
Setelah membunuh Thunder Bird, Shiro memeriksa tempat kedatangan dari Thunder Bird sebelumnya.
Shiro terkejut karena menemukan 3 butir telur yang sepertinya merupakan telur dari Thunder Bird yang dilawan Shiro sebelumnya.
Dengan perasaan bahagia menemukan rezeki nomplok, Shiro mengambil ketiga telur itu. Bertambah juga jumlah telur monster yang ada di ruang Inventorynya.
Setelah itu, Shiro kembali berkeliling pulau apung. Mungkin saja ia dapat menemukan sesuatu yang berharga lainnya.
Ia menemukan beberapa buah-buahan yang tidak ia ketahui, Shiro menyimpannya di inventarisnya. Kali aja buah-buahan ibu cukup berguna setelah diidentifikasi oleh Penilai.
` cit~ cit~ cit~`
Saat berjalan-jalan, Shiro mendengar suara mencicit. Shiro mendekati sumber suara, ia melihat sebuah pemandangan pertarungan antara mangsa dan pemangsa.
Pertarungan antara Lightning Mouse melawan Thunder Bird.
Terlihat ukuran Lightning Mouse sebesar kucing, melawan Thunder Bird seukuran 5 meter. Dari ukuran saja, sudah terlihat perbedaan kekuatannya.
Lightning Mouse berulang kali mencoba menyengat menggunakan ekor listrik miliknya. Namun serangannya tidak berdampak banyak pada Thunder Bird.
Malahan, Lightning Mouse yang kesusahan untuk menghindari serangan cakar dari Thunder Bird. Berulang kali, Lightning Mouse hampir ditangkap oleh Thunder Bird.
Beberapa waktu berlalu, dari pertarungan keduanya, Thunder Bird berada diatas angin. Tubuhnya tidak ada bekas luka sedikit pun. Berulang kali ia mencoba menyerang Lightning Mouse dan berhasil mendaratkan beberapa serangan.
Sedangkan Lightning Mouse, bulu--bulunya banyak yang berdiri dan gosong akibat terkena sengatan dari Thunder Bird.
Merasa tidak bisa menang, Lightning Mouse mencoba kabur. Thunder Bird pun mencoba mengejar Lightning Mouse yang mencoba kabur.
Walaupun Thunder Bird memiliki kecepatan yang cukup cepat, namun tetap saja ia tidak bisa menangkap Lightning Mouse yang kabur. Lightning Mouse tersebut berhasil kabur lewat beberapa semak dan masuk ke dalam lubang galian tempat persembunyiannya.
Thunder Bird tersebut terbang dengan perasaan kecewa, karena ia tidak bisa menangkap mangsa yang sudah kelelahan.
Namun ia tidak menyangka, sebagai pemangsa, sekarang giliran ia yang menjadi mangsa.
Saat terbang, Thunder Bird melihat sesosok bayangan yang melompat dari atas pohon ke tempat dirinya.
Thunder Bird itu kaget, ia lengah.
Sesosok bayangan itu telah mendarat di tubuhnya dan memukul kepala Thunder Bird dengan sangat kuat. Membuat kesadaran Thunder Bird tersebut menghilang dan jatuh ke tanah.
Sosok tersebut berdiri tegak diatas tubuh Thunder Bird. Sosok tersebut adalah Shiro yang telah mengintai pertarungan Thunder Bird dari tadi.
__ADS_1
Shiro mengikuti arah pergerakan Thunder Bird secara diam-diam. Lalu ia memanfaatkan Thunder Bird yang sedang terbang rendah, mencoba mencari mangsa.
Shiro naik ke atas pohon, dan melompat ke arah Thunder Bird. Menggunakan Aura Fist, Shiro memukul Thunder Bird sekuat tenaga.
Usahanya tidak sia-sia, ia pin kembali mendapatkan mayat monster secara utuh. Kali ini, ia mencoba mengambil daging dari Thunder Bird untuk dimakan. Karena daging Thunder Bird yang pertama terkontaminasi racun dari Kerambitnya sehingga tidak bisa ia makan.
Di tengah hutan di sebuah pulau apung, asap menjelang tinggi. Shiro dengan asiknya memasak ditengah lingkungan tersebut, seakan sedang berpiknik di sebuah taman.
Dengan santai, Shiro menyiapkan tenda dan mulai memasak daging dari Thunder Bird. Ia membakar daging Thunder Bird dengan menggunakan berbagai macam bumbu.
Bau dari daging bakar tersebut tercium sangat harus, dari aromanya saja sudah menggugah selera makan, Shiro tidak sabar untuk menyantapnya.
` kresek~ kresek~`
Suara gemerisik terdengar di semak-semak tidak jauh dari lokasi Shiro.
"Sepertinya target terpancing oleh aroma daging bakar." ucap Shiro ringan.
Namun Shiro tidak memperdulikannya, ia melanjutkan memasak. Selain bisa berguna untuk mengenyangkan perut, aroma daging bakar ini juga dapat digunakan untuk menarik mangsa mendekatinya.
Setelah daging bakar sudah terlihat matang, Shiro memanggil Unseen dan mulai makan bersama. Mereka berdua tidak memperdulikan monster kecil yang mengintai di dekatnya.
Mereka melihat Shiro dan Unseen yang tengah asyik menyantap hasil buruannya.
Air liur para Lightning Mouse berjatuhan, keserahakan terlihat dimata mereka. Dengan tidak sabar, mereka bergegas ke arah Shiro.
Shiro tersenyum dan melemparkam sebilah pisau dan membunuh salah satu dari Lightning Mouse. Namun melihat kematian rekannya, Para Lightning Mouse tidak terpengaruh sedikitpun. Mereka tetap mendekati Shiro, sepertinya keserahakan telah menghilangkan akal sehat mereka semua.
Shiro melirik Unseen dan memberikan isyarat untuk bergerak. Unseen pun mengangguk, ia mengerti maksud dari Shiro.
Unseen menatap para Lightning Mouse yang berjumlah lebih dari 10.
Dengan kecepatannya ditambah bilah lengannya yang sangat tajam Unseen berhasil membunuh beberapa Lightning Mouse dalam sekali gerakan.
Bau darah dari kematian para Lightning Mouse, menyulut kemarahan Lightning Mouse lainnya. Para Lightning Mouse yang tersisa menjadi gula dan menyantap para Lightning Mouse yang telah mati, mereka menjadi kanibal.
Melihat pemandangan ini, Shiro dan Unseen menjadi jijik. Unseen dengan cepat, langsung membunuh para Lightning Mouse.
Unseen kembali ke sisi Shiro, suaranya sampai ke pikiran Shiro. "Selesai."
"Ya, kerja bagus." Shiro memuji kinerja Unseen.
__ADS_1
Bau darah masih tersebut di sekitar lokasi itu. Shiro mengerutkan kening. "Mari pindah lokasi."
Unseen mengangguk, nafsu makan keduanya hilang akibat dari bau darah yang cukup menyengat dari kematian puluhan Lightning Mouse.
Shiro dan Unseen pergi mencari tempat piknik lainnya. Mereka membiarkan mayat dari puluhan Lightning Mouse tergeletak begitu saja, bahkan mereka tidak mengambil Kristal yang berada ditubuh Lightning Mouse. Mereka membiarkan mayat tersebut dimakan oleh makhluk yang berada di pulau apung ini.
Benar saja, setelah Shiro dan Unseen pergi. Beberapa makhluk buas di pulau apung ini datang ke lokasi dari puluhan mayat Lightning Mouse. Mereka sepertinya tertarik oleh bau darah dan tersebar. Mereka pun mulai menyantap tubuh dari Lightning Mouse.
Peristiwa ini tidak diketahui oleh Shiro, namun ia sudah mengharapkannya. Shiro dan Unseen kembali menemukan tempat piknik yang cukup bagus. Sebuah padang rumput hijau yang tidak terlalu luas, disertai dengan sebuah danau yang cukup luas.
Shiro dan Unseen kembali berpiknik di tempat indah tersebut. Mereka melanjutkan kegiakan makan mereka yang belum sempat mereka selesaikan.
" AAAARGGH~"
Shiro dan Unseen bersendara bersamaan, mereka sangat menikmati dan merasa puas dengan santapan mereka kali ini. Terutama dari Aura yang terkandung dalam daging Thunder Bird.
Namun rasa kepuasan Shiro tiba-tiba menghilang, raut wajahnya langsung berubah. Shiro dikejutkan oleh kedatangan makhluk yang sangat banyak mendekati arah mereka.
Dari persepsinya, Shiro dapat melihat ribuan Aura dari makhluk hidup yang perlahan mendekati mereka. Walaupun auranya kecil, namun dengan jumlah yang ribuan seperti itu. Akan sangat sulit untuk mengalahkan mereka semua.
Shiro bergegas memperingatkan Unseen untuk berkemas, lalu keduanya mulai terbang. Unseen berada di bahu Shiro.
Mereka melihat pemandangan di bawah sana. Mereka melihat sejenis burung kecil yang memiliki gigi tajam yang membanjiri padang rumput tersebut.
Melihat pemandangan ini, Shiro bergidik ngeri. Untung saja ia gercep dan langsung terbang. Sehingga ia terhindar dari monster-monster kecil yang merepotkan ini.
Shiro melihat sekeliling padang rumput dan akhirnya ia tersadar, bahwa tidak ada satu makhluk pun di padang rumput kecuali makhluk kecil mirip burung ini. Sepertinya seluruh makhluk di padang rumput ini sudah dimakan oleh monster kecil ini.
Untung saja, sepertinya makhluk kecil mirip burung ini tidak bisa terbang. Shiro akhirnya bisa bernafas lega.
Shiro dan Unseen terbang di atas Danau yang cukup luas. Tiba-tiba suara Unseen terdengar di benak Shiro. "Lihat Shiro, sepertinya ada pulau di tengah-tengah danau."
Shiro melihat ke arah yang ditunjuk Unseen. Benar saja, ada sebuah pulau kecil di tengah-tengah danau.
Shiro mengerutkan kening, Ia bingung kenapa ada pulau di dalam pulau. Namun ia tetap penasaran dengan apa yang ada di pulau di tengah danau tersebut.
Shiro memutuskan untuk melihat-lihat lingkungan di pulau kecil tersebut.
Sesampainya disana, Shiro terkejut melihat pemandangan di pulau tersebut.
"Reruntuhan... ?"
__ADS_1