Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
215. 8 Besar


__ADS_3

Pertandingan antara Scout dan O'nila tidak banyak menimbulkan kerusakan, sehingga perbaikan sangat mudah.


Duel kembali dilanjutkan, dan penonton sangat bersemangat menantikan duel ini.


Berikut hasil duel singkat antara peserta yang tersisa:


Pertandingan antara Wullt dari Akademi B vs Anne dari Akademi F dimenangkan oleh Wullt. Keduanya sama-sama Petarung jarak dekat. Namun Wullt adalah petarung jarak dekat murni, pemberi damage. Sedangkan Anne walaupun sama-sama petarung jarak dekat, tapi ia tidak fokus pada kekuatan, tapi daya tahan dan pertahanan. Sehingga dalam pertarungan ini, serangannya tidak berpengaruh apapun terhadap Wullt, namun serangan Wullt yang memiliki skill Penetrasi dapat menghancurkan pertahanannya. Alhasil, Wullt memenangkan pertandingan.


Pertarungan selanjutnya antara Sena dari Akademi C vs Prass dari Akademi G dimenangkan oleh Prass. Sena yang tipe Assassin dapat dikalahkan oleh Prass yang tipe Summoner. Makhluk panggilan dari Prass adalah seekor singa belang (Liger). Skill sembunyi-sembunyi dari Sena berhasil dibungkam oleh Auman Makhkuk panggilan Prass yang bagaikan sebuah deru mesin perang. Alhasil, Prass menang atas Sena.


Selanjutnya, pertarungan antara Lisa dari Akademi D vs Bellerin dari Akademi A dimenangkan oleh Bellerin. Keduanya adalah tipe Mage. Namun Bellerin hanya tipe Mage Support sedangkan Lisa adalah Mage Damage Dealer. Meskipun begitu, dengan pengalaman, serangan Kontrol area dan Debuff yang ia berikan, Bellerin berhasil mengalahkan Lisa yang notabene sebagai Mage Damage.


Untuk pertarungan antara Vera dari Akademi G vs Mona dari Akademi E dimenangkan oleh Mona. Keduanya adalah Penyerang jarak jauh, Vera tipe Mage Dealer, sedangkan Mona adalah Archer murni. Serangan Vera sebenarnya cukup berdamage, namun selalu digagalkan oleh Mona. Walaupun Keduanya tipe Penyerang jarak jauh, namun Mage kalah dengan Archer dalam hal Casting. Sehingga, Vera tidak bisa mengeluarkan serangan yang bisa mengalahkan Mona, dan akhirnya ia yang kalah.


Selanjutnya pertarungan antara Louis dari Akademi F vs Ben dari Akademi B. Pertarungan jarak dekat diantara keduanya sangat memanjakan mata penonton. Pertarungan tersebut sangat mewah, adu serangan, beragam skill yang saling bertabrakan sangat membuat para penonton terkesan, keduanya pun tampak seimbang. Namun Louis dari Akademi F lebih unggul dalam hal stamina, ini semua berkat pelatihan otot yang dilakukan oleh Akademi F. Sehingga Ben hanya bisa menerima kekalahan dari Louis.


Pertarungan terakhir di babak 16 besar antara William dari Akademi A vs Misa dari Akademi E dimenangkan oleh William tanpa ketegangan. Pertarungan antara Assassin dan Mage, pasti dimenangkan oleh seorang Assassin, kecuali memang Assassin itu bodoh.


Jadi, kedelapan peserta yang akan melaju ke babak 8 besar telah ditentukan. William, Bellerin dari Akademi A, Wullt dari Akademi B, Hina dari Akademi C, O'nila dari Akademi D, Mona dari Akademi E, Louis dari Akademi F, dan Prass dari Akademi G.


Entah ini hanya sekedar kebetulan atau memang sudah diatur, tidak ada pihak dari ketujuh akademi yang kembali dengan cepat. Dari ke-8 peserta yang melaju ke babak selanjutnya, setiap Akademi berhasil mengambil 1 tempat, kecuali Akademi A yang mengambil 2 tempat.


Selanjutnya, istirahat siang untuk semua orang. Panitia akan mengatur pertarungan selanjutnya agar tidak ada kecurangan atau pertemuan dengan peserta satu Akademi. Break singkat diisi oleh berbagai hiburan, seperti aksi, nyanyi, dance, ataupun pertarungan antara Pahlawan umum.


Setidaknya penonton tidak akan bosan menunggu pertandingan selanjutnya. Dan mereka mendapatkan hiburan ketika menikmati makan siang mereka.


Setelah masa Break singkat, akhirnya acara selanjutnya kembali dilanjutkan. Kedelapan peserta telah ditentukan lawan dari mereka.


Lawan dari masing-masing kedelapan peserta itu adalah:


__ADS_1



William dari Akademi A vs Wullt dari Akademi B.




Louis dari Akademi F vs Hina dari Akademi C




Bellerin dari Akademi A vs Mona dari Akademi E.






Kedelapan peserta itu bertarung dengan cukup adil. Pertarungan pertama antara sesama Assassin. Pertarungan kedua antar sesama Petarung jarak dekat. Pertarungan ketiga sesama petarung jarak jauh. Dan untuk pertarungan keempat, antara Summoner dan seorang Assassin.


Ketika pertarungan awal bisa dibilang cukup seimbang jika dilihat secara kasat mata. Namun tidak untuk pertarungan keempat.


Pertarungan antara seorang Summoner dan Assassin, sulit untuk dilihat pemenang sebenarnya. Sehingga menimbulkan pertaruhan antar sesama penonton untuk pertarungan terakhir.


Summoner yang memiliki hewan panggilan yang bisa membatalkan skill sembunyi-sembunyi Assassin. Menghadapi seorang Assassin yang bisa menyebarkan asap secara luas dan bersembunyi di dalamnya. Entah siapa yang akan memenangkan pertarungan tersebut.

__ADS_1


Wasit masuk ke dalam arena, ia mengumumkan pertarungan selanjutnya: "Pertarungan pertama antara William dari Akademi A melawan Wullt dari Akademi B, silahkan untuk kedua peserta memasuki Arena."


Tepuk tangan berkumandang disaat kedua peserta memasuki Arena secara bersamaan.


"Pertandingan babak delapan besar untuk grup pertama, Dimulai!"


Setelah pertarungan diumumkan, keduanya langsung bergerak secara langsung.


Dentang~ Dentang~


Keduanya beradu serangan, kemudian mundur beberapa langkah lalu kembali menyerang secara bersamaan.


Keduanya beradu serangan secara intens. Kecepatan serangan sebagai sesama Assassin, sulit untuk melihat pergerakan mereka secara utuh.


Memang terbilang aneh untuk seorang Assassin untuk bertarung tatap muka seperti itu. Namun karena ini hanyalah sebuah kompetisi yang tidak melibatkan hidup dan mati, jadi ini sah-sah saja. Lagipula, pertarungan seperti ini membuat semangat penonton termobilisasi.


Mereka termotivasi melihat pertarungan keduanya. Bisa dibilang, pertarungan seperti ini adalah yang paling mereka nantikan.


Dentang~ Dentang~


Percikan api tersebar di udara saat kedua senjata mereka beradu. Sudah puluhan kali serangan mereka lancarkan, mereka juga menerima luka dari serangan lawan mereka. Namun luka sekecil itu, mereka tidak memperdulikannya.


Kedua serangan itu terlihat seperti serangan biasa. Namun ada teknik yang kedua pakai untuk mencoba mengalahkan satu sama lain. Selain itu, ada juga skill Buff yang mereka pakai untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan gerak, kecepatan reaksi dan sebagainya.


Semuanya mereka kerahkan di setiap serangan yang mereka lancarkan. Penonton tidak tahu akan hal itu, mereka hanya menyaksikan keseruan yang ditimbulkan akibat pertarungan mereka. Kecuali para pahlawan dan siswa Akademi yang menonton pertandingan ini untuk belajar dan menambah pengalaman.


Pertarungan keduanya berlangsung cukup lama, namun sayang sekali, William unggul dalam durasi Buff. Sehingga Wullt tidak bisa mengatasi beberapa menit ketika ia kehabisan Buff, sedangkan William yang masih memiliki Buff.


"Pemenangnya adalah William dari Akademi A. Selamat karena telah memasuki babak 4 besar!"


Wasit memasuki Arena dan mengumumkan pemenangnya. Terlihat William dan Wullt memiliki banyak luka ditubuhnya. Namun meskipun begitu, William bisa tersenyum lega penuh kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2