
Shiro kembali berjaga, selain menunggu datangnya peserta, Shiro juga mencoba memeriksa sarang Blood Wolf.
Karena ada Iblis yang telah mengendalikan salah satu Blood Wolf, mungkin akan ada masalah lain tentang para Blood Wolf ini. Namun telah ia periksa dengan seksama, tidak ada kelainan yang terjadi.
Ia pun hanya bisa terus berpatroli. Pada siang harinya, sebuah tim datang.
"Hoho~ Akhirnya ada tim lainnya yang datang kemari."
Shiro kemudian mengikuti kepergian tim tersebut.
......................
"Apakah benar di sekitar sini lokasi harta karun itu?" tanya seseorang di tim tersebut.
"Ya benar, di peta ini, memang disini lokasi harta karun tersebut," jawab anggota tim lainnya yang memegang peta.
Mereka adalah salah satu tim dari Academy F. Mereka bertiga semuanya adalah siswa laki-laki. Saat ini, mereka bergerak mengikuti panduan peta.
Sebelum diadakannya Battle Academy. Salah satu dari mereka mendapatkan sebuah informasi tentang adanya sebuah Harta Karun yang tertinggal di sebuah White Gate tempat diadakannya Battle Academy.
Pria itu adalah Van, keluarganya adalah keluarga yang baru bangkit. Mereka bangkit melalui bisnis yang dilakukan keluarganya yang cukup sukses.
Ia mendapatkan informasi termasuk dengan petanya. Namun karena nilainya yang kurang memuaskan, ia tidak terpilih menjadi salah satu starter dari dua tim yang mengikuti Battle Academy.
Van mencoba membujuk orang tuanya untuk membantunya dalam mengikuti. Sebagai anak semata wayang keluarga mereka, walaupun mereka tidak tahu tujuan anaknya, namun kedua orang tua Van menuruti permintaan anaknya. Kedua orang tuanya membayar uang yang cukup banyak untuk membuat anaknya mengikuti dalam Battle Academy.
Mereka sangat senang anak semata wayangnya memiliki semangat dalam bersaing sehingga mereka tidak takut kehilangan banyak uang. Lagipula mereka sangat berharap anak semata wayang mereka bisa bersinar dan mengangkat derajat keluarga mereka.
Mereka tidak tahu niat sebenarnya diinginkan oleh anaknya. Van sebenarnya bukan berniat untuk serius mengikuti Battle Academy. Ia semata-mata ingin mengambil harta karun yang ia dapatkan dari sumber informasi yang ia percayai.
Masalah membuat nama atau memenangkan kejuaraan, itu bukan niatnya. Persetan dengan itu semua. Selama ia mendapatkan harta karun itu, kekuatannya akan meningkat secara signifikan.
__ADS_1
Ketiganya, Van, Michael dan Louis. Mereka mengikuti Van sebagai penjaga setelah dibayar oleh Van. Mereka mengikuti Van sampai ke sebuah air terjun.
"Berdasarkan peta, harta karun itu ada di sebuah lokasi rahasia yang terdapat di air terjun ini," ucap Van sambil melihat lingkungan di bawah air terjun.
Kemudian ia memandang kedua rekan yang sudah ia beli, "Siapa diantara kalian yang memiliki kemampuan pengamatan atau semacamnya yang bisa mengetahui lokasi ruangan rahasia? Jika ada yang bisa, aku akan memberi uang tambahan."
Van memamerkan uangnya kepada Michael dan Louis. Keduanya berbinar melihat uang yang dikeluarkan Van.
"Boss, kami tidak punya kemampuan seperti itu. Tapi kami bisa mencarinya secara manual," jawab Louis yang diikuti anggukan Michael.
Van nampak seperti berpikir sejenak lalu ia mengangguk, "Baiklah, aku tunggu disini. Bagi siapa yang menemukannya akan mendapatkan bonus yang sangat banyak."
"Ya, Bos!"
Keduanya langsung bergegas menuruni tebing air terjun yang terjal untuk mencari ruang harta tersebut. Mereka dengan penuh semangat mencari, sebab mereka bukan berasal dari keluarga yang terpandang.
Dengan melakukan ini, mereka bisa mencari tambahan uang sambil terus membuat nama mereka terkenal lewat Battle Academy ini.
Di pohon dekat mereka, Shiro menguping pembicaraan ketiganya dan mengerutkan kening.
Setahunya tidak ada harta lain disekitar sini. Bahkan ia sudah menyisiri setiap jengkal wilayah sekitar sini dan tidak menemukan harta karun apapun.
Ia juga sempat melihat peta yang dibawa oleh Van. Ruangan yang dimaksud peta adalah ruangan dibalik air terjun. Namun setahu Shiro tidak ada harta karun di ruangan tersebut. Hanya ada monster yang cukup banyak tanpa ada harta satupun juga.
"Ada yang tidak beres," gumam Shiro.
Jika peta ini ini benar, kemungkinan itu adalah perangkap. Atau memang ada harta tersembunyi di dalam ruangan itu. Namun peluangnya sangat kecil.
Shiro lebih yakin harta yang dimaksud sudah diambil saat Raid sebelumnya atau ini adalah sebuah perangkap.
Shiro terus mengikuti perkembangan dari apa yang dilakukan ketiganya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, keduanya telah kembali dan melaporkan penemuan mereka. "Boss, Boss, kami menemukannya, ada sebuah terowongan di balik air terjun dibawah sana."
Van yang mendengar ini langsung menyeringai, ia menjadi sangat bersemangat, "Sepertinya informasinya benar," gumamnya.
"Ini untuk kalian berdua, sekarang bawa aku kesana!" ucap Van sambil melepaskan sekantong koin emas kepada Michael dan Louis dengan nada arogan.
"Terimakasih Boss, mari, ikuti kami!"
Kemudian mereka menuruni lereng air terjun yang terjadi melalui jalur aman yang telah keduanya cari sebelumnya. Keduanya cukup senang dengan uang yang mereka terima. Mereka membaginya dengan sama rata.
"Itu ada disini Boss!"
Sesampainya di bawah, Michael dan Louis menunjukkan lokasi terowongan tersebut. Van sangat gembira melihat terowongan dibalik air terjun itu.
Dengan penuh semangat, ia lalu bergegas masuk tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Michael dan Louis saling memandang dan hanya mengangkat bahu kemudian berjalan masuk mengikutinya dengan santai.
"AAAA~ Bantu aku!"
Tak lama kemudian, Van yang semula berada jauh di depan, langsung berlari menuju luar. Ia pun bertemu dengan kedua anggota timnya dan meminta bantuan.
Melihat sekelompok Double-arm Bat, Michael dan Louis yang malahan menjadi bersemangat. Sekarang akhirnya mereka bisa mengumpulkan poin untuk Battle Academy.
Keduanya kemudian bertarung melawan sekumpulan Double-arm Bat. Melawan monster kecil ini, bukanlah masalah besar bagi mereka yang terlatih dan sering mengasah kemampuan dengan bertarung di arena.
Apalagi musuh hanya sekelas Double-Arm Bat. Yang hanya memiliki keunggulan dalam jumlah lengan. Setiap sisinya memiliki lengan ganda yang membuat sayap Double-Arm Bat jauh lebih lebar dibandingkan kelelawar lada umumnya.
Metode serangannya juga sangat biasa. Hanya mengandalkan gigitannya yang mengandung sejumlah virus dan bakteri. Virus dan bakteri tersebut juga tidak terlalu bahaya bagi manusia, hanya akan menimbulkan gejala lelah saja. Sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan ketika bertemu Monster ini.
Hanya dalam beberapa menit, keduanya berhasil membunuh semua Double-arm Bat yang mengejar Van. Mereka sangat bersemangat karena berhasil menambah pengalaman dan poin mereka dalam ujian tahap kedua ini.
Shiro juga mengagumi apa yang dilakukan keduanya. Ia juga cukup heran ketika memandang Van. Auranya yang lemah dan ia tak punya pengalaman tempur. Sehingga Shiro cukup bingung dengan Academy F, kenapa bisa orang seperti ini diikutkan dalam acara yang sangat besar seperti Battle Academy ini.
__ADS_1
Ia tidak tahu kalau Van menggunakan uang untuk membeli kuota partisipasi. Jika Shiro tahu, mungkin ia tidak akan repot-repot memperhatikan Van. Biarkan uang yang menyelamatkan hidupnya. Sebab, Shiro sangat membenci orang yang hanya menggunakan uang untuk melakukan sesuatu tanpa ada kemampuan sama sekali.
Kemudian Shiro kembali mengikuti ketiganya yang masuk semakin dalam ke dalam terowongan tersebut.