
"Shiro, ada bahaya di depan!" Suara Unseen tiba-tiba terdengar di benak Shiro ketika memasuki Gua.
Shiro tertegun, ia langsung menghentikan langkahnya.
Menyadari Shiro berhenti, Shiryuu-senpai bertanya kepada Shiro, "Kenapa Shiro ?"
"Tidak ada apa-apa senpai, aku cuma mengingat sesuatu." jawab Shiro.
"Oke, mari kita masuk lebih dalam, biar udara dingin tidak menerpa kita."
"Ya."
Shiro memandangi punggung Shiryuu-senpai dan teman-teman lainnya yang berada didepannya.
"Huh, Ambil ini, untuk berjaga-jaga." Desah Shiro ringan, sambil bicara kepada Unsee.
Shiro mengeluarkan Sebuah benda dan membuat benda tersebut dalam keadaan semi-tranparan. Shiro menyerahkan benda tersebut kepada Unseen.
Unseen menangkap benda tersebut dan memandang Shiro, "Baiklah, aku tahu apa yang harus ku lakukan."
Shiro mengangguk dan berjalan masuk ke dalam Gua, mengikuti Shiryuu-senpai dan yang lainnya.
Tak lupa ia memberikan Aura nya ke benda-benda sekitarnya, terutama di dekat pintu masuk Gua.
Shiro berjalan cukup cepat, menyusul Shiryuu-senpai dan yang lainnya. Lalu ia bertanya kepada Shiryuu-senpai, "Senpai, apakah tidak ada bahaya di dalam sana ? "
"Iya senpai, para Roh disekitaku juga memperingatkanku akan bahaya di depan. "Timpal Denshu yang mulai merasa tidak nyaman.
Brendy pun mengangguk, instingnya juga merasakan hal yang sama.
"Tak perlu takut, kan ada aku disini." ucap Shiryuu-senpai sambil menunjuk dirinya sendiri.
Denshu dan Brendy mencoba bernafas lega, mereka mencoba untuk mempercayai Shiryuu-senpai. Namun tidak dengan Shiro, ia merasakan bahwa ada Bahaya yang nyata didepan sana.
"Huh, sebenarnya didepan ada Giant Polar Bear yang sedang tertidur."
Shiryuu-senpai tidak bisa menyembunyikannya lagi ketika melihat ekspresi curiga dari Shiro dan yang lainnya.
"Eh, bukankah itu bahaya Senpai ?" Denshu agak takut ketika mendengar itu.
Karena setau dirinya, Giant Polar Bear sangatlah berbahaya. Ia memiliki tubuh yang besar sekitaran 5-10 meter, meski tubuhnya besar, ia memiliki kecepatan yang cukup cepat. kekuatan Giant Polar Bear juga sangat besar, serangannya mengandalkan cakaran dan gigitan.
Giant Polar Bear memiliki bulu yang tebal, sehingga pertahanannya juga sangatlah keras. Sulit menerobos pertahanannya tanpa senjata atau serangan yang memiliki efek penetrasi armor.
__ADS_1
Denshu, Brendy, dan Shiro menunggu jawaban Shiryuu-senpai.
Namun Shiryuu-senpai hanya tersenyum. "Tidak apa-apa, itu memang sengaja disiapkan oleh ku sebagai ujian kalian untuk lulus proses magang kalian."
"Tapi senpai..." Denshu mencoba berbicara namun perkataannya dipotong oleh Shiryuu-senpai.
"Sudah ku bilang kalau ada aku disini, atau sebenarnya kalian itu seorang pengecut? Aku sudah susah payah mencari objek sebagai ujian kalian, dan ini sikap kalian ? Sepertinya kalian tidak cocok untuk menjadi pahlawan." Shiryuu-senpai sedikit menaikkan nada suaranya, ada sedikit kekecewaan yang terukir diwajahnya.
Shiro dan yang lainnya tertegun mendengar ucapan Shiryuu-senpai. Ini juga pertama kalinya bagi mereka mendengar nada Shiryuu-senpai yang meningkat.
Denshu dan Brendy menggertakan giginya, mereka seakan terhina oleh ucapan Shiryuu-senpai.
"Aku tidak takut." ucap Brendy mencoba memberanikan diri.
"Aku juga." Denshu ikutan.
Shiryuu-senpai tersenyum, lalu memandang Shiro. "Bagus, bagaimana denganmu Shiro ?"
"Apakah ada pilihan lain?" jawab Shiro.
Shiryuu-senpai memandang Shiro dan yang lainnya, "Bagus, inilah yang seharusnya dilakukan seorang pahlawan, tak kenal takut, mari masuk ke dalam."
"Baik senpai." ucap Brendy dan Denshu. Namun tidak dengan Shiro.
Shiro tersenyum dan menjawab, "Iya, aku punya pertanyaan, bagaimana dengan proses penilaiannya dilakukannya ? dan kapan kami harus bertarung melawan Giant Polar Bear tersebut?"
"Pertanyaan yang bagus, dengarkan baik-baik ya."
Shiro, Brendy dan Denshu memfokuskan diri ke Shiryuu-senpai. Mereka harus mencerna informasi mengenai penilaian yang harus dilakukan.
"Begini, kalian akan lulus kalau berhasil mengalahkan Giant Polar Bear tersebut, tentu saja dengan kerja sama kalian, itu akan mudah."
Shiro dan yang lainnya mengangguk, mereka percaya diri dengan kemampuan mereka dalam kerja sama.
"Untuk waktunya, ketika kalian masuk ke dalam sana. Di dalam sana ada ruangan besar dan Giant Polat Bear. Kalian harus bisa membunuhnya sebelum kalian diperbolehkan untuk istirahat. Apakah kalian mengerti ? "
"Ya senpai." ucap Shiro dan yang lainnya.
"Sebelum terlalu larut, kita bergegas ke dalam. Oh ya, ada hadiah juga kalau kalian berhasil mengalahkan Giant Polar Bear tersebut, kalian bisa memilih satu Gulungan Skill yang das di dalam sana."
Mendengar ada hadiah, mereka cukup bersemangat. Mereka pun berpikir, sepertinya ini sudah biasa dilakukan oleh Keluarga Yuki.
Shiro pun memikirkan hal yang sama, namun ia masih penuh rasa kecurigaan, tidak mungkin hanya cuma Giant Polar Bear, membuat Unseen dan Para Roh elemen disekitarnya memperingati mereka semua akan sebuah bahaya.
__ADS_1
Selain itu, Shiro memikirkan ucapan Unseen ketika memasuki Gate ini pertama kalinya.
' Sepertinya ada sebuah rahasia di dalam Gate ini.' pikir Shiro.
Shiro mengikuti Shiryuu-senpai dan yang lainnya masuk kedalam. Ia berharap semohlga tidak ada hal buruk yang akan terjadi.
Meskipun ada sebuah jebakan di dalam, Shiro yakin, ia bisa lolos dengan mudah.
Mereka semakin masuk ke dalam Gua, suasana di dalam Gua semakin gelap, Udara pun mulai menipis.
Mereka ingin menggunakan senter sebagai penerangan, namun Shiryuu-senpai melarangnya.
Shiryuu-senpai berkata kalau cahaya mungkin akan membangunkan Giant Polar Bear terlebih dahulu sebelum mereka sampai.
Shiryuu-senpai juga menjelaskan bahwa mereka bisa menyerang Giant Polar Bear yang sedang tertidur dan bisa menggunakan segala macam cara untuk mengalahkan Giant Polar Bear tersebut.
Hal itu membuat Denshu dan Brendy bersemangat, sehingga mereka menuruti ucapan Shiryuu-senpai.
Namun Shiro merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Ia merasa bahwa kan ada yang tidak beres di depan sana.
Walaupun Shiro mengikuti saran Shiryuu-senpai, ia tetap sangat waspada. Ia terus memeriksa lingkungan sekitar dengan persepsi miliknya.
Anehnya, Shiro tidak menemukan adanya keanehan maupun jebakan di sepanjang Gua.
Menyadari keanehan ini, Shiro menjadi semakin curiga. Ia terus mengikuti Shiryuu-senpai sambil menggunakan kemampuan persepsinya.
Di lorong gelap didepan sana, Shiro merasakan bahwa ada sebuah ruangan yang sangat besar, hampir seluas setengah lapangan sepak bola. Ia juga merasakan ada 3 Aura makhluk hidup didalamnya.
Merasakan hal ini, Shiro memandang Shiryuu-senpai dengan curiga.
Merasakan ada yang menatapnya, Shiryuu-senpai melihat ke arah Shiro, "Ada apa Shiro ? Kenapa kau menatapku seperti itu ? "
Shiro menunjuk ke depan, "Ada 3 Giant Polar Bear di depan sana."
"Terus kenapa ? Itu sama dengan jumlah kalian kan? Selain itu, mereka sedang tertidur sekarang. Kalian bisa menyerang mereka diam-diam. Kalau hoki, kalian bisa membunuh 2 ekor dengan serangan diam-diam."
Denshu dan Brendy agak merinding ketika Shiro berkata kalo ada 3 Giant Polar Bear di depan sana. Namun mereka tidak bisa memprotes keputusan Shiryuu-senpai. Bisa-bisanya mereka tidak akan lulus program magang ini.
"Apakah kalian semua takut ?" tanya Shiryuu-senpai.
"Tidak." ucap ketiganya memberanikan diri.
Shiryuu-senpai memandang ketiga Shiro dan yang lainnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagus, kalau begitu. Ujian Magang kalian.... ..DIMULAI !"