Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
224.


__ADS_3

Merasakan Aura Iblis di dekatnya, Shiro langsung bereaksi. Ia langsung bergegas menghampiri pemilik Aura Iblis ini lalu memukulnya dengan keras.


BAM~


Pukulan Shiro berhasil ditangkis, namun kekuatannya membuat targetnya terpental jauh menghancurkan dinding di Asosiasi Pahlawan.


"Hei, apa yang kau lakukan pada Brewthern?" Anastasya memandang Shiro dengan marah dan hendak menghampiri Brewthern.


Ya, Aura jahat yang dirasakan Shiro ada pada Brewthern. Aura yang sangat kecil, sehingga sulit untuk mendeteksinya dari jauh. Ia merasakannya ketika ia melewati Brewthern.


Shiro membentangkan tangannya menghalangi Anastasya yang hendak menghampiri Brewthern. "Tunggu, tetap disana!"


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" Anastasya berusaha memberontak, namun Shiro menggenggam tangannya sehingga membuat Anastasya tidak bisa berkutik.


"Anastasya, Mundur! Ia bukan Brewthern yang kita kenal. Ada Aura Iblis di tubuhnya."


Mendengar kata-kata Shiro, Anastasya berhenti melawan dan menatap Shiro dengan tatapan tajam, "Benarkah?"


Shiro mengangguk, "Percaya padaku! Biar aku yang menahannya, Sekarang tugasmu adalah evakuasi semua orang dan panggil Ketua Asosiasi."


Anastasya mengangguk, ia tahu apa apa harus ia lakukan selanjutnya, "Baiklah, aku mengerti!"


Anastasya langsung mengevakuasi beberapa pegawai Asosiasi Pahlawan yang masih terpana dengan apa yang terjadi di depan matanya.


Di saat Anastasya melakukan evakuasi, Shiro sudah menghadapi Brewthern yang telah diiblis.


"Aku tidak menyangka akan bertemu Iblis secepat ini," ucap Shiro dengan penuh semangat.


Sejak insiden yang disebabkan oleh Organisasi Hitam, Shiro sudah memutuskan untuk fokus membasmi Iblis dan Organisasi Hitam terlebih dahulu.


Dan kali ini, ia bahkan belum keluar dari Markas Pusat Asosiasi Pahlawan, Iblis telah datang ke pintu.

__ADS_1


"Hehe~ Aku tahu kau kuat, tapi..."


BAMM~ Sebelum Iblis yang mengambil alih tubuhnya Brewthern menyelesaikan kata-katanya, Shiro sudah muncul di depan Iblis itu dan memukulnya dengan keras.


"Eh... apa kau bilang? Aku tidak dengar apa yang kau bicarakan."


Melihat Iblis itu ingin bangkit, Shiro mengangkat bahunya, "Lupakan! Gak penting juga, kan!"


BANG~ Shiro menendang Brewthern dengan keras sehingga menghancurkan tembok yang ada di dekatnya.


Kali ini, Shiro tidak membiarkan Iblis yang mengambil alih tubuhnya Brewthern bangkit. Ia langsung menginjak tubuhnya. "Selarang beritahu aku, dimana lokasi perkumpulan kalian?"


Walaupun Iblis itu dalam kondisi terdesak, namun Iblis itu masih tersenyum dengan mulut yang penuh dengan darah. "Apa kau pikirkan aku akan membuka mulutku?" ucapnya.


Shiro menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan santai: "Tidak, tapi semua informasi yang ada di kepalamu mungkin akan keluar dengan sendirinya."


Iblis itu menyeringai mengerikan, "Itupun jika kau bisa menangkapku hidup-hidup."


Mendengar ini, Shiro tidak marah, ia tersenyum. Dari kata-kata Iblis yang merasuki tubuh Brewthern, sudah dipastikan kalau Iblis yang ada di depan matanya saat ini pasti bukan Iblis penyendiri, ia mungkin bagian dari Organisasi Hitam dan tentu saja ia pasti memiliki informasi yang berharga.


Melarikan diri adalah hal yang mustahil jika berhadapan dengan Shiro, ia tahu akan hal ini. Kecuali ia memiliki keberuntungan super tinggi yang membuatnya tiba-tiba bisa lolos, seperti tiba-tiba ada meteorit yang datang menghampiri mereka. Namun tentu saja hal ini adalah sesuatu yang hampir mustahil dengan probabilitas mendekati 0%.


Satu-satunya jalan yang tersisa dengan melakukan bunuh diri agar informasi tidak bocor ke pihak lawan. Akan berbahaya bagi Organisasi jika informasi ini bocor ke pihak mereka, bisa-bisa semua rencana akan berantakan, bahkan yang lebih parahnya lagi, Organisasi mereka mungkin akan dimusnahkan. Ia tidak ingin hal ini terjadi, jadi Ia berniat untuk bunuh diri.


Iblis itu berniat untuk bunuh diri, namun Shiro tahu apa yang ia pikirkan. Sebelum Iblis itu bertindak, Shiro sudah menyerangnya terus menerus dan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.


Iblis itu marah dan mesal secara bersamaan, namun ia tidak bisa berbuat banyak. Ia ingin menggigit lidahnya, namun rasa sakit yang teramat sakit itu membuatnya menjerit kesakitan dan tidak bisa melakukan hal itu.


Iblis itu sangat kelelahan, rasa sakit di setuju tubuh membuatnya sangat kecapean. Meskipun ia bisa bergenerasi, namun rasa sakit masih sangat terasa jelas.


"Aku beri kesempatan sekali lagi, mau kah kau bicara?" tanya Shiro.

__ADS_1


Iblis itu tersenyum memandang Shiro, sebuah senyuman yang telah menunjukkan jawabannya. Bersamaan dengan ini, Ketua Asosiasi juga datang.


"Pas sekali, Ketua, siapkan tim interogasi. Mari kita buka mulutnya," ucap Shiro.


Ketua Asosiasi tersenyum, "Tunggu saja, semuanya sudah siap!"


Ketua Asosiasi sangat tanggap. Ketika mendengar laporan dari Anastasya, satu-satunya hal yang terpikirkan olehnya adalah mencari informasi. Apalagi setelah mendengar kalau yang menemukan Iblis yang merasuki Brewthern adalah Shiro, hal ini membuatnya yakin kalau pilihan terbaiknya adalah mencari bantuan tim interogasi.


Mendengar ini, Shiro langsung mengeluarkan Skill Headbutt untuk membuat Iblis itu pingsan.


Tak lama kemudian, seorang pria berkacamata datang untuk melakukan interogasi. Shiro dan Ketua Asosiasi memberikan ruang kepada pria berkacamata itu untuk melakukan interogasi.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, disaat pria berkacamata itu melakukan interogasi, tiba-tiba ia terpental dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Ketua Asosiasi langsung menolongnya dan bertanya, "Apa yang terjadi?"


"Aku terkena serangan balik dari skillku, ia memiliki Pelindung di memorinya yang membuatku tidak bisa membaca informasi apapun."


Ketua Asosiasi mengangguk, "Aku mengerti, silahkan beristirahat!"


Pria berkacamata itu mengangguk dan berjalan kembali. Ketua Asosiasi menghela napas berat setelahnya. Ia kemudian memandang Shiro dan bertanya: "Apakah ingin dilanjutkan?"


Shiro menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, Iblis ini sepertinya spesialisasi mencari informasi. Tidak akan mudah mencari informasi yang ada di kepalanya. Serahkan semuanya padaku."


Ketua Asosiasi mengangguk, "Baiklah, ku serahkan padamu."


Setelah semuanya diserahkan kepada Shiro, Ketua Asosiasi pergi dari sana. Ia akan kembali dan melanjutkan pekerjaannya. Selain itu, ia perlu mencari asisten baru untuk membantu pekerjaannya.


Kehilangan Brewthern sebagai penanggung jawab untuk aktivitas di luar ruangan seperti mengontrol aktivitas Gate, Raid, dan semacamnya, pasti membuat beban kerjanya meningkat.


Anastasya tidak bisa membantu dalam hal ini, ia bertugas untuk membantunya dalam urusan administrasi dan semacamnya. Tak mungkin Anastasya harus bolak-balik mengurus masalah baik di dalam ataupun diluar secara bersamaan.

__ADS_1


Jadi prioritas pertamanya saat ini adalah mencari asisten baru. Ia melirik Shiro beberapa kali, Shiro adalah kandidat yang cocok, namun ia tahu kalau ini mustahil.


Disaat kepergian Ketua Asosiasi telah jauh, Shiro memanggil Unseen untuk keluar. "Ku serahkan padamu!"


__ADS_2