
Tim penyerangan salah satu Base Camp Organisasi Hitam yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi telah tiba di lokasi yang telah ditentukan.
Kristal prisma segi enam yang digunakan untuk mereka berteleportasi, warna Kristal itu yang semula putih cerah, sekarang pudar kehilangan warnanya.
Perlu satu tahun penuh untuk menggunakan Kristal ini kembali. Namun itu tidak masalah, selama mereka berhasil menghancurkan Organisasi Hitam, pengorbanan ini adalah hal yang murah.
Namun semuanya tidak semudah itu. Mereka saat ini hanya mengetahui lokasi kasar dari Base Camp Organisasi Hitam, mereka belum tahu lokasi tepatnya. Sehingga mereka masih harus mencari lokasi persembunyian anggota Organisasi Hitam.
"Untuk para Assasin, Scouting, ataupun pahlawan tipe persepsi, silahkan menyebar! Cari lokasi persembunyian Organisasi Hitam. Jangan terlalu percaya diri dan jangan gegabah, jika menemukan sesuatu yang mencurigakan langsung gunakan Suar. Ayo...Go... Go... Go.. Cepat!" perintah Ketua Asosiasi.
"Iya!"
Para Assasin, Scouting dan Pahlawan persepsi langsung menyebar dan mencari lokasi Base Camp Organisasi Hitam yang letaknya tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.
"Bagi yang lain, tetap waspada. Siapkan peralatan kalian, tetap fokus. Jangan sampai ada kesalahan."
"YA!"
Para pahlawan yang menunggu kabar pencari lokasi Markas Organisasi Hitam tetap bersiaga dan tetap fokus, Mereka selalu siap menghadapi segala macam kesulitan.
Tim pencari lokasi Base Camp juga akhirnya membuahkan hasil.
Berkat Penyebaran mereka yang sangat teratur, hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, sebuah Suar terlontar ke angkasa.
Suar tersebut adalah tanda yang diberikan ketika menemukan Lokasi Base Camp Organisasi Hitam atau ada sesuatu yang mendesak.
Para Pahlawan yang telah siaga maupun Pahlawan yang menyebar mencari lokasi Markas musuh langsung bergerak ke lokasi Suar itu dilontarkan.
Mereka dengan cepat datang ke lokasi Suar itu dan Mereka semua datang menghampiri pahlawan yang menembakkan Suar.
"Apakah sudah ketemu?" tanya Ketua Asosiasi secara langsung.
"Ya Ketua! Ada sebuah Gua tersembunyi di balik batu besar ini. Ini semacam formasi kamuflase yang menghalangi penglihatan manusia. Namun kemampuanku dapat mendeteksi sebuah ruangan besar di balik batu besar itu."
Mendengar penjelasan pahlawan itu, Ketua Asosiasi mengangguk: "Kerja Bagus! Terimakasih atas kerja kerasmu!"
Batu besar yang ada di depan mereka saat ini adalah sebuah pintu yang terkamuflase menggunakan kemampuan khusus.
BANG!~
Sebuah pukulan dari salah satu pahlawan berhasil membuat lubang di lokasi tersebut. Sebuah lorong panjang yang hanya diterangi oleh beberapa obor mulai terlihat oleh mereka.
__ADS_1
"Semuanya, ayo berangkat!"
"YA!"
Ketua Asosiasi, Thomas Schven memimpin pertempuran. Ia berada di garda paling depan, memimpin pertempuran para pahlawan.
Mereka semua tiba di sebuah ruangan yang sangat besar. Para pahlawan melihat kurang lebih 20 orang berpakaian Hitam sedang berkumpul seperti sedang melakukan sebuah ritual.
"SERANG!"
Ketua Asosiasi mengarahkan tombak yang ia genggam ke arah musuh sebagai tanda dimulainya pertempuran.
"YA!"
Para pahlawan mulai menyerbu ke arah musuh, beberapa serangan dilancarkan ke arah para anggota Organisasi Hitam dengan sangat serius. Anggota Organisasi Hitam yang sedang sibuk dengan ritual mereka, dikejutkan oleh serangan para pahlawan.
Beberapa anggota Organisasi Hitam tidak bisa menghindar, sehingga mereka terkena serangan telak dari para pahlawan.
Anggota Organisasi Hitam yang selamat, menjadi marah ketika melihat rekan mereka terluka. Mereka mulai memamerkan taring mereka dan mulai menyerang balik ke arah para pahlawan.
Dentang~ Dentang~
Pertempuran antara kedua belah pihak berlangsung dengan cukup parah. Kedua belah pihak menggunakan seluruh kekuatan mereka. Mereka tidak akan berhenti sampai salah satu dari kedua belah pihak kalah.
Namun disisi lain, Shiro bersama dengan Unseen yang sedang melanjutkan perjalanannya bertemu dengan pahlawan lain yang sepertinya seorang petualang juga sama seperti dirinya.
Dengan tubuh berotot, armor yang terlihat cukup Aus, dan pedang dua tangan yang tampak sangat besar, pemuda itu memandang Shiro dengan waspada.
"Siapa kamu?" tanya pemuda itu sambil bersiap mengeluarkan pedangnya.
"Tenang...Tenang! Aku bukan musuh, aku dari Asosiasi Pahlawan."
Melihat kondisi yang tidak kondusif, Shiro mencoba menenangkan pemuda itu dengan menunjukkan kartu identitasnya sebagai bagian dari Asosiasi Pahlawan.
Melihat identitas Shiro, pemuda itu akhirnya bisa bernapas lega. "Maaf sebelumnya, aku kira kau musuh!"
"Santai saja, ngomong- ngomong namaku Zero!" Shiro mengulurkan tangannya ke arah Pemuda itu.
"Aku Ivan, Salam Kenal!"
Pemuda yang menyebut dirinya Ivan, menyambut uluran tangan Shiro.
__ADS_1
Kemudian mereka mulai mengobrol banyak hal. Suasana yang sebelumnya tegang, kini menjadi sangat santai.
Dari cerita Ivan, Shiro tahu kalau Ivan sebenarnya bukan petualang seperti yang dibayangkan Shiro. Ivan sebenarnya hanya pahlawan biasa, tapi ia terpisah dari rekan setimnya ketika keluar dari Gate.
Karena ia tidak tahu letak geografis lingkungan sekitar, Ivan malah tersesat jauh dan terpaksa berpetualang untuk mencari Kota sekitar. Sebelum akhirnya berteleportasi kembali ke Kota tempat tinggalnya di Kota C.
Mendengar cerita Ivan, Shiro mencoba membantunya.
"Jadi kau ingin kembali? Aku tahu jalannya." ucap Shiro dengan nada cukup sombong.
"Benarkah?" Ivan cukup bersemangat mengikuti kata-kata Shiro.
Shiro mengangguk dan menunjuk ke arah timur, "Disana ada Kota S, kau cukup berjalan kira-kira 2-3 hari. Dan kau akan tiba di Kota S."
Setelah mendengar ucapan Shiro, Ivan langsung memeluk Shiro. "Terimakasih Kawan, aku berhutang budi padamu."
"Sama-sama."
"Aku pergi dulu ya kawan. Bye!" Ivan pergi meninggalkan Shiro.
Shiro membalas melambai kepada Ivan. Perjalanannya kembali berlanjut. Ia menggelengkan kepalanya ketika melihat Ivan pergi.
Mungkin bagi Shiro, perjalanannya kembali ke Kota S tidak perlu memakan waktu 1 hari. Namun bagi sebagian pahlawan, perjalanannya menuju ke sana akan memakan waktu yang cukup lama.
Kemudian ia melihat pesan dari Ketua Asosiasi yang menyatakan kalau mereka telah menemukan lokasi Base Camp dari Organisasi Hitam dan bersiap untuk menghancurkannya.
Shiro hanya membalas pesannya dengan memberi ucapan selamat dan mengharapkan keberhasilan atas aktivitas mereka.
Kemudian ia melanjutkan perjalanannya, mengarungi sebuah hutan hujan yang sangat lebat dan basah.
Untung Shiro menyiapkan banyak perlengkapan yang mendukungnya dalam menerjang berbagai medan.
Beberapa jam telah berlalu. Shiro akhirnya tiba di sebuah danau yang sangat indah. Suasana sunset ditemani dengan indahnya danau, Shiro jadi merasa cukup tenang.
Tiba-tiba alat komunikasinya bergetar dan sebuah pesan masuk ke alat komunikasinya.
Melihat pesan tersebut, Shiro yang semula tenang menjadi lebih santai. Ia tersenyum lega melihat pesan itu.
Itu adalah sebuah pesan dari Ketua Asosiasi. Sebuah pesan sederhana yang berisikan dua buah kata namun sungguh menenangkan jiwa.
Pesan itu adalah: "Kami berhasil!"
__ADS_1