
Setelah melakukan interogasi, Shiro dan Unseen langsung pergi dari tempat itu. Mereka sudah lama menetap di satu tempat.
Selain itu, tindakan mereka selama seminggu ini sia-sia. Jika mereka tahu kalau Gate yang hampir terbentuk itu akan hilang sendiri ketika tidak ada pengorbanan yang memasok Aura, Shiro mungkin sudah lama pergi dari sana.
Shiro melanjutkan perjalanan petualangannya, ia belum berniat untuk kembali ke Kota untuk saat ini. Tidak ada hal yang mendesak yang perlu membuatnya cepat-cepat kembali.
Masalah Kekacauan di Endless Land bukanlah apa yang bisa ia sentuh. Palingan yang membuat Shiro cukup tertarik yaitu mengenai Manusia yang keluar dari Gate. Namun ini bukanlah hal yang mendesak, ia bisa melakukannya nanti.
Setelah meninggalkan tempat itu, Shiro juga tak lupa memberi potongan informasi mengenai penutupan Gate yang hampir terbuka oleh ritual pengorbanan.
Ia harap informasi ini bisa dibagikan kepada pihak lain agar ketika mereka menemukan peristiwa serupa, mereka tidak perlu panik.
Selain itu, Shiro tidak memberikan Ketua Asosiasi informasi mengenai Kekacauan di Endless Land maupun informasi mengenai Manusia asli Endless Land yang telah keluar dari Gate sejak lama.
Shiro berniat menggunakan informasi ini untuk tawar-menawar kepada Ketua Asosiasi jika pihak Asosiasi Pahlawan tidak mau memberikan informasi yang ia inginkan.
Seminggu telah berlalu.
Saat ini Shiro sedang menghadapi Blue Wing Tiger. Monster ini adalah Boss dari Gate yang tidak sengaja Shiro temukan selama perjalanan.
Blue Wing Tiger adalah monster berbentuk Harimau namun memiliki sepasang sayap berwarna biru. Kekuatan utamanya adalah akselerasi diudara dan mulutnya bisa memuntahkan api biru.
Namun sayang, ia bertemu Shiro. Mengandalkan Frost Wing, keunggulan udara Blue Wing Tiger tidak lagi berfungsi.
Slasshhh~
Shiro berhasil memotong tubuh Blue Wing Tiger. Monster itu mati seketika.
"Oke, selesai. Mari kembali."
Kematian Blue Wing Tiger menandakan Gate telah selesai. Walaupun Shiro agak kecewa karena Blue Wing Tiger bukanlah monster humanoid, sehingga tidak ada Orb yang bisa ia dapatkan sebagai piala.
Setelah itu, Shiro mengambil mayat Blue Wing Tiger lalu pergi keluar dari Gate bersama Unseen. Shiro tidak berniat berlama-lama di dalam Gate.
__ADS_1
Walaupun setiap Gate punya nilai eksplorasi yang memungkinkan untuk bertemu dengan material baru yang berguna. Namun Shiro tidak punya waktu untuk itu. Ia meninggalkan Gate begitu saja dan melanjutkan perjalanannya.
Itu juga karena kualitas Gate yang ditemukan kaki ini adalah tingkat rendah. Bahkan Unseen bisa saja membersihkan mereka semua. Jika bukan karena Unseen yang tidak bisa terbang lama, Shiro mungkin akan membiarkan Unseen untuk mengalahkan Blue Wing Tiger.
Selama seminggu ini, ada satu hal yang terus berada di pikiran Shiro. Yaitu kabar dari Asosiasi Pahlawan. Biasanya setiap Ia melaporkan sesuatu yang penting, akan ada respon dari Ketua Asosiasi atau Asistennya Brewthern dan Anastasya. Namun kali ini tidak ada respon sama sekali.
Setelah mengirim informasi mengenai ritual pengorbanan, belum ada satu balasan pun yang Shiro terima sampai saat ini.
Jika bukan karena alat komunikasi khususnya yang tidak bisa diganti, Shiro mungkin sudah curiga kalau Ketua Asosiasi sudah ganti nomer telepon.
Shiro jadi curiga kalau ada masalah besar yang saat ini dihadapi Asosiasi Pahlawan. Ia jadi pengen cepat-cepat untuk kembali.
Baru 3 hari berjalan, Shiro telah bertemu dengan Gate lagi. Shiro jadi heran, sejak kapan Gate mudah sekali ditemukan?
Kali ini, musuh yang ada di dalam Gate adalah monster pohon. Vitalitas dan daya tahan monster pohon ini sangat kuat. Mereka bisa menyerap Aura yang ada di dalam tanah maupun makhluk hidup sekitar untuk terus beregenerasi. Selain itu, ia bisa menumbuhkan tunas dengan cepat sehingga banyak sekali monster pohon yang ada, bagaikan tidak pernah berakhir.
Namun kelemahannya juga sangat jelas. Api adalah kelemahan mereka.
Seluruh hutan dibakar habis oleh Shiro, monster pohon itu tidak akan bisa terus hidup. Hutan yang awalnya terlihat hijau dan asri, kini hitam gersang bagaikan berada di Gurun.
Lagi-lagi Shiro kecewa, ia tidak mendapatkan Orb dari monster pohon ini. Ia kira awalnya monster pohon adalah makhluk humanoid, sehingga ia bisa mendapatkan Orb. Namun sayangnya fakta berkata lain.
Shiro hanya bisa kembali dengan kecewa.
Ia masih memantau alat komunikasinya yang masih belum ada tanda-tanda pesan atau panggilan. Shiropun berniat menelpon Ketua Asosiasi.
Beberapa menit memanggil, namun tidak ada yang menjawab panggilannya.
"Sial, apa yang sebenarnya terjadi di pihak mereka?"
Shiro tidak bisa tidak khawatir. Sudah lebih dari seminggu, ia masih belum mendapatkan kabar apa-apa dari Asosiasi Pahlawan.
Ia yakin, kalau ada masalah besar yang dihadapi Asosiasi Pahlawan saat ini.
__ADS_1
Shiro ingin cepat-cepat kembali, namun ia tidak tahu jalan pintas untuk pulang. Jika Ketua Asosiasi bisa dihubungi, ia bisa minta dijemput oleh Asosiasi Pahlawan lewat GPS yang terpasang di ID CARD.
Namun saat ini, Asosiasi Pahlawan sedang tidak bisa dihubungi. Shiro hanya bisa terus melanjutkan perjalanan, berharap ia akan bertemu dengan pahlawan lain yang tahu arah pulang. Atau kalau beruntung, ia bisa bertemu langsung dengan Kota Besar terdekat.
Perjalanan Shiro menjadi semakin cepat, ia terus mengeksplorasi tanda-tanda bekas adanya pergerakan manusia di sekitar. Namun selama 3 hari ini, ia tidak menemukan apa-apa.
Anehnya, berselang cuma 3 hari, Shiro kembali bertemu dengan Gate lagi. Bahkan ada 2, itupun jaraknya berdekatan, tidak lebih dari 100 meter.
"Sial, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa sekarang malah ketemu banyak Gate seperti ini?"
Memikirkannya membuat Shiro pusing. Apalagi sekarang ada 2 Gate sekaligus, Shiro bingung memikirkan akan masuk Gate yang mana dulu.
"Berikan aku satu."
"Tidak."
Unseen mengajukan diri untuk menyelesaikan salah satu Gate. Namun Shiro menolaknya. Bukan karena Shjro meragukan kemampuan Unseen, namun itu karena alasan lain.
Alasannya sederhana, mereka belum tahu musuh seperti apa yang akan dihadapi mereka di dalam. Jika mereka berpisah dan musuh yang dihadapi Unseen lebih kuat, Unseen mungkin bisa mati.
Shiro tahu Unseen kuat, namun ia tidak ingin mengambil resiko. Shiro tidak ingin melihat Unseen dikalahkan apalagi sampai dibunuh.
Jadi Shiro hanya bisa menolak permintaan Unseen.
Unseen juga tahu Shiro mengkhawatirkannya, sehingga menghadapi penolakan Shiro, Unseen tidak keras kepala, ia hanya bisa menunduk dan menuruti perintah Shiro.
"Begini saja, kita akan masuk bersama. Jika musuhnya mudah, Gate itu akan diserahkan padamu."
Shiro tahu ia juga agak overprotectif kepada Unseen, sehingga ia membuat penawaran ini. Unseen tampak setuju dengan ini.
Lalu mereka memutuskan untuk masuk ke Gate yang paling kecil dulu. Mereka berharap, semakin kecil Gate, maka musuhnya akan lebih kecil atau lebih lemah juga.
Mereka hanya bisa berharap, Gate yang satunya tidak akan pecah ketika mereka berada di Gate Gate ini.
__ADS_1