Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
219. Babak Final


__ADS_3

Pertandingan berlanjut antara Mona dari Akademi E melawan Prass dari Akademi G. Pertarungan antara seorang Ranger dan Summoner. Kedua peserta memasuki Arena.


"Pertandingan, Dimulai!"


Wasit langsung memulai pertarungan diantara mereka. Terlihat Mona telah mengganti senjatanya dengan panah otomatis yang beras di lengan kanan dan kirinya.


Selain itu, Prass juga tampaknya membawa sebuah panah dan busur yang tergantung di belakangnya. Sepertinya ia tahu kalau ini akan menjadi pertarungan jarak jauh.


"Liger, serang dia!" Prass memberi perintah untuk segera menyerang Mona.


"Rawrrr~" Liger meraung tanda setuju lalu langsung bergegas menuju Mona. Prass yang berada di belakang juga tampak memang busur dan anak panahnya untuk menyerang Mona dari jarak jauh yang sibuk dengan Liger dalam pertarungan jarak dekat.


Strategi Prass cukup baik, menggunakan Liger untuk mengalihkan perhatian musuh, lalu memanfaatkannya untuk memberi serangan dari jarak jauh.


Namun meskipun begitu, Mona masih cukup tenang. Ia mengarahkan kedua panah otomatis ke arah Liger yang berusaha mendekat sambil berjalan mundur.


Swiing~ swiing~ swiing~


Panah otomatis tersebut mengarah ke arah Liger, namun targetnya bukanlah Liger, namun daerah di depan Liger.


Mona menggunakan panah otomatis untuk membatasi pergerakan Liger.


Ia tahu Liger tidak mudah dikalahkan walaupun ia bisa mengontrol arah panahnya. Jadi Ia hanya bisa membatasi pergerakan Liger.


Strategi Mona cukup akurat, Liger sulit untuk bergerak karena dihadang oleh beberapa panah milik Mona.


Ia berusaha untuk menerobos, namun terkadang panah yang muncul bukanlah panah biasa, beberapa membawa racun dan ada juga yang menghasilkan ledakan ataupun gelombang kejut yang mengejutkan Liger.


Prass yang berada di belakang juga cukup terkejut, Selama Mona tidak terganggu, ia tidak bisa menyerang saat ini. Walaupun ia memaksa untuk menyerang, ia hanya akan membuang-buang anak panah saja.


Berbeda dengan Mona yang memiliki skill kontrol, ia bisa menarik kembali panah yang telah dilontarkannya untuk kembali kepadanya. Sehingga stok anak panahnya cukup banyak.


Intensitas serangan dari Liger cukup berkurang banyak, Mona berhasil memojokkannya hanya dengan satu panah otomatis.


Merasakan tempo serangan dari musuh melambat, Mona menggunakan kesempatan ini untuk menggunakan skillnya yang lain.


Skill itu adalah Trap.


Ia meletakkan salah satu tangannya ke arena selama 3 detik, kemudian pindah ke area di belakangnya. Prass ataupun Liger tidak tahu akan hal ini. Mereka hanya mengira Mona sedang kelelahan.

__ADS_1


Sehingga mereka merasa kalau ini adalah kesempatan.


"Liger, sekarang!" perintah Prass.


"Rawrrr~" Liger meraung cukup keras dan bergegas menuju Mona yang perlahan mundur ke pinggiran arena.


Crack~


Sebuah suara terdengar di arena dibawah Liger, ketika ia melewati area tersebut.


"Sial, ini jebakan. Liger, mundur!"


Prass mengetahui kalau ini adalah sebuah jebakan, namun ini sudah terlambat. Sebuah lubang tepat terbentuk di lokasi Liger berpijak sehingga membuat Liger terjatuh ke dalam lubang tersebut.


Mona merasa inilah kesempatannya. Ketika Liger terjatuh, ia tersenyum penuh kemenangan dan langsung bergegas menuju Prass.


Prass yang seorang Summoner, merasa dirugikan jika harus bertarung satu lawan satu tanpa makhluk panggilannya.


Selain itu, menghadapi Mona yang sangat mahir dalam serangan jarak jauh, membuat Prass terpojok karena serangan jarak jauhnya yang masih bisa dibilang amatir.


Ia juga hanya membawa busur dan anak panah, sehingga ia tidak bisa menggunakan serangan jarak dekat untuk mengalahkan Mona.


Berkat kontrolnya, beberapa serangan Mona yang mengenai Prass tidak dalam. Jika tidak, Mona tidak akan berbelas kasihan seperti ini.


"Sial, aku kalah."


Prass terjatuh dan berusaha menutupi matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Pemenangnya adalah Mona dari Akademi E."


Wasit mengumumkan pemenangnya dan mendapat banyak tepuk tangan dan sorakan dari penonton.


Mona menghampiri Prass dan berjabat tangan dengannya. "Pertandingan yang bagus!"


Prass mengangguk, namun ia tidak mau kalah, "Jika aku mengeluarkan Kartu As-ku, aku tidak mungkin kalah dan mungkin keadaan akan berbalik."


Mona hanya menanggapinya dengan tersenyum.


Keduanya kembali ke ruang ganti untuk beristirahat. Dengan berakhirnya pertandingan ini, babak perempat final telah selesai, dan mereka akan langsung melanjutkan ke babak final setelah kedua peserta telah pulih.

__ADS_1


Kedua peserta itu adalah Hina dari Akademi C, dan Mona dari Akademi E. Sebuah final antar seorang wanita.


Walaupun pertandingan tersebut hanya antar sesama wanita, namun ini tidak menurunkan semangat penonton untuk menantikan pertandingan ini.


Pertandingan final ini juga memberi para penonton laki-laki untuk terus berusaha agar tidak dikalahkan oleh seorang wanita. Para Wanita juga senang, karena ini membuktikan kalau seorang wanita bisa menjadi lebih kuat daripada seorang Pria.


"Pertandingan Final akan diadakan sore nanti, sekarang kita akan masuk ke tahap hiburan. Bagi ada sukarelawan yang ingin mencoba bertarung di arena ini, kami persilahkan."


Memasuki masa hiburan, penonton juga menjadi semangat. Beberapa pahlawan juga mencoba memberanikan diri untuk mencoba kekuatannya.


Kemeriahan pertarungan mereka juga cukup bagus. Penonton juga merasa terhibur. Walaupun dalam beberapa pertandingan, hanya ada pembantaian sepihak.


Waktu berlalu dengan cepat.


Kedua peserta nampaknya sudah siap. Sekarang tinggal menunggu waktu untuk memulainya pertandingan mereka.


Hina fokus mengasah tombaknya. Dan Mona juga mempersiapkan anak panahnya yang terdiri dari beberapa jenis.


Hari sudah sore, sekarang waktu pertandingan mereka dimulai.


"Perrandingan Final Battle Academy antara Hina dari Akademi C dan Mona dari Akademi E akan segera dimulai. Kedua belah pihak silahkan memasuki Arena!"


Mona dan Hina masuk secara bersamaan. Mereka saling berhadapan dan saling bertatapan.


"Sekarang adalah babak final, kami mengharapkan kedua peserta untuk memberikan apa yang mereka punya. Meskipun kalian wanita, tunjukkan kepada semua orang kalau kalian adalah calon pahlawan yang berkualitas."


Kedua peserta mengangguk secara bersamaan.


"Tak perlu lama-lama lagi, pertarungan babak Final, Dimulai!"


Kedua peserta langsung bersiap untuk menyerang. Mona langsung mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. Namun Hina tidak membiarkankan, ia maju untuk mengejar Mona.


"Terima ini!" Mona melontarkan anak panahnya ke arah Hina.


Hina juga tidak tinggal diam, ia juga tidak mengelak. Ia berniat untuk mencoba menangkis serangan Mona dengan kemampuan tombaknya.


"BOOM~"


Sebuah ledakan terdengar yang mengejutkan semua orang. Semua orang menjadi fokus dengan ledakan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2