Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
160. Orang Hilang


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kedua Gate, Unseen dan Shiro melanjutkan perjalanan.


Ketika sedang beristirahat, akhirnya Shiro dapat menghubungi Ketua Asosiasi.


"Halo.."


Mendengar suara akrab dari Ketua Asosiasi, Shiro akhirnya bisa bernapas lega. Setidaknya Ketua Asosiasi masih orang yang sama dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadapnya.


"Akhirnya aku bisa menghubungi orang hilang..." ucap Shiro.


Mendengar sindiran Shiro, Ketua Asosiasi hanya bisa terkekeh pelan, ia bisa mendengarkan sedikit nada khawatir dari Shiro, Ketua Asosiasi yang sedang beristirahat di kantornya tanpa sadar tersenyum. Ia pun membalas sendirian Shiro: "Hei nak, orang hilang disini hanyalah kamu haha..."


Tawa Ketua Asosiasi memecah kekhawatiran dihati Shiro. "Halo Pak Tua, Apa kabar?"


"Hei, saat ini aku sedang pusing. Sudah beberapa hari aku harus kerja lembur, tidak bisa pulang ke rumah."


Mendengar keluh kesah Ketua Asosiasi, Shiro tanpa sadar tersenyum. Ia membayangkan muka kusut Ketua Asosiasi.


"Hei Pak Tua, tumben kau lama menjawab panggilanku, sudah lebih dari seminggu baru bisa dihubungi. Kenapa? Alat komunikasinya rusak?" tanya Shiro.


Shiro dapat mendengar ******* dari Ketua Asosiasi dibalik alat komunikasinya. Ia pun mendengar jawaban dari Ketua Asosiasi: "Hei nak, kau tidak tahu saja sesibuk apa aku sekarang. Kepalaku sudah mulai botak, sepertinya aku akan mati muda jika terus seperti ini...."


Setelah itu, Ketua Asosiasi menceritakan kesibukannya dalam beberapa minggu terakhir. Shiropun mendengarkannya dengan seksama.


Ia menceritakan kalau sekarang banyak Gate yang bermunculan. Asosiasi Pahlawan sibuk memobilisasi kekuatan utama mereka untuk diluncurkan menghadapi Gate yang tersebar dimana-mana.


Bahkan Ketua Asosiasi menceritakan kalau ia sampai turun tangan menangani Gate-gate tersebut.


"Oh, sayang sekali aku tidak bisa melihat penampilan heroikmu, Ketua." Shiro memberi respon yang membuat Ketua Asosiasi tertawa.


"Hahahh~ Kalo begitu, kemari nak. Akan ku tunjukkan kekuatanku padamu."


Shiro membalas: "Tidak ah. Palingan kau akan menyuruhku Kerja Rodi untuk membereskan semua Gate yang ada."


"Hehe~ Sepertinya ketahuan..."


Setelah itu, Ketua Asosiasi melanjutkan ceritanya kalau selain menyelesaikan Gate, ia disibukkan dengan kedatangan para Walikota dari berbagai Kota. Mereka banyak mengeluhkan masalah Gate yang sering bermunculan dan kekuatan Gate yang semakin meningkat.


Asosiasi Pahlawan hanya bisa membantu mereka dengan menambahkan personel untuk membantu Kota mereka.


Selain itu, karena banyaknya laporan ini, Asosiasi Pahlawan juga kembali mengadakan rapat untuk mengberitahukan informasi ini dan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.

__ADS_1


Dari nada Ketua Asosiasi, Shiro dapat merasakan ketertekanan dan kelelahan pada suaranya.


"Hei nak, bisakah kau kembali dan bantu kami?" pinta Ketua Asosiasi.


"Saat ini aku belum bisa Ketua. Bahkan kemarin aku menemukan Gate yang muncul berdekatan."


Mendengar jawaban Shiro, Ketua Asosiasi merespon dengan agak terkejut: "Sudah separah itu kah?"


"Iya Ketua, tapi tenang. Aku akan kembali tak lama lagi. Ada suatu hal yang perlu ku tanyakan kepada kalian. Ngomong-ngomong, kau sudah melihat video yang ku kirim?"


"Video apa?"


Mendengar ini, Shiro hanya bisa menepuk jidatnya. "Ketua, sebaiknya kau melihat video itu terlebih dahulu. Ada beberapa informasi penting yang ada di dalamnya."


"Oke, tunggu sebentar."


Beberapa menit berlalu, akhirnya Ketua Asosiasi selesai menonton foto dan video yang dikirimkan Shiro kepadanya.


Melihat foto tumpukan mayat, respon pertama Ketua Asosiasi yaitu: "Persetan!"


Ia terkejut melihat tumpukan mayat, apalagi ketika melihat Gate yang hampir terbentuk, ia bahkan berdiri dari kursinya.


Melihat kekejaman ritual pengorbanan, membuat bulu kuduknya merinding. Ditambah dengan Gate yang hampir terbentuk, membuat Ketua Asosiasi sakit kepala.


"Hei nak, apakah ini benar?"


"Apakah kau tidak percaya kepadaku Pak Tua?"


Ketua Asosiasi sebenarnya percaya dengan Shiro. Namun informasi yang diberikan kepadanya masih membuatnya bingung. Ditambah permasalahan yang mereka hadapi saat ini, membuatnya menjadi lebih pusing.


"Terimakasih atas kerja kerasmu, nak!"


"Sama-sama! Ini adalah kewajibanku!"


Jawaban sopan Shiro membuat Ketua Asosiasi mendesah lega. Untung ada Shiro yang berada dipihaknya.


Kemudian Ketua Asosiasi melanjutkan foto dan video yang dikirimkan Shiro kepadanya untuk disebarkan kepada Asistennya, Berbagai Guild, Organisasi, Family, dan Berbagai walikota.


Informasi ini sangat penting untuk dibagikan. Dengan berita ini, dapat memberi pengalaman dan pelajaran baru bagi mereka. Setidaknya mereka tidak akan panik ketika menghadapi ancaman ini. Sesuai dengan keinginan Shiro sebelumnya.


"Oke, nak. Aku ingin istirahat dulu. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri."

__ADS_1


"Kau juga Ketua."


Kemudian komunikasi diantara keduanya berakhir.


Shiropun bersiap untuk beristirahat. Namun ia masih mengingat Orb yang ia dapatkan sebelumnya dari pemimpin Lizardman.


Walaupun ia pengen sekali menggunakannya, namun ia sedikit ragu. Sebab, Orb yang ia dapatkan dari suku Orc, berisi skill yang menurutnya sangat sampah.


Skill itu adalah Headbutt.


Headbutt adalah Skill untung menghilangkan kesadaran lawan dengan benturan kepala.


Dengan beradu kepala, akan menimbulkan riak Pelindung tak terlihat beberapa sentimeter di depan kepala pengguna. Ketika kepala pengguna berhasil menyerang kepala musuh, akan membuat musuh kehilangan kesadaran.


Skill ini mengabaikan pertahanan musuh. Walaupun agak kuat, namun bagi Shiro ini sampah.


Jika harus beradu kepala sebagai syarat penggunaan skill, itu berarti serangannya harus jarak dekat.


Lalu kenapa tidak langsung menebas musuh secara langsung? Bukankah itu lebih efisien daripada membenturkan kepala?


Terkadang Shiro juga cukup heran dengan film yang sebenarnya bisa menyerang menggunakan senjata yang dipegang, eh ketika dapat kesempatan malah menggunakan tendangan. Bukankah itu bodoh?


Jadi gara-gara itulah Shiro menganggap skill itu tidak berguna baginya.


Dan karena mendapatkan skill ini juga, Shiro agak takut menggunakan Orb. Walaupun ia tahu kalau tidak semua Orb akan memberikan hadiah atau skill yang bagus untuk pengguna. Namun Ia takut karena skill yang didaptkannya hanya akan menghambat dirinya.


Shiro agak lama dilema memikirkan hal ini. Bahkan ia termenung sampai tengah malam. Ia tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini, insomnia gak tuh.


Kemudian Shiro bangkit dan mengusap-usap kepalanya dengan kencang.


"BODO AMATLAH, MAU DAPAT SKILL BAGUS ATAU SAMPAH, TERSERAH!" Shiro teriak cukup kencang sehingga membuat Unseen yang berjaga di luar datang menghampiri tenda Shiro.


Namun ketika ia melihat tatapan kesal Shiro, Unseen kembali ke tempatnya untuk berjaga. Ia tidak berani melihat Shiro lama-lama ketika ia lagi seperti itu.


Takutnya ia akan digeprek dan dijadikan perkedel oleh Shiro.


Kemudian Shiro membuat keputusan untuk menggunakan Orb itu. Ia tidak peduli mau dapat skill bagus atau kagak. Yang penting sekarang ia tidak terlalu overthinking karena hal sepele ini.


Mengeluarkan Orb yang didapat dari suku Lizardman, Shiro lalu menyuntikkan Auranya ke dalam Orb untuk menggunakannya.


Cahaya putih mulai bersinar. Dan beberapa detik kemudian, Shiro akhirnya mendapatkan sesuatu dari Orb itu.

__ADS_1


Shiro tersenyum mengetahui apa yang ia dapatkan.


"Oke, lumayan!"


__ADS_2