
Keesokan harinya, Shiro bangun dari tidurnya dengan sangat segar. Ia mulai sarapan sederhana dan berkemas. Ia bersiap untuk memasuki Gate yang ada di dalam danau.
Shiro mengganti pakaiannya yang cocok untuk menyelam.
BURRR~ Shiro terjun ke danau itu. Ia menyelam dan berenang menuju lokasi Gate.
Tanpa terlalu banyak pikir panjang, Shiro langsung memasuki Gate tersebut. Ia tiba-tiba muncul di udara tipis, Shiro langsung mengeluarkan Frost Wing untuk terbang.
Ia bisa melihat semua pemandangan di dalam Gate. Sejauh mata memandang, Shiro hanya bisa melihat lautan tak berujung yang menembus cakrawala.
Melihat ini, Shiro mengerutkan kening: "Sepertinya akan merepotkan."
Apa yang dikatakan Shiro, benar. Dari semua lingkungan Gate, hanya musuh yang ada di dalam air yang sangat sulit untuk ditangani. Apalagi lingkungan lautan luas nan dalam.
Ini bukan hanya pendapat pribadi Shiro, tapi hampir seluruh pahlawan berkata demikian. Bahkan di pelajaran sekolah, Gate tipe ini termasuk Gate yang perlu perhatian ekstra.
Di dalam Gate seperti ini, yang dihadapi bukan hanya musuh, lingkungan juga termasuk. Manusia tidak akan bisa bernapas di dalam air dalam jangka waktu yang lama tanpa ada alat penyangga atau skill pendukung.
Karena keterbatasan mobilitas inilah, sulit untuk mencari lokasi pasti musuh. Selain itu, pertarungan juga tergolong pasif. Sulitnya untuk menyerang karena selalu bertahan dari serangan musuh yang sangat kuat. Ini yang menyebabkan Gate tipe ini sangat menyebalkan.
Shiro lalu menoleh ke arah tempatnya jatuh sebelumnya.
Monster kemungkinan berada di lautan, dan pintu Gate berada di udara. Itu berarti musuh kemungkinan tidak akan bisa keluar dari Gate ini.
Meskipun begitu, Gate tetap akan terus berevolusi. Jika Gate telah berubah menjadi merah, lingkungan tempat muncul Gate akan mulai rusak secara perlahan-lahan.
Untung saja selama ini belum ada Gate dengan lingkungan yang berada di luar angkasa. Jika ada, para pahlawan manusia termasuk Shiro hanya bisa menyerah dan menerima nasib.
Shiro melayang cukup lama diudara, ia memikirkan rencana apa yang perlu ia gunakan untuk bisa menyelesaikan Gate ini.
Selain itu, ia hanya memiliki 1 item yang bisa digunakan untuk membantunya dalam bertarung di bawah air. Item itu adalah Mermaid Tears yang ia peroleh dari pelelangan Black Market.
__ADS_1
Ia tidak mungkin langsung menggunakan item ini begitu saja tanpa mengetahui lokasi musuh secara tepat.
"Andai aku bisa membekukan lautan!" gumam Shiro pelan.
Shiro mencoba idenya untuk membekukan lautan dengan melemparkan Ice Javelin.
Lautan memang membeku, tapi hanya membeku dengan diameter seluas 1 meter. Sebelum akhirnya perlahan mulai mencair dan menyatu dengan lautan luas.
Melihat eksperimennya itu, Shiro tahu kalau usahanya akan gagal. Tidak mungkin membekukan lautan dengan skill level rendah seperti Ice Javelin.
"Feather Arrow!"
Shiro mengepakkan sayap Frost Wing untuk menyerang lautan dengan bulu es. Lautan mulai membeku walaupun tidak luas, tapi setidaknya dapat bertahan lama.
Ia berniat untuk turun ke lokasi air laut yang membeku. Karena tak mungkin untuk terus berdiam diri di udara. Ia perlu memeriksa kondisi lautan sekitar.
Shiro turun kelokasi lautan yang sedikit menbeku, ia membatalkan skill Frost Wing yang sedang di fase lemah.
Shiro mencoba mengukur perkiraan jarak antara permukaan air laut dengan dasar laut. Secara kasar, ia dapat menilai jarak tersingkat antara keduanya mencapai 200 meter. Itu masih yang terdekat, untuk yang terdalam mungkin sudah dalam jangkauan ratusan atau bahkan ribuan kilometer, Shiro masih belum tahu jarak pastinya.
Dilihat dari lingkungan di dasar laut, itu tidak ada bedanya dengan lautan pada umumnya. Air laut masih terasa asin dengan banyaknya karang-karang dan ikan yang mondar-mandir lewat tanpa adanya sampah plastik satupun juga.
Tempat pijakan Shiro mulai kehilangan volumenya, ia tidak bisa berpijak disini lagi.
Shiro mengeluarkan beberapa Ice Javelin lalu melemparkannya bersamaan ke satu arah di depannya. Beberapa Ice Javelin yang membentur laut membuat air laut membeku cukup luas.
Shiro melompat ke daratan Es sementara yang dibuatnya. Kemudian Ia mulai memeriksa kembali lokasi yang ada di dasar laut sekitarnya.
Setelah daratan Es hampir mencair, Shiro kembali melemparkan beberapa Ice Javelin ke lokasi air laut di depannya. Shiro melakukan ini berulang kali demi mencari sebuah jejak kehidupan yang kemungkinan adalah monster utama yang ada di Gate ini.
Shiro melakukan ini selama beberapa jam. Ia sangat kelelahan dengan metode ini. Sehingga ia memutuskan untuk beristirahat sebentar dan menggunakan metode lain untuk mencari informasi yaitu dengan cara menyelam.
__ADS_1
Setelah beristirahat dan mengisi kembali energinya, Shiro lalu mengeluarkan peralatan selamanya seperti kacamata bawah air lalu ia kemudian mulai menyelam.
Tekanan air laut yang sangat kuat, membuat Shiro tidak berani menyelam terlalu dalam. Ia terus berenang dan melihat lingkungan di dalam lautan.
Ikan-ikan kecil berenang berhamburan dengan kedatangan Shiro. Sedangkan Shiro, ia masih belum menemukan petunjuk apapun juga. Ia kembali ke permukaan untuk mengambil napas yang hampir habis.
Shiro mengambil napas beberapa detik di permukaan, sebelum akhirnya ia menyelam kembali ke dalam air. Ia melakukan ini berulang kali sampai ia bisa menemukan sebuah petunjuk.
1 jam berlalu.
Shiro akhirnya berhenti sejenak untuk beristirahat.
Ia telah menyelam terus menerus sepanjang satu jam ini tanpa mendapatkan hasil. Walaupun ia ada sekali bertemu dengan seekor hiu yang cukup ganas, namun ia dapat membunuh hiu itu dengan sangat mudah.
Shiro percaya kalau Hiu ini hanyalah monster biasa di Gate ini bukan monster utama di Gate ini. Tidak mungkin monster Gate utama di sebuah Gate selemah itu.
Shiro beristirahat cukup lama, ia bahkan kepikiran untuk menyerah kali ini. Mungkin menghubungi Asosiasi Pahlawan dan meminta bantuan mereka adalah pilihan yang bijak.
"Fiuh~ Saatnya kembali!"
Shiro memutuskan kalau meminta bantuan Asosiasi Pahlawan adalah pilihan yang tepat. Ia berniat keluar dari Gate dan meminta bantuan mereka.
Tidak perlu banyak, ia butuh seseorang yang memiliki kemampuan yang bisa mendukungnya bergerak di dalam air dengan mudah.
Tak mungkin ia harus keluar masuk dari dalam air berulang kali hanya untuk mengambil napas. Itu hanya akan membuat pergerakannya lambat.
Atau jika Asosiasi Pahlawan sedang sibuk, Shiro berniat membeli material yang bisa digunakan untuk melacak monster utama atau material yang bisa membantunya bernapas di dalam air.
Shiro berniat kembali ke lokasi ia masuk ke dalam Gate.
Ketika ia terbang rendah menuju lokasi riak Gate. Shiro melihat bayangan hitam cukup besar di kejauhan yang bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat. Lebih cepat dari kebanyakan ikan yang Shiro tahu.
__ADS_1
Shiro menjadi tertarik dengan bayangan itu, sehingga ia memutuskan untuk mengejar bayangan hitam itu dan menangkapnya.