Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
205.


__ADS_3

Setelah mengantarkan ketiga bersaudara yang telah gagal itu, Shiro segera kembali ke posnya. Walaupun sudah ada Unseen yang ia tempatkan sementara disana, namun Shiro tetap kembali tepat waktu, untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi.


Bisa saja ia berkeliaran sementara karena sudah ada Unseen yang berjaga disaat. Namun Shiro tetap tidak mau mencampuri urusan orang lain, mereka sudah ada tugas masing-masing, tidak baik untuk ikut campur dalam pekerjaan. Sangat tidak profesional.


"Bagaimana? Ada masalah?" Sesampainya di pos jaganya, Shiro bertanya kepada Unseen.


"Tidak, kau baru pergi sebentar. Mana mungkin ada yang terjadi dalam waktu sesingkat itu," jawab Unseen dengan nada kurang puas.


Ia baru ingin bertugas untuk menggerakkan tulang dan sendi-sendinya yang telah lama tidak digunakan. Namun Shiro terlalu cepat kembali, sehingga ia merasa sangat kesal. Pemanasan saja belum, semuanya telah selesai begitu saja tanpa ada kesempatan untuk memulai.


Shiro tidak tahu apa yang dipikirkan Unseen, ia terus melanjutkan tugasnya dalam berpatroli melindungi para peserta yang berada di lingkungan tempatnya bertugas.


Selama seharian penuh, Shiro berpatroli, namun selain ketiga bersaudara yang telah ia kirim pulang, ia belum menemukan peserta lain yang datang ke wilayah patrolinya.


Ini adalah hal yang wajar, White Gate yang cukup luas, akan sulit untuk 16 tim yang beranggotakan 3 orang akan bertemu, apalagi eksplor tempat yang sangat jauh. Kemungkinannya tidak tinggi.


Jadi adalah hal wajar kalau Shiro tidak banyak bertemu dengan peserta ujian.


Seharian menunggu sampai malam berlalu, Shiro tidak menemukan peserta lain. Ia hanya bisa bermalam di lokasi patrolinya.


Dengan semua bahan makanan dan perlengkapan sehari-hari yang sudah dibagikan pihak Asosiasi Pahlawan pagi tadi, ia dan pengawas lainnya harus bermalam di dalam. White Gate bersamaan dengan peserta lainnya.


Mereka akan tetap menjadi pengawas walaupun berada di malam hari, untuk mengawasi para peserta yang bergerak pada malam hari. Selain itu, monster di malam hari lebih ganas daripada di siang harinya. Jadi pengawas perlu perhatian ekstra ketika bertugas dimalam hari.


Shiro malam ini akan beristirahat, penjagaan diwakilkan kepada Unseen. Ia juga berpesan kepada Unseen agar tidak bertindak gegabah ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Ia juga meminta kepada Unseen untuk membangunkannya apabila terjadi suatu perubahan, baik monster yang bertambah ganas, atau munculnya para peserta ujian.

__ADS_1


Mendengarkan wejangan dari Shiro, Unseen hanya bisa mengangguk setuju. Ia tidak terlalu peduli dengan itu, yang penting sekarang ia cukup bebas untuk bergerak dan menjelajah sekitar.


...****************...


Disisi lain, setelah Shiro mengantarkan ketiga bersaudara itu. Ketiganya langsung bertemu dengan dewan guru yang menjadi pembimbing mereka.


"Maafkan kami Yueshiri-sensei. Kami gagal memenuhi harapan Akademi C, bahkan kami sepertinya telah memalukan Akademi C karena gagal di hari pertama Ujian Tahap Kedua ini. Kami terlalu lemah, sensei."


Melihat ekspresi marah dari mentor mereka di Akademi C, Yueshiri-Sensei. Reni memimpin timnya untuk meminta maaf. Ia tahu, sebagai seorang kapten tim, ini adalah tugasnya untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi.


Mentor wanita dari tim tersebut hanya bisa menatap ketiganya dengan marah, tatapan dari sensei dingin tersebut membuat ketiganya tidak berani menoleh kepadanya.


"Coba ceritakan apa yang terjadi pada kalian di dalam sana!" tanya Yueshiri-sensei.


Meskipun marah, Yueshiri-sensei ingin mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu sebelum ia mulai menghakimi mereka bertiga.


Reni menceritakan semua yang terjadi ketika mereka memasuki White Gate. Awalnya mereka telah menemukan lokasi yang pas untuk berkemah di malam harinya.


Namun ketika mereka sedang mencari mangsa, kebetulan mereka bertemu dengan sekawanan Blood Wolf yang juga sedang berburu mangsa. Karena intervensi mereka, para Blood Wolf itu tidak lagi mengejar Green Deer yang melarikan diri, malah berbalik melawan mereka.


Hasil akhirnya, mereka terkepung oleh puluhan Blood Wolf lalu mereka memutuskan untuk menyerah.


"...Untung pengawas itu datang tepat waktu, sehingga kami berhasil kembali dalam keadaan masih lengkap. Setelahnya kami kembali kesini dan itulah yang terjadi sebenarnya."


Reni dan saudaranya yang masih masih agak gugup. Walaupun ekspresi marah dari Yueshiri-sensei sudah agak meredup, namun tatapannya masih sangat menakutkan.


"Huh~ Aku tidak bisa bilang kalian ini sial atau beruntung," ucap Yueshiri-sensei sambil menghela napas pelan.

__ADS_1


"Apa kalian tahu, tempat kalian muncul adalah Zona paling berbahaya yang ada di White Gate itu, namanya Blood Cave. Kalian memang sial karena terkirim ke lokasi sarang monster sekelas Blood Wolf. Namun kalian bisa dibilang cukup beruntung, karena kalian bisa kembali dengan selamat tanpa kehilangan rekan kalian ataupun anggota tubuh kalian. Kawanan Blood Wolf tidak akan melepaskan mangsa yang telah membuat mereka marah. Bahkan para pahlawan tingkat tinggi harus berhati-hati saat menghadapi sekawana Blood Wolf. Jika tidak, mereka yang akan menjadi santapan para Blood Wolf itu," ucap Yueshiri-sensei sambil memandang ketiganya dengan prihatin.


Melihat sikap Yueshiri-sensei yang sudah mulai melunak, ketiganya akhirnya bisa bebas bernapas. Tekanan dari tatapan Yueshiri-sensei membuat mereka kesulitan bernapas.


"Akan ku beri kalian nasihat untuk berhadapan dengan Sekawanan Blood Wolf jika kalian memiliki takdir bertemu dengan mereka kembali," ucap Yueshiri-sensei.


Ketiganya ingin mencibir dengan mengatakan, "Kami tidak sudi ditakdirkan bertemu dengan Blood Wolf lagi." Namun kata-kata tersebut tidak berani keluar dari mulut mereka.


Setelah itu, Yueshiri-sensei mulai memberikan saran dan masukan, "Menghadapi sekawanan Blood Wolf. Kalian perlu anggota tim yang memiliki pertahanan yang kuat dan anggota yang pintar dalam memisahkan para Blood Wolf satu persatu. Setelah mereka berpisah, membunuh mereka tidak akan selalu sulit."


"Terimakasih atas pengajarannya, Sensei!" ucap Ketiganya berterimakasih sambil membungkuk sedikit.


"Mari kembali ke hotel, kalian mungkin sudah lelah mengikuti ujian ini, ya walaupun hati sehari dan kalah," ajak Yueshiri-sensei.


"Iya, sensei."


Mereka akhirnya kembali ke hotel, menjadi tim pertama yang gagal. Ketika yang lainnya sulit tidur di hutan, mereka dengan asiknya tidur di ranjang hotel yang empuk.


......................


Hari telah berganti, malam yang gelap telah digantikan oleh fajar yang akan menghapus semua kegelapan.


Saat ini, Shiro juga terbangun oleh cahaya mentari pagi.


"Huh~ Sepertinya tidak ada yang terjadi semalam," gumam Shiro setelah melihat sekeliling yang ternyata sudah pagi.


Setelah sarapan sederhana, ia kembali berpatroli setelah Unseen kembali beristirahat.

__ADS_1


Selama seharian penuh Shiro berpatroli, namun ia tidak menemukan satu orang pun yang datang ke wilayah tugasnya, sehingga ini membuat Shiro bosan.


__ADS_2