
Di suatu ruangan yang gelap.
Ada seseorang yang berpakaian hitam compang Camping dengan tudung dikepalanya, wajahnya tidak kelihatan sedikit pun. Ia masuk dan tersenyum lebar.
"Rencana hampir berhasil, siapkan tahap selanjutnya " ucap Pria dengan nuansa kelam tersebut.
"HAHAHAHA~" Pria tersebut tertawa lepas.
` bang~`
Sebuah pukulan tiba-tiba melayang ke kepala Pria tersebut.
" ata ta ta ta ta~ Sakit, apa yang kau lakukan sensei ?" Pria tersebut meringis kesakitan.
"Berisik kau Shiro."
Ya benar, Pria dengan pakaian serba hitam itu adalah Shiro. Shiro yang kalian kenal Dan orang yang memukulnya adalah Ogito-sensei.
Mungkin kalian bertanya kenapa Shiro masih hidup ?
Jawabannya simpel, Shiro menggunakan teknik Switch sesaat sebelum terkena serangan dari penyihir eksekutor.
Tentu saja, ini semua sudah direncanakan oleh Shiro. Bahkan ia bekerja sama dengan Pihak Akademi dan Asosiasi Pahlawan untuk merencanakan rencana tersebut.
Berikut adalah kejadian lengkapnya.
...----------------...
Hari penangkapan Shiro.
Setelah Shiro dijebloskan ke dalam Penjara Akademi Beta. Pihak Akademi dan Asosiasi Pahlawan datang ke Ruang penjara tempat Shiro berada.
Kebetulan, salah satu pihak Akademi yang bertugas menginterogasi Shiro adalah Ogito-sensei. Ditemani oleh Charles Winderless dan beberapa pihak Asosiasi Pahlawan.
"Hei nak, apakah kau benar membunuh Shiryuu dari Keluarga Yuki." Dewan Siswa Charles Winderless bertanya kepada Shiro.
Shiro mengangguk, iya mengakui kebenarannya. "Iya, aku memang membunuhnya."
Charles Winderless dan semua orang yang hadir kaget karena Shiro mengakui semuanya. Padahal mereka siap menggunakan skill Interogasi 'The Truth' kepada Shiro jika ia tidak mau bekerja sama.
"Ehemm, Shiro apa alasanmu membunuhnya ? Aku tau kau tidak pernah bertindak sembrono, mohon jelaskan kepada kami semua. Mungkin kami bisa membantumu." Kali ini Ogito-sensei yang bicara kepada Shiro.
"Kami dijebak, kami ingin dikorbankan oleh mereka, saat itu...." Shiro mulai menceritakan kecurigaannya saat memasuki Gate, tentu saja itu berasal dari Unseen, namun Shiro tetap menceritakan semuanya. Ogito-sensei dan yang lainnya diam mendengarkan cerita Shiro.
"Jadi karena itulah, aku membunuh Shiryuu-senpai. Namun musuh terlalu kuat, mereka ternyata masih menyembunyikan Kartu As, sehingga aku tidak bisa menyelamatkan teman-temanku." ucap Shiro dengan nada sedih.
Ogito-sensei dan yang lainnya mulai diam, mereka mulai merenungi dan memikirkan pernyataan Shiro.
"Apa kau punya bukti?" tanya dari salah satu pihak Asosiasi Pahlawan.
"Punya." ucap Shiro dengan tegas.
Lalu Shiro mengeluarkan bukti rekaman kejadian yang terjadi ketika masuk kedalam Gua untuk melawan monster sampai menghadapi Ice Elf.
__ADS_1
Bagaimana Shiro memiliki rekaman pertempuran tersebut ?
Jawabannya terletak pada Unseen, ketika memasuki Gua, Unseen memperingatkan dan tentu sebagai jaminan, Shiro meminta Unseen untuk tidak ikut bertarung dan hanya ditugaskan untuk merekam dari dalam Bayangan tentang apa yang terjadi selama di dalam Gua.
Pihak Asosiasi Pahlawan terkejut, lalu ia mengambil rekaman tersebut dan bertanya lebih lanjut kepada Shiro. " Bagaimana kau mendapatkan rekaman ini ? "
Shiro tidak menjawab, tapi ia hanya menunduk dan melihat ke bawah, tepatnya melihat kearah bayangannya. Pihak Asosiasi Pahlawan dan yang lainnya melihat ke arah Shiro.
Tiba-tiba Unseen keluar dari Bayangan Shiro, kemunculan Unseen memberi tahu mereka secara tidak langsung bahwa Unseen lah yang merekam segalanya.
Mereka mengangguk mengerti dan mulai melihat isi dari rekaman tersebut.
"Tidak mungkin." salah satu orang terkejut ketika masuk adegan kemunculan Ice Elf.
Tak hanya orang itu, semua pihak terkejut dengan kemunculan Ice Elf, terutama pihak Asosiasi Pahlawan.
Hal ini dikarenakan Pihak Asosiasi Pahlawan yang memberi wewenang atas kepemilikan Gate dan menyatakan bahwa Gate itu aman.
"Sepertinya ada tangan dibelakang yang ikut campur dalam masalah ini sebelum sebelumnya." ucap Charles Winderless.
Pihak Asosiasi Pahlawan menunduk malu mendengar perkataan Dewan Siswa. Mereka berniat membenahi lagi Hierarki dan keanggotaan Asosiasi Pahlaaan selepas ini.
Namun mereka cepat kembali ke permasalahan mereka saat ini.
"Apakah ada bukti lainnya? " ucap Pihak Asosiasi Pahlawan.
"Ada."
Shiro lalu mengeluarkan mayat dari Panatua Ice Elf yang berada di dalam ruang Inventory Sistem.
Mereka memandang Shiro yang takjub. Kedua bukti ini saja sudah cukup untuk meyakinkan pengadilan bahwa Shiro tidak bersalah.
"Shiro, bagaimana dengan teman-temanmu ? " tanya Ogito-sensei.
"Aku membawa tubuh keduanya, aku harap tubuh mereka bisa dikembalikan kepada orang tuanya dan bisa dimakamkan dengan layak."
Setelah mengucapkan itu, Shiro mengeluarkan tubuh Denshu dan Brendy. Tubuh keduanya banyak luka tusukan dan beberapa Es membekukan beberapa anggota badan.
Melihat nasib tragis dari kedua muridnya, Ogito-sensei menjadi marah besar. Ingin sekali ia melampiaskan kemarahannya. Namun Charles Winderless menepuk puncaknya, ia tahu apa yang dirasakan Ogito-sensei. Maka dafi itu, ia mengingatkannya untuk tidak bertindak gegabah.
Setelah pengingat itu, Ogito-sensei menjadi lebih tenang. Ia memandang Shiro. "Terimakasih Shiro, Keluarga korban pasti sangat bahagia."
"Lagi pula dengan bukti ini, kau juga bisa dibebaskan dari pernyataan bahwa kau yang membunuh keduanya." tambah Charles Winderless.
"Dengan ini, semua kebenaran telah terungkap. Urusan kami disini telah selesai. Kami akan pergi dulu." ucap Pihak Asosiasi Pahlawan.
"Tunggu dulu, aku ada permintaan." ucap Shiro mencegah mereka pergi.
Mereka berbalik dan memandang Shiro, mereka membiarkan Shiro memberitahu mereka apa yang ia inginkan.
Shiro mengangguk, "Biarkan aku kalah dalam persidangan dan biarkan aku dihukum mati."
Permintaan Shiro mengagetkan semua pihak, mereka tidak mengerti alasan Shiro meminta hal tersebut.
__ADS_1
Ogito-sensei yang pertama kali menolak. "Tidak Shiro, aku tidak setuju. Aku tahu kau merasa bersalah, tapi tidak seharusnya kau yang menanggung semuanya."
"Tidak apa Ogito-sensei, aku punya rencana. Lagian aku tidak ingin hidup dalam perhatian selamanya" ucap Shiro dengan percaya diri.
"Tapi...."
Sebelum Ogito-sensei menyelesaikan kalimatnya, ucapannya dipotong oleh CharlesWinderless. "Cukup, dengarkan dulu rencananya."
Ogito-sensei menundukkan kepalanya dna meminta maaf. Ia diam dna menunggu Shiro menceritakan rencananya.
"Pertama, meski aku dinyatakan bersalah, apakah Keluarga Yuki akan membiarkanku begitu saja ? Tentu tidak. Maka dari itu, biarkan aku dihukum mati sehingga mereka menjadi lengah dan tidak mengincarku. Lalu pihak Asosiasi Pahlawan dapat menangkap semua pihak yang terlibat." ucap Shiro.
"Tapi bagaimana kau bisa selamat dari eksekusinya ?" tanya Ogito-sensei khawatir.
"Dengan begini."
` jentik~`
Shiro bertukar tempat dengan Ogito-sensei yang berada diluar Sel.
Mereka semua terkejut melihat Ogito-sensei yang menggantikan Shiro yang diborgol di dalam sel penjara.
Mereka pun akhirnya tahu alasan Shiro dapat melarikan diri dari tempat itu.
Setelah itu, tak lupa Shiro kembali menggunakan Switch dan bertukar tempat dengan Ogito-sensei.
Lalu Shiro mulai menceritakan rencananya, "Saat Eksekusi Mati, aku akan minta dibakar hidup-hidup. Kalian siapkan pengganti bisa berupa penjahat atau semacamnya untuk menggantikanku. Lalu..."
Shiro menceritakan rencananya secara detail, dari mencari pengganti, samakan pakaian dan postur tubuh Shiro dan lainnya.
Semua pihak mengangguk mendengar rencana Shiro, mereka semua menyetujui rencana Shiro.
Ogito-sensei mengangguk lalu bertanya lagi. "Lalu bagaimana kau hidup selanjutnya ? Kau akan menjadi apa ? Sayang sekali bakatmu akan sia-sia kalau menjadi rakyat biasa."
Shiro merenung, ia tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Tapi baginya, menjadi warga biasa tidaklah apa-apa.
"Aku punya ide, bagaimana kalau Shiro menjadi pahlawan, tentu harus dibawah yuridiksi Asosiasi Pahlawan." salah satu pihak Asosiasi Pahlawan menawarkan ide.
Shiro berpikir sebentar, lalu ia mengangguk. Ia tahu bahwa Asosiasi Pahlawan hanya tertarik dengan bakatnya. Dengan berada dibawah Yuridiksi Asosiasi Pahlawan, mereka bisa mengawasi Shiro untuk mencegahnya melakukan hal-hal buruk.
"Kalau begitu, semuanya selesai sampai disinim Semoga semuanya berjalan dengan lancar. Lalu pihak Akademi juga, siapkan surat kelulusan Shiro agar bisa diberikan lisensi Surat Kepahlawanan." ucap Pihak Asosiasi Pahlawan sembari berjalan keluar.
"Iya, akan kami siapkan." ucap Charles Winderless sembari menunduk memberi hormat.
Setelah itu mereka pergi, dan rencana mereka berjalan sesuai rencana tanpa ada hambatan sedikitpun.
Itulah yang terjadi sebenarnya.
...----------------...
"Mari kita berangkat menuju Asosiasi Pahlawan, mereka sudah menunggumu." ucap Ogito-sensei.
"Ya."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya tiba di Asosiasi Pahlawan.