Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
103. Ancaman


__ADS_3

Setelah memasuki Gate tersebut, Shiro melihat lingkungan yang tak jauh beda dengan yang ada di luar Gate. Bahkan bisa dikatakan lebih parah.


Pemandangan hutan sekarang lebih terlihat seperti sedang di Gurun. Tanahnya berupa pasir, jika tidak ada pohon-pohon mati yang masih tertancap ditanah, Shiro mungkin sudah mengira Ia sedang berada di sebuah Gurun.


Mengikuti jejak kaki yang tertinggal dari para Dark Elf dan tunggangan mereka, Shiro mengikuti mereka dengan terbang.


Walupun Shiro tidak bisa terlihat dalam keadaan Stealth, namun jejak kakinya masih bisa terlihat ketika berpijak pada tempat-tempat yang mudah meninggalkan jejak kaki seperti Gurun, rawa, atau tanah berlumpur.


Tempat-tempat seperti itu tidak cocok untuk para Assasin dalam bergerak. Untung saja Shiro memiliki Frost Wing yang memungkinkan dirinya untuk terbang.


Dengan iseng, Shiro menyentuh salah satu pohon yang tampak layu tersebut. Namun baru disentuh sedikit, pohon layu itu langsung hancur menjadi debu.


" Eh..." Shiro tidak menyangka pohon-pohon ini serapuh itu.


Kemudian Shiro terus melanjutkan perjalanannya tanpa menyentuh apapun.


Setelah beberapa menit, akhirnya Shiro keluar dari hutan.. eh dari Gurun. Kemudian Ia melihat pemandangan hutan mati yang seperti kondisi di dunia diluar Gate.


Shiro menyimpan kembali sepasang sayapnya, lalu ia turun ke hutan kematian tersebut, jejak kaki para Dark Elf mulai menghilang ketika memasuki hutan kematian.


Menghilangnya jejak para Dark Elf, tidak membuat Shiro khawatir. Selama Ia berada di dalam Gate, Ia dengan percaya diri pasti dapat menemukan keberadaan para Dark Elf.


Yang perlu dilakukan Shiro kali ini adalah menjelajahi sekitar.


Beberapa menit berlalu saat Shiro menjelajahi hutan kematian sampai bertemu dengan perbatasan antara hutan kematian dan hutan pada umumnya. Namun Shiro tidak menemukan tanda-tanda kehidupan satupun juga.


"Sepertinya kehancuran lingkungan yang ditimbulkan lebih parah dari apa yang ku pikirkan," gumam Shiro.


Kemudian Shiro memandang ke hutan di depannya yang tampak luas dan masih hijau. Lalu Ia memasuki kondisi tak terlihat da bergerak menuju pedalaman hutan tersebut.


...****************...


Disisi lain.


Para Dark Elf yang pergi berburu sebelumnya telah kembali ke kediaman mereka.


Kediaman para Dark Elf bagaikan sebuah dunia fantasi dimana mereka semua tinggal di rumah-rumah pohon. Diantara rumah-rumah pohon, terdapat jembatan kayu yang terhubung diantara rumah-rumah pohon.


Kembalinya para Dark Elf pemburu, mendapat sambutan hangat dari para Dark Elf lainnya. Kebanyakan dari Dark Elf yang menyambut mereka adalah kelompok anak-anak dan wanita.


Para Dark Elf pemburu dengan gagah berani memasuki wilayah mereka dengan penuh kebanggaan. Mereka memamerkan hasil buruan mereka semua kepada para penduduk Dark Elf.

__ADS_1


Mereka membawa hasil buruan mereka ke sebuah rumah pohon besar yang berada tak jauh dari pintu masuk Desa. Rumah pohon besar tersebut adalah gudang penyimpanan bahan makanan para Dark Elf.


Ketika mereka sedang berjalan menuju gudang, mereka melihat sekelompok 4 orang Dark Elf yang sedang berjalan kepada mereka. Mereka semua langsung bersimpuh, mereka menundukkan kepala kepada 4 orang Dark Elf yang berada di depan mereka.


"Hormat kami, yang mulia ratu."


"Hormat kami, yang mulia ratu."


"Hormat kami, yang mulia ratu."


"..."


Mereka semua memberi hormat kepada wanita yang berada paling depan diantara kelompok 4 orang tersebut.


Tak hanya para Dark Elf pemburu yang membungkuk Hormat, melainkan semua Dark Elf yang hadir langsung memberi Hormat.


Wanita yang berada paling depan diantara kelompok 4 orang tersebut adalah seorang Ratu para Dark Elf. Dan Ketiga anggota yang lainnya adalah Panatua para Dark Elf, atau bisa disebut para menteri.


Para Dark Elf dipimpin oleh seorang Ratu yang memiliki darah murni Dark Elf. Dan Ketiga Panatua atau menteri adalah orang-orang tua yang bertanggung jawab untuk membantu sang Ratu dalam pemerintahannya.


"Bangun wahai para rakyatku."


"Selamat Datang kembali para ksatria pemberani. Kalian telah membawa hadiah besar untuk para kerabat kalian semua. Kalian adalah kebanggaan dari Suku Dark Elf."


Mendengar kalimat pujian dari sang Ratu, para Dark Elf pemburu menjadi lebih bersemangat. Tanpa sadar mereka menegakkan kepalanya dengan gagah berani.


Para warga Dark Elf lainnya tampak iri mendengarkan pujian dari Sang Ratu kepada Dark Elf pemburu. Karena mendapat pujian dari sang Ratu merupakan sebuah kehormatan bagi mereka semua.


Sang Ratu kemudian berjalan kepada para Dark Elf pemburu, ia menepuk pundak para Dark Elf pemburu satu persatu. Walaupun pundak Dark Elf pemburu memiliki banyak noda, debu dan darah, namun Sang Ratu nampak tidak jijik sedikitpun. Ekspresinya terlihat tenang dan penuh dengan kharisma kepemimpinan.


"Kerja Bagus! " ucap sang Ratu ketika menepuk pundak para Dark Elf pemburu.


Para Dark Elf pemburu merasa tersentuh dengan sikap sang Ratu kepada mereka. Bahkan beberapa diantara mereka menintikkan air matanya. Walaupun begitu, tangan mereka terkepal kuat menandakan semangat juang mereka yang membara.


Setelah menepuk pundak para Dark Elf pemburu, sang Ratu beserta Ketiga menterinya langsung pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.


Tindakan sang Ratu yang langsung pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun tampak biasa saja. Para Dark Elf tidak merasa perbuatan sang Ratu tidak sopan. Mereka semua memandang kepergian sang Ratu dan ketiga menterinya dengan pandangan penuh hormat.


Setelah sang Ratu pergi, para Dark Elf pemburu melanjutkan membawa hasil buruan mereka ke gudang penyimpanan.


...****************...

__ADS_1


Sang Ratu dan ketiga menterinya melanjutkan berjalan-jalan mengelilingi desa.


Tanpa memandang ketiga menterinya, sang Ratu mulai berbicara, "Kalian perhatian kondisi Suku kita saat ini. Menurut kalian, Bagaimana kondisi desa kita sekarang?"


Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Perencanaan dan pembangunan, Menteri pertahanan, dan menteri Sumber Daya.


Satu dari ketiga menteri tersebut adalah wanita, Ia menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan pembangunan, sekaligus menjabat sebagai asisten sang Ratu.


Kedua menteri yang tersisa adalah laki-laki, yang berbadan kekar adalah menteri pertahanan. Sedangkan yang tampak tua adalah menteri Sumber Daya.


Mendengar pertanyaan sang Ratu, tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Bukan karena mereka takut atau apapun. Namun mereka sudah tahu kalau ini hanyalah pertanyaan retoris dari sang Ratu.


Sang Ratu sering memberikan pertanyaan ketika berada di luar ruangan. Dan pertanyaan tersebut harus dipikirkan oleh ketiganya sebagai bahan rapat yang akan diadakan sang Ratu.


Kecuali saat rapat, mereka biasanya tidak diizinkan untuk menjawab pertanyaan Sang Ratu ataupun kembali bertanya.


Ketika sampai ke sebuah bangunan yang tampak mewah, mereka semua berhenti, sang Ratu kemudian berbalik dan memandang ketiga menterinya.


"Dalam waktu 3 jam, rapat akan dilaksanakan! " titah sang Ratu.


"Siap Laksanakan yang Mulia!" ketiganya membungkuk hormat.


Sang Ratu mengangguk, "Silahkan bubar!"


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ketiga menteri tersebut langsung mundur beberapa langkah dan mulai pergi membubarkan diri.


"Huh~" Setelah kepergian ketiga menterinya, sang Ratu menghala napas berat. Ia kemudian memasuki rumah pohon yang tampak besar dan paling mewah tersebut.


Setelah sang Ratu menutup pintu dan ketika Ia berjalan di lorong rumahnya. Sebuah belati tiba-tiba berada di lehernya.


Sang Ratu tampak berkeringat dingin, Ia terkejut seketika. Ia tidak menyangka akan ada yang berani menyergapnya di kediamannya sendiri.


Sang Ratu ingin berteriak dan melawan, namun sebelum Ia melakukannya, sebuah suara terdengar di belakangnya bersamaan dengan sesosok yang muncul secara bersamaan.


"Diam, jangan melawan. Desa ini sudah ku tanamkan dengan banyak peledak. Jika kau tidak ingin melihat kematian para wargamu, lakukan apa yang ku katakan."


Keringat sang Ratu menjadi semakin deras. Ia hanya bisa mengangguk menuruti pihak yang mengancamnya tersebut.


Lalu Ia membawa pihak yang mengancamnya ke sebuah ruangan. Mereka berdua memasuki sebuah ruangan dan mengunci pintu ruangan tersebut.


Kalian tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2