
Shiro keluar dari ruangan rahasia, disaat Ketua Asosiasi sedang gencar-gencarnya menerima semua ilmu teknologi yang akan diberikan oleh Lelaki tua itu.
Selama di dalam, waktu berlalu cukup lama, sekarang sudah siang. Shiro lapar, untungnya ia berhasil keluar diam-diam. Namun ia juga bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tentang dunia yang ia tinggali saat ini.
Ia dulu berasal dari Bumi, dan sekarang, setelah kematiannya ia diberi kesempatan untuk menjalani hidup sekali lagi, dan juga tinggal di Bumi. Shiro tidak tahu Bumi saat ini sama dengan Bumi tempatnya hidup sebelumnya, atau ini Bumi dari Multiverse yang berbeda. Shiro tidak tahu.
Ia bisa saja bertanya kepada Sistem, namun ia juga percaya kalau Sistem tidak akan memberikan jawaban kepadanya. Ia palingan disuruh untuk mencari tahu jawabannya sendiri.
Sungguh Sistem yang tidak berguna.
Shiro berjalan ke ruang Kantor tempat Ketua Asosiasi berada, didalam sana terlihat Anastasya dan Brewthern yang sedang sibuk menyusun berkas yang berserakan dan menandatangani dokumen-dokumen tersebut.
Melihat kedatangan Shiro, Anastasya bertanya: "Zero, dimana Ketua?"
"Oh, Ketua ada yang perlu ia lakukan. Jadi sedang tidak bisa kembali saat ini." jawab Shiro.
"Sepenting itu kah?" tanya Anastasya kembali.
"Ya, sangat penting! Ini semua berhubungan dengan perkembangan Umat manusia. Tunggu saja, ketika ia kembali, pasti ia akan sangat kegirangan."
"Oke kalau begitu. Ngomong-ngomong, bisakah kau membantu kami?"
"Maaf, aku bukan orang pintar seperti kalian. Aku saja tidak lulus sekolah. Yang ku tahu hanyalah bertarung. Jadi masalah begituan, aku tidak menegerti!" jawab Shiro mengada-ada.
"Huh~ Ya sudah, ngomong-ngomong, kenapa kemari?" tanya Anastasya sambil mendesah berat.
"Aku hanya ingin ngajak kalian makan siang bareng, lihat! sekarang udah tengah hari. Kalian ga capek kerja terus?" ucap Shiro.
"Eh...udah siang kah?" Brewthern kaget. Kemudian ia merapihkan semua berkasnya dan bersiap pergi.
"Oke, kami ikut!" jawab Anastasya.
__ADS_1
Kemudian ketiganya pergi ke Kafetaria. Ketiganya makan bersama dan mengobrol banyak hal. Anastasya dan Brewthern banyak bertanya kepada Shiro tentang pengalamannya selama berpetualang.
Shiro tersenyum, ia menjawabnya dengan nada Antusias: "Beh... Seru banget. Banyak hal yang bisa kau lihat di luar sana. Pemandangan yang indah, udara yang segar, dan banyak lagi. Pokoknya seru deh!"
"Aku iri denganmu!" ucap Anastasya yang membuat Brewthern juga mengangguk.
"Kalo begitu, kenapa kalian tidak ikut saja denganku?" ajak Shiro.
Sebenarnya ajakan Shiro hanyalah sebuah candaan. Meski keduanya ingin ikut, palingan mereka hanya akan diajak piknik saja. Anastasya dan Brewthern juga tahu akan hal ini.
Selain itu, meskipun mereka lelah akibat pekerjaan mereka sehari-hari, namun ini cukup menyenangkan. Bukan karena mereka suka bekerja, tapi melalui pekerjaan mereka sebagai Asisten, mereka bisa mengetahui informasi dengan sangat cepat. Selain itu, mereka tidak perlu repot-repot bertarung seperti pahlawan lain.
"Maaf, kami menolak. Tapi lain kali, jangan lupa rekomendasikan tempat--tempat bagus yang memiliki pemandangan yang indah dan tidak banyak pengunjung."
"Itu hal yang gampang, kriteria apa yang kalian inginkan, pegunungan? Hutan? Pantai? Danau? akan ku kirimkan foto-foto indah itu kepada kalian, dan kalian hanya perlu memilih, aku akan mengantar kalian kesana!"
Mereka bertiga mengobrol banyak hal, sampai jam makan siang mereka selesai. Hidangan yang disajikan juga cukup lengkap, tak hanya enak, tapi juga sangat bergizi tinggi.
Selain itu, item tak terpakao di penyimpanannya cukup banyak, sehingga banyak hal yang perlu di kosongkan.
Pada makan siang tadi juga, Brewthern memberitahunya tentang Black Market yang telah buka dari kemarin malam di Kota A. Jadi Shiro berniat untuk menjual ataupun melelang item-item langkanya di Black Market.
Item yang ingin dijual seperti beberapa taring para Orc yang menumpuk di inventorynya ataupun beberapa herbal yang ia petik selama petualangannya.
Untuk item lelang, tidak banyak yang bisa ia lelang. Orb sangat bernilai tinggi dan pasti akan laku keras jika dilelang, namun ia tidak berniat untuk melelang Orb.
Jika ada Orb yang dilelang, mungkin akan terjadi Kekacauan saat lelang berlangsung. Shiro tidak ingin suasana lelang yang tenang berubah menjadi kacau. Jadi item yang ingin ia daftarkan sebagai item lelang adalah Trisula yang diberikan Pemimpin suku Lizardman kepadanya.
Selain Trisula, Shiro juga berniat melelang Bulu Monster Yeti, Racun korosi yang dimiliki Suku Lizardman, Satu Jubah Lich, dan Item yang bisa menghidupkan Api di dalam air.
Semuanya adalah item langka yang sulit untuk didapatkan, bahkan beberapa diantaranya sulit untuk ditemukan.
__ADS_1
Shiro masuk ke sebuah Gang kecil dan masuk ke sebuah rumah yang Brewthern katakan kepadanya.
Meskipun Black Market sangat aktif pada malam hari, namun bukan berarti ia tidak akan buka pada siang hari. Siang hari Black Market tetap buka, namun intensitas jual-beli tidak seramai saat malam hari. Selain itu, beberapa toko besar seperti lelang juga hanya akan dimulai pada malam hari.
Shiro datang ke lokasi rumah lelang, ia kemudian mendaftarkan item-item yang ingin ia jual di pelelangan. Staf menyambutnya dengan hangat. Item-item yang ingin Shiro jual tentu sangat membantu pihak pelelangan dalam menambah daftar lelang yang dapat menarik Audience.
Selain itu, Shiro juga dapat melihat katalog item-item terkini yang akan dilelang besok malam. Sehingga ia bisa menyiapkan dana untuk membeli item-item menarik di pelelangan nanti.
Setelah dari rumah lelang, Shiro keluar dari Black Market, karena tidak ada hal lain yang perlu ia lakukan. Pakaiannya tidak ada yang rusak, dan senjatanya masih lengkap, jadi tidak ada yang perlu diperbaiki.
Setelah berkeliaran santai di perkotaan, hari telah berubah menjadi sore. Shiro kembali menuju Markas Pusat Asosiasi Pahlawan. Ia kembali untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada proyeksi Lelaki Tua yang muncul dari buku. Ia juga berharap urusan Ketua Asosiasi disana sudah selesai, sehingga gilirannya untuk bertanya bisa dilakukan.
Ketika memasuki ruangan rahasia, Shiro dapat melihat Ketua Asosiasi yang masih mencatat semua yang dikatakan oleh proyeksi lelaki tua itu.
Melihat ini, Shiro menepuk jidatnya. "Astaga, belum selesai juga rupanya!" ucapnya di dalam hati.
Ia ingin kembali, namun rasanya tanggung.
"Ketua, kau tidak ingin beristirahat? Sekarang hampir malam?" ucap Shiro.
"Eh, sudah sore? Bukannya sekarang masih pagi ya?" Ketua Asosiasi tidak menyadari berlalunya waktu.
"Tunggu sebentar, ini hampir selesai!" lanjutnya.
Shiropun menunggu hampir setengah jam, sampai akhirnya Ketua Asosiasi selesai.
"Shiro, aku lapar. Tunggu disini sebentar, aku akan melanjutkannya lagi nanti malam!"
Shiro hanya bisa mengangguk, ia mengagumi semangat Ketua Asosiasi yang mulai semakin tua ini. Setelah seharian belajar, ia masih merasa kurang dan ingin melanjutkannya nanti malam. Sungguh Ketua yang sangat berdedikasi tinggi.
"Karena Ketua telah pergi, sekarang giliranku!"
__ADS_1