
"Selamat karena berhasil menyerangku, ini dia hadiah kalian, Silahkan ambil"
Shiryuu-senpai mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
Shiro dan yang lainnya sangat bersemangat ketika tahu bahwa hadiahnya sudah disiapkan oleh Shiryuu-senpai. Mereka tampak tidak sabar dan memfokuskan kepada apa yang akan diberikan Shiryuu-senpai.
Namun melihat apa yang dikeluarkan Shiryuu-senpai. Mereka agak bingung, karena apa yang ia sodorkan adalah benda yang menurut mereka itu aneh jika digunakan sebagai hadiah.
"senpai, masa selembar kertas ini adalah hadiah kami" ucap Denshu penuh kekecewaan.
Shiro aja bingung, namun ia masih memegang kertas tersebut. ia takut kalau Shiryuu-senpai ada maksud tersembunyi memberi mereka selembar kertas.
Sedangkan Brendy, ia hanya membolak-balik kertas tersebut sebentar, lalu ingin membuangnya.
"Tunggu, jangan dibuang dulu."
Shiryuu-senpai mencoba menghentikan tindakan Brendy. Brendy pun menurutinya dan mendengus dingin.
Setelah itu, Shiryuu-senpai mulai menjelaskan apa maksudnya memberikan kertas tersebut.
"Ehemm. Sebenarnya senpai ingin membantu kalian dalam mencari binatang panggilan atau monster yang bisa kalian jadikan partner bertarung..Jadi, silahkan kalian tulis binatang apa yang kalian inginkan" jelas Shiryuu-senpai.
"Eh, bukannya hanya Summoner ya ! yang bisa memiliki partner Monster untuk bertarung?" tanya Brendy bingung sembari menggaruk kepalanya.
"Ish kau nih, bukannya udah dijelasin Ogito-sensei sewaktu do akademi, kalo semua Job bisa memiliki binatang pemanggilan sebagai partner bertarung mereka, bagaimana sih?" ucap Denshu mencoba meluruskan fakta.
"Eh iya kah ? Aku lupa Hehe." Brendy hanya cengengesan ketika tau yang sebenarnya.
"Benar apa yang dikatakan Denshu, setiap Job ataupun pahlawan bisa memiliki Binatang pemanggilan, yang biasanya disebut Battle Pet. Bedanya dengan Summoner yaitu Binatang yang dipanggil tidak bisa masuk ke ruang dimensi khusus, lalu...." Shiryuu-senpai mulai menjelaskan.
Mendengar penjelasan Shiryuu-senpai, ketiganya mengangguk dan akhirnya mengerti apa maksud Shiryuu-senpai.
"senpai, kalo aku, aku ingin binatang panggilan yang bisa jadi Tanker." Kata Brendy Oxford.
"Oh, kenapa kamu ingin binatang panggilan seperti itu?" tanya Shiryuu-senpai.
"Karena aku seorang assasin, aku perlu partner yang tahan banting dan bisa menghalau serangan musuh, sehingga aku bisa bebas mencari celah dan menyerang musuh." jelas Brendy Oxford.
Mendengar penjelasan Brendy Oxford, Shiryuu-senpai mengangguk dan memandang kepada Shiro dan Denshu Sishoku. "Bagaimana dengan kalian?"
"Aku juga perlu Battle Pet untuk serangan jarak dekat, namun aku ingin Battle Pet yang berfokus pada Kelincahan dan kecepatan. Selain itu, kalo bisa Battle Petnya bisa ditunggangi, soalnya kecepatanku tergolong lambat diantara mereka berdua" Denshu Sishoku menjawab terlebih dahulu dan memberi tahu binatang panggilan seperti apa yang ia inginkan.
Shiryuu-senpai mengangguk dan mulai memandang Shiro, "Bagaimana denganmu ? Apakah kau butuh yang bisa menyerang jarak jauh?"
"Etto.. Aku belum memikirkannya, tapi sepertinya aku butuh binatang panggilan yang bisa mengintai, sembunyi, dan menyerang diam-diam." Shiro mulai berpikir dan menjelaskan mengenai binatang panggilan yang ia inginkan.
Mendengar permintaan Shiro, Shiryuu-senpai mulai berpikir tentang binatang apa yang cocok dengan apa yang Shiro inginkan.
"Untuk Brendy, Beruang atau Kera besar sepertinya cocok untukmu, sedangkan Denshu sepertinya Serigala atau Harimau adalah yang paling pas."
"Dan untuk Shiro, Palingan binatang panggilan berupa Ular, Bunglon ataupun tipe serangga yang bisa masuk kategori yang kau inginkan." jawab Shiryuu-senpai.
Mendengar jawaban Shiryuu-senpai, Shiro mulai berpikir binatang apa yang cocok. Namun ia mulai berpikir bahwa Bunglon kayaknya cocok.
__ADS_1
Tidak hanya Shiro, Denshu dan Brendy juga mulai memikirkan Battle Pet seperti apa yang mereka inginkan.
Melihat ketiga juniornya yang termenung memikirkan Battle Pet, Shiryuu-senpai tersenyum dan memberi saran kepada ketiganya. "Bagaimana kalo kita keliling Industri Yuki Family terlebih dahulu, ada Peternakan Monster juga disana, mungkin aja kalian dapat inspirasi dan bisa memutuskan Battle Pet apa yang kalian inginkan."
"Oke senpai" ucap Ketiganya.
Mereka pun mulai berkeliling Industri Yuki Family yang belum sempat mereka jelajahi kemaren.
Dari Toko Pakaian, Bengkel Penempaan Senjata, Tempat pertukaran Kristal Monster, Restoran tempat Shiro dan yang lainnya makan siang, dan masih banyak lagi.
Menjelang Sore, mereka akhirnya tiba di Tempat peternakan Monster khusus Battle Pet. Letaknya yang berada dipinggiran kota membuat perjalanan mereka cukup lama.
Denshu yang memiliki stamina terendah diantara mereka, sering kali mengeluh di perjalanan. Namun Shiryuu-senpai hanya menjelaskan bahwa Letak Budidaya dan Peternakan Monster memang arus berada di pinggiran Kota, itu semua berasal dari Peraturan Kota dan Asosiasi Pahlawan.
Karena dahulu pernah kejadian adanya Battle Pet yang belum dijinakkan terlepas di area perkotaan. Hal ini menimbulkan beberapa korban dan kerugian material.
Maka dari itu, Asosiasi Pahlawan menyarankan kepada setiap Kota agar setiap Industri yang berhubungan dengan Monster harus berada di pinggiran Kota. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Sesampainya disana, Shiryuu-senpai mulai mengajak mereka berkeliling. Ia mulai memperkenalkan Battle Pet apa saja yang ada disana. Dari mulai tipe serangga, tipe terbang, tipe pertempuran dalam air dan semacamnya.
Walaupun Peternakan Monster Yuki Family terkenal karena kualitas dan banyaknya Monster Tipe Es dan Salju. Namun kualitas Battle Pet yang lainnya tidak kalah jauh.
Shiro dan yang lainnya tidak lupa mencatat perkenalan beberapa Battle Pet yang mereka inginkan dan menurut mereka menarik.
Beberapa jam berlalu, akhirnya mereka selesai juga mengunjungi Peternakan Monster. Mereka sedang dalam perjalanan kembali, karena terlihat malam akan segera tiba.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Shiryuu-senpai.
"Senpai, aku ingin Gorilla Salju aja, fisiknya yang kekar dan serangannya yang kuat sangat pas untukku" jawab Brendy.
"Hem... Aku ingin Serigala saju aja senpai."
Shiryuu-senpai menggelengkan kepalanya ketika mendengar jawaban Denshu, "Tapi sepertinya itu tidak cocok untukmu, kamu memiliki afinitas Element api, Serigala Salju sangat tidak nyaman dengan pengguna element api"
Denshu agak kecewa dan bertanya kembali kepada Shiryuu-senpai, "Lalu apa yang bagus Senpai ?"
Shiryuu-senpai tersenyum dan langsung menjawabnya, "Bagaimana dengan Serigala Angin? kecepatannya luar biasa, selain itu kau bisa mengkombinasikannya dengan serangan api milikmu sehingga serangan api mu bisa menjadi lebih besar"
Mendengar saran Shiryuu-senpai, Mata Denshu berbinar dan mengangguk setuju, "Oke sensei, baiklah kalau begitu. Aku memilih Serigala Angin saja"
"Kalau kau Shiro ? Apa yang ingin kau pilih ?" tanya Shiryuu-senpai sembari menoleh kepada Shiro.
"senpai, bagaimana dengan Belalang Sembah atau Belalang Mantis" tanya Shiro kepada Shiryuu-senpai.
Shiryuu-senpai berpikir sebentar, lalu menatap Shiro sambil berkata: "Belalang Mantis bagus juga, tapi bagusan yang berukuran besar seukuran manusia. Serangannya yang mematikan ditambah kemampuan kamuflase dapat membunuh lawan dalam sekali serang."
"Tapi senpai, aku ingin yang sedang saja, seukuran lengan cocok untukku" bantah Shiro mengkoreksi pendapat Shiryuu-senpai.
"Eh, apa kau yakin ? Belalang Mantis bagusnya yang berukuran besar. Belalang Mantis yang kecil serangannya sangat rendah jadi kurang efektif." ucap Shiryuu-senpai kaget melihat pilihan Shiro.
"Tidak apa-apa Shiryuu-senpai, menurutku yang cocok adalah yang berukuran sedang. Masalah serangan, bisa dipikirkan nanti, karena yang ku butuhkan adalah untuk pengintaian. Selain itu, yang besar malah jadi lebih mudah terdeteksi oleh musuh daripada yang sedang" kata Shiro dengan senyum percaya diri.
"Yaudahlah kalau itu yang kau inginkan"
__ADS_1
Melihat keputusan bulat Shiro, Shiryuu-senpai hanya bisa menyerah. Ia menghargai keputusan Shiro dan yang lainnya. Ia hanya bisa berharap agar Shiro tidak menyesal di kemudian hari.
"Karena kalian semua sudah menyatakan pendapat dan keinginan kalian, Silahkan kalian tulis di kertas yang kuberikan siang tadi."
"Ya Shiryuu-senpai."
Shiro dan anggota timnya yang lain mulai menulis mengenai binatang panggilan yang diinginkan beserta karakteristiknya.
Hanya beberapa menit berlalu, ketiganya sudah mengumpulkan kertas itu kembali ke Shiryuu-senpai.
"Oke, semuanya udah fix ya! Tunggu aja hasilnya dalam beberapa hari, tapi mungkin besok udah ada hasilnya" ucap Shiryuu-senpai.
"Oke senpai !" jawab ketiganya.
"Oh ya satu lagi, besok pagi kita kumpul lagi ditempat kita berkumpul pagi tadi. Kita akan memulai misi pertama kita. Jangan sampai terlambat." tambah Shiryuu-senpai sambil melihat ke arah Shiro dan yang lainnya.
Ketiganya pun mengangguk dan terus melanjutkan perjalanan pulang mereka.
Setelah cukup lama berjalan, malam pun sudah datang. Akhirnya mereka sampai di Pusat Industri Keluarga Yuki.
Mereka langsung kembali ke kamar masing-masing. Mereka sepertinya cukup lelah akibat perjalanan hari ini.
...****************...
Di kantor Industry Yuki Family
` tok tok tok ~`
Sebuah ketukan terdengar.
"Silahkan Masuk !"
Pintu pun terbuka, terlihat Shiryuu Yuki atau bisa juga dipanggil Shiryuu-senpai yang masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan tersebut ada seorang pria tua yang duduk diatas Kursi. Mungkin dalam sekilas, Pria Tua itu sangat mirip dengan Shiryuu-senpai, bedanya hanya terletak pada banyaknya keriput yang menambah corak pada wajah dan kulit Pria Tua tersebut. Pria Tua tersebut adalah Ketua atau Patriark Keluarga Yuki.
Setelah masuk, Shiryuu Yuki mulai berlutut dan berniat melapor. " Lapor Patriark! Ketiga Junior yang saya bawa sudah selesai tahap penyesuaian di Industri Yuki Family, kami akan mulai melaksanakan misi pertama besok"
"Oh, bagaimana kualitas mereka?"
"Mereka cukup bagus, sulit untuk mengalahkan ketiganya ketika bersama. Kombinasi serangan, kerja sama, strategi dan juga pemahaman diam-diam diantara mereka sangat bagus."
"Oh, sepertinya murid yang kau bawa cukup menarik. Lalu ada berita apa lagi?" tanya Patriark Keluarga Yuki dengan Seringai di wajahnya.
"Ya, begini Patrirak. Saya ingin memfasilitasi ketiga murid yang saya ajar dengan Battle Pet agar mendapatkan kepercayaan mereka. Maka dari itu, saya berniat meminta izin Patriark untuk meminta beberapa Battle Pet untuk mereka." jawab Shiryuu Yuki sambil menyerahkan 3 lembar kertas.
Patriark Keluarga Yuki agak terkejut dengan permintaan Shiryuu Yuki, lalu ia mengambil 3 lembar kertas tersebut dan mulai membacanya satu persatu.
Setelah membacanya, Patriark tersebut sedikit mengangguk sambil tersenyum.
"Karena tidak ada yang terlalu bagus, ambil saja apa yang tertulis disini. Kuharap kau mendapatkan kepercayaan mereka dan misi yang kau tanggung dapat berjalan dengan baik" jawab Patriark Keluarga Yuki.
Mendengar jawaban dari Patriark, Shiryuu Yuki cukup lega, ia pun mencoba menjalankan misinya dengan baik. "Terimakasih Patriark. Saya izin pamit dulu"
__ADS_1
"Ya, semoga berhasil"
Shiryuu Yuki bangkit, berbalik dan berjalan keluar ruangan. Setelah sampai keluar, ia bergumam pelan. "Huh, sepertinya agak merepotkan"