Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
92. Pembersihan


__ADS_3

` BAANGGG~`


Sebuah ledakan besar terdengar dari sebuah ruangan yang cukup bobrok.


Banyak para Green Nova Priarie yang bergegas mendekat dan memasuki bangunan yang hampir rusak tersebut.


Awalnya mereka tampak terbiasa dengan berbagai ledakan pada malam ini. Namun tempat ledakan kali ini berbeda.


Tempat terjadinya ledakan adalah tempat kelahiran mereka. Dengan kata lain, tempat yang meledak kali ini, adalah sebuah laboratorium kloning Ras mereka. Selain itu, di dalam ruangan ini, terdapat sumber tubuh Ras mereka atau bisa juga disebut sebagai tubuh utama mereka.


Mereka semua bergegas menggeledah dan memeriksa ruangan laboratorium tersebut. Mereka tidak mengkhawatirkan tubuh utama, melainkan mereka mengkhawatirkan instrumen atau alat kloning.


Tanpa alat kloning, Ras mereka takkan bisa bertambah.


Ketika para Green Nova Priarie melihat instrumen kloning yang rusak parah, mereka semua terlihat sangat marah. Jika mereka memiliki mulut untuk berbicara, mungkin mereka sudah teriak sekencang-kencangnya.


Mengetahui alat instrumen yang rusak parah dan tidak bisa diperbaiki lagi. Mereka menjadi marah, mereka mulai menggeledah seisi bangunan dan sekitarnya. Mereka sepertinya sedang mencari keberadaan yang telah menghancurkan alat kloning tersebut.


Tanpa mereka ketahui, tak jauh dari sana. Sesosok pria berjubah putih sedang menyelinap pergi.


Sosok itu adalah Shiro. Meskipun ia dapat keluar dengan selamat. Namun terdapat banyak bercak gosong dan hancur di pakaiannya.


Pakaiannya yang sebelumnya putih bersih dan mulus. Kini terlihat compang-camping dengan bercak gosong di beberapa bagiannya.


"Clean~"


Pakaian Shiro kembali bersih, namun ia tetap tidak bisa berbuat apa-apa terhadap bagian yang rusak atau robek.


Shiro masih bersyukur bisa selamat dari ledakan besar tersebut. Untung saja ia selalu berjaga-jaga terhadap kejadian atau kemungkinan terburuk. Sehingga ia bisa menghindari ledakan tersebut dan dapat kabur dengan selamat mengandalkan Skill Switch dan Stealth.


Shiro terus melangkah, ia lalu terbang menuju bangunan yang cukup tinggi dan berada di tengah-tengah pemukiman para Green Nova Priarie.


Sesampainya di atap bangunan tersenyum, Shrio mengeluarkan sebuah alat panjang seperti senter. Alat ini adalah sebuah Suar.


Namun suar yang Shiro keluarkan saat ini, berbeda dengan Suar pada umumnya. Suar yang ia keluarkan dapat dihidup-matikan dengan memencet tombol yang ada di gagangnya.


Shiro lalu mengarahkan suar ke angkasa, lalu menghidupkannya, lalu mematikannya, kemudian menghidupkannya lagi.

__ADS_1


Perilaku Shiro memang membingungkan, namun yang Ia lakukan adalah sebuah kode morse yang berbunyi 'Go'.


Kode 'Go' ini mengisyaratkan untuk rekan setimnya untuk memulai pembantaian terhadap musuh. Karena Boss telah dikalahkan, masalah terakhir yaitu tinggal menyelesaikan para kroco yang tersisa.


Unseen dan Ketiga Cindaku mengerti ketika melihat kode Suar yang Shiro lakukan. Meskipun begitu, cahaya Suar yang sangat terang membuat para Green Nova Priarie terpancing untuk bergerak mendekati sumber suar.


Melihat pemandangan ini, Shiro tersenyum lebar. Ia lalu melompat dari atap bangunan.


Frost Wing Shiro keluarkan, bahkan Shiro membatalkan Skill Stealth. Penampilannya kini terlihat oleh para Green Nova Priarie yang berkumpul di bawah bangunan tersebut.


` swuusshhhh~`


` zizizi~`


`swiiingg~`


Berbagai serangan mengarah pada Shiro yang sedang terbang bebas. Para Green Nova Priarie mencoba untuk membuat Shiro turun.


Sedangkan Shiro, ia tetap terbang berputar-putar, menggoda para Green Nova Priarie dan menunggu mereka kehabisan Aura.


Beberapa menit berlalu.


Merasa keadaan sudah mulai membosankan, Shiro berniat untuk menyerang. Ia mengeluarkan beberapa pisau lempar dan membuat pisau tersebut menghilang.


Shiro mulai terbang agak rendah. Sembari terus terbang, Ia melemparkan beberapa pisau lempar yang tidak terlihat tersebut ke arah Para Green Nova Priarie.


` swiiingg~`


` swiiingg~`


Tanpa bisa dilihat ataupun terdeteksi, pisau lempar tersebut satu persatu mengenai Green Nova Priarie.


Green Nova Priarie yang terkena serangan tersebut, terkejut seketika lalu meninggal. Rekan disampingnya pun terkejut melihat rekannya yang mati secara mendadak. Mereka hanya melihat sebuah lubang dan pisau yang tertancap di dada rekan mereka.


Melihat hal ini, mereka ngeri terhadap Shiro. Ketika mereka kembali menatap keatas, Shiro sudah tidak terlihat lagi.


Mereka mencari keberadaan di angkasa, sampai sebuah suara terdengar di samping mereka.

__ADS_1


"Kalian mencariku?"


Mereka menoleh, lalu memandang Shiro dengan ngeri. Mereka hendak kabur, namun apakah Shiro akan membiarkan hal itu terjadi ? Tentu saja tidak.


`slasshhh~`


`slasshhh~`


Menggunakan sepasang Kerambitnya, Shiro mengejar dan menebas para Green Nova Priarie. Salah satu Kerambit memotong kedua antena Green Nova Priarie, satunya lagi menusuk jantung Green Nova Priarie.


`slasshhh~`


`slasshhh~`


Tidak hanya satu, metode pembunuhan ini Shiro terapkan kepada semua Green Nova Priarie. Ia belajar dari masa lalu untuk memotong kedua antena tersebut sebelum membunuh Green Nova Priarie. Agar tidak mengulang kejadian saat bertarung melawan Green Nova Priarie Tua.


Waalupun ia meyakini bahwa tidak semua Green Nova Priarie memiliki kemampuan ataupun kesadaran untuk meledakkan diri. Namun ia dilakukan untuk berjaga-jaga saja.


Hanya dengan dua serangan, satu Green Nova Priarie dapat dibunuh oleh Shiro dengan mudah. Kondisi menjadi kacau balau.


Untung saja ketiga Cindaku dan Unseen segera datang membantu. Mereka mulai menyerang para Green Nova Priarie yang mulai berhamburan.


Unseen mencoba membunuh Green Nova Priarie yang kabur seorang diri. Berbeda dengan Shiro yang menggunakan serangan Frontal, Unseen membunuh dengan menggunakan serangan diam-diam. Melalui metode tersebut, Unseen berhasil membunuh Green Nova Priarie.


Selain Unseen, ketiga Cindaku tersebut juga tidak kalah hebat. Dengan serangan kombinasi dan kerja sama ketiganya, mereka dapat dengan mudah mengalahkan sekelompok Green Nova Priarie beranggotakan 3-5 orang. Tentu saja, itu juga disebabkan faktor ketakutan dari para Green Nova Priarie.


Malam itu, Green Nova Priarie menghadapi pembantaian, atau lebih tepatnya Neraka. Mereka menghadapi pembantain sepihak dari pihak Shiro tanpa bisa melawan sedikitpun.


Bahkan Shiro, hanya membunuh mereka semua dengan serangan biasa. Tanpa menggunakan Skill ataupun kemampuan khusus lainnya.


Beberapa diantara Green Nova Priarie mencoba berlutut, memohon ampunan kepada Shrio. Namun Shiro tidak senaif itu untuk melepaskan mereka.


Walaupun ia masih memiliki rasa simpati dan kasihan, Shiro tetap membunuh mereka semua. Meskipun mereka dibiarkan hidup, mereka tidak akan bisa hidup di Gate.


Mereka akan tetap berkeliaran di dunia tempatnya berada. Entah mereka yang akan menyebabkan kehancuran, atau mereka akan dihancurkan. Kedua hasilnya sama saja.


Pembantaian sepihak terus dilakukan. Ketika haru menjelang pagi, akhirnya, Shiro dan rekan setimnya berhasil membersihkan para Green Nova Priarie tanpa ada sisa sedikitpun.

__ADS_1


Malam itu, Pertempuran antara Shiro dan kawan-kawan melawan sekampung Green Nova Priarie.


Pertarungan dimenangkan secara telak oleh Shiro dan kawan-kawan.


__ADS_2