
Hari berlalu, saat ini Shiro sedang berkumpul untuk melakukan briefing antara petugas, wasit, dewan guru maupun para siswa untuk menjelaskan masalah kegiatan Battle Academy. Atau bisa disingkat TM atau Technical Meeting. Shiro ada diantara mereka.
Sebelumnya, pada pagi harinya, Ketua Asosiasi beserta Walikota Kota A sudah membagikan daftar kegiatan untuk acara Battle Academy. Kegiatan Battle Academy dilakukan untuk menguji kemampuan para Calon pahlawan yang dibagi menjadi 3 bagian kegiatan.
Tahap pertama adalah uji kecerdasan, uji kerja sama tim, dan uji kemampuan individu. Dan Shiro diberi mandat untuk bagian mengawasi ujian kerja sama tim dan ujian kemampuan individu.
Dan saat ini, siang harinya mereka melakukan Technical Meeting bersama dengan guru dan calon peserta Battle Academy dari ketujuh sekolah yang ada.
Anastasya berdiri di podium dan menghadap para Audience. Shiro dan beberapa pengawas yang ditugaskan dalam misi ini berdiri sejajar di belakang Anastasya. Kali ini Anastasya yang akan memimpin Technical Meeting.
"Selamat datang para Dewan Guru, dan para siswa calon pahlawan yang kami banggakan. Sesuai dengan kegiatan tahunan yang selalu diselenggarakan, kali ini Battle Academy akan kembali di selenggarakan untuk menguji kemampuan para Calon pahlawan kita. Dan kali ini, Battle Academy akan diadakan di Kota A selama 7 hari."
Clap Clap Clap~
Anastasya mendapat banyak sambutan tepuk tangan dari para Audience sebagai bentuk apresiasi dari mereka.
"Terimakasih, Terimakasih!" ucap Anastasya sambil terus tersenyum.
"Kegiatan Battle Academy sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang terbagi menjadi tiga tahap. Pertama adalah tahap tes akademik. Kedua, tahap uji kerja sama tim. Dan yang terakhir, tahap ketiga adalah tahap uji kemampuan individu. Selanjutnya, kami akan menjelaskan secara mendetail..." lanjut Anastasya.
Semua Audience, baik Dewan Guru maupun para siswa mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
Tahap pertama, tes akademik tidak jauh berbeda dengan tes akademik pada umumnya. Setiap peserta akan mengerjakan soal pilihan ganda dan Essay yang jumlahnya mencapai 50 soal. Isi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak jauh dari etika pahlawan, persiapan dalam memasuki Gate, pengetahuan tentang monster, herbal, dan lain sebagainya.
Mendengar banyaknya soal itu, Shiro di belakang menjadi merinding. Untung saja ia tidak diajak waktu ada kegiatan Battle Academy. Sehingga ia tidak perlu pusing-pusing belajar memikirkan masalah ini.
Setiap individu akan mendapatkan poin sesuai dengan jawaban yang mereka jawab dari semua pertanyaan tersebut. Meskipun mereka mendapatkan nilai 0 atau tidak menjawab, mereka akan terus melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu tahap Kerja Sama tim.
"Seorang pahlawan, tidak pernah bertarung seorang diri, mereka akan selalu memiliki partner, baik itu Battle Pet ataupun pahlawan lainnya. Dan karena itulah tujuan diadakan ujian ini. Mekanisme ujian ini adalah..." jelas Anastasya.
Untuk ujian tahap kedua, yaitu ujian Kerja Sama Tim. Ujian ini mengharuskan setiap sekolah untuk membentuk beberapa tim yang terdiri dari 3 orang di setiap tim. Semua orang akan memasuki sebuah White Gate yang telah diselesaikan, dan setiap tim akan dipisahkan dan memulai dalam waktu yang bersamaan. Mirip seperti Battle Royale, namun mereka tidak bisa saling membunuh.
Di dalam White Gate, setiap tim akan menghadapi berbagai jenis monster dari yang terlemah hingga yang terkuat. Setiap monster memiliki Label Tag poin. Jika ada 2 atau lebih tim yang berkontribusi dalam menghadapi monster, poin tersebut akan dibagi rata sesuai dengan jumlah kontribusi dalam tim, bukan individu.
Selain masalah makanan, keamanan juga termasuk faktor penting. Setiap tim akan dibagikan sebuah suar dan Item Pelindung sekali pakai yang bisa melindungi peserta yang ada dalam radius 3 meter dari serangan Monster selama 3 menit.
Suar ditujukan untuk para Pengawas untuk menyelamatkan mereka secepat mungkin. Selain itu, setelah suar dilontarkan dan item Pelindung sekali pakai dikonsumsi, itu berarti tim tersebut telah menyerah. Mereka tidak bisa melanjutkan tes, dan hanya menghitung poin sesuai dengan apa yang mereka dapatkan.
Dan dari sini juga tugas Shiro. Sebagai petugas, ia harus berada di lingkungan tertentu, dan ketika ada Suar yang ditembakkan, Shiro harus sesegera mungkin menyelamatkan para peserta.
"Tes ini cukup berbahaya, jadi kami harap setiap sekolah akan mempertimbangkan dengan cermat tim yang mereka pilih, Ketua tim harus bisa menilai situasi agar tidak ada kecelakaan. Meskipun ada pengawas yang berkeliaran, mungkin kalian sudah mati sebelum pengawas datang atau sebelum kalian mengaktifkan item tersebut. Jadi berhati-hatilah!" Anastasya mencoba mengingatkan.
Tes ini terbilang kejam, namun inilah cara hidup seorang Pahlawan. Potensi seseorang bisa saja muncul muncul terangsang bahaya seperti ini. Selain itu, ini juga menjadi ajang pengalaman bagi para siswa sebagai persiapan sebelum memasuki dunia kepahlawanan yang sebenarnya.
__ADS_1
Setelah tahap kedua selesai, selanjutnya memasuki tahap ketiga yaitu tahap uji kemampuan individu. Tahap ini adalah tahap dimana peserta akan bertarung dengan peserta lain satu lawan satu di dalam sebuah Arena.
Mereka bebas mengeluarkan skill atau senjata mereka. Namun mereka tidak boleh menggunakan item sekali pakai ataupun Battle Pet.
Item sekali pakai terkadang sangat berbahaya dan bisa membahayakan orang lain. Dan masalah Battle Pet, terkadang Battle Pet yang mereka gunakan bukanlah Battle Pet hasil mereka sendiri, melainkan pinjaman dari pihak Sekolah atau keluarga mereka sendiri. Jadi hal ini terbilang cukup tidak adil, sehingga penggunaan Battle Pet dalam pertarungan individu dilarang. Kecuali seorang summoner.
Ada total 16 peserta yang akan masuk ke babak ini. Peserta-peserta ini dipilih berdasarkan total poin mereka, dari tahap tes akademik ditambah dengan poin ketika tahap kedua. Selain itu, ada juga poin rahasia untuk masing-masing individu, seperti kepemimpinan, dan semacamnya. Maka dari itu, setiap sekolah harus memilih tim yang berkualitas.
Tahap ini terdiri dari 2 hari, dan pada pada kedua yaitu tahap final. Shiro juga bertugas sebagai pengawas pada tahap ini. Ia mengawasi jalannya pertandingan agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Dengan kemampuan 'Dream' yang melekat pada Katana miliknya, ini adalah yang mudah.
Shiro merasa kalau tugas ini relatif mudah bagi dirinya, palingan saat tahap kedua yang perlu perhatian lebih untuk mencegah para peserta mengalami kecelakaan.
"Oke, selanjutnya sesi tanya jawab. Silahkan bagi yang ingin bertanya, kami persilahkan!" Anastasya melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu sesi tanya-jawab.
"Bagaimana dengan obat dan persiapan medis pada tahap kedua, apakah peserta boleh membawa sendiri dari luar atau harus mencari di dalam Gate?"
"Bagaimana jika dua tim bertarung di dalam Gate?"
Cukup banyak pertanyaan yang diajukan para siswa, terutama dengan tes tahap kedua. Mereka sepertinya tidak menaruh perhatian lebih pada tes akademik dan tes akhir pertarungan individu.
Anastasya menjawab semuanya secara perlahan, setelah memastikan semua pertanyaan dijawab semua tanpa ada keraguan sedikutpun. Maka, Technical Meeting, sehari sebelum Battle Academy dilakukan. Telah selesai dilakukan!
__ADS_1