
Selama seminggu penuh, Shiro ikut membantu menjalankan misi sebagai seorang kuli.
Ya, mau bagaimana lagi ? Usia, status dan identitasnya saat ini belum bisa mendukungnya untuk melakukan misi-misi berat. Terpaksa ia harus jadi kuli untuk bisa mengisi ulang biaya hidupnya.
Banyak pekerjaan yang ia lakukan, mengangkat bahan-bahan berat, menggali tanah, membantu membuat lahan pertanian, menjaga atau patroli malam, dan semacamnya.
Tak hanya itu, dengan melakukan tugas kuli ini, ia bisa membuka matanya lebih jauh. Ia bisa melihat berbagai kemampuan aneh yang dimiliki oleh Pahlawan kuli seperti dirinya.
Ada yang bisa merubah tangannya menjadi mesin Bor dan suku cadang lainnya, ada yang bisa membangun tembok, muntahan berupa semen dan koral, kemampuan mixer, dan masih banyak lagi kemampuan para pahlawan kuli ini yang terlihat aneh dan unik.
Selain para pahlawan kuli, Shiro juga sering melihat para Pahlawan tempur yang terluka sehabis keluar dari Gate. Bahkan setiap harinya ada saja yang terluka, tentu juga ada pengganti dan bala bantuan yang datang untuk membantu menyelesaikan Gate.
Shiro sering kali ingin ikut masuk ke dalam Gate, ia membujuk beberapa orang agar bisa mengizinkannya masuk.
Namun sayang, usahanya percuma. Melihat usia Shiro di Id Card, mereka mengira Shiro hanyalah anak kecil atau seorang magang. Sehingga ia tidak pernah diizinkan ikut masuk karena berbahaya.
Shiro pernah mencoba menyelinap masuk, namun banyaknya penjaga membuat Shiro mengurungkan niatnya.
Walaupun Shiro tidak tahu tentang apa yang terjadi di dalam Gate, namun ia berhasil mendapatkan bocoran informasi tentang pertempuran di dalam Gate.
Diantaranya yaitu banyaknya makhluk Laut yang harus di lawan sebelum menghadapi Siren, seperti Ular Laut, Stingray Manticore, Thunder Jellyfish, dan lainnya.
Ketika misi Shiro sebagai kuli selesai, ia kembali ke kota A, namun Gate masih belum diselesaikan.
Menandakan susahnya medan, dan bertanya lawan yang mereka hadapi.
Namun kabar baik perlahan datang.
Seminggu setelah Shiro selesai jadi kuli, atau lebih tepatnya minggu ini setelah para pahlawan masuk menyelesaikan Gate. Akhirnya Gate tersebut berhasil terselesaikan.
Berita itu tersebar luas dengan cepat, membawa sorak sorai kemenangan, kebahagiaan menyelimuti seisi kota kala itu.
Shiro ikut bahagia mendengar kabar itu.
Namun yang tidak orang lain ketahui, setiap perjuangan pasti ada sebuah pengorbanan yang mengikuti.
Hampir seratus orang yang ikut, dan yang meninggal hampir 25 orang. Lebih tepatnya ada 18 orang yang ditemukan meninggal, dan sisanya tidak diketahui.
Ketujuh pahlawan yang tidak diketahui, dinyatakan meninggal. Kemungkinan terbesar ya Ketujuh pahlawan itu sudah dimakan oleh monster Laut atau tenggelam di lautan yang ada di dalam Gate.
Itu baru yang meninggal, yang terluka sangat banyak. Hampir setiap pahlawan yang kembali pasti membawa luka ditubuhnya.
Luka itu mereka jadikan sebuah Medali atas perjuangan berat mereka.
Memang begitulah seorang pahlawan, harus berjuang, mengerahkan segala kekuatannya. Walaupun nyawa yang menjadi korbannya.
Kehormatan dan kebanggaan harus tertanam di jiwa mereka. Karena itulah yang menjadikan mereka hebat, membuat mereka kuat.
Kabar baik yang terjadi tidak hanya itu.
Sebuah berita menggemparkan dunia kembali terdengar, dan Shiro sangat senang mendengar berita tersebut.
Mungkin kalian bisa menebaknya. !
Ya, benar. Berita tersebut adalah berita tentang kebenaran keluarga Yuki yang terungkap.
Seminggu setelah Gate di pinggiran Kota U terselesaikan. Asosiasi Pahlawan menangkap seluruh Keluarga Yuki.
Keluarga Yuki dinyatakan bersalah, karena melakukan praktik terlarang, memalsukan bukti, melakukan pembunuhan, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Semua bukti dan tindakan yang dilakukan Keluarga Yuki diekspose oleh pemerintah setempat dan Asosiasi Pahlawan.
Berita itu membuat semua orang gempar.
Berita bahwa Keluarga Yuki memanfaatkan monster yang ada di Gate untuk mendapatkan keliatan melalui pertukaran nyawa, membuat semua orang geram dan marah.
Apalagi nyawa yang dipertukarkan adalah nyawa dari seorang pahlawan.
Hampir semua masyrakat Kota A melakukan kuisioner dan voting untuk menghukum mati seluruh anggota Keluarga Yuki yang terlibat.
Mereka geram dan takut, kalau nanti kedepannya keluarga mereka yang menjadi sasaran pertukaran kekuatan.
Keinginan masyarakat terkabulkan, 3 hari setelah penangkapan Keluarga Yuki. Hakim memutuskan untuk menghukum mati seluruh anggota Keluarga Yuki.
Semua masyarakat bersuka cita, termasuk Shiro.
Dan Eksekusi berjalan dengan lancar, Eksekusi dilakukan ditempat yang sama dimana Shiro dieksekusi.
Banyak pihak yang mengingat seorang bocah yang dihukum mati disini karena membunuh salah satu Keluarga Yuki.
Mereka semua menyayangkan kematian bocah tersebut.
Pihak Asosiasi Pahlawan hanya bisa meminta maaf atas kelalaian mereka. Sebenarnya mereka ingin mengumumkan yang sebenarnya, namun Shiro menolak permintaan pembersihan nama baik tersebut.
"Tidak perlu, yang lalu biarlah berlalu, toh aku nyaman dengan kehidupan seperti ini." tolak Shiro.
Setelah Shiro menolaknya tawaran tersebut, mereka menyetujuinya. Mereka menghargai dan menghormati pilihan yang Shiro pilih.
Berita permintaan maaf tersebut disampaikan pihak Asosiasi Pahlawan.
Dan Shiro, ia mencoba menikmati kehidupannya saat ini.
Beberapa hari setelahnya.
"Silahkan masuk, Ketua Asosiasi sudah menunggumu didalam."
Shiro mengangguk, lalu ia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ketika sedang memilah-milah misi yang ada di Aula Misi, tiba-tiba ia dipanggil ke Markas Pusat Asosiasi Pahlawan. Ia tidak tahu alasan kenapa ia dipanggil oleh Ketua Asosiasi.
Namun Shiro tetap pergi.
"Permisi Ketua, Zero sudah tiba." ucap Shiro sembari menunduk.
"Menggunakan nama Pahlawanmu, sepertinya kau menyukainya. Silahkan duduk ! " Ketua Asosiasi tertawa dan menawarkan duduk kepada Shiro.
Shiro tidak sungkan, ia langsung duduk berhadapan dengan Asosiasi Pahlawan. "Ada apa Ketua Asosiasi memanggilku kemari ? apakah ada misi khusus untukku ?"
"Tidak ada misi, aku cuma ingin mengucapkan terimakasih sekaligus meminta maaf kepadamu."
Mendengar ucapan Ketua Asosiasi, Shiro mengerti. Ketua Asosiasi ingin terimakasih atas bantuannya selama ini, baik kasus Keluarga Yuki ataupun Gate Kota U.
"Tidak perlu meminta maaf ataupun berterimakasih Ketua. Ini adalah tugas kami sebagai seorang Pahlawan." ucap Shiro merendah.
"Tetap saja, kau perlu diberi hadiah." Ketua Asosiasi tersenyum kepada Shiro
` tepuk~ tepuk~`
Ketua Asosiasi menepuk tangannya dan seorang pelayan datang membawakan sesuatu.
__ADS_1
Shiro mengenali pelayan ini, karena pelayan wanita ini adalah pelayan wanita yang ia temui di Kota U saat melaporkan misi.
' Ternyata Ketua Asosiasi punya Bawahan wanita juga. 'pikir Shiro. Ia sembari membandingkan pelayan pria yang memberikan misi dengan wanita pelayan ini.
Namun pikirannya disela oleh ucapan Ketua Asosiasi.
"Ini hadiahmu."
Ketua Asosiasi membuka penutup hadiah tersebut, dan muncullah sebuah bola Kristal putih seperti bola salju.
"Bola Kristal ?" tanya Shiro heran.
"Iya, inilah yang digunakan Keluarga Yuki untuk pertukaran dengan para Ice Elf." jelas Ketua Asosiasi.
" ??" Shiro memiringkan kepalanya kebingungan.
Setelah itu Ketua Asosiasi menjelaskan tentang peran dari Bola Kristal ini.
Shiro akhirnya mengerti.
Bola Kristal ini disebut Orb. Bola Kristal yang sama dengan Bola Kristal saat uji bakat.
Menurut apa yang dikatakan oleh Ketua Asosiasi, Orb ini bisa memberikan kemampuan secara random kepada orang yang menyuntikkan Auranya ke dlama Orb ini.
Namun setiap Orb memiliki spesifikasi yang berbeda.
Seperti Orb yang Shiro temui pertama ketika ketika tes bakat untuk masuk Akademi. Orb tersebut disebut Empty Orb, atau Orb yang tidak bisa memberikan kemampuan.
Dalam artian, Empty Orb tidak ada kemampuan didalamnya, ntah itu kosong dari awal, atau sudah habis. Sehingga hanya bisa digunakan untuk mengukur bakat.
Orb kedua adalah Orb yang berisi kekuatan, jenisnya tergantung pada isi spesifik yang ada di dalam Orb tersebut. Setiap Orb memiliki isi kemampuan yang berbeda tergantung jenisnya.
Contohnya Orb saat Shiro uji bakat kedua, ketika ia ingin mendapatkan lisensi pahlawan magang. Orb tersebut disebut Human Orb, berisi ******** yang bisa digunakan Manusia secara random berdasarkan bakat dari orang yang menyuntikkan Aura kedalam Orb itu.
Bola Kristal yang dipegang Ketua Asosiasi berisi kemampuan yang berhubungan dengan Es atau Salju. Sehingga terkadang bisa memberikan kekuatan kepada siapapun yang menyuntikkan Auranya kepada Orb ini.
Karena setiap Orb memiliki jenisnya masing-masing, sehingga banyak diburu.
Orb ini terkadang berasal dari beberapa barang simpanan dari Boss Gate yang berbentuk humanoid. Makanya Oeb sangatlah langka dan hanya pihak Akademi dan Asosiasi Pahlawan yang memilikinya.
Selain itu, karena bisa habis. Penggunaan Orb ini dibatasi, hanya sekali untuk setiap orang.
Shiro tercengang ketika mendengar pernyataan ini. Ini adalah ilmu baru baginya.
"Silahkan suntikan Auramu kedalam Orb ini, mungkin saja kau bisa beruntung mendapatkan kemampuan hebat berbasis es atau Salju." ucap Ketua Asosiasi.
Shiro mengangguk, ia meletakkan tangannya diatas Orb dan mulai menyuntikkan Auranya.
Orb tersebut mulai bersinar, Shiro berharap ia mendapatkan kemampuan yang berguna.
Karena menurut Ketua Asosiasi, kemampuan yang didapatkan sangatlah random. Bahkan bisa saja mendapat skill resistensi atau item anti dingin biasa dari Orb ini.
Cahaya Orb semakin cerah.
` brass~`
Sebuah sayap putih tiba-tiba muncul dari punggung Shiro.
"Selamat nak, kau beruntung..."
__ADS_1