
Proses pembacaan ingatan segera dilakukan dan Shiro menyaksikan proses pembacaan ingatan dari awal. Selain untuk mengetahui apa yang ada di ingatan Iblis itu, Shiro juga menjadi pengaman sementara ketika proses pembacaan ingatan berlangsung agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
Lagian, Iblis ini adalah iblis tingkat menengah, Shiro tahu kekuatan Iblis ini. Jika bangun, pertarungan antara mereka pasti akan menghancurkan segalanya dan pasti banyak menimbulkan korban jiwa. Jadi, dengan adanya Shiro disana, dapat menambah daya tempur untuk dapat mengalahkan Iblis itu dengan mudah.
Kali ini, Sarana dalam memunculkan ingatan yang ada di Iblis itu adalah sebuah cermin.
Penampilan Iblis itu terpantulkan ke dalam cermin, sebelum kemudian gambar dicermin mulai berubah berdasarkan ingatan yang dimiliki Iblis itu.
Pada awalnya, Iblis itu bukanlah berwujud peserta laki-laki, melainkan seorang Pahlawan logistik.
ia sudah lama berada di dunia ini, namun ia tidak berani bertindak gegabah. Ia selalu melancarkan aksinya ketika berada di dalam Gate. Hal ini ditujukan agar tidak ada pihak yang curiga, dan kematian pahlawan tersebut bisa laporkan sebagai sebuah kecelakaan.
Penampilannya yang tidak terlalu menonjol membuatnya tidak pernah dicurigai. Tapi Iblis itu merasa kalau dengan strategi ini, perkembangannya terlalu lama.
Dan ketika ia beserta timnya sedang melakukan Raid di dalam Gate yang saat ini menjadi lokasi ujian para siswa Akademi. Ia mendengarkan sebuah informasi kalau Gate yang akan mereka bersihkan akan digunakan sebagai lokasi ujian untuk para peserta Akademi.
Mendengarkan berita ini, Iblis itu tertarik. Sehingga ia mulai membuat sebuah rencana. Di dalam Gate tersebut, ia mencari lokasi yang sangat strategis, yaitu di terowongan di balik air terjun yang didekatnya terdapat sarang Blood Wolf yang cukup ganas. Ia tak lupa mengendalikan seekor Blood Wolf dengan perintah untuk membunuh seluruh peserta ujian yang mereka temui.
Setelah selesai mengatur tata letak tersebut, ia mulai kembali bersikap normal. Mereka menyelesaikan Gate dengan sempurna, tanpa ada kerugian sedikitpun.
Setelah kembali dari menyelesaikan Raid Gate, Iblis itu melakukan rencana tahap selanjutnya. Ia mulai menyebarkan desas-desus tentang harta karun yang ada di dalam Gate yang telah mereka selesaikan.
Karena Gate tersebut ditujukan untuk ujian, tentu saja Iblis itu menyebarkanya di dekat kalangan akademi, tepatnya di antara para siswa.
Selain menyebarkan desas-desus tentang harta karun, ia juga tidak lupa memberikan peta lengkap mengenai lokasi peta harta karun yang ada di dalam Gate tersebut.
Tentu saja, rencananya cukup berhasil. Siswa yang masih labil dan naif itu berhasil ia tipu dengan mudah. Banyak dari mereka percaya tentang harta karun tersebut. Sehingga rencana Iblis itu bisa masuk ke dalam tahap selanjutnya.
__ADS_1
Tahap selanjutnya adalah tahap eksekusi. Dari ketujuh akademi, Iblis itu mencari peserta yang terdaftar dalam Battle Academy dan berniat untuk mengambil alih tubuhnya. Dan ia mendapatkan tubuh peserta Iblis itu.
Selanjutnya isi dari ingatan tersebut tentang ujian Battle Academy tahap pertama dan tahap kedua. Sampai dengan bertarung melawan Shiro. Ingatannya selesai sampai disini.
Ketua Asosiasi dan pahlawan pembaca ingatan juga melihat pertempuran yang Shiro lakukan. Mereka memandang Shiro dengan terbelalak. Pertarungan tersebut walau singkat, tapi menunjukkan kualitas dan kekuatan yang dimiliki Shiro. Ini juga kali pertama Ketua Asosiasi melihat kekuatan Shiro secara menyeluruh, walaupun ia tidak tahu kalau itu belum kekuatan penuh Shiro.
"Tak usah melihatku seperti itu," ucap Shiro ketika diperhatikan oleh keduanya.
Kemudian Shiro kembali menatap Iblis yang masih pingsan itu, "Selanjutnya apa yang perlu dilakukan pada Iblis ini?"
Mendengar pertanyaan Shiro, Ketua Asosiasi sudah memutuskan, "Bunuh!"
Tanpa pikir panjang, Shiro langsung mengeluarkan Katananya lalu langsung menebas leher Iblis itu dalam sekali tebas. Kepala Iblis itu langsung terlepas dan mati seketika.
"Selesai!" ucap Shiro sambil menyeka darah yang ada di bilah katananya.
Shiro mengangguk, "Kalau begitu, aku akan bergi sekarang. Tugasku masih belum selesai."
Ketua Asosiasi mengangguk dan seketika Shiro telah pergi dari sana dengan cukup cepat. Melihat kepergian Shiro, Ketua Asosiasi hanya bisa mendesah lega. Melihat kekuatan Shiro, ia cukup takjub. Dan yang lebih penting, untung saja Shiro berada di pihak mereka.
Dengan kekuatan Shiro yang seperti itu, akan sangat merepotkan jika harus melanwannya.
Selanjutnya, Ketua Asosiasi mengambil tubuh peserta laki-laki yang telah dirasuki Iblis itu. Ia selanjutnya membuat propaganda tentang apa yang dialami oleh siswa itu, tentu saja ia tidak akan menyebarluaskan masalah Iblis yang merasuki tubuh peserta laki-laki itu.
Lagipula, tubuh Iblis itu juga sangat berguna. Dari teknologi yang diberikan Kakek Buku, tubuh Iblis bisa digunakan dalam pembuatan radar deteksi yang bisa mendeteksi keberadaan Iblis. Ini adalah material yang sangat berharga, sehingga tidak mungkin Ketua Asosiasi akan menyia-nyiakan bahan penting tersebut.
......................
__ADS_1
Disaat Shiro sedang menyaksikan proses pembacaan ingatan, kedelapan peserta yang hampir dibunuh Iblis itu juga terbangun.
Ketakutan dan kengerian masih ada di pikiran mereka. Namun untungnya tidak ada dari mereka yang mati.
Selain itu, mereka juga tidak melihat tubuh anggota tim mereka yang mereka anggap psikopat itu.
Ketidakhadiran peserta itu, bukannya membuat mereka tenang, namun malah membuat mereka ketakutan. Mereka takut peserta psikopat itu sedang memantau mereka dari kejauhan dan berniat menyiksa mereka ketika mereka semua sadar kembali seperti saat ini.
Ketakutan ini, membuat mereka semua memutuskan untuk menyerah. Sebelum semuanya terlambat, mereka semua keluar dari terowongan itu lalu mengaktifkan suar.
Ketika suar mereka aktifkan, mereka dengan gugup menunggu kedatangan pengawas. Namun setelah beberapa lama menunggu, pengawas yang mereka nantikan tidak muncul-muncul. Hal ini membuat prasangka buruk mereka bertambah banyak.
Mereka menganggap pengawas itu telah terbunuh oleh bocah psikopat itu. Atau pengawas itu sudah bekerja sama dengan bocah psikopat itu untuk menyiksa mereka secara perlahan-lahan.
Kekhawatiran mereka terlihat jelas. Mereka semua selalu waspada dan selalu memperhatikan sekeliling mereka.
Suara gemerisik terdengar di semak di dekat sungai, yang membuat saraf kedelapan peserta itu tegang.
Suara gemerisik itu semakin kuat dan semakin dekat, hal ini membuat mereka semua tambah gugup.
Tiba-tiba muncul seekor Shadow Mantis yang keluar dari semak, yang membuat mereka semua bernapas lega.
"Kalian semua gagal!"
Sebuah suara tiba-tiba terdengar di benak mereka semua. Kedelapan siswa itu bingung, mereka mencoba mencari sumber suara itu.
Kemudian suara itu kembali terdengar di telinga mereka: "Tidak perlu mencariku. Aku adalah pengawas di area ini, kalian cukup ikuti Shadow Mantis yang ada di depan kalian. Kalian akan dipandu keluar dari White Gate ini."
__ADS_1
Mendengar kata-kata itu, kedelapan orang yanh awalnya sangat gugup, berubah menjadi rileks. Mereka semua mengangguk, lalu mulai mengikuti Unseen menuju keluar dari White Gate.