Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
223.


__ADS_3

Beberapa hari sejak peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Organisasi Hitam. Beberapa kota sudah mulai melakukan perbaikan.


Masyarakat mulai melakukan pekerjaannya seperti biasa. Mereka mulai menerima kondisi yang terjadi pada mereka beberapa hari yang lalu. Kerabat yang meninggal, bangunan yang hancur, mereka hanya bisa melihat semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa berbuat banyak.


Walaupun banyak kerugian yang diderita, namun mereka masih mencoba tetap bangkit dan menjalani hari esok yang lebih baik. Setidaknya semuanya telah berada di jalur yang positif.


Kembali ke Markas bawah tanah milik Organisasi Hitam. Pemimpin Organisasi Hitam yang memiliki kekuatan hampir mencapai Iblis tingkat tinggi, terlihat marah besar.


Ia mengetuk-ngetuk meja dengan ekspresi penuh kekesalan. Ia tidak percaya rencananya bisa berantakan seperti ini. Selama ini, rencananya tidak pernah gagal. Sehingga kejadian ini sangat menampar wajahnya.


"SIAPA YANG BISA MEMBERITAHUKU APA YANG SEBENARNYA TERJADI?" ucapnya marah.


Namun semua anggota Organisasi Hitam yang ada disana diam tak bersuara. Mereka tak berani menjawab pertanyaan tersebut. Mereka tahu kalau pemimpin mereka saat ini sedang emosi, sehingga jika mereka menjawabnya, mereka jugalah yang akan menjadi sasaran kemarahannya.


Suasana di Markas bawah tanah mereka, senyap selama beberapa detik. Sebelum kemudian Pemimpin mereka mulai tenang.


"Bagaimana? Apakah tidak ada kabar dari tim yang membuat kekacauan di Kota A?" tanya Pemimpin tersebut.


Semua orang menggelengkan kepalanya, "Tidak ada Boss."


Pemimpin mereka bingung dengan laporan tersebut, tidak mungkin semua yang bertugas mengacau di final Battle Academy bisa dihancurkan begitu saja.


Apakah kekuatan mereka yang menurun? atau Apakah ada manusia super kuat yang ada disana?


Sederet pertanyaan membekas di pikiran pemimpin Organisasi Hitam tersebut.


"Maaf semuanya, aku datang terlambat!"


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam Markas bawah tanah mereka. Semua orang memandang sosok yang baru datang itu dengan ngeri, kemudian mereka memandang pemimpin mereka yang nampaknya sangat marah.

__ADS_1


Mereka tahu kalau pemimpin mereka sangat disiplin dan tidak mengizinkan adanya kegagalan atau keterlambatan. Dan keterlambatan sosok tersebut adalah sesuatu yang sangat tidak mereka harapkan. Dengan ini, kemungkinan besar pemimpin mereka akan kembali marah.


Benar saja, Aura jahat dari pemimpin mereka mulai menyebar dengan padat.


Sosok itu tersenyum, "Boss, saya sudah mendapatkan berita tentang apa yang terjadi di Kota A."


Sebelum sosok pemimpin itu marah, ucapan sosok yang baru datang itu meredakan emosi pimpinan tersebut. Pemimpin tersebut memberi isyarat untuk melanjutkan beritanya.


"Boss, semua orang kita yang berangkat untuk mengacau di Kota A, telah dimusnahkan."


Aura kemarahan kembali menyebar dari pemimpin tersebut, namun ia tampak mencoba menahan amarah dan membiarkan sosok itu kembali melanjutkan ceritanya.


"Boss, sosok inilah yang menghalalkan rencana kita!" sosok itu mengeluarkan sebuah foto dan menyerahkannya kepada pemimpin mereka.


Pemimpin Organisasi Hitam melihat foto itu dan bertanya, "Siapa dia?"


Mendengar penjelasan dari sosok itu, baik pemimpin ataupun anggota Organisasi Hitam yang lain memiliki respon yang sama, "Mustahil!"


Mereka sebagai Ras Iblis memiliki kekuatan yang jauh diatas Ras manusia. Walaupun mereka akan dilemahkan karena tidak menggunakan wujud asli mereka, namun tidak mungkin bagi manusia berhasil mengalahkan mereka, apalagi pertarungan satu lawan grup.


Mereka menganggap kalau informasi ini terlalu dilebih-lebihkan. Tidak mungkin ada seorang manusia yang berhasil menghadapi Mereka seorang diri. Meskipun ini nyata, sejak kapan ada manusia sekuat itu? Mengapa mereka tidak pernah mendengarkan informasi tentang manusia itu.


Pemimpin kelompok Organisasi Hitam itu melemparkan foto Shiro kepada sosok itu. "Aku maafkan keterlambatanmu, tapi ingat, ini adalah yang terakhir kalinya. Selain itu, karena rencana kita gagal, dan ada sosok yang sangat kuat tinggal di Kota. Sepertinya kita tidak bisa menyentuh Kota-Kota dengan mudah. Jadi fokus kita saat ini adalah sesuatu yang ada di luar kota."


Mendengar pernyataan dari Pemimpin mereka, semuanya tahu apa yang dimaksud oleh pemimpin mereka.


"Baik, Boss. Kami mengerti!" ucap semua anggota secara bersamaan.


"Bubar!" perintah pemimpin Organisasi Hitam.

__ADS_1


Semua orang mematuhi perintah tersebut dan langsung membubarkan diri. Pemimpin itu bergumam dengan mata tajam, "Kita harus mempercepat rencana kita!"


......................


Di kantor pusat Asosiasi Pahlawan, Shiro datang ke kantor Ketua Asosiasi dan menyatakan niatnya: "Ketua, aku akan tetap berada di Kota. Aku ingin membasmi Organisasi Hitam yang tersisa dan melindungi warga sekitar."


Ketua Asosiasi terkejut dengan keputusan Shiro, tapi kemudian ia tersenyum. "Lalu bagaimana dengan Gate yang ada di alam liar?"


"Sejauh yang aku ingat, ada alat yang bisa mendeteksi keberadaan Gate dari buku warisan itu. Jadi ku harap, Asosiasi Pahlawan dapat segera menyelesaikan alat itu," jawab Shiro secara tegas.


"Kau benar, tapi itu membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk menyelesaikannya."


Shiro mengangguk, "Itu tidak masalah. Palingan Kota harus memperluas area pencarian Gate di sekitar Kota sebelum alat itu selesai di buat."


Ketua Asosiasi mengangguk, ini sama dengan apa yang ia pikirkan.


Setelah perbincangan yang cukup panjang, Shiro izin diri untuk pamit, keluar dari ruangan. Selain itu, Ketua Asosiasi juga tampak cukup sibuk dengan pekerjaannya sebagai Ketua dari Asosiasi Pahlawan. Jadi Shiro izin pamit teerlebih dahulu dan tidak ingin terlalu mengganggu pekerjaan dari Ketua Asosiasi.


Sembari berjalan di koridor, Shiro mulai berpikir untuk mulai melakukan pencarian Organisasi Hitam dari mana. Untuk menghabisi mereka, Ia harus mencari tahu keberadaan mereka. Saat ini, Ia hanya kekurangan informasi tentang keberadaan Organisasi Hitam. Masalah kekuatan, Shiro sangat yakin dengan kekuatan yang ia miliki. Bahkan Shiro sekarang selalu membuat tubuhnya hampir berada di titik maksimal.


Saat berjalan di koridor, Shiro mendengar suara ribut-ribut. Melihat dua sosok yang ribut itu, Shiro tidak terlalu memperdulikannya. Sebab keduanya adalah Anastasya dan Brewthern. Keduanya adalah asisten yang dimiliki Ketua Asosiasi.


Anastasya yang mengurus masalah internal, dan Brewthern yang mengurus masalah eksternal. Bahkan terkadang mereka akan bertukar tugas. Jadi keributan seperti ini adalah hal yang biasa terjadi. Sehingga hal ini tidak perlu terlalu dipermasalahkan.


Shiro hanya tersenyum dan mengabaikan perkelahian mereka.


Namun ketika Shiro melewati mereka, jantung Shiro berdebar kencang, matanya terbelalak.


"Tidak salah lagi, ini adalah hawa keberadaan Iblis!"

__ADS_1


__ADS_2