Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
163. Tawaran


__ADS_3

Melihat monster salju yang ia duga adalah Yeti, Shiro menjadi semangat. Sebab, jika Yeti adalah monster utama Gate ini, itu berarti mereka memiliki Orb.


Namun senyum Shiro tiba-tiba menghilang karena memikirkan kalau penyelesaian Gate bukan ia yang melakukannya.


Rasa penyesalan muncul di benak Shiro.


"Pokoknya aku harus memeras Ketua Asosiasi untuk memberiku kesempatan untuk menggunakan Orb. Ya, benar. Begitu saja!" gumam Shiro pelan.


Untuk dapat memeras Ketua Asosiasi, Shiro harus mengumpulkan informasi penting yang bisa ditukar. Maka dari itu, Shiro langsung melepas keadaan tak terlihatnya selama ini dan berdiri diam di tempat tak jauh di belakan monster Yeti itu.


Monster Yeti yang merasakan Aura yang muncul mendadak di belakangnya langsung terkejut. Ia langsung berbalik ke kebelakang dan melihat sosok Shiro.


HUSS! Monster Yeti mendengus kencang kepada Shiro, ia mengeluarkan asap putih dari lubang hidungnya.


"RAWRR~"


Monster Yeti kemudian berteriak kencang kepada Shiro. Teriakan itu membawa angin dingin yang sangat kencang. Angin dingin tersebut terbang dengan ganas kepada Shiro.


Shiro menggunakan Frost Wing yang menutupi tubuhnya untuk menghidari serangan angin dingin dari Monster Yeti itu.


Angin dingin itu sangat ganas, tanpa pencegahan, mungkin bisa membuat tubuh membeku dengan cepat.


Tak sampai disitu, Shiro dapat melihat Monster Yeti itu sudah tidak ada lagi ditempatnya. Namun itu bukan menghilang. Tapi bergerak cepat tanpa suara, mirip kamuflase.


Dengan cepat, Monster Yeti itu ingin menyerang Shiro dari belakang. Mungkin jika menghadapi pahlawan lain, serangan Monster Yeti pasti akan sangat efektif.


Namun sayang sekali, musuhnya adalah Shiro. Skill sembunyi-sembunyi tingkat rendah tidak akan luput dari mata Shiro. Apalagi Shiro dapat mendeteksi Aura milik Monster Yeti itu. Dijamin Monster Yeti itu tidak akan bisa lepas dari persepsi Shiro.


BAMM! Monster Yeti itu mencoba memukul Shiro, namun sayang pukulannya tidak bisa mematahkan pertahanan dari Frost Wing.


Monster Yeti itu mundur beberapa langkah, namun Shiro juga selesai membuat persiapan untuk menyerang.


Frost Wing di buka lebar-lebar dan mulai mengepak ke depan. Ratusan bulu es mulai beterbangan ke arah Monster Yeti.


Melihat serangan yang datang kepadanya, Monster Yeti itu mencoba menghindar. Kecepatan dan fleksibilitas Monster Yeti berada diatas kognisi Shiro, ia tidak menyangka Monster Yeti tidak hanya kuat, tapi juga lincah dan cepat.


Namun secepat dan selincah apapun Monster Yeti, beberapa panah bulu es tetap berhasil mengenainya.


Melihat luka yang disebabkan oleh serangannya, Shiro membuat penilaian: "Kecepatan dan kelincahannya Oke, daya tahannya juga tidak buruk. Kekuatannya tidak boleh dianggap enteng."

__ADS_1


Shiro mencatat penilaiannya di sebuah buku catatan kecil yang ia keluarkan dari ruang inventorynya.


"Oke, selanjutnya apa lagi yang bisa kau lakukan?" gumam Shiro kepada Monster Yeti.


Monster Yeti yang terluka oleh serangan Shiro, mulai marah. Ia mulai menghentakkan kakinya dan membuat Gempa kecil.


Meskipun kecil, namun di kondisi pegunungan curam yang seluruhnya tertutupi salju. Gempa sekecil apapun dapat membuat longsoran salju yang cukup untuk mengubur kota kecil ke dalam tumpukan salju.


Longsoran salju mulai berdatangan, namun Shiro mengandalkan Frost Wing yang sudah pulih untuk kembali terbang.


Cuaca seperti itu membuat Frost Wing cepat untuk meregenerasi bulu-bulunya. Walaupun ia sedang terbang, Shiro masih memfokuskan dirinya untuk memantau Monster Yeti.


Monster Yeti itu memanfaatkan salju yang longsor untuk kabur, melarikan diri dari Shiro. Walaupun ia berlari cepat, namun ia ditakdirkan untuk tidak bisa kabur dari genggaman Shiro.


Shiro terbang mengikuti langkah kepergian Monster Yeti.


"Owh, kemampuan regenerasinya lumayan juga."


Shiro menambah catatannya ketika melihat luka Monster Yeti yang sudah mulai sembuh sepenuhnya.


Menyimpan kembali buku catatannya, Shiro kembali menatap ke arah Monster Yeti dan bergumam: "Oke, karena kau berniat kabur, sepertinya semuanya cukup sampai disini saja."


Sambil terus mendekat, Shiro mengeluarkan Twin White Tiger untuk menyerang Monster Yeti.


Slasshhh! Kepala Monster Yeti dengan mudah dipenggal oleh Shiro. Kepala dan tubuhnya jatuh secara bersamaan.


"Oke, selesai."


Melihat mayat Monster Yeti, Shiro menganggap misinya telah selesai. Pertarungan dan data yang ia dapat dari Mosnter Yeti sudah cukup baginya. Selain itu semakin mendaki ke puncak, suhunya semakin dingin, dan masih ada ratusan kilometer lagi yang perlu di daki.


Shiro tidak tahan, dengan perlengkapan yang ia pakai saat ini, Ia memutuskan untuk kembali.


Di dalam Gate mulai gelap, malam telah tiba. Untungnya Shiro sudah turun dari gunung tersebut. Jika tidak, suhu di puncak gunung pasti sangatlah dingin.


Shiro puas dengan keputusannya, ia pun keluar dari Gate melalui ruak Gate tempat ia masuk. Dan diluar ternyata sudah malam juga.


Tidak ingin membuang waktu, Shiro langsung menghubungi Ketua Asosiasi, Thomas Schven. Tak lama, panggilannya di jawab.


"Halo Nak, bagaimana? Hoammz~" tanya Ketua Asosiasi sambil menguap keras. Sepertinya ia hendak tidur, namun rencananya terganggu karena panggilan Shiro.

__ADS_1


"Misi selesai." Shiro menjawab dengan singkat, padat dan jelas.


"Oke, bagus! Nanti kirim saja langsung informasinya kepada ku, aku sudah mengantuk dan ingin tidur."


"Tunggu sebentar!" Sebelum Ketua Asosiasi menutup panggilan, ia menghentikannya.


"Ada apa nak?"


"Bisakah aku menaikkan syarat sedikit?" pinta Shiro.


"Apa itu? Aku ingin dengar apa yang kau inginkan terlebih dahulu."


"Selepas aku atau bukan yang menyelesaikan Gate, aku ingin hak menggunakan Orb yang didapatkan dari Gate ini."


Shiro langsung menyatakan niatnya tanpa menyembunyikan apapun. Ketua Asosiasi tampak berpikir cukup keras.


Melihat Ketua Asosiasi yang masih dilema, Shiro melanjutkan kata-katanya: "Sebagai gantinya, aku akan memberikan informasi lengkap. Ini mungkin berguna dalam Raid untuk mengurangi korban jiwa."


Kegiatan Scouting tidak semudah yang dibayangkan, semuanya penuh resiko dalam mengumpulkan informasi. Jadi meskipun hanya informasi sekecil apapun, itu sangat berharga.


Kegiatan Scouting Gate baru biasanya hanya berupa pengenalan lingkungan, perkiraan lokasi musuh dan Boss, monster yang dihadapi dan beberapa analisis kekuatan mereka. Jarang sekali ada Scouting yang memberikan informasi lengkap seperti Shiro. Jadi Shiro menganggap informasi yang ia bawa pasti cukup bernilai.


Mendengar pernyataan tambahan dari Shiro, Ketua Asosiasi merasa otaknya sudah terlalu lelah memikirkannya. Ia mendesah pelan dan menjawab: "Aku akan menegosiasikannya, terserah pihak mereka mau atau tidak. Aku tidak menjanjikan apapun."


"Oke, itu sudah cukup bagiku."


"Tunggu kabar dariku paling lambat esok pagi."


"Oke."


Kemudian panggilan ditutup, Shiro sudah bersiap untuk beristirahat dan mengisi kembali energinya yang telah hilang seharian.


Sedangkan untuk Ketua Asosiasi, ia sedang pusing akibat kerjaan tambahan yang Shiro berikan kepada dirinya.


Ia mulai melakukan negosiasi via panggilan jarak jauh dari Pemkot setempat. Setelah negosiasi panjang, akhirnya kesepakatan telah dibuat.


Ketua Asosiasi kembali ke kamarnya dan hendak tidur.


"Sialan kau nak. Menambah kerjaanku saja."

__ADS_1


__ADS_2