
Setelah menerima pemberitahuan dari Shiro, Ketua Asosiasi pergi dari ruangan itu. Dan sekarang gilirannya untuk bertanya.
"Tuan, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu, bolehkah?" tanya Shiro dengan sopan.
"Silahkan, aku memang diciptakan untuk menjawab semua pertanyaan kalian. Tapi ingat, aku tidak bisa menjawab asal-usulmu atau tentang masa depan, aku tidak mengetahuinya." Lelaki tua itu mengingatkan.
"Baik Tuan, aku akan mengingatnya. Yang ingin ku tanyakan, apakah benar Ras Iblis adalah Ras pertama yang ada di Endless Land?" tanya Shiro.
"Itu memang benar, selain monster-monster kecil, Ras Iblis adalah Raa pertama yang ada di Endless Land. Dan kami para Manusia adalah Ras terakhir yang baru muncul di Endless Land. Walaupun Ras lain tidak senang dengan kedatangan kami, namun mereka tidak bisa menolak permintaan God."
"Ngomong-ngomong, Tuan! God yang kalian maksud eksistensi seperti apa, dan bagaimana ia bisa mati?"
"Maaf, pertanyaan itu tidak termasuk ruang lingkup yang bisa ku jawab."
"Baiklah, lalu aku ingin bertanya tentang Pengorbanan para Iblis, apakah kau mengetahuinya?" tanya Shiro.
"Tentu, pengorbanan adalah salah satu kemampuan Ras Iblis. Mereka melakukan ritual pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu, baik itu kekuatan, material atau keinginan mereka. Pengorbanan adalah kekuatan mereka. Dan media yang dikorbankan bisa makhluk hidup ataupun benda mati yang memiliki energi yang besar. Semakin besar yang mereka inginkan, maka pengorbanan yang dilakukan akan semakin tak masuk akal juga."
Setelah itu, banyak hal yang Shiro tanyakan, seperti Ras yang bersahabat dan sering menjalin hubungan baik dengan manusia. Selain itu, Shiro juga bertanya tentang Ras-ras kuat diluar sana yang mungkin akan menjadi musuh umat manusia. Ia juga bertanya tentang kelemahan Ras mereka.
Seperti para Giant yang tidak hanya kuat dan memiliki pertahanan yang kuat, mereka juga memiliki kecepatan yang cepat. Namun Ras Raksasa ini memiliki kekurangan dalam fleksibilitas.
Ada juga Ras Undead yang lemah terhadap cahaya atau sihir suci. Undead disini bukanlah makhluk panggilan dari Lich atau semacamnya. Tapi memang benar-benar makhluk Undead.
Selain itu, Ras Naga juga cukup banyak. Walaupun Naga juga memiliki beberapa Sub cabang spesies seperti Naga tanah, Naga Air, Naga Api dan semacamnya. Namun kelemahan mereka terletak di arogansi mereka yang sering meremehkan lawan. Selain itu, terdapat sisik terbalik yang sangat rentan terkena serangan.
__ADS_1
Banyak informasi yang Shiro tanyakan terkait dengan musuh yang berada di luar sana. Ia tak lupa mencatat semuanya, kali aja bisa berguna ketika ia masuk ke dalam Gate dan bertemu dengan monster-monster itu.
"Tuan, kenapa setiap pahlawan yang mati, akan menjatuhkan Scroll Skill. Bukannya ini akan membuat kami para Pahlawan akan saling bunuh?"
"Masalah ini saya juga kurang tahu, karena hal ini tidak terjadi di Endless Land. Mungkin ini hukum dunia ini yang ingin membuat Manusia lebih kuat, dan bisa mewariskan kemampuan mereka ke generasi mendatang."
Shiro hanya bisa mengangguk mendengarkan penjelasan dari Proyeksi Lelaki tua itu. Memang, setiap sesuatu yang ada pasti memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Semuanya memiliki pro dan kontra.
Kemunculan Scroll Skill memang merugikan jika hal ini diketahui oleh masyarakat umum. Saling bunuh tidak akan terhindari, namun sampai saat ini, keadaan masih bisa terhindari karena Asosiasi Pahlawan dapat mengontrol berita tentang ini. Jadi keuntungannya lebih menonjol.
"Tuan, setahuku setiap Ras memiliki metode latihannya tersendiri. Adakah metode latihan tingkat tinggi untuk Ras manusia yang bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat." Shiro bertanya dengan serius.
Ia masih menganggap kekuatannya masih agak terlalu lemah, masih kurang bervariasi. Ia merasa masih ada perbaikan dalam hal kemampuan.
"Hoho... pertanyaan yang menarik, aku juga ingin mendengarnya!" ucap Ketua Asosiasi yang baru datang dengan membawa Hamburger.
Mendengar jawaban dari Lelaki tua itu, Shiro agak kecewa. Ia kira bakal ada metode latihan khusus yang bisa meningkatkan kekuatan. Namun mengingat mereka juga berasal dari Bumi yang tiba-tiba muncul kekuatan super, tidak heran bila mereka tidak memiliki banyak metode pelatihan.
"Itu cukup bagus, bisakah itu diajar terhadap manusia dunia ini?" berbeda dengan Shiro yang kecewa, Ketua Asosiasi cukup optimis.
"Tentu, akan ku buatkan salinannya!" jawab Lelaki tua itu.
Ketua Asosiasi mengangguk setuju, namun ia tiba-tiba tersentak: "Tunggu, bisakah kau menyalin teknologi atau informasi yang kau miliki ke buku lain?"
"Tentu saja!"
__ADS_1
"Sial, tahu begitu, aku tidak perlu repot-repot menyalinnya sendiri!" ucap Ketua Asosiasi dengan kesal.
Shiro hanya bisa terkekeh melihat perubahan sikap Ketua Asosiasi. Ia tidak bisa membayangkan semua semua perjuangan Ketua Asosiasi dalam mencatat semua informasi dan teknologi yang ada pada lelaki tua itu selama beberapa jam terakhir. Pasti melelahkan.
Dan ternyata usaha yang melelahkan itu bisa dipermudah dengan meminta salinannya saja. Bukankah ini mengkhianati kerja kerasnya?
Shiro hanya bisa tersenyum dan berniat untuk keluar. Pertanyaannya banyak tentang God, namun ternyata Lelaki tua itu tidak bisa memberitahunya.
Jadi pertanyaan yang ia miliki hanya bisa disimpan. Dan ia bersiap untuk pergi dari sana.
"Nak, tunggu sebentar. Aku ingin minta tolong padamu! Bisa ?"
Ketika ia hendak berjalan keluar, Ketua Asosiasi menghentikannya. Ia pun berhenti dan bertanya balik kepada Ketua Asosiasi: "Apa dulu?"
"Kami kekurangan wasit dalam acara pertandingan antara akademi. Banyak pahlawan yang beraktivitas diluar. Lagipula kau sedang libur kan?"
Shiro berpikir sebentar, memikirkannya ia merasa tak masalah. Lagipula ia ingin melihat Battle Academy yang tidak kesempaian ia ikuti. Shiropun kemudian mengangguk: "Kapan?"
"Minggu depan, acaranya di Arena utama yang ada di tengah kota! Kami berharap padamu. Lagian kau memiliki kemampuan yang bisa membuat orang lain kehilangan kesadaran, ini sangat berguna dalam pertarungan para siswa agar tidak terjadi korban jiwa."
"Oke, tidak masalah. Jangan lupa hubungi aku ketika waktunya tiba."
Ketua Asosiasi mengangguk, dan Shiro berjalan keluar dari ruangan itu. Ia berjalan ke tengah perkotaan dan melihat Arena yang akan diadakan sebagai lokasi Battle Academy.
Ia menghabisi waktu sorenya menonton pertandingan antar para pahlawan yang ada di Arena saat ini. Walaupun ia merasa banyak sekali kelemahan saat pertandingan, tapi pertandingannya cukup menarik.
__ADS_1
Setelah puas menonton, ia kembali ke rumahnya. Ia awalnya terkejut ketika melihat rumahnya terbuka, namun ia teringat kalau ia sekarang tinggal bersama Ume. Sehingga ia menurunkan kewaspadaannya.
Jadi Ia masuk dengan santai dan tak lupa mengetuk pintu: "Aku pulang!"