
Kegugupan O'nila membuatnya lengah. Gerakan yang semula halus, kini menjadi kasar. Prass dapat mendengarkan lokasi O'nila dari langkah yang ia kerahkan.
"Lakukan!" perintah Prass.
"Aummm~" Liger bergegas menuju lokasi O'nila dan berniat menyerangnya.
O'nila yang melihat Liger mendekat, menambah kegugupannya. Bukannya kabur, ia malah berniat untuk mengalahkannya dalam duel satu lawan satu.
Namun menghadapi Liger yang berada dalam mode Predator, kekuatannya bertambah besar, sehingga serangan pisau O'nila berhasil dipentalkan oleh cakar Liger.
"Rawwwrr~"
Tanpa senjata, O'nila tidak bisa berbuat apa-apa. Liger langsung menerkam O'nila dan membuatnya terjatuh. O'nila tidak bisa bangkit karena tubuhnya telah ditindih oleh Liger.
"Aku menyerah!" O'nila hanya bisa mengakui kekalahannya.
Ia tahu kalau ia kurang dalam hal pengalaman. Selain itu, jika ini di alam liar atau diberikan di dalam Gate, ia mungkin sudah mati diterkam lawan. Untungnya saat ini hanyalah sebuah kompetisi, jadi Ia masih hidup saat ini dan belajar dari pertarungannya saat ini.
__ADS_1
Inilah tujuan sebenarnya dari diadakannya Battle Academy, sebagai sarana untuk para siswa yang akan memasuki dunia kepahlawanan untuk mengasah pengalaman.
Asap mulai menghilang dan terlihat tubuh O'nila yang sedang ditindih oleh Liger. Penonton walaupun tidak tahu apa yang terjadi di dalam Kabut Asap tersebut, namun mereka masih bersorak melihat hasil pertandingan.
Wasit masuk ke arena dan mengumumkan pemenang dari duel terakhir di babak 8 besar. "Pemenangnya adalah Prass, selamat untuk Prass telah melaju ke babak selanjutnya."
Prokk~ Prokk~ Prokk~
Penonton bertepuk tangan, menghargai pertandingan ini walaupun mereka hanya bisa melihat hasilnya tanpa tahu proses yang terjadi sebenarnya.
Setelah pertandingan ini, akhirnya keempat peserta yang masuk ke babak selanjutnya telah ditentukan.
Saat ini, Ketua Asosiasi memasuki Arena dan mengumumkan sesuatu:
"Terimakasih atas pertandingan yang menakjubkan dari para peserta. Yang kalah jangan berkecil hati, dan yang memenangkan pertandingan jangan terlalu besar kepala. Ini hanyalah kompetisi yang membuat kita semua belajar atas kesalahan yang kalian perbuat selama kompetisi ini."
"Dan, kami juga berterimakasih atas antusiasme para penonton sekalian. Berkat kalian, semua pertandingan ini menjadi lebih berwarna. Walaupun pertandingan hari ini telah selesai, masih ada babak selanjutnya yang akan dipertandingkan esok hari. Kami harap kalian semua akan menunjukkan semangat yang lebih daripada semangat hari ini," lanjutnya.
__ADS_1
Tepuk tangan yang meriah menyambut kata-kata dari Ketua Asosiasi Pahlawan, Thomas Schven. Walaupun sudah banyak penonton yang meninggalkan podium penonton, namun masih ada beberapa yang tetap tinggal menunggu acara hari ini berakhir.
Ketua Asosiasi juga tidak banyak bicara, ia mengumumkan kalau pertandingan hari ini telah selesai, dan berharap untuk keempat peserta, William, Hina, Mona dan Prass untuk datang tepat waktu dan memberikan pertandingan terbaiknya. Setelah itu, semua orang mulai bubar.
Semua orang mulai menantikan pertarungan besok. Sedangkan untuk Shiro dan panitia lainnya, mereka kembali berkumpul untuk melakukan Briefing untuk pertandingan besok.
Ketua Asosiasi menekankan kepada mereka untuk selalu fokus dan siaga. Walaupun pertandingan hari ini tidak ada kecelakaan yang terjadi, namun besok tidak ada yang tabu. Mungkin saja akan ada kecelakaan yang mungkin saja terjadi, sehingga mereka harus fokus dan tetap tanggap dalam menanggapi apa yang terjadi. Selain itu, keamanan di bangku penonton juga ditambah agar tidak ada kerusuhan di antara para penonton.
Setelah Briefing selesai, semuanya kembali ke rumah masing-masing. Beristirahat untuk mempersiapkan kegiatan esok hari.
......................
Hari berlalu, hari ini final akan berlangsung, semua orang telah hadir, dari pengawas, peserta, bahkan penonton.
Mereka bersemangat untuk menantikan pertandingan hari ini.
Setelah sambutan singkat, Ketua Asosiasi lalu mengumumkan dimulainya pertandingan.
__ADS_1
"... Tanpa banyak bicara lagi, Tahap 4 besar, Dimulai!"