
Shiro bersama Unseen memasuki Gua tempat Giant Cyclops berada.
Menurut deskripsi Ume, para Giant Cyclops berada di dalam Gua sekitar kurang dari satu kilometer setelah memasuki mulut Gua. Itu berarti jaraknya tidak terlalu jauh.
Memasuki Gua yang hanya ditemani oleh cahaya remang-remang dari dinding kristal yang memancarkan cahaya samar. Walaupun tidak terang, namun cahaya dari kristal cahaya tersebut dapat digunakan untuk menerangi jalan.
Semakin dekat dengan lokasi para Giant Cyclops, Shiro semakin waspada. Ia memasuki kondisi Stealth dan Unseen juga mulai bergerak melalui bayang-bayang.
Tak ada jebakan yang ditemui Shiro dan Unseen selama dalam perjalanan, itu menandakan bahwa Giant Cyclops bukanlah makhluk atau Ras yang cukup cerdas.
Mereka cenderung hanya mengandalkan otot dan kekuatan yang mereka miliki. Dan tentunya, perut yang mengendalikan semua itu.
Akhirnya Shiro sampai ke tempat para Giant Cyclops berada. Shiro memandang Unseen yang bersembunyi tidak jauh dari sana, "Mari kita mulai."
Shiro dan Unseen langsung bergerak ke dalam Gua yang lingkungannya cukup besar, keduanya berpencar. Shiro tidak menyangka ada ruangan sebesar ini di dalam perut gunung berapi.
Untung saja tidak ada yang namanya rumah di dalam Gua ini. Para Giant Cyclops sepertinya beristirahat begitu saja di sembarang temoat di dalam Gua ini. Jadi Shiro dapat dengan mudah mengunci target.
Shiro mengganti Twin White Tiger dengan Katana miliknya. Ia mendatangi salah satu Giant Cyclops yang masih tertidur.
Mengaktifkan Skill Dream yang ada di dalam Katana miliknya, Shiro berniat untuk membunuh musuh secara diam-diam.
Slasshhh~
Setelah mengaktifkan skill Dream kepada Giant Cyclops yang ada di depannya, Shiro langsung menebas lehernya.
Giant Cyclops mati begitu saja tanpa meninggalkan suara sedikitpun. Shiro tak tinggal diam, ia langsung mencongkel satu-satunya bola mata Giant Cyclops tersebut, lalu melubangi perut Giant Cyclops untuk mengambil Inti Kristal yang ada di dalam perutnya.
Setelah itu, Shiro kembali melanjutkan mencari mangsa tanpa perlu menunggu lama.
Inilah keunggulan skill Dream dalam serangan diam-diam. Tanpa suara dapat membunuh musuh dengan cepat, tanpa diketahui lawan-lawan lainnya. Sehingga Shiro bisa melakukan kombo pembunuhan secara terus menerus.
Shiro melanjutkan mencari target, ia mengabaikan Giant Cyclops yang masih terjaga. Targetnya kali ini adalah Giant Cyclops yang sedang beristirahat.
Slasshhh~
__ADS_1
Sekali lagi Shiro mengaktifkan skill Dream dan membunuh Giant Cyclops dalam diam. Setelah membunuh ia dengan sigap mengambil kedua material berharga dari tubuh Giant Cyclops dan kembali memasuki Stealth untuk mencari target berikutnya.
Saat ini Shiro berada di tengah-tengah ruangan, ia bisa melihat keseluruhan ruangan secara jelas. Ia bisa memastikan Tata letak para Giant Cyclops.
Selain dari dua Giant Cyclops yang dibunuhnya sebelumnya, terlihat masih ada satu lagi Giant Cyclops yang sedang tertidur, namun Giant Cyclops tersebut tampak berbeda dengan Giant Cyclops yang lain.
Giant Cyclops itu berada di tempat yang cukup tinggi, diatas bukit kecil. Selain itu, ada alas daun-daun tempatnya tidur, berbeda dengan tempat lainnya yang tidak beralaskan apapun.
Selain itu, Giant Cyclops tersebut memiliki ciri lain yang membedakannya dengan Giant Cyclops lainnya. Perbedaannya terletak pada adanya satu Tanduk kecil diatas satu-satunya matanya. Dan juga, bulu mata Giant Cyclops itu lebih lentik daripada Giant Cyclops yang lain.
Karena Giant Cyclops bertanduk satu itu tidur sambil dikelilingi oleh empat Giant Cyclops lainnya yang berjaga disisinya, Shiro dapat menebak kalau Giant Cyclops tersebut adalah kepala sukunya.
"Tunggu, sepertinya aku perlu memberi nama kepada Giant Cyclops tersebut. Aku beri nama apa ya?"
Shiro mencoba memikirkan nama untuk Ketua Suku Giant Cyclops. Kemudian Ia mendapatkan sebuah ide.
"Bagaimana kalau One-Horned Giant Cyclops? Oke, fix. Namanya One-Horned Giant Cyclops."
Setelah Shiro memutuskan nama dari Ketua Suku Giant Cyclops, terlihat One-Horned Giant Cyclops tampak tersenyum bahagia. Sepertinya ia suka nama pemberian Shiro.
Ketika One-Horned Giant Cyclops berbalik, Shiro terkejut, matanya berbinar. Sebab, Ia melihat sebuah Orb yang terselip di celana tarzan yang dipakai oleh One-Horned Giant Cyclops.
"Sepertinya perjalananku tidak sia-sia." Shiro bergumam pelan sambil menjilat bibirnya.
Shiro mulai bergerak mengendap-endap, mencoba mendekati One-Horned Giant Cyclops yang tertidur dengan penjagaan ketat.
Ketika jarak Shiro dengan lokasi One-Horned Giant Cyclops mencapai 100 meter, mata One-Horned Giant Cyclops tampak berkedut, seperti akan bangun. Shiro langsung kembali mundur.
Melihat One-Horned Giant Cyclops yang kembali tidur, Shiro tampak mengerinyit. Ia pun akhirnya mengambil keputusan.
Mengambil material biasa berbentuk bola, Shiro menjentikkan jarinya dan mengaktifkan skill Switch.
Ctekkk~
Targetnya adalah menukar Material Bola biasa itu dengan Orb yang dimiliki oleh One-Horned Giant Cyclops.
__ADS_1
Karena jaraknya memungkinkan, Shiro akhirnya berhasil menukar Orb tersebut dengan material bola biasa.
Namun yang mengejutkan, Aura Shiro langsung berkurang setengahnya. Shiro langsung terkejut merasakan ini.
Soalnya kapasitas Aura Shiro tidak jauh berbeda dengan Aura yang dimiliki oleh Mage tingkat S. Bahkan bisa lebih banyak.
Baru kali ini Shiro menggunakan Orb sebagai target Switch, sehingga ia terkejut dengan konsumsi Aura yang terjadi.
Tapi Shiro tidak terlalu merisaukannya, Ia bisa mengisi Aura dengan cepat melalui metode pernapasannya. Ia lalu memandang Orb ditangannya dengan full senyum.
"Hehe~ Lumayan, dapat Rezeki nomplok."
...****************...
Disisi lain.
Unseen yang berpisah dengan Shiro, juga tidak tinggal diam. Ia melihat Shiro dapat dengan mudah membunuh mangsa yang sedang tidur, jadi Ia mulai mencari target yang sedang tertidur juga. Namun sayang, ia tidak menemukannya.
Ia tidak berani membunuh langsung Giant Cyclops yang sedang berjaga, bukan karena takut, tapi ia takut mengacau Shiro yang melakukan taktik grilliya.
Unseen masih setia menunggu kesempatan, ia tetap sabar, karena kesabaran adalah kunci menjadi seorang Assassin yang sebenarnya.
Penantian Unseen berbuah manis, ia melihat salah satu Giant Cyclops berjalan menuju pintu keluar Gua.
Melihat ini, Unseen merasa kesempatannya sudah muncul. Ia diam-diam mengikuti Giant Cyclops yang berjalan di lorong menuju pintu keluar Gua.
Dari jauh, Shiro juga melihat salah satu Giant Cyclops menuju ke luar. Namun ketika ia melihat Unseen mulai bergerak mengikuti Giant Cyclops tersebut, Shiro membiarkannya.
Shiro menyerahkan yang satu itu kepada Unseen.
Unseen terus mengikuti Giant Cyclops tersebut, tampaknya kesadaran Giant Cyclops tersebut cukup lemah, sehingga persembunyiannya yang cukup dekat dengan Giant Cyclops tidak ketahuan.
Merasa jaraknya cukup jauh dari lokasi para Giant Cyclops berada, Unseen merasa ini waktu yang tepat untuk melakukan penyergapan.
Unseen akhirnya mulai bergerak untuk membunuh Giant Cyclops tersebut.
__ADS_1