
Walaupun rencananya cukup bagus, tapi Reno tahu resiko dari rencana miliknya. Ketika mereka keluar dari lingkungan asap ini, mereka mungkin akan diserang oleh para Blood Wolf yang berada tak jauh disana.
Satu-satunya cara untuk membuat mereka semua selamat, yaitu dengan membuat semua Blood Wolf memasuki lingkungan asap tersebut. Sehingga para Blood Wolf tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka.
Reno berpikir keras, ia ingin kedua kakak perempuannya selamat. Akhirnya ia mengambil keputusan yang cukup berani namun sangat berbahaya.
Sebagai seorang Assassin, ia terbiasa bergerak dan melihat dalam kegelapan. Selain itu, langkah diamnya tidak bisa di dengar oleh kedua kakak perempuannya di kondisi seperti ini.
Reno diam-diam berhenti mengikuti kedua kakak perempuannya yang berlari keluar dari jangkauan radius penyebaran asap tersebut. Kemudian ia berbalik, memanfaatkan kecepatannya yang sngat cepat. Ia keluar dari jangkauan asap terlebih dahulu.
Penampilannya dilihat oleh Blood Wolf yang menunggu di luar asap. Mereka semua menggeram keras ke arah Reno.
"Ayo kesini!"
Reno memprovokasi para Blood Wolf. Melihat mangsanya ingin kabur, kawanan Blood Wolf tidak akan membiarkan ini terjadi. Mereka semua langsung bergegas mengejar Reno.
Melihat para Blood Wolf mengejarnya sesuai rencana, Reno merasa lega, namun ia kembali serius. Karena semua Blood Wolf telah teralihkan kepada dirinya, saatnya ia berusaha untuk menghindari serangan kawanan Blood Wolf yang ganas.
Kecepatannya tidak bisa dibandingkan oleh para Blood Wolf yang ganas. Sehingga ia memilih untuk kembali memasuki Bom Asap yang ia keluarkan.
Para Blood Wolf tidak membiarkan ini terjadi, para Blood Wolf mengejar Reno dengan sekuat tenaga. Mungkin karena Bom asap sudah menyebar agak lama, sehingga pandangan para Blood Wolf dapat menemukan jejak Reno yang sedang melarikan diri.
Jarak antara keduanya semakin dekat, Reno tahu akan jarak diantara mereka. Kemudian ia menggertakan giginya lalu berbalik dan menyerang Blood Wolf yang paling dekat di belakangnya.
"Rasakan ini."
Mengepalkan sepasang Dagger yang cukup bercorak, Reno menebas Blood Wolf yang hampir menggigit dirinya.
Namun respon cepat dari Blood Wolf menyelamatkan nyawanya. Reno hanya menggores salah satu mata Blood Wolf.
Darah yang keluar dari dirinya, membuat mata Blood Wolf yang tersisa menjadi merah dan sangat ganas. Ini adalah kemampuan khusus Blood Wolf, Berserk. Sesuai namanya, ketika ia melihat ataupun mencium aroma darah, mereka akan berubah menjadi ganas dan stat mereka juga akan berlipat ganda.
"RAWRRR~" Blood Wolf yang terluka mengabaikan luka dimatanya, ia mulai mencakar Reno.
__ADS_1
Jarak keduanya yang sangat dekat, membuat Reno tidak bisa menghindar. Tangan kanannya terluka akibat mencoba menepis serangan dari Blood Wolf.
Namun serangan dari Blood Wolf sangat ganas, luka yang ia derita cukup dalam. Bahkan Dagger yang dipegangnya terlepas akibat serangan dari Blood Wolf itu.
Menahan rasa sakit di tangannya, Reno berusaha untuk kabur. Ia sadar kalau ia tidak bisa menghadapi Blood ini. Apalagi ada beberapa Blood Wolf lagi yang mengejarnya dari belakang.
"Sial. Aku tidak punya kartu as untuk kondisi seperti ini," gerutu Reno sambil terus berlari.
Karena luka yang diderita Reno dan Blood Wolf yang dilawannya, membuat Blood Wolf lainnya berubah menjadi ganas pula.
Kecepatan mereka jauh lebih cepat dari sebelumnya. Mereka dengan cepat menyusul Reno yang ada di depan.
Merasakan hawa dingin di punggungnya, Reno tahu kalau para Blood Wolf sudah sangat dekat dengan dirinya.
"Maafkan aku kakak! Sepertinya hidupku cukup sampai disini," gumam Reno ketika merasakan nasibnya akan berakhir.
Matanya terpejam pasrah sambil terus berlari. Ia sudah terima nasib yang akan ia hadapi. Air matanya perlahan mengalir dari sela-sela matanya yang terpejam. Namun ada sedikit kelegaan di hati Reno, karena dengan pengorbanannya, kedua kakak perempuannya berhasil melarikan diri dengan selamat.
Merasakan hawa busuk dari mulut Blood Wolf yang berada tepat di belakang kepalanya, Reno tersenyum dan bergumam: "Selamat tinggal kakak, aku selalu menyayangi kalian berdua."
"Ya, Aku juga."
Reno sepertinya sedang berhalusinasi, ia tidak percaya disaat kematian hampir datang kepadanya, ia bisa mendengar kalimat kasih sayang dari kedua kakak perempuannya.
Tiba-tiba ia merasakan sensasi lembut dan ukiran tangan yang mendekupnya. Tanpa sadar ia berhenti berlari, karena perasaan itu terasa sangat nyata. Ia serasa sedang dipeluk oleh seseorang.
"Jadi begini ya yang namanya kematian?" gumam Reno.
"Apa yang kau bicarakan sih? Buka matamu, Reno."
Mendengarkan omelan itu, Reno membuka matanya, kemudian Ia melihat kedua kakak perempuannya yang menatap dirinya sambil berlinang air mata.
"Eh.. apa yang terjadi?" tanya Reno bingung.
__ADS_1
"Bodoh!" dengan air mata yang masih berlinanh, Rena dan Reni memeluk Reno yang masih dalam kondisi bingung. Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
......................
Beberapa saat sebelumnya, Rena dan Reni menyadari kalau adiknya Reno menghilang. Mereka juga tahu kalau adiknya berusaha untuk mengorbankan dirinya.
Tanpa pikir panjang, keduanya sepakat untuk mengaktifkan Suar. Mereka berharap ada pengawas di dekat mereka dan bisa menyelamatkan adiknya yang berusaha untuk mengorbankan diri.
Melihat suar yang di telah terlontar ke angkasa, Shiro akhirnya tersenyum dan mulai bergerak.
Ia sudah lama mengikuti apa yang dilakukan ketiga bersaudara ini. Ia juga bisa melihat apa yang direncanakan oleh Reno. Namun ia belum berniat untuk bertindak untuk saat ini. Ia masih ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh kedua Saudara perempuan itu ketika berada di situasi saat ini. Apakah mereka akan menjadi egois atau tidak?
Melihat Suar yang mereka keluarkan, Shiro tersenyum. Ia pun akhirnya bertindak.
Shiro bisa merasakan Aura Reno di dalam bom asap itu. Hanya mengandalkan skill Switch, ia memindahkan tubuh Reno dengan batu biasa yang sudah dilengkapi Aura.
Batu ini adalah batu biasa yang sehari sebelumnya telah Shiro beri Aura. Ia sudah menyebarkan beberapa item atau material sederhana dengan Aura di dalam area pengawasannya sebagai tempat untuk membantu peserta yang terjebak dalam suatu masalah seperti saat ini.
Reno tidak menyadari kalau ia telah dipindahtempatkan, ia masih terus berlari sambil terpejam. Untungnya arah larinya sudah Shiro sesuaikan ke arah kedua Saudara perempuannya sehingga semua ini bisa terjadi.
Shiro dengan jubah hitamnya kemudian muncul di depan ketiga bersaudara itu yang saling berpeluang.
"Kalian gagal, mari kembali bersamaku," ucap Shiro.
Awalnya ketiganya terkejut dengan kedatangan sosok mencurigakan yang tidak mereka kenal. Namun setelah mendengarkan ucapannya, mereka akhirnya bernapas lega karena sosok misterius di depannya adalah seorang pengawas.
Shiro kemudian memimpin ketiganya keluar dari White Gate. Selama perjalanan, kedua Saudara perempuan itu sudah mendengar cerita dari adik laki-laki kecilnya tentang apa yang terjadi.
Mereka juga terkejut, lalu memandang pengawas berjubah hitam itu dengan ekspresi takjub.
"Terimakasih Tuan Pengawas!"
Setelah ketiganya keluar dari White Gate, mereka tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Shiro.
__ADS_1
Shiro hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan, sebelum akhirnya ia menghilang dan kembali ke posnya.