengan tubuh kurus dan penampilan yang terlihat seperti manusia yang kurus kering. Hanya kulit yang melapisi tulang kerangka.


Shiro dapat yakin bahwa sosok di depannya benar-benar adalah Lich.


__ADS_2