Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
133. Pelajaran


__ADS_3

Shiro mengeluarkan material-material yang ia peroleh ketika melawan Iblis Agasura. Aura Jahat yang keluar membuat mereka sangat terkejut sekaligus waspada.


Hwek~


Beberapa Pahlawan yang datang sebagi peserta rapat, karena sensitifitasnya terhadap Aura, mereka tidak tahan sehingga muntah-muntah di tempat.


"Bagaimana?" tanya Shiro.


Pria kekar berambut ikal masih tidak memandang Shiro dengan serius.


Nama Pria itu adalah Gordon. Dia salah satu eksekutif dari Guardian Society. Seperti namanya, Organisasi ini adalah organisasi yang memiliki tujuan melindungi masyarakat.


Namun, banyak orang yang tidak suka dengan organisasi ini karena anggota Guardian Society suka melakukan tugas secara sewenang-wenang. Mereka juga terkadang membebankan biaya yang cukup tinggi kepada masyarakat.


Meskipun begitu, Guardian Society juga termasuk memiliki kekuatan besar dan juga selalu melindungi keselamatan warga, walaupun sifat mereka yang terkadang aneh.


"Tcih, material tersebut bukan berarti bisa digunakan sebagai bukti untuk membuktikan kekuatan musuh."


Mendengar tanggapan meremehkan dari Gordon, entah kenapa, Shiro menjadi kesal sendiri.


"Jadi, apa yang kau inginkan?" tanya Shiro.


"Apakah kau tuli? bukannya sudah ku bilang, kami butuh bukti. Atau... Kau tidak mengerti apa yang ku katakan, bodoh."


Shiro menoleh kepada Ketua Asosiasi dengan senyum kesal, "Bolehkah aku memukulnya, Ketua?"


Melihat tangan Shiro yang mengepal kesal, Ketua Asosiasi mendesah pelan lalu menjawab: "Huh, jangan terlalu berlebihan."


Dari sikap Ketua Asosiasi Pahlawan, tampaknya Asosiasi Pahlawan juga sedikit kesal dengan anggota Guardian Society. Sudah beberapa kali mereka memberikan teguran dan peringatan, namun anggota Guardian Society tetap tidak pernah berubah.


Mungkin Ketua Asosiasi mengizinkan Shiro untuk memberi pelajaran kepada anggota Guardian Society.


Mendapatkan izin dari Ketua Asosiasi, Shiro kembali menoleh kepada Gordon. Melihat ekspresinya sepertinya Ia masih meremehkan Shiro. Bahkan Pahlawan lainnya sepertinya menantikan apa yang terjadi selanjutnya.


Shiro mengeluarkan dua buah belati biasa dari ruang penyimpanannya. Salah satunya ia lemparkan ke arah Gordon.


Melihat arah lemparan Shiro, Gordon tidak mengelak, bahkan ia tersenyum dan sengaja memejamkan matanya.


woosh~


Belati yang dilemparkan Shiro tidak mengenai Gordon sama sekali, hanya melewati pinggiran telinganya dan menancap di sandaran kursi yang diduduki Gordon.

__ADS_1


"Heh, jika seranganmu seperti itu, aku bisa menghindarinya dengan mata tertutup. Sepertinya informasi yang diberitakan disini tidak bermanfaat sama sekali," ucap Gordon meremehkan.


"Benarkah?"


Tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakang Gordon, diikuti oleh sebuah belati yang menempel di lehernya. Leher Gordon sedikit tergores oleh belati Shiro, yang membuat leher Gordon berdarah.


Gordon menjadi berkeringat dingin. Jika terjadi pertarungan sungguhan, lehernya pasti sudah terpotong oleh Shiro dan sudah pasti ia mati.


Pahlawan lainnya yang hadir juga terkejut, mereka melihat Shiro menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang Shiro. Mereka tidak melihat kecepatan gerak Shiro. Mereka berpikir kalau Shiro atau Pria berjubah hitam didepannya menggunakan kemampuan spasial atau ruang angkasa yang membuatnya bisa berpindah tempat.


Meskipun terlihat kalah telak, Gordon tidak menyerah, "Heh, hanya bisa serangan diam-diam. Mengapa kau tidak menyerangku secara langsung? kau takut?"


Mendengar ejekan dari Gordon, Shiro tidak menanggapinya.


BANG~


Shiro melepaskan belati yang dikalungkan di leher Gordon, lalu menendangnya dengan cukup kuat yang membuatnya tersungkur.


Gordon tampak malu, ia mimisan. Bahkan armor tersebut penyok di tempat yang Shiro tendang. Ia bisa membayangkan jika ia tidak menggunakan Armor, mungkin tulang rusuknya sudah patah semua.


Padahal, Shiro hanya mengeluarkan secuil dari kekuatannya, bukan kekuatan penuhnya. Bahkan dengan kekuatan sebesar 60%, Shiro percaya bahwa Armor ditubuh Gordon akan hancur oleh tendangannya barusan.


Setelah ditendang Shiro, ia menjadi lebih diam. Ia tidak lagi menanggapi Shiro. Ia kembali ke tempatnya dan hanya mendengus dingin kepada Shiro dan mengabaikannya.


Merasakan kepergian Shior, Gordon akhirnya bisa bernapas lega.


Namun pergerakan Shiro membuat dirinya dan semua peserta yang hadir, termasuk Ketua Asosiasi bertanya-tanya, apa yang ingin dilakukan Shiro selanjutnya?


Para pahlawan dan bahkan Ketua Asosiasi melihat pergerakan aneh Shiro. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Shiro selanjutnya.


Andai mereka melihat senyum Shiro dibalik jubah hitamnya, mereka mungkin akan bergidik ngeri melihat senyum Shiro.


Shiro menghampiri seorang pemuda berkacamata yang duduk didekat walikota Kota V. Tanpa basa-basi Shiro mengangkat kerah pemuda tersebut yang membuat tubuh pemuda berkacamata itu terangkat.


BANG~


Shiro memukul pemuda berkacamata itu dengan sangat kuat, membuatnya terpental cukup jauh ke dinding tak jauh disana.


Ketua Asosiasi langsung berdiri, diikuti oleh Pahlawan yang lainnya.


"Hei nak, apa yang kau lakukan?" tanya Ketua Asosiasi.

__ADS_1


Melihat kekhawatiran dari Ketua Asosiasi dan para peserta rapat yang hadir, Shiro masih bersikap tenang dan menanggapi pertanyaan Ketua Asosiasi dengan santai.


"Tenang saja Ketua, aku punya ukuran. Lihat saja apa yang terjadi selanjutnya."


Mendengar jawaban dari Shiro, Ketua Asosiasi mendesah pelan dan kemudian Ia duduk kembali. Ia hanya bisa percaya dengan apa yang dilakukan Shiro.


Melihat Ketua Asosiasi yang kembali duduk, para peserta yang lainnya juga kembali duduk. Namun mereka masih ingin melihat pergerakan yang dilakukan Shiro.


Kemudian Shiro berjalan ke pemuda berkacamata itu dengan santai. Pukulan Shiro seharusnya bisa membuat pemuda berkacamata itu menembus Dinding, namun sepertinya kualitas bangunan di Asosiasi Pahlawan cukup berkualitas. Sehingga dinding tersebut hanya retak saja.


Menghampiri pemuda berkacamata yang tengah tertatih-tatih, Shiro kembali mengangkat pemuda tersebut dan membawanya ke depan.


"Apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanya pemuda berkacamata itu.


"Tidak, bukan apa-apa. Aku hanya ingin membuatmu mengaku."


"Apa yang perlu aku akui? Aku bahkan tidak tahu apa yang kau maksud."


"Mengapa kau tidak memberitahukan identitasmu yang sebenarnya?" ucap Shiro.


"Identitas? Apa maksudmu?"


Walaupun pemuda berkacamata itu pura-pura tidak mengerti, namun keringat halus karena keterkejutannya tidak bisa membohongi para peserta yang hadir.


Dari pengalaman mereka bertahun-tahun, mereka dapat melihat ada keanehan dari pemuda berkacamata itu ketika Shiro menanyakan identitasnya.


"Kau masih tidak mau mengaku? Tenang saja, aku akan membuatmu mengakui semuanya."


BANG~


Shiro memukul pemuda berkacamata itu dengan sangat kuat ke lantai. Membuat ubin lantai berlubang.


Kemudian Shiro mengangkat tubuh Pemuda Berkacamata itu kembali dan kembali bertanya: "Apa kau belum mau mengaku?"


"A... apa yang perlu aku akui?"


Meskipun sudah dibuat memar dan berdarah oleh pukulan Shiro, tampaknya pemuda itu masih tidak mau mengakuinya.


"Huhh, kalo begitu, aku akan memberitahukan identitasmu yang sebenarnya."


"Identitasku? Apa maksudmu?" tanya pemuda berkacamata dengan pura-pura bingung.

__ADS_1


Shiro menunjukkan tanduk Iblis Agasura yang ia potong ke hadapan pemuda berkacamata tersebut lalu berkata: "Tidak usah berpura-pura, dasar Iblis."


__ADS_2