
Saat ia sedang terbang, komunikatornya tampak bergetar. Shiro langsung mengeluarkan alat komunikasinya.
"Halo, dengan Zero disini. Ada apa ?"
Suara Leon terdengar dari alat komunikasi tersebut. "Halo, ini aku Leon. Kami punya berita terbaru mengenai apa yang kita bicarakan sebelumnya."
Shiro hanya diam mendengarkan, menunggu Leon untuk menceritakan apa yang ia temukan.
Leon mulai menceritakan temuannya itu, "Zero, kami tidak menemukan susunan teleportasi seperti yang kau bicarakan. Bahkan kami tidak menemukan altar ataupun reruntuhan seperti yang kau bicarakan."
Mendengar hal ini, Shiro merasa wajar. Altar sebagai tempat persembahan biasanya hanya cuma 1, tidak mungkin ada banyak.
"Lalu, bagaimana dengan pulau-pulau apung lainnya?" tanya Shiro.
"Aku tidak menemukannya, bahkan aku sudah memberitahu para pahlawan yng dibawah komando keluarga Squard untuk mencari seperti apa yang katakan kepadaku sebelumnya. Namun sejauh ini, belum ada yang menemukannya. Kami masih terus mencarinya."
Shiro berpikir sejenak, "Sepertinya susunan teleportasinya cum ada satu."
"Aku juga berpikir begitu. Sepertinya, satu-satunya tempat menuju Ruangan Boss hanyalah tempat yang kau temukan sebelumnya." ucap Leon setuju.
"Mungkin saja. Jadi, apa rencanamu selanjutnya ?" tanya Shiro.
"Kami akan terus melakukan pencarian, namun aku akan pergi ke tempat pulau apung yang terdapat susunan teleportasi seperti yang kau bicarakan. Jika masih tidak ada hasil, besok kita akan berkumpul disana dan mengalahkan Boss." jelas Leon.
Mendengar rencana Leon, Shiro mengangguk menyetujuinya. Intinya sekarang adalah untuk mengalahkan Boss dan menyelesaikan Gate ini. Masalah para monster keroco, itu bisa dihabisi setelah Gate diselesaikan.
"Zero, kami perlu tahu dimana pulau apung yang terdapat susunan teleportasi itu berada."
Mendengar ucapan Leon, Shiro tertegun. "Bukankah besok saja ? Jika ku gunakan Suar saat ini juga, bagaimana yang lainnya akan datang besok ?"
"Tenang saja, aku punya rencana. Kau ingat aku pernah memberikan 2 Kristal ?"
"Ya, aku ingat. Salah satunya adalah untuk Suar." ucap Shiro.
"Ya benar, salah satunya adalah Kristal Teleportasi. Namun hanya bisa digunakan untuk menteleportasikan ke Induk Kristal Teleportasi yang ada padaku sekarang. Jadi ketika ku mengaktifkan Kristal induk Teleportasi, Kristal teleportasi disetiap pahlawan yang ikut Raid akan otomatis berkumpul."
Mendengar penjelasan Leon, Shiro tercengang.Ia tidak menyangka,Ternyata ada item seperti itu juga. Keluarga besar memang hebat.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku sekarang lagi dalam perjalanan ke pulau tempat susunan teleportasi berada."
"Baiklah, kami akan menunggu."
Setelah itu, saluran telekomunikasi dimatikan. Shiro bergegas menuju tempat pulau apung dimana ia menemukan susunan teleportasi.
Beberapa Menit Berlalu.
Shiro akhirnya kembali ke pulau tempat susunan teleportasi berada. Ia lalu mengeluarkan Kristal Suar dan mengaktifkannya.
Setelah Aura disuntikkan, Kristal Suar itu bergetar, dan Shiro melempar Kristal Suar tersebut.
Setelah Kristal Sual dilemparkan, sebuah Cahaya putih membumbung tinggi ke angkasa.
Shiro lalu mengeluarkan alat komunikasinya dan menghubungi Leon. "Aku Zero, Suar telah diaktifkan."
"Tunggu, kami tidak tahu Suarmu di arah mana. Kami tidak dapat melihatnya sedikitpun."
__ADS_1
Shiro lalu menjelaskan letak pulau apung tempatnya berada saat ini kepada Leon. "Pulau tempatku berada cukup tinggi dari pintu masuk Gate. Kalian perlu terbang ratusan meter ke atas. Nanti kalian akan dapat menemukannya lewat suar yang telah ku aktifkan."
"Baiklah, tunggu kami."
Sebelum menutup alat komunikasi, Shiro tiba-tiba teringat sesuatu. "Tunggu sebentar, jika sudah sampai di pulau apung tempatku berada. Hati-hati dengan padang rumput yang tampak damai. Ada ratusan atau bahkan ribuan monster kecil disana. Lebih baik kalian menghindarinya."
"Oke, terimakasih atas pengingatnya."
Setelah itu, alat telekomunikasi dimatikan.
Shiro keluar dari ruangan, lalu ia terbang ke atas sebuah padang rumput yang terdapat banyak monster. Tiba-tiba ia kepikiran sesuatu, "Mungkinkah ini bisa dilaksanakan ?"
Shiro lalu mengeluarkan mayat Thunder Bird yang telah terkontaminasi racun.
"Semoga berhasil." Shiro lalu menyayat Mayat Thunder Bird itu beberapa kali menggunakan Twin White Tiger lalu melemparkannya ke padang rumput tersebut.
Rencana Shiro adalah menggunakan racun yang terdapat pada Mayat Thunder Bird untuk membunuh para monster yang tidak dikenal tersebut.
` bukk~`
Mayat Thunder Bird tersebut terjatuh ke padang rumput.
Setelah itu, tiba-tiba suara gemerisik tersebar di sekitar Padang rumput.
Rumput-rumput tersebut bergerak cepat ke arah tempat dimana mayat Thunder Bird berada.
Seketika, mayat Thunder Bird tersebut langsung hilang seketika ketika mereka semua sampai.
Shiro hanya sekilas dapat melihat penampilan makhluk tersebut secara penuh.
Melihat penampilan makhluk ini berjumlah ratusan atau bahkan sampai ribuan, membuat bulu kuduk Shiro merinding.
Ia tidak bisa membayangkan apabila ia makhluk-makhluk ini datang mengeroyokinya. Mungkin dalam sepersekian detik, tubuhnya akan habis tidak bersisa tanpa menyisakan sedikit tulang pun.
Untung saja, makhluk-makhluk ini hanya memiliki sayap kecil sebagai hiasan. Sehingga mereka tidak bisa terbang dan hanya bisa memburu mangsa di darat.
Dari perspektif Shiro, ia dapat melihat beberapa makhluk tersebut terkapar di padang rumput tersebut. Makhluk yang mati tersebut langsung dilahap oleh kawanannya yang lain.
"Sungguh mengerikan." ucap Shiro melihat kejadian ini.
Ntah karena kelaparan atau mereka memang kanibal, sehingga mereka memangsa kawanan mereka sendiri.
Namun karena rencananya tampak berhasil, Shiro tersenyum lebar. Ia mengeluarkan mayat-mayat Thunder Bird lainnya lalu menyayat Mayat tersebut beberapa kali menggunakan Twin White Tiger, hingga mayat tersebut terlumuri oleh racun.
Setelah itu, Shiro melemparkan mayat-mayat tersebut ke Padang Rumput tersebut.
Seperti sebelumnya, hanya dalam beberapa detik, mayat-mayat tersebut langsung tersapu habis tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Tentu saja, banyak dari Makhluk tersebut yang mati dan dimangsa oleh kawanan yang lainnya. Membuat kawanan makhluk tersebut berkurang cukup banyak.
Namun itu belum cukup mengurangi jumlah mereka. Jumlah mereka yang awalnya hampir seribuan, sekarang mungkin hampir setengahnya sudah berkurang. Menyisahkan sekitar 500 ekor, itupun mungkin masih akan berkurang karena ada yang terkontaminasi racun, walau cuma sedikit.
Merasa sudah cukup, Shiro kembali ke tempat altar itu berada. Meninggalkan para Makhluk tersebut yang saling memangsa.
Beberapa jam menunggu, Shiro akhirnya melihat seseorang yang datang ke arahnya.
__ADS_1
Ya, orang itu adalah Leon dan rombongannya. Mereka semua datang dengan cara terbang menggunakan Battle Pet seperti yang disarankan Shiro sebelumnya.
Shiro melambai kepada mereka. Merekapun turun ke tempat Shiro berada.
Leon tersenyum kepada Shiro lalu berkata, "Dimana tempat susunan teleportasi itu berada?"
Shiro hanya mengangguk. Ia melihat jejak ketidaksabaran di wajah Leon.
Shiro lalu memberi isyarat kepada mereka untuk mengikutinya. Shiro membawa mereka ke dalam reruntuhan yang didalamnya terdapat sebuah ruangan yang cukup besar dengan Altar yang berada tepat di tengah ruangan.
Saat memasuki reruntuhan, mereka agak takut melihat patung batu yang sangat banyak tersebut. Namun setelah Shiro menjelaskan bahwa bahwa hanya patung batu biasa, mereka dapat bernafas lega.
"Disini tempatnya." ucap Shiro menunjuk ke puncak Altar.
Leon dan timnya mengangguk, mereka naik ke puncak Altar tersebut dan melihat susunan teleportasi yang berada di atas Altar tersebut.
Leon menatap salah satu anak buahnya dan anak buahnya hanya mengangguk mengiyakan. Sepertinya anak buahnya yang satu itu adalah ahli dalam susunan teleportasi.
Leon lalu berbalik dan menyapa Shiro dengan tersenyum, "Terimakasih atas informasi yang kau berikan. Ini memang susunan informasi sekali pakai yang memungkinkan kita diteleportasikan secara bersamaan ke suatu ruangan."
Shiro hanya mengangguk, percuma saja ia tersenyum karena ekspresinya tidak bisa dilihat oleh yang lainnya. "Ini adalah tugasku. Lalu, apa rencanamu selanjutnya?"
"Seperti yang ku katakan sebelumnya. Kita akan menunggu sampai besok, jika tidak hasil, kita akan berangkat menuju Ruangan Boss besok."
Shiro mengangguk, ia menyetujui rencananya.
Mereka pun mulai menunggu.
......................
Keesokan harinya.
Leon menghubungi semua tim yang ia tugaskan untuk menyelidiki pulau-pulau apung lainnya. Namun hasilnya sama seperti yang diharapkan, tidak ada altar ataupun susunan teleportasi di pulau-pulau apung lainnya.
Setelah itu, ia mengambil keputusan.
Ia mengeluarkan sebuah bola Kristal berwarna Biru laut, lalu ia menyuntikkan Aura ke dlama Kristal itu.
Seketika, setiap orang yang memegang bola Kristal yang ia berikan mengeluarkan cahaya putih.
Mereka bingung dengan apa yang terjadi. Dan dengan sekejap mata, mereka tiba-tiba diteleportasikan di tempat yang tidak mereka ketahui.
Awalnya mereka bingung, namun Leon tiba-tiba muncul di depan mereka dan berkata. "Maaf karena menteleportasikan kalian secara tiba-tiba. Kami menteleportasikan kalian untuk mengajak kalian menuju Ruangan Boss."
Mendengar bahwa mereka akan menuju Ruangan Boss, mereka tampak bersemangat.
"Melihat kalian semua penuh semangat. Mari kita berangkat menuju Ruangan Boss." ucap Leon dengan penuh senyuman.
"Ya."
"Ayo, berangkat."
"Aku sudah tidak sabar lagi.."
"...."
__ADS_1
Susunan teleportasi dibawah kaki mereka menyala, dan mereka akhirnya tiba di ruangan Boss.