
Shiro hanya membawa tiga Murloc menuju permukaan. Ketiga Murloc itu adalah Orcain, Shura, dan Sawmil. Sang Raja tidak ikut, ia ingin menstabilkan rakyatnya terlebih dahulu.
Selain itu, ketiganya memiliki tugas saat ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan lingkungan. Mereka juga adalah pihak yang ditugaskan untuk mencari lokasi untuk kediaman Ras Murloc mereka.
Meskipun jarak antara dirinya dan Raja Murloc, Shiro masih dapat merasakan hubungan diantar keduanya, bahkan ia dapat mengunci langsung posisi Raja Murloc berada.
"Oh ya, Aku lupa memberitahu kalian. Aku perlu minta izin terlebih dahulu ke atasanku mengenai hal ini!"
Sesampainya di permukaan, Shiro baru teringat sesuatu. Ia pun memberitahu mereka akan hal itu.
Mendengar perkataan Shiro, ketiganya mengerutkan kening, "Apakah tidak akan ada masalah?" tanya Orcain.
Shiro menggelengkan kepalanya: "Tidak, atasanku pasti akan menerima kalian, akan ku jamin itu. Meskipun mereka tidak akan menerimanya, biar aku yang akan mencarikan tempat tinggal yang akan untuk kalian."
Mendengarkan jaminan Shiro, ketiganya bernapas lega. Kekhawatiran mereka telah dihilangkan oleh janji yang Shiro buat untuk mereka.
"Kita sudah sampai di permukaan, tapi dimana pintu keluarnya?" tanya Shura dengan penasaran.
Shiro menunjuk ke langit: "Itu ada diatas!"
Ketiganya mendongak bersamaan ke arah yang Shiro tujuk. Mereka melihat Riak Gate yang mengambang diangkasa.
"Haha~ Pantas saja aku tidak bisa menemukannya!" celetuk Sawmil sambil tertawa kering.
Setelah dibebastugaskan dari misi menjadi Wakil Kepala Penjaga, ia memiliki tugas baru yaitu mencari lokasi Pintu Keluar Gate untuk menghubungi dunia luar.
Namun sayang, berhari-hari ia mencari, ia tidak menemukan satupun petunjuk. Bahkan ia sudah menyerah untuk terus mencari. Tugasnya digantikan oleh orang lain, Murloc Orca yang Shiro bunuh. Dan dirinya menghabiskan masa tua dengan bersantai di rumah.
Setelah melihat pintu Keluar Gate yang ditunjuk Shiro, ia merasa kebenaran telah terungkap. Bukannya mereka yang tidak bisa mencari pintu keluar, tapi langkah mereka yang telah telah dari awal. Mereka tidak memikirkan kemungkinan Pintu Keluar Gate akan berada di udara.
Pikiran Sawmil membodoh-bodohi dirinya sendiri. Ia menganggap dirinya bodoh karena tidak memikirkan kemungkinan ini.
__ADS_1
"Tapa bagaimana kita akan sampai kesana?" tanya Sawmil.
Kemudian ia dan murloc lainnya melihat Shiro yang telah membentangkan Frost Wing. Mulut mereka terbuka lebar, pertanyaan tersebut langsung terjawab seketika.
"Aku akan membawa kalian satu persatu. Keluar dari Gate adalah sebuah danau, aku harap kalian tidak pergi terlalu jauh. Jika tidak, jangan salahkan aku berbuat kasar!" ucap Shiro.
"Ya!"
Pertama Shiro membawa Kapten Orcain terlebih dahulu ke riak Gate, diikuti oleh Shura dan Sawmil. Shiro juga menyusul mereka keluar dari Gate.
Ketiga Murloc itu berperilaku baik, tidak ada dari mereka yang berkeliaran, mereka masih berada di depan Gate menunggu keluarnya Shiro.
Shiro puas dengan sikap para Murloc, ia pun memimpin ketiganya menuju permukaan.
Unseen yang sedang menunggu, tiba-tiba melihat riak air yang tampak naik. Ia bersiaga, takutnya yang keluar bukanlah Shiro, melainkan orang lain.
Benar saja, melihat ada 3 makhluk humanoid yang mirip ikan, Unseen menjadi waspada. Ia mengenal makhluk tersebut adalah bagian dari Ras Murloc.
Ia pun menyambut ketiga Murloc itu dengan tebasan jarak jauh. Para Murloc juga terkejut ketika melihat serangan yang datang kepada mereka ketika mereka baru mencapai daratan.
Pengalaman Unseen cukup kaya, ia berhasil menghindari serangan-serangan itu. Kemudian ia melihat ada dua Murloc yang hendak menyarangnya dari dekat, Kedua Murloc itu adalah Shura dan Sawmil. Unseen bersiap menjerat salah satu dari mereka dengan Shadow Bind dan menyerang yang lainnya dengan Shadow Thorn.
"TUNGGU! KITA BERADA DI PIHAK YANG SAMA!"
Sebelum Unseen mengeluarkan kemampuannya, sebuah suara yang ia kenal terdengar di telinganya. Suara itu adalah suara Shiro. Mendengar suara Shiro, para Murloc juga berhenti menyerang.
Shiro juga melihat pertempuran mereka, tapi karena ia berenang relatif lebih lambat dari ketiga Murloc itu, jadi Ia ketinggalan sedikit di belakang. Untung saja ia masih sempat menghentikan kesalahpahaman ini.
Selain itu, ia juga bisa melihat efektivitas tempur Murloc di daratan. Mereka tidak hanya bisa berenang cepat ketika berada di dalam air. Tapi mereka juga bisa berdiri di atas permukaan air dan berlari dengan cukup cepat.
Hal ini menandakan efektivitas tempur mereka ketika di daratan tidak bisa diremehkan. Walaupun tidak sekuat ketika di lautan, namun kekuatan mereka di darat tidak bisa dianggap enteng. Palingan hanya pahlawan kelas S yang bisa mengalahkan mereka di daratan.
__ADS_1
Tentu ini terkait dengan ketiga Murloc yang Shiro bawa. Jika itu Murloc lain, Shiro tidak tahu.
"Shadow Mantis ini adalah partnerku, Unseen. Dan Ketiga Murloc ini juga bukan orang jahat, mereka adalah Orcain, Shura dan Sawmil."
Shiro mengenalkan kedua belah pihak. Ia berharap keduanya akur untuk saat ini. Tak hanya memperkenalkan kedua belah pihak, Shiro juga menjelaskan masing-masing situasi keduanya, sehingga tidak ada kesalahpahaman yang terjadi.
Unseen dan Ketiga Murloc itu kini tampak santai, mereka sepertinya melupakan pertengkaran yang terjadi akibat kesalahpahaman sebelumnya.
Setelah melihat mereka akur, Shiro lalu langsung menghubungi Ketua Asosiasi, Thomas Schven.
Tak lama panggilannya dijawab oleh Ketua Asosiasi: "Hei Nak, ada masalah apa lagi yang kau bawa?"
Mendengar kalimat dari Ketua Asosiasi, Shiro tersenyum: "Ya, Ketua! Ini masalah yang sangat besar. Aku butuh bantuanmu!"
Ketua Asosiasi yang berada di ujung panggilan, tertegun. Tak disangka ucapan acaknya benar apa adanya. "Bantuan apa yang kau inginkan nak? Selama aku bisa, aku akan berusaha membantumu!"
"Aku butuh bantuanmu untuk menjemput orang!"
Mendengar permintaan dari Shiro, Ketua Asosiasi menjadi lebih rileks. Permintaan yang diminta Shiro bukanlah sebuah masalah besar.
Tapi kemudian Ketua Asosiasi menjadi lebih tegang ketika mendengar kalimat lanjutan Shiro: "Tapi aku ingin kerahasiaan tingkat tinggi, karena ini terkait Ras lain."
BRAKK~ Ketua Asosiasi terkejut, ia menggebrak mejanya dengan cukup kuat.
"APA KATAMU?" Ketua Asosiasi bertanya kembali, ingin meminta Shiro mengulangi permintaannya, takutnya ada yang salah dengan pendengarannya.
Shiro mengurangi kalimatnya, tentu kali ini ia tambahkan dengan penjelasan lainnya.
Ia memberitahu tentang situasi para Murloc dan keuntungan yang akan didapatkan, seperti bisa menjaga lautan, mencari anomali yang ada di laut, mencari dan menyelesaikan Gate yang ada di lautan, dan lain sebagainya.
Shiro menjelaskan semuanya, kecuali masalah Kontrak Budak. Ia masih belum ingin memberitahu masalah hal ini. Ini juga akan menjadi informasi tawar-menawarnya terhadap pihak Asosiasi Pahlawan di masa depan.
__ADS_1
Hening lama terjadi dalam panggilan tersebut. Ketua Asosiasi sepertinya sedang merenungkan Pro dan kontra yang akan terjadi ke depannya. Shiro juga tetap menunggu, ia tidak mendesak Ketua Asosiasi.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya ada balasan dari Ketua Asosiasi.