
Setelah mencari lokasi kediaman para Dark Elf, Shiro akhirnya menemukannya. Ia kemudian diam-diam memasuki desa tempat para Dark Elf tinggal.
Saat memasuki desa para Dark Elf, Shiro sempat memagumi pemandangan lingkungan pedesaan yang tampak seperti di dunia fantasi.
Tak jauh dari tempatnya berdiri, Shiro melihat para Dark Elf yang sedang membungkuk hormat kepada salah satu Dark Elf wanita.
"Itu sang Ratu Dark Elf." Pengingat Unseen muncul di benak Shiro.
Shiropun mengangguk, Ia sudah mendapatkan target yang Ia cari. Kemudian Ia mulai mengikuti arah pergerakan sang Ratu dan ketiga menterinya.
Mengikuti arah perjalanan menuju Ratu, Sampailah Shiro di depan bangunan rumah pohon yang cukup mewah. Shiro sudah dapat menembak bahwa bangunan ini adalah kediaman Sang Ratu.
Sang Ratu tampaknya sedang memberikan instruksi kepada ketiga menterinya, Shiro bersiap untuk memasuki rumah pohon mewah tersebut.
Bersamaan dengan Sang Ratu yang memasuki Rumah Pohon, Shiropun mengikutinya dengan cepat.
Sang Ratu Dark Elf tampaknya tidak merasakan sesuatu yang salah, Ia menutup pintu dan berjalan menuju salah satu ruangan.
Merasakan keadaan aman di sekitarnya, Shiro bersiap menyergap Sang Ratu Dark Elf.
"Jangan bergerak."
Shiro menodongkan kerambitnya ke leher Sang Ratu Dark Elf. Sang Ratu tampak terkejut dan Ia sepertinya mengerti ucapan Shiro. Ia tidak bergerak sedikitpun, takut kerambit di lehernya akan memotong lehernya.
Meskipun begitu, jemari sang Ratu bergerak-gerak. Tetapi Shiro menemukan pergerakan diam-diam sang Ratu.
Shiro kembali mengancam, "Jangan membuat gerakan diam-diam seperti itu, Kau akan tahu akibatnya."
Shiro kemudian menunjukkan sebuah Remote dengan satu tombol merah diatasnya kepada Sang Ratu. "Jika kau masih melakukannya, aku tidak akan sungkan untuk melepaskan semua peledak yang ku tanam di beberapa rumah warga kalian."
"Kecuali kau ingin melihat kematian rakyatmu." tambah Shiro.
Sang Ratu tampak ngeri dengan ancaman Shiro. Ia menghentikan tindakannya.
Melihat Sang Ratu menuruti semua ucapannya, Shiro mengangguk. Kemudian Ia menyimpan kembali Remote tersebut.
"Apa yang kau inginkan ?" tanya Sang Ratu.
__ADS_1
Mendengar Sang Ratu menggunakan bahasa yang sama dengan dirinya, Shiro tersenyum penuh kemenangan.
Selama lawan mengerti ucapannya dan bisa menggunakan bahasa yang yang dengan dirinya, rencana Shiro dapat berjalan dengan lancar.
Shiro lalu melihat-lihat ke sekelilingnya, "Ini bukan tempat yang bagus untuk berbicara. Bawa aku ke kamarmu! "
Ucapan Shiro membuat sang Ratu ngeri. Baru kali ini ada orang yang terang-terangan ingin memasuki kamarnya bersamaan dengan dirinya.
"Bajingan, dasar cabul. Apa yang kau inginkan dikamarku?" tanya Sang Ratu dengan ekspresi ngeri dan disertai dengan amarah.
Shiro tersenyum jahat, "Kau sudah tahu apa yang aku inginkan."
Meskipun Sang Ratu tidak bisa melihat ekspresi Shiro. Namun Ia dapat melihat ekspresi tidak benar dari Shiro. Walaupun sebenarnya itu adalah tindakan bercanda Shiro.
Shiro hanya menggiring pemikiran sang Ratu, padahal ia hanya ingin berbicara dengan nyaman di kamar sang Ratu.
Sang Ratu tampak takut, Ia berencana untuk melawan, namun ancaman Shiro kembali terdengar.
"Eit.. Apa yang ingin kau lakukan? Apakah kau ingin melihat kepunahan Ras mu ?" Shiro sengaja mengeluarkan kembali Remote Control tersebut di depan Sang Ratu.
Sang Ratu hanya menunduk kecut, Ia menuruti perintah Shiro untuk membawanya ke kamarnya.
Sang Ratu lalu mulai bertanya kepada Shiro, "Sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa mmendengar pembicaraan kita, apa yang ingin kau tanyakan?"
Shiro tidak langsung menjawab, Ia melihat suasana kamar yang tampak bersih dan rapih. Kemudian Shiro baru memandangi sang Ratu, "Siapa namamu ?"
"Hum~ Ku pikir ada hal penting yang ingin kau bicarakan, jika ingin bertanya nama saja, tidak perlu kau bawa kesini. Namaku Elfie."
Walaupun Sang Ratu Dark Elf agak tidak puas dengan pertanyaan Shiro, namun Ia masih memberitahukan namanya.
"Itu hanya permulaan Ratu Elfie, sekarang baru masuk ke pertanyaan yang sesungguhnya."
"Baiklah, silahkan tanya saja. Selama aku bisa menjawabnya, akan ku jawab sebisaku."
"Tidak masalah, pertanyaan pertamaku apakah Dark Elf adalah Ras yang cinta alam seperti yang dirumorkan?"
Ratu Elfie awalnya terkejut, namun ekspresinya langsung berubah menjadi penuh senyum kebanggaan. "Tentu saja, kami juga sama dengan Ras Elf lainnya yang cinta damai, walaupun kami terkenal agak kasar dibandingkan dengan Ras Elf lainnya."
__ADS_1
Shiro tidak terkejut sama sekali, jawaban sari Ratu Elfie sesuai dengan apa yang ia harapkan.
"Lalu kenapa kalian para Dark Elf membiarkan alam menjadi hancur, bahkan membantu menghancurkan alam?"
"Kami menghancurkan alam ? Apa maksudmu ? Aku setuju untuk menjawab semua pertanyaanmu, namun itu bukan berarti kau berhak memfitnah kami."
Sang Ratu Dark Elf, Elfie, tampak marah mendengar pertanyaan Shiro. Shiropun tampak terkejut, kemudian Ia menjadi tertarik dengan apa yang terjadi selanjutnya.
"Sepertinya ada konspirasi," pikir Shiro.
Shiro lalu mengeluarkan beberapa Foto lingkungan di luar dan pinggiran dalam Gate dan menyerahkannya kepada Ratu Elfie. Foto-foto tersebut diambil dengan iseng oleh Unseen.
Semenjak Unseen diberikan kamera recorder oleh Shiro, Ia sering sekali memotret dan merekam berbagai moment-moment-moment penting. Banyak sekali foto dan video berkelas yang diambil oleh Unseen.
Bahkan Shiro sempat berpikir untuk menjadikan Unseen sebagai fotografer jika Unseen sudah capek untuk bertarung dan berpetualang bersamanya.
Kembali ke Topik.
Ratu Elfie mengambil foto-foto tersebut dan mengerutkan kening. Dengan ekspresi marah, Ia memandang Shiro tanpa bersuara.
Shiro tidak memperdulikan ekspresi kemarahan sang Ratu, "Apakah kau tahu dimana foto-foto itu diambil ?"
Sang Ratu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini diambil di pinggiran hutan yang berada di dalam dan luar Gat... Gerbang Dimensional." jelas Shiro sambil menunjukkan foto tersebut satu persatu.
"Mustahil, itu tidak mungkin." Sang Ratu menatap Shiro dengan mata tidak percaya.
"Sepertinya Sang Ratu tidak pernah keluar dari Zona Nyamannya, ya!" sindir Shiro.
"Memang benar aku tidak pernah keluar dari Desa, Semuanya diurus oleh para menteriku dan aku percaya sama mereka."
"Kalo begitu yang mulia Ratu, apakah kau ingin melihat kenyataannya ?" tawar Shiro.
Sang Ratu terdiam sebentar, ia sepertinya sedang mempertimbangkan tawaran Shiro. Walaupun Ia sangat percaya dengan ketiga menterinya, namun rasa penasaran dan keinginan untuk mengetahui kebenarannya terngiang dibenaknya.
Shiro menunggu jawaban dari Sang Ratu, ia terlihat santai dan tidak terburu-buru membuat Sang Ratu memberikan jawaban.
__ADS_1
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya sang Ratu mendapatkan jawabannya.
"Baiklah antarkan aku kesana."