
Beberapa hari telah berlalu, Shiro akhirnya dapat kabar dari Unseen kalau Iblis yang merasuki tubuh Brewthern telah siap untuk membuka mulut.
Mendengar ini, Shiro tersenyum. Sekarang saatnya menggali informasi. Beberapa hari yang lalu, Ketua Asosiasi gagal membaca ingatannya. Itu menandakan ada sebuah Pelindung yang membuat tidak ada yang bisa membaca informasi yang berada di kepala Iblis itu. Namun itu bukan berarti tidak ada cara untuk menggali informasi.
Jika tidak bisa membaca informasi yang ada di kepalanya, biarkan Iblis itu bicara sendiri dan membeberkan semuanya. Jadi Shiro membiarkan Unseen untuk menggunakan Shadow Prison agar membuat Iblis itu bicara.
"Oke, lakukan sekarang!" perintah Shiro.
Unseen mengangguk, kemudian Ia melepaskan Iblis yang merasuki tubuh Brewthern dari dalam Shadow Prison. Dan ini saatnya Shiro melakukan interogasi, tentu saja dibantu oleh Unseen untuk merekam semua informasi.
"Pertanyaan pertama, sejak kapan mengambil alih tubuh Brewthern?" tanya Shiro.
Iblis itu kemudian memberitahu Shiro apa yang terjadi. Setelah menyelesaikan Gate yang digunakan untuk acara Battle Academy, Brewthern disergap oleh Organisasi Hitam. Ia yang seorang diri tidak sanggup melawan, sehingga akhirnya tubuhnya di ambil alih.
Dari sejak itulah, rencana untuk mengacau di acara Battle Academy dilakukan. Dengan bantuan dirinya, membuat anggota Organisasi Hitam dapat dengan mudah menyusup ke tribun penonton.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Iblis itu, akhirnya Shiro mengerti apa yang terjadi.
"Lalu, kenapa kalian menyerang beberapa kota?" tany Shiro kembali.
"Untuk pengorbanan," jawab Iblis dengan singkat, padat dan jelas.
Mendengar ini, Shiro merasa kalau Organisasi Hitam ini sudah tidak sabar lagi. Dan mungkin akan ada peristiwa serupa yang akan terjadi tak lama lagi.
"Lalu setelah kegagalan ini, apakah kalian akan kembali menyerang kota yang lain?"
__ADS_1
"Tidak, karena kau adalah eksistensi paling kuat. Kami tidak ingin mengambil resiko. Jadi target kami bukan lagi Kota, tapi monster dan makhluk di dalam Gerbang Dimensional yang berada di alam liar. Dengan begini, tidak akan ada yang mengganggu rencana pengorbanan kami."
Mendengar ini, Shiro mengutuk para Organisasi Hitam ini, "Dasar bajingan licik."
Karena mereka mengetahui bahwa dirinya kuat, sehingga mereka tidak berani menyerang Kota dengan gegabah. Selain itu, ia sudah berniat untuk tidak berpetualang untuk melindungi kota, dan ternyata pilihannya salah.
Mereka tidak menargetkan Kota lagi, melainkan sesuatu yang ada di alam liar sana.
"Sial, aku sepertinya harus merubah rencanaku dan semuanya juga harus diberitahukan kepada Ketua Asosiasi."
Kemudian Shiro melanjutkan untuk bertanya: "Sekarang dimana lokasi Markas utama kalian?"
Iblis yang mengambil alih tubuh Brewthern memberitahukan lokasi tepat dari Markas mereka.
"Terimakasih atas informasinya, ini sudah cukup. Sebagai caraku mengungkapkan rasa Terimakasihku, akan ku akhiri penderitaanmu," ucap Shiro dengan nada tulus.
Bunyi 'Clepuk' terdengar, kepala Iblis itu terjatuh. "Unseen, urus sisanya!" perintah Shiro.
Tanpa menunggu jawaban dari Unseen, Shiro langsung pergi dan bergegas menuju Markas Pusat Asosiasi Pahlawan. Ia menuju kantor Ketua Asosiasi.
Untungnya Ketua Asosiasi masih ada di tempat, Shiro langsung masuk begitu saja. "Ketua, ada keadaan darurat!" ucap Shiro langsung.
Ketua Asosiasi terkejut dengan kedatangan Shiro yang tiba-tiba, ia ingin sekali memarahinya karena selalu datang secara tiba-tiba dan mengejutkannya. Namun ketika melihat Shiro yang datang dengan tergesa-gesa, Ketua Asosiasi tidak melakukannya.
Ia tahu kalau Shiro melakukan ini, menandakan ada sesuatu yang mendesak. "Ada apa?" tanyanya.
__ADS_1
"Silahkan kau lihat sendiri!" Shiro lalu menyerahkan rekaman interogasi Iblis itu.
Melihat rekaman interogasi itu, awalnya Ketua Asosiasi memandang Shiro dengan tatapan heran. Namun ia kembali menatap layar interogasi tersebut. Semakin banyak yang ia dengar, semakin terkejut dia.
"Ini benar?" tanya Ketua Asosiasi.
Shiro mengangguk, "Iya, kita harus mengambil tindakan segera!"
"Kau tunggu di lapangan, kita akan bergerak sebentar lagi."
Ketua Asosiasi langsung melakukan panggilan, dan Shiro pergi ke tempat yang telah dijanjikan.
Setelah sepuluh menit berlalu, para pahlawan akhirnya tiba. Lebih dari 50 orang yang datang dengan perlengkapan lengkap.
Sangat berbeda dengan Shrio yang hanya menggunakan Jubah Assassin Hitam biasa, tanpa ada aksesoris sedikitpun.
Setiap perlengkapan yang ia miliki semuanya tersimpan di dalam ruang penyimpanan sistem, sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan hal ini.
"Apakah semuanya telah datang?" tanya Ketua Asosiasi.
"Ya, Ketua!"
"Baik, sepertinya yang sudah ku beritahukan sebelumnya. Kita akan menyerang Markas Organisasi Hitam. Selain itu, yang akan memimpin pertempuran kalian kali ini adalah orang itu!" tunjuk Ketua Asosiasi kepada Shiro.
Shiro terkejut dengan keputusan tiba-tiba tersebut. Belum sempat membantah, Ketua Asosiasi melanjutkan kata-katanya: "Tak usah banyak tanya, silahkan pergi! Jangan sampai mereka kabur!"
__ADS_1
"Ya, Ketua!"