Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
91. Selesai


__ADS_3

Shiro memukul tabung kaca dengan sekuat tenaga. Efek dari pukulannya tidak hanya memecahkan tabung kaca, melainkan mengenai wajah dari Green Nova Priarie Tua.


`BRUKK~`


Green Nova Priarie Tua terpental jauh akibat pukulan Shiro. Ia terpental ke dinding yang penuh dengan kabel.


` zi zi zi~`


Tubuh Green Nova Priarie tersentrum oleh aliran listrik pada kabel tersebut. Membuatnya tubuhnya sedikit gosong.


Terlihat Green Nova Priarie memiliki daya tahan yang luar biasa di usia tuanya. Ia masih bisa bangkit dan melepaskan semua kabel yang menyetrum dirinya dengan tangan kosong.


Shiro dapat melihat aliran listrik kecil di antara kedua Antenanya.


` ziiiiii~`


Tembakan listrik dengan kecepatan yang sangat cepat mengarah kepada Shiro.


Akan tetapi, Shiro sudah mengantisipasinya, ia backflip 2 kali ke belakang untuk mencoba menghindari serangan listrik yang bagaikan laser tersebut.


Serangan Green Nova Priarie Tua tidak sampai disitu, serangan listrik tersebut terus menjalar, mengarah ke pergerakan Shiro.


Walaupun serangan Green Nova Priarie Tua tidak mengenai Shiro, namun serangan tersebut membuat beberapa percikan api di dalam ruangan tersebut. Sehingga menimbulkan beberapa kebakaran kecil.


Setelah beberapa detik, Serangan listrik tersebut berhenti. Shiro akhirnya bisa bernapas lega, gilirannya untuk menyerang.


Namun ternyata ia salah, belum sempat untuk menyerang, serangan dari Green Nova Priarie Tua kembali mengarah kepadanya.


Green Nova Priarie Tua mengangkat kedua tangannya, ia mengayumkan kedua lengannya bagaikan sebuah pedang membentuk tanda silang (X).


Sebuah riak serangan berbentuk 3 cakar yang saling terjalin secara diagonal, mengarah kepada Shiro dengan sangat cepat.


Serangan jarak jauh tersebut terlihat sangat tajam, lantai besi terlihat tergores akibat terkena sedikit dari serangan tersebut.


Walaupun begitu, Serangan tersebut masih tidak secepat Shiro. Ia dapat dengan mudah menghindarinya hanya dengan mengandalkan kecepatannya saja.


`BANG~`


Sebuah ledakan terdengar akibat serangan dari Green Nova Priarie Tua itu.

__ADS_1


Ledakan yang cukup besar membuat ruangan tersebut di penuhi asap. Namun hal ini tidak mengganggu konsentrasi Shiro dalam bertarung.


Waalupun visinya terhalang oleh asap, namun Shiro masih bisa merasakan ada serangan Aura yang mendekatinya.


Beberapa serangan bilah Aura mengarah kepadanya. Mengandalkan persepsinya, Shiro dapat dengan mudah menganalisis arah dari bilah-bilah ini.


Shiro berlari menghampiri serangan bilah-bilah yang datang kepadanya Waalupun serangan bilah tersebut cukup banyak dan instansi, namun ukuran bilahnya sangat kecil, mungkin sama dengan pisau lempar.


Satu persatu serangan bilah yang datang, Shiro hindarinya dengan mudah. Ia terus berlari menghampiri Green Nova Priarie Tua dalam sekejap.


Saat keluar dari gumpalan asap, Shiro dihadapkan oleh bola api besar yang dilemparkan Green Nova Priarie Tua kepadanya.


Untuk menghindari serangan tersebut, Shiro melompat dan mengeluarkan sebuah pisau lempar yang telah ia lapisi Aura.


Shiro lalu melemparkan Pisau lempar tersebut ke udara.


` jentik~`


Shiro lalu berpindah tempat dengan pisau lempar yang berada di angkasa tersebut. Setelah itu, ia mengeluarkan Frost Wing untuk terbang.


` BAAAAANGGG!~`


Sebuah ledakan sangat keras terdengar di ruangan tersebut. Radius ledakannya cukup besar, untung saja Shiro berhasil menghindarinya dengan terbang. Shiro hanya terkena efek angin dari ledakan tersebut.


Dengan ledakan sebesar tadi, pasti akan banyak Green Nova Priarie yang datang kemari. Shiro berniat mengakhiri pertarungan dengan cepat.


Shiro melemparkan sebuah pisau lempar ke arah Green Nova Priarie Tua. Namun pisau tersebut melewati celah diantara kedua antenanya.


Ya, sebenarnya pisau lempar tersebut digunakan untuk berpindah tempat nantinya, bukan untuk menyerang. Maka dari itu, tanpa perlu bergerak, Green Nova Priarie Tua tidak akan terkena serangan dari pisau lempar tersebut.


Untuk berjaga-jaga, Shiro juga melemparkan beberapa pisau lempar ke beberapa sisi bangunan, termasuk di pintu keluar-masuk bangunan. Hal ini ia lakukan untuk berjaga-jaga apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti pengepungan.


Merasa diremehkan oleh Shiro karena serangan Shiro sengaja tidak mengenainya. Green Nova Priarie Tua menjadi sangat marah.


Serangan bilah angin keluar dari kedua antenanya dengan sangat banyak, membidik ke arah Shiro yang sedang terbang.


Berbeda dengan serangan bilah cakar sebelumnya, serangan bilah angin yang dikeluarkan ini sangat cepat dan dalam kapasitas yang sangat banyak.


Shiro berakselesari, mencoba menghindari serangan tersebut seoptimal mungkin sembari mendekati Green Nova Priarie Tua.

__ADS_1


Serangan-serangan tersebut tidak menyentuh Shiro sedikitpun. Shiro malah terlihat semakin mendekatinya.


Semakin dekat dan semakin mendekat. Green Nova Priarie Tua menjadi panik, Ia kembali melepaskan serangan bilah cakar tersebut kepada Shiro.


Ia menggunakan kedua tangannya untuk menebas ke arah Shiro, Kedua serangan bilah tersebut kembali terjalin.


Shiro tersenyum, serangan bilah tersebut tepat mengarah kepada Shiro.


` BAAANGG~`


Ledakan besar kembali terjalin, namun Green Nova Priarie Tua tidak melihat penampakan Shiro sedikitpun.


Green Nova Priarie Tua memandang dengan heran, ia melirik ke kiri dan ke kanan, mencoba mencari keberadaan Shiro.


Namun tiba-tiba ia tercengang, perutnya berdarah. Dan ada sebuah Kerambit yang menancapnya.


Itu adalah Shiro, sesaat sebelum serangan tersebut mengenainya, Ia bertukar tempat dengan pisau lempar yang berada di belakang Green Nova Priarie Tua.


Setelah berpindah, ia lalu menusuk perut Green Nova Priarie Tua dengan salah satu kerambitnya. Tak sampai disitu, setelah tertusuk, Shiro dengan kuat menariknya hingga organ dalam Green Nova Priarie Tua keluar.


Dari ekspresinya, Shiro dapat yakin bahwa Green Nova Priarie Tua sangat kesakitan. Meskipun begitu, vitalitas dari Green Nova Priarie Tua sangatlah ulet.


Walau terkena serangan yang cukup mematikan, ia masih bisa berdiri bebas. Shiro sangat mengagumi daya tahannya.


Shiro berniat melakukan serangan terakhir, namun ia tiba-tiba mendapatkan firasat yang tidak enak.


Ia melihat tubuh Green Nova Priarie Tua membesar dengan sangat cepat, bagaikan sebuah balon yang sedang ditiup kencang.


Mata Shiro membelalak, jantungnya berdegub kencang. Pikiran Shiro mengingatkannya untuk segera bergegas, pindah dari tempat itu.


` BAAAAAANGGGG!~`


Sebuah ledakan besar terdengar, berpusat dari tubuh Green Nova Priarie Tua. Seisi bangunan terlihat hancur berantakan, bahkan bangunan tua tersebut hampir runtuh akibat ledakan dahsyat tersebut.


Puing-puing berserakan, seisi ruangan tersebut terlihat gosong dan bangunan tersebut hampir rata dengan tanah.


Banyak sekali para Green Nova Priarie datang mendatangi bangunan tersebut dengan ekspresi cemas.


Ratusan Green Nova Priarie berbondong-bondong memasuki bangunan yang hampir hancur tersebut dengan tergesa--gesa.

__ADS_1


Mereka memasuki bangunan tersebut seakan sedang mencari sesuatu. Namun, seberapa keras mereka mencari, mereka tidak akan dapat menemukan apa yang mereka cari.


Karena Green Nova Priarie Tua yang mereka cari saat ini. Sudah mati, meledakkan dirinya bersamaan dengan Shiro.


__ADS_2