Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
120. Bala Bantuan Tiba


__ADS_3

Setelah para Lich dikalahkan oleh Shiro, batch per batch Kerangka mulai berjatuhan. Semuanya tampak kelihangan jiwanya, tak bergerak sama sekali.


Para Pahlawan Raid awalnya bingung, namun kemudian ekspresi mereka menunjukkan kelegaan dan kebahagiaan.


"Huh... akhirnya selesai."


Tanpa sadar, mereka mulai merebahkan diri. Perjuangan mereka selama ini akhirnya terbayarkan. Mereka akhirnya bisa beristirahat setelah sekian lama bertahan menghadapi gempuran serangan yang terus menerus datang kepada mereka.


Di depan mereka saat ini, hanya ada tumpukan tulang-belulang yang berserakan dan hampir memenuhi seluruh lembah.


Hanya Kapten Ron sendiri yang masih berdiri, memandangi Kabut yang belum menghilang. Ia tetap siap dan siaga atas segala macam kemungkinan yang mungkin saja bakal terjadi pada mereka.


Lalu Ia pun memandang rekan-rekannya yang tampak sedang kelelahan, "Kalian silahkan istirahat. Tapi jangan lengah, Gate masih belum diselesaikan. Musuh bisa datang kapan saja."


"Ya, Kapten."


Mendengar perintah Ron, mereka setuju setuju. Mereka mulai mengisi kembali energi dan Aura mereka yang terbuang.


30 menit berlalu.


Energi dan Aura mereka perlahan mulai pulih. Tidak ada gangguan atau serangan dari para Kerangka lagi.


Merasa sudah aman, mereka bersiap untuk meninggalkan lembah.


Namun ketika mereka hendak pergi, sekelompok bayangan humanoid terlihat dari balik Kabut yang tebal tersebut.


Mereka semua menjadi waspada, Ron langsung berdiri paling depan. Memegang Perisai di tangan kirinya dan Palu Gada di tangan kanannya, Ia siap untuk menangkis serangan musuh.


Bayangan dari Kabut tersebut perlahan mendekati mereka. Ron dan yang lainnya sudah bersiap untuk pertempuran frontal.


Akan tetapi, ketika penampakan bayangan dari balik Kabut tersebut terlihat. Ron dan yang lainnya langsung bisa bernapas lega, mereka lansung mengendurkan pertahanan mereka.


Karena sekelompok orang yang ada di depannya mereka adalah Sekelompok Pahlawan dari Asosiasi Pahlawan sebagai bala bantuan bagi mereka.


Terlihat, Brewthern dan Anastasya yang memimpin Bala Bantuan. Ron yang mengenali Brewthern, langsung menyambut mereka.


"Tuan Brewthern, Nona Anastasya, Terimakasih atas Bala Bantuannya."


Brewthern dan Anastasya awalnya bingung, namun mereka tetap mengangguk.


"Ron, bagaimana dengan kalian? Apa baik-baik saja?" tanya Brewthern.


"Tidak apa-apa. Mereka semua baik-baik saja."


"Baguslah."


Brewthern, Anastasya, dan Pahlawan Bala Bantuan yang lain, melihat tulang-belulang yang berserakan.


Ron tetap diam, walaupun Bala bantuan yang dibawa hanya 5 orang selain Brewthern dan Anastasya. Tapi mereka semua berperingkat S.

__ADS_1


Berbeda dengan tim mereka, walaupun berjumlah 20 orang, hanya ada Ron dan Rin yang memiliki peringkat S. Sisanya kebanyakan berperingkat A dan hanya 1-2 orang yang berperingkat B.


Meski begitu, Ron dan yang lainnya dapat bernapas lega. Dengan total 9 orang berperingkat S di dalam tim, keamanan mereka terjamin. Ini juga menunjukkan keseriusan Asosiasi Pahlawan dalam menangani Gate.


Tiba-tiba Anastasya memandang sekeliling dengan bingung, ia pun bertanya kepada Ron dan yang lainnya: "Dimana Zero?"


Mendengar pertanyaan Anastasya, Brewthern pun baru tersadar Zero tidak ada.


Sedangkan Ron, timnya dan Bala bantuan yang dibawa Brewthern dan Anastasya malah bingung dengan pertanyaan Anastasya.


"Zero ? Siapa Zero?" tanya Ron dengan raut kebingungan.


Melihat tingkah Ron dan lainnya yang sepertinya tidak tahu-menahu tentang Zero. Anastasya dan Brewthern mengerutkan kening.


Lalu Brewthern mulai menjelaskan secara singkat: "Zero adalah orang pertama yang memasuki Gate terlebih dahulu, mungkin sekitar 30-50 menit lebih awal dari kami. Ia jugalah yang memberi tahu kami lokasi kalian."


Ron menggaruk kepalanya, ia benar-benar tidak tahu apa-apa. Anastasya dan Brewthern juga tampaknya tahu bahwa Ron tidak mengetahuinya.


"Lalu, bagaimana kalian menyelesaikan semua monster ini?" tanya salah satu Bala Bantuan yang dibawa Anastasya dan Brewthern.


Sebelum Ron sempat menjawab, salah satu Assassin tim Ron yang menjawab: "Aku berhasil mengalahkan pengendali para monster ini."


Ya, Assassin tersebut adalah Assassin yang berhasil mengambil kalung Lich dengan memanfaatkan skill Spectre.


Namun meski begitu, Anastasya melihat perubahan ekspresi Ron.


"Ron, Ceritakan yang sebenarnya terjadi," ucap Anastasya.


Kemudian Ron menunjuk Rhea, "Rhea mengunci salah satu dari target yang melarikan diri, namun katanya, target tersebut telah mati. Kami kita awalnya kalian yang menolong kami."


Mendengar cerita Ron, mereka semua mulai mencerna cerita Ron, sedangkan Assassin yang mengaku-ngaku tersebut tampak malu.


"Tunggu sebentar, bagaimana kalian tahu bahwa makhluk Kerangka ini dikendalikan? Kami belum memberi tahu kalian masalah ini," ucap Brewthern dengan curiga.


"Jadi kalian tahu kalau mereka dikendalikan?" tanya Ron.


Brewthern, Anastasya dan Pahlawan Bala Bantuan semuanya mengangguk.


Kemudian Ron memberi tahu mereka masalah bahwa ada Battle Pet yang datang kepadanya membawa surat tentang musuh yang sebenarnya lengkap dengan kelemahan musuh tersebut.


"Battle Pet yang kau bicarakan adalah Shadow Mantis?" tanya Anastasya.


Ron mengangguk.


"Itu Zero. Kemungkinan dia jugalah yang mengalahkan para pengendali Kerangka yang lainnya," ucap Anastasya.


"Lalu dimana orang yang bernama Zero itu sekarang?" tanya Ron.


Anastasya menggeleng, "Namun mengingat perilakunya yang suka bertarung sendirian. Mungkin ia sekarang sudah mengarah ke tempat Boss monster."

__ADS_1


"Apakah itu tidak apa-apa Boss?" tanya salah satu Pahlawan bala bantuan.


"Entahlah. Kekuatannya yang sebenarnya tidak ada yang tahu. Tapi Ketua Asosiasi sangat mempercayainya," jawab Brewthern.


"Tadi siapa Boss nama pria itu?"


"Namanya Zero. Oh ya, ia juga sering disebut sebagai Shadow," ucap Brewthern.


"Shadow ? Shadow yang itu?"


Brewthern dan Anastasya mengangguk.


BAAAAANGGG~


BAAAAANGGG~


BAAAAANGGG~


Beberapa ledakan besar tiba-tiba terdengar. Lembah dan pegunungan tempat mereka berada pun bergetar.


"Gempa ? tidak. Ini seperti pertarungan seseorang."


"Mungkinkah Zero yang dibicarakan sebelumnya yang yang bertarung sekarang?"


"Namun mengingat ledakan kekuatan dan guncangan yang dihasilkan, kemungkinan musuh yang ia hadapi adalah Boss monster."


Mendengar analisis tersebut, membuat mereka bersemangat. Terutama Pahlawan bala bantuan, mereka sangat ingin bertarung melawan musuh yang kuat.


"Ayo, mau tunggu apa lagi ?" ajak salah satu Pahlawan bala bantuan.


Brewthern lalu menegurnya: "Emangnya kau tahu dimana lokasinya saat ini?"


Mendengar perkataan Brewthern, Pahlawan tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil cengengesan.


Kemudian Anastasya menghampiri Rhea, "Bukannya kau punya skill pelacak? Bisakah kau melacak seseorang?"


Rhea mengangguk, "Tapi aku perlu tahu spesifikasi orang itu."


"Tidak masalah," ucap Anastasya.


Kemudian Anastasya mulai menyebutkan karakteristik Shiro, "Rambutnya putih, matanya ungu, memakai pakaian Kimono Pria berwarna putih dengan motif Bunga berwarna biru dan ungu. Tinggi badannya...."


Setelah Anastasya memberitahu Karakteristik Shiro, ia lalu memandang Rhea: " Bagaimana?"


Rhea tersenyum, "Ketemu, ikuti Aku."


...~Bersambung~...


Catatan Author: Bonus penampilan Anastasya

__ADS_1



__ADS_2