Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
83. Kembali


__ADS_3

Kembang api perayaan dilepaskan oleh mereka. Perasaan gembira, haru, dan suka cita menyebar di dalam Ruangan Boss.


Mereka sangat bahagia, karena bisa lolos dari serangan maut dan dapat mengalahkan Thunder Bird King. Walaupun bukan mereka yang mengalahkannya.


"Kalian semua, berpencar."


Tiba-tiba suara Leon terdengar oleh mereka. Mereka semua bingung, mereka kita ada musuh yang masih berkeliaran.


Namun tidak ada tanda-tanda kedatangan musuh sedikitpun. Mereka pun bertanya-tanya kepada Leon. "Kapten, ada apa ? mengapa kita semua harus berpencar ? apakah ada musuh?"


Mendengar pertanyaan dari mereka, Leon menepuk dahinya. Mereka mempertanyakan kebodohan mereka.


"Hei, meskipun Boss Gate sudah dikalahkan, untuk keluar, kita cuma ada 2 cara; melewati pintu masuk Gate, atau melalui pintu keluar Gate yang muncul setelah mengalahkan Boss Gate."


Mendengar penjelasan dari Leon, mereka baru teringat. Mereka menertawakan kebodohan mereka sendiri.


Mereka mulai berpencar, dan mencari lokasi pintu keluar Gate di sekitar lokasi mereka.


Leon tersenyum melihat penampilan mereka. Tiba-tiba ia terdengar pembicaraan yang menarik dari salah satu tim Raid.


"Hei, bukankah ini mirip dengan kondisi kita sebelumnya ?" ucap Wanita itu.


"Benar juga ya, waktu kita dikelilingi musuh, kita menyerah dan hanya pasrah, memejamkan mata. Namun tiba-tiba, semua musuh tersebut menghilang." balas pria disampingnya.


"Ya, sama. Kita juga sebelumnya dalam kondisi putus asa, dan kita juga tidak melihat keberadaan Boss. Namun ketika kita membuka mata, Boss sudah dikalahkan."


"Jangan-jangan, orang itu yang menyelesaikannya sendirian ?"


Sebelum sempat menjawab, suara Leon terdengar di telinga mereka. "Hei, aku tertarik dengan cerita kalian. Apakah kalian bisa memberitahuku ?"


Awalnya mereka terkejut, namun melihat Leon yang berbicara, mereka mulai menceritakan kembali apa yang telah mereka ceritakan sebelumnya.


Tentang penyelamat mereka, pernyataan baik Shiro, dan kesamaan insiden ini dengan apa yang terjadi pada mereka sebelumnya.


Ya, kalian bisa menebaknya. Tim mereka adalah anggota tim yang diselamatkan oleh Shiro. Nama kedua anggotanya adalah Otto dan Mira.


Otto dan Mira mulai menjelaskan semua yang terjadi, dan Leon hanya diam menyimak, mendengarkan semua yang diceritakan oleh Otto dan Mira.


Setelah mendengarkan cerita Otto dan Mira, Leon berpikir sejenak. Lalu ia memandang keduanya, "Apakah kalian tahu identitas pria itu ?"


Otto dan Mira menggeleng, "Kami tidak tahu, namun ia memberi tahu identitasnya yaitu Zero."


Mendengar bahwa nama orang yang menyelamatkan mereka adalah Zero. Leon awalnya bingung, 'Apakah itu pria yang sama ?' pikirnya.


Namun ia tidak tidak bertanya lebih lanjut, ia berterimakasih dan pergi dari sana.


Leon memikirkan identitas Shiro sebagai Zero sebagai bagian dari Asosiasi Pahlawan.


Setelah mengingat-ingat. Ia memang lupa kalau Leon memasuki Ruangan Boss, namun semenjak masuk ruangan Boss, ia tidak pernah melihat batang hidung Shiro.

__ADS_1


Seandainya Shiro tidak mengirimkan foto Boss kepadanya, ia mungkin sudah beranggapan kalau Shiro tidak ikut masuk ke dalam Ruangan Boss.


Untuk kasus Shiro yang menyelesaikan Boss sendirian. Leon tidak repot-repot memikirkannya. Kalau ada orang atau pahlawan yang bisa mengalahkan Boss monster sendirian, tidak mungkin orang itu tidak terkenal.


Dan Ia, memang tidak pernah mendengar nama Zero sedikitpun sebelumnya. Jadi, ia tidak menganggap serius tanggapan Shiro yang menyelesaikan Boss.


"Kapten, kami menemukannya."


Leon mengalihkan perhatiannya, dan kembali ke fokus utama. Ia menghampiri sebuah portal tang terbentuk di bawah tangga, bersebrangan dengan tangga yang mereka naiki.


Setelah memastikan bahwa ini memang Pintu keluar dari Gate, Leon memerintahkan untuk memanggil semua orang, dan keluar dari Gate bersama-sama.


Setelah semuanya berkumpul, Leon memimpin semua orang yang hadir, untuk keluar dari Gate dengan perasaan gembira.


Tanpa mereka sadari, di belakang mereka. Ada sosok berpakaian putih yang masuk ke dalam barisan keluar dari Gate dan membaur dalam kerumunan.


Setelah keluar dari Gate, sosok itu pergi secepatnya dalam kondisi Stealth. Terlihat ia memegang sebuah Kristal Kuning Keemasan.


Setiap orang pasti mengenal Kristal itu. Ya, itu adalah Kristal yang berada di dahi Thunder Bird King.


Sosok tersebut membuka tudung jubahnya, dan wajahnya akhirnya terlihat.


Orang itu adalah Shiro.


...****************...


Beberapa menit yang lalu.


Namun ketika ia mencoba mendekat, Shiro melihat Leon melemparkan sebuah bola, dan tubuh mereka semua bercahaya dan menghilang.


Shiro menghentikan tindakannya ketika melihat hal ini. Dari persepsinya, ia dapat merasakan keberadaan mereka semua, namun ia juga dapat merasakan sebuah dinding yang melindungi mereka.


Shiro bernafas lega.


`KIIIEEEKKK~`


Melihat targetnya hilang, Thunder Bird King menjadi sangat marah, ia menyerang dengan gila-gilaan.


Melihat pemandangan ini, Shiro terkagum, "Daripada menyebutnya Thunder Bird, ini lebih kepada Storm Bird."


Tiba-tiba, Shiro kepikiran sesuatu. Ia memikirkan sebuah rencana yang cukup bagus untuk mengalahkan Thunder Bird King.


Shiro tersenyum dan terbang ke depan Thunder Bird King. Ia menonaktifkan skill Stealthnya. Kini tubuh dan keberadaannya terungkap sepenuhnya oleh Thunder Bird King.


Melihat masih ada satu musuh lagi yang tersisa. Ia mencoba melampiaskan serangannya kepada Shiro yang ada didepannya.


` KIIIEEEKKK~`


Petir dari segala arah, mengarah pada Shiro secara bersamaan.

__ADS_1


Shiro tidak bergerak sedikitpun dan hanya tersenyum.


Merasakan serangan semakin dekat, Shiro mengangkat tangan kanannya. Lalu ia menjentikkan jarinya.


` jentik~`


Posisi Shiro berubah dengan Thunder Bird King. Shiro yang seharusnya terkena serangan, kini yang terkena serangan adalah Thunder Bird King.


` BANG~`


` KUAAKK~`


Thunder Bird King yang terkena serangan dengan cukup telak berteriak kesakitan sambil mengeluarkan beberapa teguk darah.


Namun serangan belum berakhir, petir masih berdatangan kearah Shiro. Dan Shiro hanya menanggapinya dengan senyuman.


Setiap kali petir mengarah padanya, Ia hanya mengaktifkan skill Switch dengan cara menjentikkan jarinya.


Dan yang menjadi target Switch adalah Thunder Bird King. Sehingga yang terkena serangan adalah Thunder Bird King.


Sedangkan Shiro, tidak tergores maupun terkena serangan sedikitpun. Palingan Auranya yang semakin terkuras.


Namun, ia tidak terlalu khawatir. Karena semenjak beberapa tahun terakhir, teknik Breathing miliknya, dapat mengisi Aura lebih banyak. Lalu kapasitas Auranya juga meningkat berkat ia mendapatkan skill Frost Wing.


Dengan semua itu, Shiro tidak perlu khawatir lagi akan kehabisan Aura.


Meskipun begitu, Bukan berarti Aura Shiro tidak terbatas. Seperti yang kita ketahui, menggunakan Skill Switch ke sesama makhluk hidup, penggunaan Auranya cukup besar.


Sehingga, Shiro hanya menggunakan Skill Switch ketika datang serangan yang cukup besar. Untuk Serangan-serangan kecil, ia hanya menghindari serangan tersebut dengan mudah.


` gelegar~`


` gelegar~`


Petir sering kali menyambar kearah Shiro. Namun yang terkena serangan selalu Thunder Bird King, bukan Shiro.


Lama kelamaan, tubuh Thunder Bird King menjadi lemah, hingga akhirnya, ia ambruk ke tanah.


Serangan petir tersebut menjadi lebih ringan, hingga pada akhirnya, pemandangan menjadi kembali cerah.


Shiro mendekati mayat Thunder Bird King.


Ketika mendekat, Bau gosong dari terbakarnya tubuh Thunder Bird King semakin tercium, membuatnya tidak nyaman.


Shiro hanya mengambil Kristal Kuning Keemasan di dahi Thunder Bird King lalu pergi dari sana. Ia terbang menjauh.


Ia juga merasakan bahwa dinding pemisah menjadi melemah, dan hampir hilang. Shiro pun berniat menyisakan mayat tersebut untuk mereka.


"Anggap saja, ini hadiah bagi kalian."

__ADS_1


Setelah itu, kalian tahu, apa yang terjadi.


__ADS_2