
Dari kejauhan, Shiro melihat 3 Cindaku yang tengah berjuang mempertahankan Riak Gate agar tidak dimasuki oleh para Green Nova Priarie yang mencoba menerobos.
Terlihat, beberapa Cindaku yang terkapar lemah tak berdaya, entah bagaimana kondisi nyawanya saat ini.
Melihat ini, Shiro geram. "Aku akan membunuh mereka semua," sumpah Shiro.
Memanfaatkan kemampuan Breathing, Shiro dapat berlari lebih cepat. Ia menyusul Cindaku wanita yang ada didepannya.
` slasshhh~`
` slasshhh~`
Tanpa ragu, ia mengeluarkan Twin White Tiger dan mulai menyayat dan memotong leher para Green Nova Priarie.
Tak hanya Shiro, Unseen juga mulai bergerak dari bayang-bayang dan menyerang Green Nova Priarie. Walaupun tidak bisa langsung membunuhnya secara instan, namun serangan Unseen cukup efektif.
Wanita Cindaku itu terkejut dengan tindakan Shiro. Ia tahu kalau Shiro kuat, namun ia tidak menyangka kekuatan Shiro lebih dari apa yang ia harapkan.
Para Green Nova Priarie dan Cindaku yang sedang bertarung terkejut ketika kedatangan Shiro.
Para Cindaku sangat bersemangat dan berterimakasih ketika melihat Shiro berada dipihak mereka. Namun para Green Nova Priarie menjadi sangat marah melihat rekan-rekan mereka terbunuh oleh Shiro.
Perhatian para Green Nova Priarie teralihkan menuju Shiro. Mereka sepertinya sepakat untuk membunuh Shiro terlebih dahulu. Karena menurut mereka, Shiro lebih kuat daripada ketiga Cindaku yang ada di depan mereka.
Terlihat di antara antena para Green Nova Priarie ada beberapa serangan yang siap diluncurkan. Setiap Green Nova Priarie menyiapkan kemampuan dari berbagai elemen.
` swuusshhhh~`
` zi zi zi~`
Berbagai jenis Element mengarah pada Shiro.
'BANG!~`
Serangan tersebut mengarah pada Shiro dan menbuta ledakan yang cukup besar. Asap hitam akibat efek ledakan pun ikut membumbung tinggi ke angkasa.
` Swuusshhhh~`
__ADS_1
Terlihat Shiro berhasil keluar dari asap tebal tersebut dengan cara terbang. Shiro tampak baik-baik saja tanpa ada sedikitpun luka di tubuhnya, bahkan tergores pun tidak. Sepertinya Shiro dapat dengan mulus menghindari serangan dari Green Nova Priarie.
Serangan Green Nova Priarie tidak hanya sampai disitu. Melihat Shiro yang terbang bebas dilangit, mereka terus menyerang mereka dari jarak jauh menggunakan berbagai jenis serangan.
Berbagai jenis serangan datang menghampiri Shiro, namun Shiro bisa berakselerasi ke kiri dan ke kanan, sehinga ia dapat dengan mudah menghindari serangan-serangan tersebut.
Para Green Nova Priarie nampak kesal melihat Shiro dapat dengan mudah menghindari serangan mereka.
Ketika mereka fokus kepada Shiro. Para Cindaku memanfaatkan perhatian para Green Nova Priarie untuk mulai menyerang mereka dari belakang.
Beberapa Cindaku berubah menjadi Harimau utuh untuk menyerang para Green Nova Priarie. Ada juga Cindaku yang hanya merubah salah satu anggota tubuhnya saja untuk menyerang.
Serangan mereka cukup sengit, membuat para Green Nova Priarie tidak bisa fokus. Disatu sisi, ada Shiro yang cukup kuat. Disisi lain, ada para Cindaku yang cukup merepotkan.
Mereka berhenti dan saling memandang, bagaikan sedang berkomunikasi lewat telepati.
Shiro tidak membiarkan ini terjadi. Ia membentangkan Frost Wing. Lalu Frost Wing agak ditarik ke belakang bagaikan sebuah busur panah.
Shiro tersenyum, "Ambil jurusku. Feather of Rain."
Frost Wing yang awalnya melengkung ke belakang, kini Shiro mengepakkan sayap tersebut ke depan.
Hujan bulu es menghampiri para Green Nova Priarie, serangan tersebut melukai para Green Nova Priarie. Bahkan beberapa ada yang langsung meninggal tertusuk bulu es yang setajam pisau tersebut.
Hanya dalam 1 menit.
Para Green Nova Priarie menjadi tampak hancur berantakan, tubuh mereka dipenuhi oleh luka, bercak darah dan es tersebar di rerumputan.
Beberapa Green Nova Priarie tampak lusuh dna mencoba bangkit.
Shiro pun yang daritadi terbang, kini perlahan turun ke daratan. Bukannya karena Shiro tidak mau, namun ini karena efek jurusnya.
Setelah menggunakan Feather of Rain, lapisan bulu di Frost Wing mulai menipis, dan setelah menggunakan skill tersebut, Shiro tidak bisa terbang untuk sementara. Perlu waktu agar bulu di Frost Wing kembali tumbuh.
Setelah turun, Shiro tidak tinggal diam. Ia melanjutkan berlari menuju kerumunan Green Nova Priarie yang masih tertatih-tatih mencoba untuk bangkit.
` slasshhh~`
__ADS_1
` slasshhh~`
Satu persatu Kepala Green Nova Priarie terlepas dari tubuhnya. Darah ungu menyebur dari lehernya yang terputus.
Beberapa Green Nova Priarie mencoba melarikan diri, namun mereka tidak bisa. Shiro dapat dengan mudah mengejar mereka. Sehingga tidak ada satu pun Green Nova Priarie yang bisa melarikan diri dari Shiro.
Shiro saat ini seperti sang malaikat pembunuh yang membunuh semua Green Nova Priarie. Jubah Assasinnya yang berwarna putih, kini banyak terkena noda darah berwarna ungu.
Untung saja Jubah Assasin miliknya memiliki fungsi penbersihan, sehingga dapat dengan cepat membersihkan noda yang menempel di jubah Assasin.
Denganmu menyuntikkan Aura sedikit ke dalam Jubah Assasin, lalu mengaktifkan skill 'Clean' yang ada di jubah. Dengan sekejap mata, jubah yang penuh noda itu, kembali putih bersih seperti baru.
Kemudian Shiro menghampiri beberapa Cindaku yang hampir terkena serangannya. Para Cindaku terlihat sedang membantu para Cindaku yang tengah terluka. Beberapa dari mereka sedang menggendong Cindaku lainnya yang yang koma.
Walaupun para Cindaku terlihat terluka sangat parah, namun tidak ada dari mereka yang mati. Vitalitas mereka cukup kuat untuk bisa terus bertahan walau dengan luka seperti itu.
"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya Shiro kepada para Cindaku.
Para Cindaku agak takut melihat Shiro, pemandangan pembantaian yang Shio lakukan, masih lekat dipikiran mereka.
Namun mereka masih merespon pertanyaan Shiro dengan mengangguk. Menandakan mereka sedang baik-baik saja.
Shiro mengangguk lega ketika melihat mereka baik-baik saja.
Setelah itu, ia melihat Cindaku Wanita yang menuntun arah sebelumnya. Shiro melihatnya sedang berbisik dengan para Cindaku lainnya.
Shiro mengabaikannya, ia duduk di rerumputan dan memandangi langit yang mulai memasuki sore hari.
"Diluar sepertinya masih malam," gumam Shiro.
Tak lama, ia melihat Unseen yang membawa cukup banyak Inti Kristal dan beberapa cakar dari Green Nova Priarie.
Shiro tersenyum, ia mengambil beberapa Kristal dan meterial yang dibawa Unseen dan menyimpannya di Inventarisnya. Ini bisa digunakan untuk dijual kembali ataupun untuk konsumsi di masa mendatang. Untuk sisanya, ia biarkan Unseen mengkonsumsinya.
Setelah cukup beristirahat, karena Shiro sudah tahu pihak lawan yang berada berada dalam Gate, Ia bangkit dan ingin segera melanjutkan perjalanan.
Namun ketika ia hendak bangkit, ia melihat Cindaku Wanita yang sebelumnya datang menghampirinya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Boleh minta waktunya sebentar?"