
Shiro memasuki Gate tersebut diikuti oleh Unseen yang bersembunyi di bayangan Shiro.
Ketika melihat pemandangan di dalam Gate, Shiro terkejut. Matanya terbelalak melihat pemandangan tersebut.
Jika pemandangan itu harus digambarkan dengan kata-kata. Kehancuran adalah kata yang cocok untuk menggambarkan pemandangan tersebut.
Tanah yang sangat gersang, retakan demi retakan terbentuk dengan kawah lahar panas di bawahnya. Tanpa ada vegetasi sedikitpun.
Namun, meskipun pemandangan di dalam Gate ini tampak seperti bumi yang hancur. Semuanya terlihat alami. Kehancurannya lebih ke arah akibat gempa bumi dan letusan gunung berapi.
"Ini sepertinya lingkungan khusus Gate ini, ya?" terka Shiro setelah melihat pemandangan di dalam Gate yang ada di sekelilingnya.
Menurut Shiro, Tanah yang penuh retakan dengan kawah berapi di bawahnya, lebih mirip ke arah karakteristik wilayah itu. Sama dengan kasus Gate monster Yeti yang berada di lokasi pegunungan bersalju yang ekstrem dan suhu ya juga Ekstrem. Begitu juga dengan Gate ini.
Melihat lingkungan yang tampak seperti sebuah bencana alam, monster yang ada di dalam Gate ini juga tampaknya terkait dengan suhu panas ekstrem ini.
Tanpa terlalu banyak pikir panjang, Shiro mulai melangkah mencari jejak kehidupan yang tampak kosong itu.
Uap panas yang keluar dari retakan tanah itu, membuat Shiro keringatan. Suhu yang cukup tinggi membuat Shiro tidak nyaman, ia melepas jubahnya dan pakaian bagian atasnya. Memperlihatkan otot-ototnya yang sangat ideal.
Setelah berjalan beberapa menit, Shiro tidak menemukan satupun makhluk hidup atau jejak kehidupan. Mungkin karena suhu ekstrem seperti ini, membuat makhluk hidup sulit untuk bertahan di lingkungan seperti ini.
Selain itu, ada juga dugaan lain. Makhluk hidup atau monster di Gate ini telah dihabisi oleh Organisasi Hitam. Tentu saja, ini hanya kemungkinan yang sangat kecil. Sebab, Shiro tidak menemukan jejak-jejak bekas pertarungan yang terjadi di dalam Gate ini.
Shiro terus mencari, semakin jauh di berjalan, retakan yang memperlihatkan kawah api lahar di bawahnya juga semakin lebar. Suhunya juga meningkat jauh. Mungkin kalau masak telur ceplok, hanya butuh hitungan detik sampai bisa telur tersebut matang sempurna.
Tubuh Shiro kini basah dipenuhi keringat. Sudah banyak air telah ia habiskan untuk menahan suhu panas ekstrem seperti ini.
__ADS_1
Dan yang jadi masalah, ia tidak menemukan satu makhluk hiduppun selama ia berada di dalam Gate ini. Sungguh aneh baginya!
"Ah, aku tidak tahan lagi, lebih baik aku terbang saja!" Shiro mengeluarkan Frost Wing dan mulai mencari dari udara.
Ternyata suhu di udara juga cukup panas, namun berkat Frost Wing, panasnya tidak terlalu terasa. Ini akibat dari atribut es yang dimiliki oleh Frost Wing yang bisa menurunkan suhu.
Shiro mulai mencari jejak kehidupan dari udara, tapi masih saja tidak menemukannya. Semuanya kosong melompong.
Namun, menghadapi panas yang ekstrem seperti ini, membuat daya tahan yamg dimiliki Frost Wing cepat terkuras. Sehingga Shiro hanya sanggup terbang beberapa menit, sebelum akhirnya harus mendarat di tanah yang kacau ini.
Suhu semakin panas, retakan yang besar mulai terlihat seperti sebuah lereng gunung yang sangat terjal. Dengan lahar panas yang sangat berkobar, jika ada makhluk hidup yang jatuh, pasti akan langsung berubah menjadi abu.
Setelah melihat danau lahar yang menggenang di bawah kawah tersebut, Shiro mulia berpikir, "Mungkinkah monster itu hidup di dalam lahar?"
Shiro lalu fokus melihat lahar yang berada di bawah kakinya. Namun ia tidak merasa ada pergerakan makhluk hidup dalam liang lahar tersebut.
Jika bisa dimanfaatkan dengan baik, Gate ini bisa menghasilkan banyak uang. Namun sayang, ia tidak punya waktu mengurus hal ini. Fokusnya saat ini adalah membasmi Organisasi Hitam. Sebab, percuma saja menjadi kaya namun keselamatan tidak terjamin.
"Sudahlah lupakan. Mari kembali, mungkin monster-monster disini sudah dibantai habis sama Organisasi Hitam."
Shiro berbalik, dan baru berjalan beberapa langkah, tanah di bawah kakinya bergetar hebat. Tanah dibawah kakinya seakan sedang bergerak, retakan semakin lebar, bagaikan sebuah selat yang memisahkan dua pulau.
"Apa yang terjadi?" tanya Shiro bingung.
Lahar yang berada di bawah tanah mulai mencuat ke permukaan, bagaikan sebuah gunung berapi yang akan meletus.
Shiro terpana sebentar, sebelum akhirnya ia berlari menjauh dari lokasi tersebut, namun tidak terlalu jauh. Ia masih menonton pertunjukan meletusnya gunung berapi, walaupun ini hanya mirip saja. Ia belum pernah melihat bagaimana gunung berapi itu meletus dengan mata kepalanya sendiri, sehingga ia tertarik.
__ADS_1
BOOM~ BOOM~ BOOM~
Satu persatu lahar-lahar tersebut mulai meledak ke permukaan dan menyembur tinggi ke angkasa.
Plopp~ Plopp~
Lahar yang terbang itu mulai berjatuhan, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Lahar yang mengalir di permukaan, bergerak tidak beraturan dan mulai berkumpul. Seakan sedang membentuk sesuatu.
Shiro tercengang melihat ini, "Jadi ini monster yang ada di Gate ini?" ucapnya terkejut.
Monster itu mulai berbentuk, tapi bentuknya cukup abstrak tanpa ada bagian-bagian tubuh yang jelas. Mirip seperti slime yang dapat berubah bentuk tergantung apa yang ingin dibuat.
"Unseen, apa kau kenal monster-monster ini?" tanya Shiro.
Unseen keluar dari bayangan Shiro, namun hanya sepersekian detik kemudian, ia masuk kembali. Ia tidak tahan dengan suhu panas yang ada di luar dimensi bayangan.
Namun meskipun begitu, Unseen masih menjawabnya melalui telepati, "Iya, itu adalah Monster Lava. Mereka terbentuk dari lahar yang panas dan biasanya bersikap tenang. Namun mereka sering merangsang makhluk hidup yang ada di sekitarnya ketika mereka membutuhkan nutrisi."
Mendengarkan penjelasan Unseen, Shiro mengangguk. Ia melihat Monster Lava itu sedang berjalan ke arahnya. "Lalu, ia sedang lapar ya?"
"Nampaknya begitu!" jawab Unseen.
"Lalu kenapa dari tadi ia tidak keluar, dan baru saat aku mau pergi, mereka baru muncul," gerutu Shiro tidak puas. Jika mereka muncul dari tadi, i tidak perlu repot-repot keliling Gate yang super panas ini.
"Itu karena Auramu, selama ini kau menyembunyikan Aura dan Hawa keberadaanmu, jadi Monster Lava tidak menyadari keberadaanmu karena mereka tidak punya panca indera pada umumnya. Mereka hanya bergerak berdasarkan persepsi mereka terhadap Aura. Dan saat kau ingin menyerah sebelumnya, kau melepaskan Auramu secara normal, mungkin itu sebabnya mereka baru muncul," jelas Unseen.
Mendengar penjelasan dari Unseen, Shiro mengangguk, "Oh, begitu ya!"
__ADS_1
Setelah itu, Shiro tersenyum: "Tapi itu tidak masalah, karena mereka semua sudah muncul. Saatnya untuk menghabisi mereka semua."