
Keesokan harinya, setelah kemarin melakukan Technical Meeting, hari ini adalah hari dimulainya Battle Academy.
Tentu saja, hari pertama adalah tes akademik. Tes yang paling dibenci oleh Shiro, walaupun ja belum pernah sekalipun mencoba tes ini. Untung saja ia tidak pernah ikut atau melakukan tes ini, baik untuk kegiatan Battle Academy, maupun kelulusan di Academy. Ia beruntung bisa lulus jalur Giveaway.
Pada tes Akademik, setiap siswa masuk ke ruang yang sama untuk mengerjakan soal yang telah disediakan. Mereka bebas untuk mengerjakan soal tersebut, terserah bagi mereka mau diisi sepenuhnya atau hanya kosong. Mereka juga bisa saja menggunakan skill mereka untuk mencontoh peserta lain. Dengan catatan untuk tidak ketahuan oleh pengawas.
Jika ada peserta yang ketahuan mencontoh baik menggunakan kemampuan atau tidak, ia akan langsung di diskualifikasi, ia tidak akan bisa mengikuti tes tahap berikutnya.
Tes ini kedengarannya menarik bagi Shiro, ia berpikir kalau tes ini sangat mudah baginya jika ia merupakan seorang pengawas tahap ujian ini. Ia bisa saja menggunakan persepsinya untuk melihat peserta mana saja yang menggunakan skill mereka. Namun sayangnya ia tidak bertugas di tahap ini, sehingga ia tidak bisa berbuat seenaknya untuk peserta tahap pertama ini.
Meskipun hari pertama adalah tes akademik yang tidak ada hubungannya dengan dirinya yang bertugas di Tes tahap kedua dan tahap ketiga, namun Shiro hari ini masih bekerja.
Hari pertama ketika setiap peserta melakukan tes akademik, tugas pengawas tes tahap kedua yaitu memastikan keamanan Gate.
Ada sekitar 15 pahlawan yang bertugas di ujian tahap kedua, salah satunya adalah Shiro. Tugas mereka yaitu memastikan keamanan Gate, baik dari pihak internal maupun eksternal Gate.
Mereka juga memastikan tidak ada orang lain yang memasuki Gate ini sebelum atau saat tes tahap kedua dimulai, selain para peserta.
Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya para Guru atau peserta yang diam-diam masuk ke dalam Gate untuk mengumpulkan informasi tentang Gate tersebut. Kejadian ini pernah beberapa kali terjadi, tentunya kebanyakan dari mereka ketahuan oleh pengawas dan langsung di diskualifikasi.
Selain mencegah bocornya informasi, mereka juga bertugas menyisiri area didalam Gate, mereka memastikan keamanan setiap lokasi, dan mencegah adanya orang lain yang bersembunyi di dalam Gate.
"Kalian tahu tugas kalian, sekarang lanjutkan!" ucap Ketua Asosiasi setelah melakukan Briefing ringan dengan para pengawas ujian tahap kedua.
__ADS_1
"Ya!"
Kelima belas pengawas tersebut langsung bergegas masuk ke dalam Gate. Mereka sebelumnya telah diberi lokasi patroli mereka saat briefing.
Shiro diberi area patroli di sekitar air terjun. Area disana terdapat air terjun yang cukup indah namun sangat tinggi dan dibawahnya mengalir sungai yang cukup berbahaya. Selain itu, tebing batu disana juga cukup terjal.
Ngomong-ngomong, karena kemampuan Frost Wing yang ia miliki, Shiro ditugaskan untuk mengawasi area ini.
Shiro langsung menyusuri area tersebut secara diam-diam. Ia tidak mengganggu aktivitas monster di sekitar sana. Sebab, monster-monster ini tidaklah berbahaya dan merupakan target para peserta untuk mengumpulkan poin.
Ketika ia menyusuri sekitar air terjun, Shiro tidak menyangka akan menemukan sebuah terowongan di balik air terjun. Ia merasa kalau terowongan ini sangat mencurigakan, sehingga ia memutuskan untuk memasukinya.
Memasuki keadaan tak terlihat, Shiro diam-diam memasuki terowongan itu. Ada beberapa obor yang melekat di dinding terowongan, sehingga Shiro dapat melihat dengan mudah.
Setelah mencari ujung jalan, Shiro tidak menemukan banyak bahaya ataupun ruang rahasia lain. Di dalam terowongan ini ada cukup banyak monster yang tertidur. Sepertinya terowongan ini sudah dieksplorasi dan dijadikan salah satu tempat tersembunyi untuk para peserta dalam grinding monster.
Shiro kemudian keluar dari terowongan tersebut dan kini memasuki sungai yang ada di sekitar sana.
Setelah berenang dan menyelam beberapa kali dalam 30 menit, Shiro tidak menemukan kelainan apapun. Sehingga ia memutuskan kalau tidak ada bahaya di sungai ini. Ia pun sekali lagi menyusuri area patrolinya pada ujian tahap kedua, ia pun akhirnya menetapkan bahwa tidak ada bahaya tersembunyi di area tugasnya.
"Saatnya kembali!"
Shiro memutuskan untuk kembali. Tugasnya telah selesai, ia tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan kawasan patroli pengawas lainnya. Karena mereka terpilih menjadi pengawas, mereka pasti memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk mengatasi permasalahan yang ada.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan kembali, Shiro terhenti sebentar. Ia memandangi sekelompok Blood Wolf yang sedang berburu. Namun yang menjadi fokus Shiro bukanlah kawanan Blood Wolf, melainkan seekor Blood Wolf yang tidak ikut berburu bersama kawanan mereka yang lain.
Seperti yang kita ketahui, Monster sejenis serigala merupakan hewan sosial, mereka selalu melakukan aktivitas bersama. Jarang sekali ada Serigala yang bertindak sendiri, kecuali seekor Lone Wolf yang telah kehilangan kawanannya atau Serigala tersebut memiliki penyakit seperti rabies.
Jika hanya karena Rabies atau seekor Lone Wolf, Shiro tidak akan repot-repot untuk berhenti memperhatikannya.
Blood Wolf penyendiri itu memandang Blood Wolf lainnya dengan ekspresi meremehkan. Selain itu, Shiro juga merasakan Aura Jahat pada Blood Wolf penyendiri itu.
"Tidak salah lagi, Blood Wolf itu seekor Iblis."
Shiro yakin kalau Blood Wolf ini telah dirasuki Iblis. Meskipun begitu, ia tidak langsung bertindak. Kawanan Blood Wolf belum pergi jauh. Ia akan melakukannya setelah Blood Wolf penyendiri ini terpisah jauh dari kawanannya.
Penantian Shiro tidak lama, karena sikap sombong dan arogannya, Blood Wolf penyendiri itu terpisah jauh dengan Blood Wolf yang lain. Shiropun akhirnya mulai bergerak.
Mengeluarkan Katana miliknya yang hampir berkarya karena jarang digunakan, Shiro menggunakan skill Dream untuk menina bobokan Blood Wolf Iblis itu.
Shiro tidak ingin menyakiti Blood Wolf Iblis ini terlalu banyak, karena ia cukup penasaran, baru kali ini ia bertemu Iblis dalam wujud monster biasa, bukan monster humanoid.
Dari Auranya, Shiro dapat menebak kalau Iblis ini adalah iblis tingkat rendah. Sehingga skill Dream berpengaruh cukup banyak pada Iblis itu.
Blood Wolf Iblis itu akhirnya tertidur. Shiro melihat-lihat tubuh Blood Wolf Iblis itu. Ia mencoba mencari perbedaan antara Blood Wolf biasa dengan Blood Wolf Iblis. Namun sayang, selain Aura, tidak ada perbedaan lainnya yang ditemukan. Sehingga Shiro hanya bisa menyerah.
Walaupun begitu, Shiro tidak berniat membiarkan Iblis itu tinggal di dalam Gate. Entah rencana apa yang dimiliki Iblis ini. Selain itu, Iblis ini berbahaya bagi para peserta. Jadi Shiro berniat membawanya.
__ADS_1
"Hm.. Mungkin lebih baik diserahkan saja kepada Ketua Asosiasi." pikir Shiro.
"Ya, benar. Anggap saja ini hadiah dariku kepada Ketua Asosiasi karena telah merepotkanku." kekeh Shiro sambil menunjukkan seringai jahat.