
Setelah Shiro mengalahkan setengah dari Death Knights yaitu Death Knight Assassin, Death Knight Warrior dan Death Knight Mage. Kini Shiro harus menghadapi setengah dari Death Knights yang tersisa ditambah Lich King.
Ketiga Death Knights yang tersisa adalah Death Knight Archer, Death Knight Tanker dan Death Knight Support.
Shiro lalu menunjukkan senyum provokatif kepada sisa musuh yang ada di depannya.
"Maju kalian semua," ucap Shiro.
Lich King terlihat mengetuk-ngetuk jarinya ke pinggiran kursi takhta dengan ekspresi kesal.
Kemudian terlihat Death Knight Tanker bergegas menuju Shiro, ia berusaha menggunkan 'Charge' untuk menabrak Shiro.
Beberapa anak panah juga mengarah kepada Shiro. Namun Shiro tidak mengkhawatirkannya.
Dengan mudah Shiro menghindari anak panah tersebut, lalu Ia berlari menyambut tabrakan Perisai Death Knight Tanker dengan tinjunya.
BANG~
Kedua serangan tersebut beradu, namun Shiro berada diatas angin. Death Knight Tanker terdorong oleh pukulan Shiro.
Death Knight Tanker merasa tidak terima, Ia berniat menyerang Shiro dengan palu yang ada ditangan satunya.
Belum sempat palu tersebut mengarah kepada Shiro, ledakan kekuatan pukulan Shiro keluar. Membuat Death Knight Tanker terpental jauh. Perisai yang ia pedang langung hancur akibat pukulan Shiro.
Shiro tersenyum.
Namun wajah Lich King terlihat jelek, ia pun bangkit dari takhtanya.
Lich King memandang Shiro, lalu ia berkata dengan suara patah-patah: "Ma...nu..si...a. Aku... akui... kau... sa...ngat... kuat. Namun, kau... ha.. nya... bisa.. Sam...pai... di..si..ni.. saja."
Shiro terkejut ketika mendengar suara magnetis Lich King, ia tidak menyangka Lich King juga bisa berbicara bahasa manusia.
"Eh, ku kira kau bisu, ternyata kau bisa bicara juga ya!" efek Shiro.
"Ja..ngan me..remehkan..ku ma..nu..sia."
Kemudian Lich King terlihat mengambil Kristal merah pucat yang ada diatas tongkat sihirnya.
"%#¥×¥&"
Lich King tersebut memegang bola Kristal itu dan mulai membacakan sesuatu yang tidak Shiro pahami.
"Membaca mantra?" gumam Shiro bingung.
Kemudian Ia melihat bola Kristal berwarna merah pucat itu, kemudian mata Shiro terbelalak, "Bukankah itu Orb?"
Awalnya Shiro tidak menyadari, ketika Ia fokus melihatnya, baru Shiro sadar kalau itu adalah Orb. Kemudian Shiro teringat kenangan buruk di pertarungannya sebelumnya.
"Sial, jika ia bisa menggunakan Orb seperti Iblis, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi."
Kemudian Shiro langsung berlari menuju takhta singgasana Lich King.
Namun Ia dihadang oleh Death Knight Tanker yang sudah kembali.
"Jangan menghalangi jalanku."
BANG~
Shiro memukulnya dengan keras, membuat Death Knight Tanker terbang menjauh kembali.
Setelah itu, Shiro ingin melanjutkan kembali. Namun suara harpa terdengar di telinganya. Langkah Shiro menjadi semakin berat.
"Gravitasi?" Shiro bertanya-tanya.
__ADS_1
Tak sampai disitu, Death Knight Support juga terlihat seperti menggunakan Bola Pelindung untuk melindungi Lich King.
Bahkan, Death Knight Archer sudah melontarkan hujan anak panah di arah Shiro dan sekeliling Lich King.
Ditambah gravitasi yang lebih dari dua kali lipat biasanya, hujan panah yang turun sangat kuat dan sangat cepat. Membuat Shiro berusaha cepat untuk menghindarinya.
Beberapa detik berlalu, akhirnya Shiro terbiasa dengan peningkatan gravitasi yang sangat besar tersebut. Namun Ia terlambat.
Lich King telah selesai membacakan mantranya, kemudian Ia terlihat tersenyum kepada Shiro.
"Mari kita mati bersama-sama, manusia."
Suara magnetis putus-putus Lich King berubah menjadi lancar. Namun ada yang aneh dari Lich King tersebut.
Orb merah pucat mulai terbang dari tangan Lich King. Dan tubuh Lich King mulai tersebut oleh Orb tersebut.
Tak hanya Lich King, bahkan tubuh Death Knight baik yang masih utuh atau yang terperangkap oleh Shiro, mulai bergerak menuju Orb merah pucat tersebut.
Tulang-belulang mulai bermunculan dan tersusun dengan cepat di sekitar Orb tersebut, seakan sedang membangun sesuatu.
Tubuh yang dibangun Orb tersebut tampak sangat besar, mungkin setinggi ratusan meter.
Kastil tua tersebut menjadi hancur dengan tanah, terlihat Undead Guardian yang mengejar Unseen dan Twin White Tiger juga ikutan tersedot oleh Orb tersebut.
"Sial, apa yang terjadi."
Shiro berusaha untuk menjauh, ia takut angin kencang dan tarikan dari Orb tersebut juga akan menyeret dirinya.
Kurang dari 1 menit, akhirnya wujud dari makhluk tersebut mulai terlihat.
"AAAAUUUMMMMM~"
...****************...
Bala bantuan yang dipimpin oleh Brewthern, Anastasya dan Ron, akhirnya tiba tidak jauh dari wilayah kastil.
Dentang~
Dentang~
Para Bala Bantuan yang hadir mendengar suara benturan benda tajam.
"Semuanya siap bertarung," perintah Brewthern.
"Ya."
"Rin, hilangkan Kabut di sekitar sini."
"Ya, Serahkan padaku."
Kemudian Rin mulai mengibaskan kipasnya dan angin besar mulai muncul menghilangkan Kabut tebal tersebut.
Setelah Kabut bubar, mereka akhirnya bisa melihat pemandangan di sekeliling mereka.
Mereka dapat melihat banyak sekali Guardian tanpa Kepala yang sedang bertarung menghadapi dua makhluk yaitu Shadow Mantis dan Seekor Harimau Putih.
Ya, kedua makhluk tersebut adalah Unseen dan Twin White Tiger.
Melihat Unseen, Ron langsung teringat, "Shadow Mantis itu yang memberiku informasi di lembah sebelumnya."
Anastasya juga langsung tahu, ia pun mengangguk, "Ya, Shadow Mantis itu adalah Battle Petnya Zero. Untuk Harimau Putih itu, aku tidak tahu. Tapi melihat keduanya bertarung bersamaan, itu berarti dia bukan musuh."
"Jadi yang lainnya bisa kita hajar?" tanya salah satu Pahlawan Rank-S.
__ADS_1
Brewthern dan Anastasya mengangguk.
"Bagus."
Kemudian tanpa komando, mereka semua langsung menerjang ke arah Guardian Tanpa Kepala.
Melihat ini, Brewthern hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Unseen dan Twin White Tiger yang menyadari kedatangan Bala bantuan juga mulai merasa nyaman karena musuh yang keduanya hadapi akan semakin berkurang.
Para pahlawan mulai menyerbu dan mengalahkan para Guardian tanpa Kepala. Namun setiap kali mereka menghancurkan tubuh lawan, tubuh lawan itu akan pulih kembali.
Melihat ini, Ron dan timmya sebelumnya mengerutkan kening.
"Ini sama seperti musuh sebelumnya. Apakah mereka juga dikendalikan oleh sesuatu?" Mereka bertanya-tanya.
"Aum~"
Twin White Tiger mengaum sedikit ke arah Unseen, seakan sedang memberi tahu sesuatu kepadanya.
Unseen mengangguk mengerti, ia pun bergerak ke arah Anastasya dan Brewthern, ia pun langsung mengirim pesan ke benak Anastasya.
"Aku kenal kau. Bukan begitu cara mengalahkan makhluk-makhluk ini."
Mendengar suara yang tiba-tiba muncul dibenaknya, Anastasya kaget, "Eh, siapa itu?"
"Kau kenapa Anastasya?" tanya Brewthern.
"Entahlah, ada suara yang tiba-tiba terdengar di kepadaku." jawab Anastasya bingung.
"Ini aku, Shadow Mantis yang ada didepanmu."
Baru saat itu, Anastasya menyadari bahwa Shadow Mantis yang didepannyalah yang berbicara.
Anastasya baru tahu kalo ada Shadow Mantis ataupun Battle Pet lainnya yang bisa bicara.
Namun itu wajar, Unseen bukan Battle Pet biasa. Lagipula, dia juga jarang bicara kepada Manusia lainnya selain Shiro.
"Dengan ya manusia, kelemahan makhluk Undead itu adalah Inti Kristal yang ada di tengah-tengah api kepalanya. Ambil batu Kristal itu, makhluk tersebut akan mati."
Kelemahan ini Unseen dapatkan secara tidak sengaja ketika ia ingin menebas Api yang ada di kepala Guardian Undead tersebut.
Tanpa sengaja Unseen mengambil Batu yang ternyata adalah Inti Kristal. Setelah Inti Kristal itu dia ambil, Guardian Undead tersebut langsung mati.
Mendengar ini, Anastasya tersenyum kepada Unseen, "Terimakasih."
Setelah itu, Unseen pergi dan melanjutkan pertarungan. Karena disini sudah ada yang menanganinya, Ia mengajak Twin White Tiger kembali ke tempat Shiro.
Kemudian Anastasya langsung memberi perintah kepada pahlawan lainnya: "Semuanya, kelemahan makhluk tersebut adalah Inti Kristal yang ada di kepala atau api makhluk tersebut."
"Ya."
Para pahlawan menjadi semangat ketika mendengar informasi dari Anastasya. Mereka mulai menghancurkan tubuh Guardian Undead dan mengambil inti Kristal dari api yang ada di kepala makhluk tersebut.
Mereka mengalami kegembiraan dalam menghancurkan monster-monster tersebut.
Namun tiba-tiba ada getaran yang cukup kuat terdengar. Diikuti oleh Auman monster yang cukup kuat.
Auman tersebut tidak hanya kuat, tapi juga turut menyebarkan terror dan ketakutan.
Beberapa pahlawan langsung terduduk dan memandang ke arah sumber suara.
"Makhluk apa itu?"
__ADS_1