Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
165. Mengikuti Jejak


__ADS_3

Negosiasi telah gagal, dan Shiro telah pergi dari Kota W. Jadi meskipun Walikota ingin mencari dirinya, ia sudah lama meninggalkan Kota.


Shiro berangkat menuju Lokasi Gate yang muncul kemarin, namun ia tidak langsung masuk.


Karena pasti setelah ini akan ada seseorang yang menghubunginya. Entah itu Walikota Kota W atau Ketua Asosiasi pasti akan menghubunginya setelah Negosiasi itu gagal.


Benar saja, tak lama kemudian ada panggilan dari Ketua Asosiasi. Shiro sudah menebak hal ini. Setelah gagal, pasti pihak walikota akan komplain dan berbicara tentang negosiasi tersebut, dan Shiro dapat yakin kalau pihak Walikota akan memperburuk keadaan dengan menyalahkan dirinya.


Shiro tidak langsung menjawab panggilan dari Ketua Asosiasi. Biarkan pihak lain khawatir.


Santai dulu gak sih?


Setelah beberapa menit, banyaknya panggilan dari Ketua Asosiasi yang masuk, akhirnya Shiro menjawab panggilan itu.


"Halo Ketua! Hoammm~" sapa Shiro sambil pura-pura menguap.


"Ada apa nak, ku dengar negosiasinya gagal?"


"Ya, Ketua. Aku tidak ingin berbisnis dengan orang yang tidak jujur." jawab Shiro secara langsung.


"Huh~ Jadi apa rencanamu selanjutnya?" tanya Ketua Asosiasi.


"Aku akan langsung mencari Orb itu dengan caraku sendiri."


Mendengar jawaban Shiro, Ketua Asosiasi jadi sakit kepala. Ia tidak bisa membatasi Shiro terlalu banyak. Dan memang ia mengakui kebanyakan politikus pasti akan terlalu banyak menuntut atau melakukan perbuatan tidak adil.


Namun itu bukan berarti bisa berbuat seenaknya.


Ketua Asosiasi mengurut keningnya dan menjawab: "Ya sudah, terserah padamu. Tapi jangan berlebihan, ya!"


"Oke, bisa diatur."


Setelah itu, Shiro mematikan panggilan. Ia tidak menyangka kalau akan semudah ini berbicara kepada Ketua Asosiasi.


Sebelum memasuki Gate, tak lupa Shiro mengirim informasi kasar tentang Gate tersebut kepada Ketua Asosiasi, sebagai bentuk penyelesaian misi.

__ADS_1


Informasi yang dikirimkan hanyalah gambaran umumnya saja, seperti lingkungan yang bersalju, perkiraan lokasi monster utama yang terletak di puncak gunung yang tinggi, tipe monster dan ketersediaan sumber daya.


Hanya itu yang Shiro kirimkan, karena ini sudah cukup sebagai syarat penyelesaian Misi seorang Scouting.


Untuk masalah ketinggian ataupun suhu di puncak gunung, Shiro tidak memberikannya. Apalagi masalah kemampuan Yeti, bahkan Shiro tidak menyebutkan nama monster ini, hanya karakteristik kasarnya saja.


"Ya, ku harap mereka tidak mendapatkan kerugian akibat keegoisan mereka sendiri." gumam Shiro sebelum ia memasuki Gate.


Shiro kembali memasuki lingkungan yang sama. Namun ketika berada di dalam Gate, ia teringat sesuatu. Ia lupa mengupgrade pakaiannya.


Shiro lupa membeli baju dan pakaian yang tahan terhadap cuaca dingin yang ekstrem.


"Ya, apa boleh buat."


Semuanya telah terjadi, tak mungkin Shiro akan kembali. Jadi Shiro hanya bisa terus dan mendaki ke puncak gunung tempat monster Yeti itu berada.


Shiro dengan mengenakan pakaian yang sangat tebal, tidak mendaki menggunakan kakinya. Ia lebih memilih untuk terbang agar bisa cepat sampai.


ia tidak berniat berlama-lama untuk tinggal di lingkungan yang ekstrem ini. Walaupun akan terasa sangat dingin, namun Shiro tetap memilih untuk terbang.


Saat ini, Shiro telah sampai di tempatnya membunuh monster Yeti kemarin. Saat ini Shiro kedinginan, ia mengeluarkan alat pemanas dari ruang inventorynya.


Setelah kondisi suhu tubuh mulai stabil, Shiro kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini ia harus berlari cepat untuk mencari lokasi para Monster Yeti. Ia berlari mengikuti arah Monster Yeti melarikan diri darinya kemarin.


Karena Ia tidak tahu lokasi monster Yeti, Shiro harus bekerja ekstra untuk mencari lokasi mereka. Tentu ini bukanlah hal yang mudah, kondisi pegunungan salju dan angin dingin yang cukup ekstrem, membuat Shiro agak kesusahan mencari lokasi mereka.


Ia cuma berharap bisa bertemu Monster Yeti atau setidaknya jejak mereka.


Namun sampai matahari berada di puncak, Shiro belum bisa menemukan petunjuk apapun. Meskipun begitu, Shiro merasa cukup beruntung, sebab suhu perlahan naik ketika siang.


Jadi Shiro tidak berhenti mencari, sebab ini waktu yang cocok untuk terus menjelajah. Jika ia terlalu lama beristirahat, matahari mungkin akan turun dan rasa dingin akan meningkat.


Memanfaatkan suhu yang mulai stabil dan bisa ia hadapi, Shiro mencari lewat udara biar mudah. Dengan terbang, Shiro berharap bisa menemukan lokasi monster Yeti atau tempat mereka tinggal, bisa berupa Rumah Biasa, Iglo, Rumah Pohon, Gua atau semacamnya. Shiro tidak peduli dengan itu. Ia cuma berharap bisa menemukan petunjuk walau sekecil apapun.


Untungnya, tak lama ka mencari, Shiro menemukan sebuah petunjuk. Sebuah jejak kaki primata yang melangkah ke suatu arah. Akhirnya perjuangannya membuahkan hasil.

__ADS_1


Setelah melihat petunjuk itu, Shiro mulai terbang rendah. Ia mengikuti arah jejak kaki itu sambil menghilangkan hawa keberadaannya.


Perlahan tapi pasti, Shiro terus mengikuti jejak kaki itu. Ia bisa menebak kalau kemungkinan jejak kaki ini masih baru, terbukti karena jejak kaki itu ini mulai menipis karena angin dingin yang membawa salju.


Setelah mengikuti jejak kaki ini cukup lama, akhirnya ia berada diujung jejak kaki ini. Shiro tidak lagi menemukan lokasi Jejak kaki ini selanjutnya.


Namun yang membuat Shiro heran, arah berakhir jejak kaki ini adalah di sebuah dinding salju pegunungan.


Jika di lingkungan yang luas, mungkin Shiro beranggapan kalau jejak ini menghilang terkikis oleh salju yang menumpuk. Namun jejak kaki itu berakhir satu langkah sebelum dinding salju.


Shiro mencoba menghapus dinding salju itu, berharap akan ada jalan rahasia. Namun sayang, dibalik dinding salju hanyalah dinding batu alami pegunungan.


"Aneh!" gumam Shiro pelan.


Shiro bertanya-tanya dibenaknya, apakah ia tertipu? Atau ada satu kemampuan Monster Yeti yang ia tidak tahu. Shiro bingung memikirkannya.


Sebelum kemudian, ia menemukan sebuah Aura yang perlahan masuk ke jangkauan persepsinya.


Kekecewaan berubah seketika menjadi kegembiraan.


Ia tidak menyangka hari ini akan seberuntung ini. Aura yang datang mirip sekali dengan Aura Monster Yeti yang ia bunuh kemarin.


Dan ketika ia melihat pergerakan Aura monster Yeti yang bergerak ke arah dirinya. Itu menandakan emang mereka menetap disekitar sini. Tidak ada yang salah dengan Shiro.


Shiro bersembunyi dari kejauhan sambil melihat ke lokasi tempat jejak kaki sebelumnya menghilang.


Tak lama kemudian, monster Yeti itu akhirnya tiba di tempat jejak kaki itu menghilang sebelumnya. Tebakan Shiro tidak salah, kemunculan Monter Yeti itu menunjukkan pasti di sekitar sini mereka tinggal.


Shiro tidak langsung bertindak, ia ingin melihat apa yang akan dilakukan monster Yeti tersebut. Ia ingin melihat trik apa yang mereka mainkan.


Monster Yeti itu berdiri di tempat yang sama dengan tempat terakhirnya jejak kaki sebelumnya berakhir. Kemudian Ia memandang sekeliling dengan curiga.


SWOOSH! Angin dingin mulai muncul mengelilingi Monster Yeti. Tak lama kemudian, Angin dingin yang padat itu bubar disertai dengan menghilangnya Monster Yeti.


Shiro yang memperhatikan setiap tingkah laku Monster Yeti tersenyum lebar.

__ADS_1


"Oh.. Jadi itu rahasianya."


__ADS_2