
Saat ini, Shiro bersama Brewthern keluar dari lingkaran teleportasi Kota P. Keduanya bergegas keluar dari Kota P dan menuju ke arah Timur dengan sangat cepat.
Sebelumnya, ketika Shiro dan Ketua Asosiasi Pahlawan, Thomas Schven sedang berdiskusi masalah Ras Iblis. Brewthern sebagai salah satu dari Asistennya menelpon Ketua Asosiasi.
Brewthern menjelaskan bahwa ia mendapatkan panggilan dari pahlawan dibawah komandonya yang saat ini berada dalam Gate di dekat Kota P. Pahlawan itu menjelaskan bahwa mereka dalam keadaan bahaya, dan mereka semua terkepung oleh musuh dan butuh bantuan.
Mendengar hal ini, Brewthern langsung menghubungi Ketua Asosiasi untuk meminta dikirimkan bala bantuan.
Ketua Asosiasi menyetujuinya dan perlu waktu untuk memobilisasi pasukan. Kemudian Ketua Asosiasi melirik Shiro yang berada di depannya, "Apa kau bisa membantu?"
Shiro terdiam sebentar, kemudian Ia mengangguk menyetujuinya. Tangannya sudah gatal untuk mengalahkan musuh.
Ketua Asosiasi tersenyum, lalu Ia membalas Brewthern, "Perlu waktu sekitar 30 menit untuk mengumpulkan bala bantuan, namun aku punya Pahlawan yang mungkin dapat membantumu untuk menahan monster-monster itu untuk sementara."
Setelah itu, Ketua Asosiasi memberitahu Shiro untuk menuju Gerbang Teleportasi Kota A dan temui Brewthern yang berada di sana.
"Tapi Ketua, kedua jubahku rusak saat ini, aku tidak punya jubah atau kostum lainnya."
Ketua Asasiasi memandang penampilan normal Shiro yang hanya menggunakan Kimono Pria, "Penampilan seperti tidak masalah kok."
"Tapi Ketua, bagaimana jika ada yang mengenaliku?"
"Sudahlah tidak masalah. Lagian udah beberapa tahun berlalu, mereka pasti sudah melupakan wajah dan penampilanmu."
"Huh... Baiklah," Shiro hanya bisa menyerah dan menyetujui ucapan Ketua Asosiasi.
"Silahkan pergi. Rapat akan diadakan ketika kau kembali."
"Siap, laksanakan."
Shiro kemudian keluar dari Kantor Ketua Asosiasi, tak lupa ia membawa beberapa potong Steak yang belum dimakan untuk dijadikan cemilan selama perjalanan.
Kemudian Shiro menghampiri Brewthern yang berada di Gerbang teleportasi untuk diteleportasikan ke Kota terdekat dimana Gate tersebut berada.
......................
Kembali ke saat ini.
__ADS_1
Brewthern memimpin Shiro menuju lokasi Gate. Namun karena kecepatan Shiro yang terlalu cepat, Shiro mencoba memeperlambat langkahnya agar Brewthern tidak ketinggalan.
Sembari terus melangkah, Shiro melirik Brewthern, "Ceritakan kondisi Gate tersebut."
Brewthern mengangguk, Ia mulai menceritakan apa yang Ia tahu tentang Gate tersebut.
"Kami sebelumnya sudah mengirim Scout (pengintai) ke dalam Gate tersebut. Dari bukti yang didapatkan Scout tersebut, kami sudah mendapatkan kesimpulan tentang monster yang ada di dalam Gate tersebut."
"Monster apa?" tanya Shiro.
"Itu hanya monster biasa. Namun karena jumlahnya yang sangat banyak, kami juga cukup banyak mengerahkan tenaga Pahlawan untuk menyelesaikan Gate tersebut. Lagian, Kerangka tersebut sangatlah lemah. Namun kami tidak tahu akan terjadi kecelakaan seperti ini."
Dari penjelasan tersebut, Shiro tahu kalo keputusan tersebut memang sangat sesuai. Namun karena ada sebuah kecelakaan, pasti ada hal yang janggal dalam penyelidikan sebelumnya.
"Lalu, apa yang terjadi kepada tim Raid ketika di dalam Gate tersebut?" tanya Shiro kembali.
"Awalnya mereka tampak santai, mereka dapat dengan mudah menyelesaikan musuh. Mereka pun masuk cukup dalam. Ketika mereka sedang beristirahat untuk mengisi ulang energi. Gelombang kerangka mengelilingi mereka. Membuat mereka terpojok dari segala sisi."
Shiro mengerutkan kening, "Bukankah itu tampak normal? Tinggal kalahkan saja mereka semua dan selesai."
Brewthern menggelengkan kepalanya, "Mereka pun berpikir begitu awalnya. Namun kali ini, Kerangka yang telah di kalahkan, perlahan bangkit kembali seperti tidak ada habisnya. Hal ini membuat mereka putus asa dan memutuskan untuk meminta bantuan."
Jika musuh selalu datang terus-menerus, mereka tidak akan bisa beristirahat ataupun mengisi kembali energi mereka yang hilang.
Tiba-tiba Shiro sepertinya memikirkan suatu kejanggalan, ia pun bertanya kembali kepada Brewthern: "Bagaiamana dengan Inti Kristal para Kerangka itu?"
"Itu yang kami tidak tahu, awalnya mereka meremehkan Inti Kristal dari Kerangka lemah itu. Namun kemudian mereka mengetahui bahwa Kerangka-Kerangka di depan mereka tidak memiliki Inti Kristal. Mereka berusaha membunuh Kerangka-kerangka itu dengan berbagai cara, namun mereka tidak akan mati dan Inti Kristal mereka tidak ditemukan."
Mendengar ini, Shiro mengerutkan kening is kebingungan. Seperti yang kita ketahui, setiap monster mau kecil, besar, kuat, atau lemah sekalipun, pasti mempunyai Inti Kristal.
Jika Inti Kristal tidak ditemukan pada monster Kerangka, berarti ada masalah dengan tubuh monster Kerangka tersebut.
Kemudian Shiro teringat makhluk fantasi yang berada di berbagai cerita atau mitologi di kehidupannya sebelumnya.
Sebuah makhluk jahat antara hidup dan mati yang dapat mengendalikan Jiwa seseorang yang telah mati. Makhluk yang dapat membuat jiwa orang-orang yang telah mati, dibangkitkan kembali.
Makhluk itu adalah Lich.
__ADS_1
"Ya, jika Iblis saja ada, Lich juga kemungkinan akan muncul juga di dunia ini cepat atau lambat," pikir Shiro.
Kemudian Shiro memandang Brewthern, "Sepertinya aku tahu apa masalahnya."
"Apa ? "
"Monster yang sebenarnya bukanlah para Kerangka itu, melainkan makhluk yang mengendalikan Kerangka tersebut."
Shiro tidak langsung memberi tahu Brewthern tentang Lich. Karena Ia juga tidak penuhnya yakin dengan pendapatnya. Bisa saja itu makhluk lain, atau memang Lich, tapi dengan nama yang berbeda.
"Pengendali ya? Mungkin saja itu benar," Brewthern juga setuju dengan pandangan Shiro.
"Kalo begitu, mereka mungkin dalam bahaya. Para pengendali Kerangka itu mungkin hanya ingin mengkonsumsi Pahlawan kita hanya dengan mengeluarkan monster lemah seperti Kerangka," tambah Brewthern.
"Kau benar, setelah para pahlawan Raid kelelahan, mereka mungkin akan memanggil monster yang lebih kuat untuk mengalahkan para pahlawan tersebut."
"Ya, kau benar. Kita harus cepat dan memberitahukan kepada Markas Pusat secepatnya," ucap Brewthern.
"Tuan Brewthern, apakah jarak menuju Gate masih jauh ?"
"Tidak ada di depan sana, hanya berjarak beberapa kilometer," tunjuk Brewthern.
"Kalo begitu, biar aku saja yang bergegas menyelamatkan mereka. Kau segera hubungi Markas Pusat," ucap Shiro.
"Tapi kau hanya sendiri, kau tidak akan bisa menghentikannya seorang diri, Lebih baik kita pergi bersama," ucap Brewthern tidak terima.
"Tidak apa-apa, aku lebih kuat dari apa yang kau bayangkan."
Setelah itu Shiro langsung melesat kencang berlari menuju arah yang ditunjuk Brewthern sebelumnya. Meninggalkan Brewthern yang sedang tercengang saat ini.
Brewthern tertegun melihat ledakan kecepatan Shrio yang melebihi kognisinya. Bahkan menurutnya, pahlawan tipe kecepatan bahkan tidak secepat Shiro.
Brewthern hanya bisa memandang kepergian Shiro yang mulai menghilang dari pandangannya. Kemudian Ia mendesah pelan lalu menghubungi Ketua Asosiasi Pahlawan dan menceritakan tebakannya dan Shiro sebelumnya.
Disisi lain.
Shiro terus berlari dengan kecepatan penuh, ia pun mulai merasakan Aura Gate dari persepsinya. Perlahan Shiro mulai mendekat ke arah Gate yang masih berwarna biru tersebut.
__ADS_1
Tanpa basa-basi ataupun ragu sedikitpun, Shiro langsung memasuki Gate tersebut dengan langkah pasti.